tiga tahun sudah pernikahan kita...Dipaksa menikah di usia muda ketika kita masih duduk di bangku SMA..
Tak ada kontak fisik. Di rumah seperti orang asing. Aku tahu Aksa memiliki ke kasih tapi apa salah ku. Hingga batas kesabaran ku hilang juga.
"Kak Aksa aku ingin gomong".
"Kalau ngomong ya ngomong aja Bintang".
"Kak mari kita berpisah".
Apa Aksa mengabulkan permintaan Bintang. Atau mempertahankan pernikahannya ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vita no, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Kepergian Aksa
Sesampainya di rumah mommy. Aku lihat mommy lagi duduk santai di depan teras rumah bersama deddy. Kebetulan hari ini deddy nggak kekantor. Karena nggak ada pekerjaan yang penting. Tapi aku nggak ngelihat kak Aksa. Entang dimana dia, aku nggak fikirkan kali.
"Gimana Bin, apa mama dan papa mu sudah berangkat."
"Waktu Bintang keluar bandara belum lagi mom. Mungkin sekarang sudah."
"Apa rencana kamu Bin. Besok kamu kan sudah mulai sekolah lagi?"
"Rencana hari ini Bintang mau keluar dengan teman Bintang, Mila dan Silvi. Apa boleh mom."
"Ya pergilah Bin. Kamu juga butuh berteman dan hangout gitu selagi masih masa putih abu. Nanti jika sudah kuliah bakal nggak ada waktu lagi untuk hangout sama teman teman."
"Ah mommy tahu aja apa yang diinginkan anak remaja seperti Bintang."ucap ku sambil malu malu.
"Gimana mommy mu nggak tahu Bin. Mommy mu sejak masih duduk dibangku putih abu selalu aja keluar bareng temannya sabtu dan minggu. Mana pernah ada di rumah. Bahkan deddy sering di tinggal."
"Ah si papa mulai deh sesi curhat sama menantunya."
"Berarti mommy dulu gaul juga dong ded."dan dianggukkan oleh deddy.
Ya mommy dan deddy, mereka nikah muda. Bukan karena insiden. Tapi karena mereka memang sudah dijodohkan dari kecil. Jadi mereka selalu bersama sama dari sekolah. Karena takut terjadi yang enggak enggak, maka orang tua mereka menikahkan mereka pas masih duduk di kelas XI. Hingga sekarang mereka masih romantis.
Mungkin karena itu. Dia ingin Aksa juga begitu. Menjodohkan Aksa dengan Bintang biar bisa seperti mereka. Bisa romantis sampai tua. Sayangnya apa yang diharapkan mommynya tak sesuai kenyataan.
Pernikahan Bintang dan Aksa, entah siapa yang salah. Apa mommynya, entah Aksa yang egonya tinggi atau keadaan yang tak menguntungkan buat Bintang.
"Kalau gitu Bintang ganti pakaian dulu mom, ded. Bintang mau siap siap dulu. Nanti Bintang telat lagi janjian sama teman teman Bintang."
"Ya sudah, sana masuk kamar."dan kubalas dengan anggukan.
Selama perjalanan kekamar, aku nggak melihat kak Aksa. Entah dimana dia. Sejak pembicaraan semalam, aku hanya ketemu di meja makan. Setelah itu, aku nggak melihat dia lagi. "Uh ya sudah lah, dima kak Aksa udah nggak penting lagi. Kenapa aku ngerasa digantung nggak bertali ya. Kenapa susah sih buat aku ngajukan perpisahan dengan dia. Ah, sudahlah, bodoh amat lah."gumam ku dalam hati.
Sedangkan disisi Aksa. Aksa sekarang melaju ke cafe Hit nya. Dia ingin pamit kesemua karyawannya. Karena dia akan pergi kuliah keluar negri. Cafe akan di pantau dari jarak jauh. Dan untuk sementara, dia kasih kepercayaan mengurus cafe pada Raden. Karena Raden adalah salah satu sahabatnya dari kecil. Raden merupakan orang yang dipercaya oleh Aksa.
"Den aku titip cafe ini sama kamu. Tiap sekali lima belas hari kamu harus mengirim email pemasukan dan memberi tahu apa saja kendala yang dihadapi oleh cafe ini. Karena aku rencana mau berangkat malam ini. Aku sudah selesai prepare, tinggal pergi aja lagi."
"Siap Aks, aku akan melaporkan pembukuan dan apa saja nanti kendala yang terjadi di cafe ini. Aku harap kamu juga sekali sekali pulang lihat kondisi disini. Jangan keenakan belajar dan juga keenakan sama gadis bule disana."ucap Raden dengan disertai candaan.
