NovelToon NovelToon
Dewa Abadi

Dewa Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Misteri
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di dunia kultivasi yang kejam dan tak berbelas kasih, takdir mengikat dua jiwa dari dunia yang sepenuhnya berbeda: Zeng Niu, seorang pemuda berdarah dingin dari kelas bawah yang mewarisi Dao Bencana dan Petir Hukuman Langit, serta Zhao Ying, putri dari Tiran Ketiadaan Surga Atas yang jatuh ke dunia fana dengan kultivasi yang tersegel.

Terdampar di Benua Selatan yang dipenuhi kabut dan kutukan, keduanya harus bertahan hidup dari buruan ahli Nascent Soul dari Suku Li Kuno. Perjalanan berdarah melintasi Hutan Seratus Ribu Gunung Siluman hingga ke gelapnya Kota Reruntuhan Tanpa Tuan memaksa Zeng Niu untuk terus mendobrak batas fisiknya demi menjadi perisai bagi sang dewi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Dasar Kolam Sumsum Es

Air Kolam Sumsum Es Kunlun tidak terasa seperti air biasa; teksturnya sangat kental, seberat air raksa, dan memancarkan hawa dingin kuat yang mampu membekukan jiwa seorang kultivator dalam hitungan detik.

Begitu tubuh Zeng Niu dan Zhao Ying tenggelam ke dasar kawah, suara ledakan dan teriakan pertempuran di atas seketika teredam, digantikan oleh keheningan putih yang pekat.

Dada Zeng Niu langsung terasa seperti ditusuk jutaan jarum es. Benang-benang beracun yang digunakan Tabib Gu untuk merajut Dantiannya bereaksi keras terhadap energi murni kolam ini, mencoba menolak penyembuhan.

Zeng Niu memuntahkan gelembung darah hitam. Tubuhnya kejang tertahan di dalam air.

Tiba-tiba, sepasang tangan putih yang lembut menyentuh dadanya. Zhao Ying berenang mendekat. Rambut peraknya menyebar indah di dalam air layaknya kelopak teratai es yang mekar. Di dasar kolam yang remang-remang, wajah gadis itu memancarkan pendaran cahaya biru surgawi.

Zhao Ying menempelkan telapak tangannya di dada Zeng Niu dan telapak tangan lainnya di dahi pemuda itu, mengalirkan energi penstabil.

Jangan melawannya, Zeng Niu, suara telepati Zhao Ying terdengar lembut di benak nya. Gunakan energi es ini untuk membakar racun itu. Aku akan membantu menstabilkan meridianmu.

Zeng Niu menatap mata jernih Zhao Ying di depannya. Tidak ada jarak di antara mereka. Aroma khas gadis itu menembus pekatnya air kolam, menenangkan insting liarnya. Zeng Niu memejamkan mata dan melepaskan kendalinya, membiarkan energi Yin yang luar biasa murni membanjiri Dantiannya.

Di dalam Lautan Kesadarannya, Lei Ling melompat girang di atas teratai petirnya.

"Ini dia! Energi murni tanpa batas!" raung Lei Ling penuh semangat. "Zeng Niu, panggil sisa petir suciku! Kita akan membakar jaring laba-laba racun rendahan ini dan membangun ulang istana sucimu!"

Zeng Niu memutar Sutra Bencana hingga batas maksimal.

Di dalam Dantiannya, sebuah pusaran terbentuk. Benang-benang racun kalajengking yang tadinya mengikat Dantiannya seketika terbakar habis oleh kombinasi energi Sumsum Es dan Petir Hukuman Langit! Dantian yang tadinya menyerupai cawan retak kini hancur lebur kembali menjadi ketiadaan.

Namun, berkat pemahaman Biji Daonya, kehancuran bukanlah akhir, melainkan awal yang baru.

Dari dalam kehampaan itu, sebuah Dantian baru perlahan terbentuk. Kali ini, ia tidak lagi berupa pusaran angin fana, melainkan sebuah danau Qi yang berwarna perak gelap dengan kilatan petir ungu di dalamnya. Ukurannya tiga kali lebih luas dari Dantiannya di masa lalu!

Pengumpulan Qi Tahap 5... Tahap 7... Tahap 9... Puncak!

Energi Sumsum Es yang berusia ribuan tahun terserap rakus oleh tubuh Tulang Besi Berkarat-nya layaknya spons kering.

Hanya dalam waktu sepuluh tarikan napas, batas alam fana yang membelenggunya retak.

BOOM!

Di dalam tubuhnya, sebuah ledakan spiritual terjadi. Danau Qi perak itu memadat, membentuk fondasi batu yang tak tergoyahkan.

Foundation Establishment Tahap Awal!

Kultivasi Zeng Niu telah kembali! Tapi kali ini, kekuatan fisiknya, Niat Membunuhnya yang setajam pedang tulang, dan ketangguhan meridiannya membuat kekuatannya tidak bisa diukur dengan standar kultivator fana biasa.

