NovelToon NovelToon
Matahari Tetap Terbit (Kisah Seorang Ibu Pejuang)

Matahari Tetap Terbit (Kisah Seorang Ibu Pejuang)

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Single Mom
Popularitas:24.3k
Nilai: 5
Nama Author: 🍁ɳɪȩƖɑᷭ🐣N⃟ʲᵃᵃ࿐

Ditinggal pergi oleh suami tercinta tanpa kabar berita, Rania terpaksa memikul seluruh beban rumah tangga sendirian. Di tengah keterbatasan dan rasa sepi yang menghimpit, ia menemukan kekuatan yang tak pernah ia tahu dimilikinya. Demi masa depan Dika dan Naya, Rania belajar menjadi wanita yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Ini adalah kisah tentang pengorbanan, ketabahan, dan kebangkitan seorang ibu yang menolak menyerah pada nasib.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 🍁ɳɪȩƖɑᷭ🐣N⃟ʲᵃᵃ࿐, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jalan yang berbeda, masa lalu yang mulai mendekat

Setelah mengambil waktu istirahat selama beberapa hari pasca perjalanan ke Yogyakarta, pagi itu Rania merasa tenaga dan semangatnya telah pulih kembali.

Ia memutuskan untuk membuka kembali warung makannya, yang menjadi tumpuan utama hidup dan pendidikan kedua anaknya. Sejak pukul empat pagi, saat langit masih gelap dan suasana desa masih sunyi senyap, Rania dan Mbak Siti sudah sibuk bergerak di dapur.

Asap mulai mengepul dari kompor, bumbu-bumbu dihaluskan dengan teliti, dan berbagai jenis masakan mulai dimasak agar nanti rasanya lezat dan siap disajikan hangat-hangat.

Sementara Rania fokus mengolah masakan di atas kompor, Mbak Siti tidak kalah sibuk. Ia berkeliling mengelap meja-meja makan hingga bersih dan mengkilap, menurunkan serta menyusun kursi-kursi dengan rapi agar nyaman digunakan pengunjung. Tak lupa pula ia menata etalase tempat gorengan—terdiri dari pisang goreng, bakwan, dan tahu isi—serta menyiapkan bungkusan kertas dan daun pisang untuk pesanan dibawa pulang. Sayuran yang sudah matang dan berkuah pun diangkat perlahan lalu diletakkan di tempat yang aman agar tetap terjaga kehangatannya saat disajikan.

Tepat pukul enam pagi, warung Rania resmi dibuka. Angin pagi yang sejuk berhembus masuk menyapa ruangan yang kini beraroma sedap. Setelah memastikan semua tempat tertata sempurna, Mbak Siti mengambil sapu lidi dan mulai menyapu halaman depan warung hingga bersih dari dedaunan kering dan debu.

Tak lama kemudian, para pelanggan mulai berdatangan silih berganti. Ada warga sekitar yang membeli sarapan pagi, ada pekerja yang hendak berangkat kerja, dan tak jarang pula ibu-ibu rumah tangga yang sengaja datang untuk membungkus lauk dan sayuran matang agar tidak perlu repot memasak di rumah.

Warung Rania memang dikenal dengan rasa masakannya yang enak, porsinya cukup, dan harganya bersahabat, sehingga tak heran jika dagangannya selalu laris manis setiap harinya.

Menjelang pukul delapan pagi, terlihat seorang pria paruh baya melangkah masuk dengan senyum ramah. Itulah Pak Sandi, seorang guru yang tinggal agak jauh dari situ dan sudah lama menjadi pelanggan setia. "Selamat pagi, Bu Rania. Maaf baru sempat mampir lagi, sekian lama agak sibuk di luar kota," sapa Pak Sandi sopan.

"Selamat pagi juga, Pak Sandi. Tidak apa-apa, silakan duduk. Senang rasanya Bapak mampir lagi," jawab Rania sambil tersenyum menyambut.

Hari ini Pak Sandi memutuskan mencoba menu yang berbeda dari biasanya. Setelah pesanannya siap, Mbak Siti segera menghidangkannya ke meja.

Di tengah makanannya, Rania sempat mendekat sebentar untuk menyapa dan berbincang sejenak sambil tetap waspada melayani pembeli lain yang datang. Usai menghabiskan makanannya, Pak Sandi membayar dengan tertib dan berpamitan. "Terima kasih makanannya, Bu.

Saya permisi dulu, meskipun liburan sekolah, masih ada sedikit urusan administrasi yang harus diselesaikan di sekolah," ujarnya sebelum berjalan pergi.

Sementara itu, di tempat yang berbeda, Bara menjalani rutinitasnya seperti biasa.

Ia berangkat bekerja tepat waktu, berusaha memusatkan pikirannya pada tugas meskipun pertemuan dengan Rania masih sesekali terlintas di benaknya.

Beberapa jam kemudian, saat ia sedang duduk menyelesaikan laporan, seorang petugas memanggilnya untuk menghadap ruangan atasan.

Setelah mengetuk pintu dan masuk, atasannya menyampaikan kabar penting. "Bara, saya panggil Bapak untuk menyampaikan keputusan resmi dari kantor pusat.

Bapak akan mendapatkan penugasan baru dan dimutasi untuk bertugas di wilayah Solo, terhitung beberapa hari ke depan. Ini adalah kepercayaan besar bagi perkembangan karir Bapak," jelas atasannya dengan nada resmi.