"Apaan sih kamu Den. Yang ada disana aku belajar. Jika dapat jodoh berarti itu bonus."
"Ada ada aja kamu Aks. Kamu selalu menutupi ketengilan mu dengan tampang cool mu itu Aks."ucap Raden lagi dengan geleng kepala.
Tak ada yang tahu sifat Aksa yang sedikit tengil. Dan itu hanya diketahui oleh Raden. Bahkan Alex, Juan dan Teddy pun nggak tahu.
"Ya udah, aku cabut dulu. Kutitip cafe ini."
"Siap Aks, hati hati dan semoga pendidikan disana lancar aja."
"Amin."ucap Aksa
Ya Aksa berencana mau keluar negri malam ini. Mommy dan deddynya juga tidak tahu rencana Aksa. Aksa akan pergi dengan Juan. Mereka sudah dapat apartemen disana selama mereka menempuh pendidikan disana.
Sore pun tiba. Aksa baru pulang dari cafe hitnya terus mencari mommy dan deddynya.
"Mbok dimana mommy dan deddy?"
"Oh nyonya dan tuan di taman belakang den."
"Ya sudah, aku kesana ya mbok."
"Mom, ded, Aksa mau ngomong. Rencana Aksa mau pergi ke Cambridge malam ini. Tiketnya sudah aku beli dan juga apartement disana juga ada. Aksa rencana pergi dengan Juan mom, ded. Sekarang Aksa mau siap siap pergi ke bandara lagi mom, ded."
Sontak aja mommy terkejut dengan keputusan Aksa yang mendadak. Sementara menantu kesayangannya nggak ada di rumah.
"Aksa kenapa dadakan gini. Apa Bintang tahu kamu pergi hari ini. Jangan bilang kamu juga belum memberitahu Bintang. Apa kamu tidak menganggap Bintang selama ini istri kamu Aks."geram mommy Aksa.
"Apa belum ada rasa dihati kamu untuk Bintang. Jawab mommy Aks. Jika masih belum ada, mommy ingin kamu berpisah aja dengan Bintang. Mommy nggak ingin kamu menyakiti hati Bintang."ucap mommy kesal ke Aksa. Sedang Aksa hanya diam saja dengan kemarahan mommy nya terhadapnya.
"Sudah mom, jangan marah marah, nanti darah tinggi loh."
"Apaan sih ded. Ini anak deddy nggak berterima kasih sekali dicarikan istri sebaik Bintang yang nggak neko neko dan nggak banyak maunya. Malah disia siakan, nanti giliran sudah diambil orang baru mewek merasa kehilangan."
"Kok deddy sih yang disalahkan mom. Kamu iya juga Aks. Apa sih kekurangan menantu deddy." Aksa hanya diam mendengar kemarahan mommy dan deddynya.
"Sudahlah pusing mommy dengan kamu. Jika kamu mau pergi ya pergi aja. Tapi dengar peringatan mommy Aksa. Sekarang Bintang masih satu tahun lagi dia sekolah. Setelah satu tahun lagi dia juga akan kuliah juga. Jika sampai dalam satu tahun ini kamu belum ada kepastian dengan Bintang. Mommy harap kamu melepaskan ikatan dengan Bintang. Biar dia menentukan juga pilihannya lagi. Mommy juga nggak ingin mengikat dia lagi. Mommy ingin Bintang bahagia."kamu harus dengar kata mommy.
Mendengar ucapan mommy membuat Aksa terdiam. Entah apa yang dirasakan Aksa saat mommy nya menyuruh dia berpisah dengan Bintang.
"Kenapa rasanya hati ku sakit, saat mommy menyuruh ku untuk berpisah dari Bintang. Perasaan apa ini. Nggak mungkin, nggak, aku nggak mungkin jatuh cinta sama Bintang. Mungkin dengan berpisah dengan dia selama aku menjalankan pendidikan diluar negri, aku baru tahu perasaan apa yang aku rasakan padanya."gumam Aksa dalam hati.
"Baik lah mom. Aksa akan dengarkan kata kata mommy."
"Jam berapa kamu pergi ke bandara?"tanya deddy pada Aksa.
"Sekarang ded, lagian barang barang yang mau Aksa bawa sudah Aksa pack ded."
"Ya sudah pergilah. Nggak usah kamu beritahu Bintang. Biar nanti mommy yang kasih tahu sama Bintang. Nanti apa pun keputusan Bintang tentang kamu, kamu nggak boleh protes. Karena itu konsekuensi dari perilaku kamu ke Bintang."ucap mommy lagi dengan ketus.
"Iya mom."ucap Aksa dengan pelan. Karena jika protes lagi maka nanti kenak amuk lagi sama mommynya.