NovelToon NovelToon
ASI untuk Pewaris Haram

ASI untuk Pewaris Haram

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Ibu susu
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: N A R I

Diusir keluarga karena hamil di luar nikah dan ditinggalkan pria yang menghamilinya, Kemala bertahan hanya demi satu alasan, yaitu bayinya.

Namun dua hari setelah melahirkan, putranya menghilang tanpa jejak.

Takdir mempertemukannya dengan Bastian Rothmere, pewaris keluarga konglomerat yang sedang putus asa mencari ibu susu bagi seorang bayi yang kehilangan ibu kandungnya.

Sebagai imbalan, Bastian berjanji membantu mencari putra Kemala yang hilang.

Namun tinggal di kediaman Rothmere justru menyeret Kemala ke dalam perang dingin keluarga kaya raya. Terutama ketika istri sah Bastian terang-terangan menolak keberadaan sang bayi pewaris.

Di tengah rahasia, ambisi, dan perebutan kekuasaan yang semakin berbahaya, Kemala mulai menyadari bahwa hilangnya putranya mungkin bukan sekadar kebetulan.

Hingga suatu malam, Bastian menghantam meja rapat dan berkata dengan suara dingin,

“Siapa pun yang berani menyentuh pewaris Rothmere atau anak Kemala, akan kubuat menyesal telah dilahirkan!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N A R I, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Masakan Seorang Direktur Utama

"Bapak ...?" suara Kemala membuyarkan lamunan Bastian.

Pria itu baru menyadari dirinya terlalu lama menatap wanita desa di hadapannya.

"Ada apa?" tanya Kemala pelan.

Bastian menggeleng tipis. "Tidak."

Kemala membuka pintu rumah lebih lebar. "Silakan masuk, Pak."

Bastian mengangguk pelan sebelum melangkah masuk ke rumah sederhana itu. Begitu memasuki ruang tamu, pandangannya langsung menangkap boks bayi di sudut ruangan. Bayi yang disebut Arkana itu masih tertidur pulas.

"Kebetulan Rani sedang keluar," ucap Kemala sambil tersenyum kecil. "Ada acara katering di desa sebelah."

Bastian mengangguk.

"Saya buatkan minum dulu," ucap Kemala tersenyum kepada Bastian.

Pria kaku itu menggeleng kepalanya pelan. "Jangan repot-repot."

"Tidak apa-apa." Kemala menghilang ke dapur.

Beberapa menit kemudian wanita desa yang terlihat anggun itu kembali membawa sepiring pisang goreng hangat dan segelas teh.

"Ala kadarnya ya, Pak," ucap Kemala sedikit menunduk meletakkan piring makanan ringan tersebut ke meja ruang tamu.

Bastian memandang hidangan itu beberapa detik. "Aromanya enak."

Kemala terkekeh kecil. "Dulu saya sering bantu Rani masak."

Bastian kemudian menerima gelas teh dari Kemala.

Setelah Kemala duduk di seberangnya, pria itu baru membuka percakapan. "Saya baru sadar."

Kemala menatap pria kaku itu.

"Saya pernah melihat keberanianmu sebelumnya," lanjut Bastian.

"Keberanian?" tanya Kemala yang menganggap dirinya jauh dari kata berani.

"Di pesta keluarga Rothmere," jawab pria kaku itu lalu menyilangkan kakinya dengan santai.

Kemala langsung teringat malam pesta ulang tahun Madam Eleanora yang penuh tekanan itu. Betapa terkejutnya Kemala saat itu karena seolah menjadi pusat masalah dari keluarga yang begitu berpengaruh.

"Tapi tadi berbeda," ujar Bastian kemudian meletakkan gelas tehnya di meja. "Tadi kamu jauh lebih berani."

Bastian menatap wanita ayu itu lurus.

"Kamu bahkan menghadapi semua tetanggamu tanpa terlihat gentar," lanjut pria kaku itu memancarkan pandangan yang berbinar ketika melihat wanita desa yang duduk di depannya.

Pipi Kemala memerah. "Saya cuma ...."

Wanita desa itu menunduk malu.