Saat Dantian Zeng Niu stabil, ia membuka matanya. Ia melihat Zhao Ying di depannya kini memejamkan mata, keningnya berkerut menahan sakit. Gadis itu sedang menggunakan sisa energi kolam untuk mengikis segel kutukan dimensi di nadinya.

Zeng Niu membalikkan keadaan. Kini, tangannya yang besar dan hangat menggenggam erat kedua tangan pualam gadis itu, menyalurkan Qi Foundation Establishmentnya yang baru lahir untuk menjadi pelindung bagi organ dalam Zhao Ying saat energi kutukan itu berontak.

Sebuah rona merah tipis menyebar di wajah Zhao Ying di dalam air. Meskipun ini adalah proses kultivasi murni, berbagi Qi secara langsung dengan sentuhan telapak tangan di kedalaman kolam tersembunyi menciptakan keintiman fana yang membuat hati sang Bintang Putih berdebar aneh.

Sedikit lagi... batin Zeng Niu, menatap gadis itu tanpa berkedip. Aku tidak akan membiarkan langit fana ini menahanmu.

Sementara di dasar kolam terjadi keajaiban, di atas permukaan es, neraka sedang berpesta.

"Mati kau, Bocah Gendut!" raung Tetua Kuang.

BLAAAAR!

Palu godam emas Bao Tu terlempar ke udara. Pemuda gemuk itu memuntahkan darah dan terpental sejauh sepuluh tombak, menabrak pilar es hingga hancur.

Lin Xiaoyu melesat mencoba menebas leher Tetua Kuang, namun sebuah pedang es tipis tiba-tiba menangkis serangannya dari samping.

TRANG!

Xiaoyu terdorong mundur, lengannya kebas.

Di sebelah Tetua Kuang, kini berdiri dua sosok tua lainnya. Mereka adalah Tetua Xue dari Lembah Angin Salju dan Tetua Bai dari Sekte Harimau Putih. Ketiganya memancarkan fluktuasi Foundation Establishment Tahap Menengah yang sangat menindas!

"Dasar tikus-tikus kecil dari sekte mana kalian ini?!" desis Tetua Xue, wajahnya pucat dan kejam. "Berani-beraninya kalian mengganggu kolam milik aliansi kami! Memiliki kultivasi Foundation Establishment di usia semuda ini, kalian pasti murid elit. Tapi di lembah terpencil ini, kejeniusan kalian hanya akan menjadi pupuk es!"

Xiaoyu berdiri dengan susah payah, menyeka darah di dagunya. Pedang tipisnya bergetar. Ia menatap ratusan murid yang kini mengepung mereka membentuk lingkaran rapat. Di belakangnya, Fugui sedang bersembunyi di balik batu, merogoh kantong jimatnya dengan panik.

"D-Daoist ini kehabisan kertas jimat! Sialan, aku harusnya beli lebih banyak di kota!" rengek Fugui, giginya bergemeretak ketakutan.

"Kau masih hidup, Bao Tu?!" seru Xiaoyu tanpa menoleh.

Bao Tu merangkak bangun, menarik kembali palunya menggunakan sisa Qi. "L-Lemakku masih cukup tebal untuk menahan satu pukulan lagi, Xiaoyu... Sial, jika saja Tetua Mo Yin ada di sini..."

Tetua Kuang tertawa keras. "Tidak ada yang akan menyelamatkan kalian! Anak Tahap 4 yang tadi melompat ke dalam kolam pasti sudah membeku menjadi es! Energi sumsum itu bukan sesuatu yang bisa diserap oleh sampah tingkat rendah!"

Tetua Bai dari Sekte Harimau Putih mengangkat tangannya, mengumpulkan energi spiritual berbentuk cakar harimau raksasa. "Habisi mereka. Kita tidak punya waktu bermain-main dengan bocah."

Ketiga Tetua Tahap Menengah itu secara serentak melesat maju. Tiga serangan fatal membelah udara, mengunci posisi Xiaoyu dan Bao Tu yang sudah kehabisan tenaga. Kematian terasa begitu dekat hingga embun beku mulai terbentuk di bulu mata mereka.

Namun, di dunia fana ini, Zeng Niu tidak pernah membiarkan sahabatnya mati di depannya dua kali.

Tepat saat tiga serangan maut itu tinggal berjarak beberapa jengkal dari wajah Bao Tu...

KRAAAAAAAAASH!

Permukaan Kolam Sumsum Es di belakang mereka meledak hebat! Pilar air setinggi puluhan tombak melesat ke langit, diiringi oleh raungan naga petir berwarna ungu yang merobek langit abu-abu Kunlun.

Udara di seluruh lembah mendadak menjadi luar biasa berat. Badai salju yang berputar seketika membeku dan jatuh ke tanah. Ratusan murid aliansi tercekik oleh sebuah Niat Membunuh yang jauh melampaui logika alam fana.