Di dalam hati Bara ada rasa yang campur aduk, namun ia menampakkan senyum sopan meski terasa sedikit dipaksakan. "Terima kasih banyak atas kepercayaan yang diberikan, Pak. Saya siap menerima tugas ini dan akan mempersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin," jawabnya mantap. Tak lama kemudian ia berpamitan dan kembali ke tempat kerjanya, namun pikirannya kini mulai melayang jauh.

Sepanjang perjalanan pulang sore itu, Bara mulai menyusun rencana. Ia sadar bahwa kepindahan ini bukan sekadar perpindahan tempat kerja, melainkan juga akan mengubah seluruh hidupnya dan keluarganya.

Ia harus segera membereskan dokumen, mencari tempat tinggal yang layak, serta memberitahu keluarga agar mereka pun mulai berkemas dan mempersiapkan hati untuk pindah ke kota Solo—tempat yang tak disangka-sangka ternyata adalah tempat tinggal Rania dan kedua anaknya saat ini.

Di sisi lain, saat matahari mulai condong ke barat, warung Rania perlahan mulai sepi. Ia duduk sejenak menghela napas lega sambil menghitung pendapatan hari itu. Meskipun melelahkan, melihat hasil usahanya mampu memenuhi kebutuhan Dika dan Naya membuatnya merasa puas dan kuat.

Ia tidak tahu bahwa takdir sedang memutar roda kehidupannya, membawa sosok yang pernah pergi itu perlahan mendekat kembali ke kota yang sama tempat ia berjuang membangun hidupnya dari nol.

Apakah di solo nanti Bara akan kembali bertemu dengan Rania , dan apakah mereka memang ditakdirkan untuk bertemu lagi ? Entahlah,,,.

"Seperti apapun yang terjadi di depan , dia sudah memutuskan menerima keputusan tempat dia mencari rejeki."

Segala persiapan pun Bara dan Ratih lakukan perihal kepindahan mereka ke Solo. Di sela-sela membereskan baju dan lain-lain. Ratih bertanya "Mas sudah dapat tempat kita tinggal di Solo bukan?" Bara pun menjawab kalo dia sudah berhasil dapat kontrakan yang cocok buat mereka bertiga.

Udah Deket sama-sama di Solo enaknya kapan dipertemukan lagi mereka semua ???

1
Risa Cuantik Yayang Tuampan
Naya apa masih ingat dengan Bara kalau Dika pasti dia masih ingat wajah Bara
Risa Cuantik Yayang Tuampan
Rania awalnya terpuruk karena ulah kamu Bara yang meninggalkan Rania tanpa penjelasan sekarang dia sudah sukses jadi kamu ngga usah temui Rania
Risa Yayang Couple Selamanya
Astaga Bara dan Rania malah bertemu lagi gimana reaksi Rania tahu bara bawa wanita lain dan anak kecil
Risa Yayang Couple Selamanya
Rania kalau kamu bertemu Bara lagi mending kamu pura pura ngga kenal
Risa Yayang Couple Selamanya
Bara pria kejam dan ngga punya hati meninggalkan anak istrimu karena mau menikahi janda
Risa Yayang Couple Selamanya
Bara kamu pria pengecut suatu saat bakal dapat karma karena menelantarkan anak dan istrimu
Yayang Risa 💏👨‍👩‍👧‍👦
Naya apa masih hafal dengan wajah Bara ayahnya karena dia masih kecil
Yayang Risa 💏👨‍👩‍👧‍👦
Ratih kamu jangan jangan sengaja merebut Bara dari Rania ya dasar pelakor
Yayang Risa 💏👨‍👩‍👧‍👦
Bara ngga usah bilang cinta ke Rania karena kalau kamu cinta ke Rania pasti kamu menafkahi kehidupan Rania dan anak anaknya
Yayang Risa 💏👨‍👩‍👧‍👦
Bara pria yang ngga bertanggung jawab meninggalkan anak dan istri bahkan masih status suami Rania tapi ngga beri nafkah buat Rania dan anak anaknya
Yayang Risa 💏👨‍👩‍👧‍👦
Bara jarak dekat dengan Rania namun Bara ngga menemui Rania
Risa Selalu Teristimewa
Rania pasti Dika syok melihat Bara dengan wanita lain bahkan Bara juga membawa anak kecil
Risa Selalu Teristimewa
Bara kamu sudah setahun lebih tanpa kabar dan ngga pulang mending kamu sama Rania bercerai saja
Risa Selalu Teristimewa
Bara sepertinya ngga berani menemui Rania secara langsung karena Bara malu ya
Risa Selalu Teristimewa
Bara ngga usah menemui mereka karena mereka sudah bahagia tanpa kehadiran kamu
Risa Selalu Teristimewa
Bara kamu ngga berniat menemui Rania dan meminta maaf sampai jarak dekat kamu belum menemui i
Risa Selalu Beautiful
Rania malah bertemu Bara dan Ratih lagi gimana reaksi Rania
Risa Selalu Beautiful
Rania dulu terpuruk saat baru di tinggalkan Bara namun Rania bangkit karena memikirkan bahwa anak anaknya masih membutuhkan Rania malah Ratih mengira hidup Rania ngga sedih walau di tinggalkan Bara
Risa Selalu Beautiful
Bara kamu mencampakkan anak dan istrimu demi seorang janda tega banget suatu saat Bara dan Ratih bakal dapat karma
Risa Selalu Beautiful
Bara kamu pergi tanpa penjelasan jadi ngga usah menemui Rania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!