"Ini kampung tempat saya lahir. Saya kenal mereka sejak kecil," ucap Kemala yang menautkan kedua tangan di pangkuannya. "Kalau di Jakarta saya cuma orang asing. Di sini ... saya tahu bagaimana sifat mereka."

Kemala tersenyum tipis.

"Lagipula … akhir-akhir ini saya memang sangat lelah," ujar Kemala yang tanpa sadar memijat pundaknya sendiri. "Jadi mungkin keberanian tadi juga sekaligus pelampiasan."

"Lelah?" Bastian mengernyit.

Kemala mengangguk.

"Mengurus Arkana ternyata ..." Kemala berhenti sesaat, "cukup melelahkan."

Ruangan mendadak sunyi. Bastian tak langsung berbicara. Kalimat itu terus berputar di kepala pria kaku itu. Mengurus Arkana melelahkan bagi Kemala? Padahal, selama berbulan-bulan mengurus Nathan, Kemala tak pernah sekalipun mengucapkan keluhan serupa.

Sekecil apa pun. Bahkan ketika harus terbangun berkali-kali dalam semalam. Bahkan ketika harus menyusui hingga tubuh wanita desa yang kurus itu kelelahan. Tak pernah sekalipun Kemala mengeluh di depan Bastian.

Kemala ikut menyadari ucapannya sendiri. Wanita desa itu segera menggigit bibir bawah.

"Maaf ...."

Bastian mengangkat kepala menatap wanita desa itu yang tampak sangat lelah.

"Saya ..." Kemala buru-buru melanjutkan. "Saya pikir Bapak datang karena stok ASI."

Bastian tetap diam. Kemala langsung menunduk.

"Maaf." Kemala kembali meminta maaf kepada Bastian. "Saya ... tidak bisa memberi lagi."

Bastian memandang wanita itu tanpa bertanya. Kemala tersenyum pahit.

"Akhir-akhir ini saya seperti ..." Kemala terlihat jelas sedang berusaha keras mencari kata yang tepat, "baby blues."

Bahkan menyebut istilah itu saja terasa berat.

Kemala menundukkan kepala. Jemari wanita desa itu saling menggenggam erat di atas pangkuan.

"Saya sering menangis sendiri." Kemala menarik napas pelan sebelum melanjutkan. "Dada saya rasanya sesak terus."

Wanita itu sempat menghela napas lama lalu berkata, "Kepala saya juga seperti tidak pernah berhenti berpikir."

Bastian diam mendengarkan.

"Saya jadi sulit tidur," suara Kemala semakin lirih. "Belakangan ... produksi ASI saya juga mulai menurun."

Kemala mengangkat pandangan dengan mata yang dipenuhi rasa bersalah. "Jadi ... saya benar-benar minta maaf karena saya tidak bisa memberikannya."

Bastian mengepalkan tangan di bawah meja. Pria itu datang membawa satu tujuan. Meminta Kemala kembali dan mengabarkan kondisi Nathan. Namun melihat wanita itu, yang bahkan tampak jauh lebih kurus dibanding terakhir kali mereka bertemu. Semua kata-kata yang ingin diucapkan oleh Bastian mendadak tertahan di tenggorokan. Bastian tak tega.

"Selama ini ..." Bastian akhirnya bertanya pelan, "kamu tinggal di sini sendirian?"

"Sama Rani." Kemala menggeleng. "Sebelum Arkana lahir saya membantu usaha kateringnya."

Nada suara Kemala menghangat saat mengenang masa itu. "Kalau ada pesanan banyak, saya biasanya ikut memasak. Kami sering mulai sejak subuh. Walaupun capek, rasanya menyenangkan. Sambil masak, kami mengobrol, bercanda, kadang saling mengolok hasil masakan sendiri."

Senyum tipis sempat menghiasi wajah wanita desa itu sebelum perlahan memudar.

"Sekarang saya sudah tidak bisa banyak membantu." Kemala menunduk. "Kalau badan saya sedang kuat, paling saya cuma bantu mengupas bumbu atau membungkus pesanan. Selebihnya Rani yang mengerjakan sendiri."

Wanita ayu itu mengembuskan napas pelan.