Tiga serangan dari para Tetua itu... hancur lebur di udara hanya oleh gelombang kejut petir yang menyapu keluar dari kolam!

"A-Apa itu?!" Tetua Kuang terbelalak, kakinya mundur selangkah tanpa sadar.

Dari balik tirai kabut putih dan kilatan petir ungu, sesosok bayangan perlahan melangkah keluar. Ia tidak melompat. Ia berjalan di atas permukaan air kolam yang belum tenang.

Jubah hitamnya basah kuyup namun tak sedikit pun mengurangi teror yang ia bawa. Rambut hitamnya meneteskan air, menutupi separuh wajahnya yang kini memancarkan seringai kejam.

Di tangan kanannya, ia memegang Bilah Penebas Tulang yang bilah kusamnya kini dialiri oleh urat-urat petir ungu yang berderak-derak ganas.

Ini bukan lagi kultivator Tahap 4 yang kelelahan. Ini adalah Zeng Niu di puncak performanya, dengan Dantian yang sempurna dan Petir Hukuman Langit yang telah bangkit sepenuhnya.

Di dalam kepalanya, Lei Ling tertawa nyaring. "WAKTUNYA PEMBANTAIAN, NIU!"

Zeng Niu mengangkat pandangannya. Mata gelapnya yang diselimuti kilat ungu menatap lurus ke arah tiga Tetua tersebut. Hawa dingin dari Kolam Sumsum Es tidak ada apa-apanya dibandingkan dinginnya sorot mata pemuda itu.

"Tadi..." suara Zeng Niu sangat pelan, serak, namun bergema di setiap telinga yang ada di lembah itu layaknya lonceng kematian. "...siapa di antara kalian yang mencoba membunuh temanku?"

Hening. Tidak ada satu pun dari tiga Tetua Tahap Menengah itu yang berani menjawab. Keringat dingin sebesar biji jagung mengucur dari pelipis mereka. Fluktuasi yang dipancarkan oleh Zeng Niu memang "hanya" Foundation Establishment Tahap Awal, tapi tekanan jiwanya membuat mereka merasa seperti sedang ditatap oleh iblis jurang.

Bao Tu menyeringai dengan gigi berdarah, menggunakan palunya sebagai tongkat untuk berdiri. "Hahaha! Kalian mampus sekarang!!"

Zeng Niu tidak menunggu jawaban. Ia memutar pergelangan tangannya.

BZZZAAAT!

Zeng Niu menghilang dari atas permukaan air! Kecepatannya kini menembus batas suara, dibantu oleh stimulasi petir pada ototnya.

Dalam sekejap mata, ia sudah muncul tepat di hadapan Tetua Xue dari Lembah Angin Salju. Tetua pucat itu membelalakkan mata, buru-buru mengangkat tongkat esnya untuk menangkis.

TRANG! CRASH!

Tongkat spiritual tingkat bumi itu hancur layaknya ranting kering saat berbenturan dengan Bilah Penebas Tulang. Pedang raksasa itu terus melaju, membelah dari bahu kiri hingga pinggang kanan Tetua Xue dalam satu tebasan mulus.

Satu Tetua Foundation Establishment Tahap Menengah... mati terbelah sebelum sempat berkedip!

Darah panas menyembur ke atas salju, memicu jeritan histeris dari ratusan murid di sekitar kawah.

Zeng Niu menepis darah dari pedangnya dengan gerakan santai, perlahan menoleh ke arah Tetua Kuang dan Tetua Bai yang kini bergetar hebat.

"Baru satu," ucap Zeng Niu datar. "Kalian berdua... majulah bersama-sama. Aku sedang buru-buru."

1
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
saniscara patriawuha.
gasddd polllll
saniscara patriawuha.
nahhh lohhhhh....
Arinto Ario Triharyanto
telan aja dulu pil nya, pengen tau efeknya gmn
Arinto Ario Triharyanto: keturunan Tiran dinasti klan bintang harusnya ngga ecek2 sih sekalipun kena kutukan
total 1 replies
eka suci
pengumuman pengakuan 😥
yos helmi
🤣🤣🤣👍👍
eka suci
tenang ya niu sang putri menemani, walaupun perjalanan masih jauh untuk level fana udah out of the box🤭
🔴༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 6 gift ☕ Lanjut Crazy Up Thor 💪💪
Sang_Imajinasi: terimakasih mbah atta🙏
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Sang_Imajinasi: siap🙏
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
eka suci
waahhhhh langsung menyalakan suar💪
eka suci
aku suka keributan kata Lei Ling 🤭
Arinto Ario Triharyanto
masih jauh dr level mertua nya, cuman arogan nya doang kocak
Sang_Imajinasi: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sikatttt sudahhhhh.....
Sang_Imajinasi: gaspol
total 1 replies
saniscara patriawuha.
cincang cincang sudahhhh....
saniscara patriawuha.
gasssss polllllll....
Simon Semprul
sanggat menarik
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!