"Padahal saya ingin membantu lebih banyak." Tatapan Kemala kembali jatuh ke kedua tangannya. "Waktu semua orang menjauhi saya, Rani yang membuka pintu rumahnya. Dia memberi saya tempat tinggal tanpa meminta apa pun. Jadi sebisa mungkin saya ingin meringankan bebannya, meskipun hanya sedikit."

Belum sempat percakapan berlanjut, tangisan bayi memecah suasana.

"Wuaaaaaaa...!"

Kemala langsung berdiri.

"Maaf." Kemala segera berlari menuju kamar.

Saat itu, refleks Bastian ikut bergerak. Kaki pria kaku itu mengikuti Kemala. Saat memasuki kamar, Kemala sudah menggendong bayi itu. Namun berbeda dengan Nathan, tak ada senyum hangat yang selalu muncul di wajah wanita ayu itu. Yang terlihat justru kelelahan.

Mata wanita ayu itu sembab. Gerakan Kemala cekatan tetapi seperti dilakukan oleh tubuh yang hampir kehabisan tenaga. Bastian memperhatikan semuanya dalam diam.

Bayi itu terus meronta. Tangis bayi kecil itu semakin keras. Kemala mencoba mengayun, menepuk pelan punggungnya, dan menyenandungkan lagu. Semua tak berhasil.

"Sebentar ..." Bastian mendekat. "Boleh saya coba?"

Kemala menyerahkan bayi itu dengan hati-hati. Begitu berpindah ke pelukan Bastian, tangisan malah semakin menjadi. Bastian mencoba menggendong seperti biasa pria kaku itu menggendong Nathan. Namun tetap gagal.

"Dia–"

Belum selesai bicara, bayi itu meronta keras. Tubuh kecilnya hampir meluncur. Bastian refleks menarik kembali tubuh bayi itu. Gerakan mendadak itu membuat keseimbangan pria kaku itu hilang.

Bruk.

Tubuh Bastian nyaris menimpa Kemala. Untung bayi itu tetap aman di antara kedua tangan mereka. Namun kini wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. Mata mereka saling bertemu. Napas hangat saling berembus. Pipi Kemala memerah seketika. Bastian membeku.

Jantung Kemala berdetak sangat cepat tidak terkendali.

Beberapa detik, tak satu pun bergerak. Hingga akhirnya Bastian buru-buru berdiri.

"Maaf." Bastian langsung merapikan jasnya.

Lalu berjalan keluar menuju ruang tamu seolah tak terjadi apa-apa. Sementara itu Kemala masih memeluk bayi tersebut. Jantung wanita desa itu berdetak begitu cepat. Kemala menarik napas panjang sebelum kembali berusaha menenangkan tangisan bayi itu.

Dari ruang tamu, Bastian duduk memperhatikan semuanya. Semakin lama semakin jelas kelelahan yang tergambar di wajah wanita desa itu. Tanpa sadar kalimat keluar begitu saja dari mulut pria kaku itu.

"Kamu sudah makan?"

Kemala menoleh. Belum sempat Kemala menjawab, Bastian melanjutkan dengan suara datar.

"Kalau belum ..." Bastian lalu berdiri kembali dari tempat duduknya. "Akan saya masakkan sesuatu untukmu."

1
Apita BalqisNabillah
ternyata ooh ternyata ada uadang dibalik batu dasar wanita sundel clarissa memanfaatkan keadaan untuk mencapai keuntungan....
Apita BalqisNabillah
kurang ajar clarissa harus dikasih salam 5 jari kemala karena sudah mempermainkan kamu.
N A R I: 10 jari juga boleh kak 🤣
total 1 replies
Apita BalqisNabillah
jangan sampai ketipu kemala siapa tau anak yng dibawa clarissa bukan arkana anakmu melainkan anak orang yng diambil dari panti asuhan.....jangan sampai nathan celaka gegara kamu lengah kemala...
N A R I: gawaaaat 🙈
total 1 replies
Apita BalqisNabillah
waduh apa tujuan si clarissa mendekati kemala apa mau dijadikan tumbal
N A R I: waduh serem banget 😢
total 1 replies
Syifa Rufaidah
kerennn
N A R I: terima kasih kak 😍
total 1 replies
Alia Chans
cerita nya ser😣
Like+ bunga🌹 , semangat thor ✍️






kalo berkenan mampir juga y😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!