Qirana Velaryne Azzahra atau bisa kalian panggil gua rana/Luna Mahasiswa dari kampus swasta biasa, Gadis cantik harapan orang tua, itu sulit buat merealisasikannya, ketika gua beranjak dewasa, banyak hal yang gua sesali, terutama masa kecil gua, mungkin andai kata gua bisa balik ke masa itu, mungkin gua bisa merubah sedikit takdir gua, andai gua ngungkapin perasaan gua sejak dulu, pasti cowok yang gua suka bakal jadi pacar gua saat ini, andai gua fokus bangun diri gua, terutama bakat utama gua di bidang seni lukis, mungkin gua akan ada penghasilan tambahan, kenapa gua nggak bisa mewujudkan semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elegi223, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Liburan last pt
Setelah serangkaian kejadian kemarin, Kami tidak bertemu lagi dengan Mella, Annie hanya memberi tahu kalo dia itu anak dari perusahaan media raksasa di dunia selain bisnis itu, pak Albert sangat terkenal dengan kekejaman yang luar biasa, sejak kecil tuan Albert ini mebunuh ibu kandungnya sendiri karna berselingkuh dengan ayahnya. Setelah itu Albert di asuh oleh ayahnya dari kecil hingga dewasa, Albert sudah mengalami serangkaian peristiwa besar dalam hidupnya. Dari cerita Annie sendiri tuan Albert ini berhasil menguasai dunia bawah di seluruh dunia, tak ada satupun yang tertinggal dalam pandangannya.
Saat ini Gua berada di pantai Bali yang terkenal keindahannya, wajar sih indah di tahun 2018 ini belum terlalu banyak orang asing berkunjung ke sini. Gua menikmati waktu senggang ini sebelum badai besar yang akan terjadi di tahun 2019 nanti, Liburan kali ini juga akan jadi penutup untuk tahun 2018 dan membuka era baru di tahun 2019.
"LANAAAA JANGAN BERBARING DISITU TERUS DONG, SINI MAIN BARENG KAMIII"ucap Yura dengan suara keras yang mengganggu ketenangan Gua.
"YURAAA NGGAK PERLU TERIAK, GUA DENGER OMONGAN LO, GUA NGGAK BUDEG"ucap Gua dengan suara keras kemudian membuka kacamata hitam yang bertengger di mata Gua, lalu berlari ke arah Yura dan yang lain.
Setelah itu terjadilah kejar-kejaran, sampai kak Viera sendiri turun tangan memisahkan kami, Gua melihat jelas perkembangan kak Viera yang di umur nya yang ke 17 tahun saat besok nanti. Persiapan ini sudah sangat kami siapkan dengan matang, mulai dari kue, sampai hadiah sekalipun. Tentunya Gua nggak sendirian, ada Ibu, kak Kaylo, kak Liam, kak Yudhistira, om Dedy, dan tante Hasnah.
"Sudah cukup! kalian ini... kebiasaan banget yah, sini!"ucap kak Viera dengan senyumnya yang menyeramkan, bagi Gua dan Yura senyum ini sama dengan neraka. Bukannya suasana reda, malah semakin meriah dengan kelakuan kami bertiga, Gua bisa melihat Ibu di sela-sela berlari. Dia tertawa bahagia di tengah perbincangannnya dengan om Dedy dan tante Hasnah.
Setelah Ibu bercerai, ia semakin sering tersenyum dan jarang sekali murung, ini membuktikan kalau Ibu sudah bahagia dengan hidupnya. Sangat berbanding jauh dengan apa yang terjadi di kehidupan sebelumnya, dimana Ibu saat itu stress hingga ia tak mau lagi bersosialisasi dengan masyarakat. Sebenarnya Ibu ini wanita tercantik di sana, bahkan ada terang terangan mendekati Ibu dan orang itu juga adalah seorang Kepala kepolisian. Pria itu juga pernah sesekali mengajak ibu berkencan.
Gua dan kak Viera mengikuti langkah mereka sampai mengajak ibu ke restoran terbaik di Palembang, ini menandakan ketulusan Pria itu lebih dari Ayah. Bahkan kami beberapa kali menangkap adegan dimana ia hendak menggenggam tangan Ibu namun tak jadi karna ia takut menyakiti Ibu. Ini sangat terdengar konyol di umur mereka yang mendekati kepala empat, Gua juga mencari tau tentang Pria yang mendekati Ibu itu dengan sangat detail.
Pria itu adalah Bayu Anggara, seorang Duda yang di tinggal istrinya karna kanker payudara. Sejak saat itu pak Bayu ini sangat fokus ke pekerjaannya sebagai polisi tetap di Palembang, dan juga seorang pengusaha menengah, pemilik Butik bernama "Angels" yang Gua denger itu terinspirasi dari kebaikan mendiang istri yang meninggalkannya. Ibu pernah bercerita ke kami saat pertemuan pertama mereka, Ibu sempat kena copet, Pak bayu sendiri menyelamatkan Ibu lalu tak sengaja melihat Ibu yang masih cantik awet muda dan ia bilang mirip sekali dengan istrinya yang sudah lama tiada.
Gua bisa menebak saat ini Ibu tengah bercerita tentang asmaranya dengan pak Bayu pada om Dedy dan tante Hasnah, terlihat dari mimik muka mereka. Mulai dari ibu yang nampak malu-malu serta tante Hasna yang seperti menggoda Ibu dan om Dedy yang tertawa terbahak-bahak.
"Asik bener kayaknya, lagi liatin apa tuh"ucap Annie yang entah sejak kapan sudah berada di samping Gua
"Gua ngerasa bahagia sekarang Ann setelah apa yang terjadi selama ini"ucap Gua menyahut Annie sambil tersenyum penuh kelegaan.
Mereka sudah tau cerita semua soal apa yang terjadi dalam rumah tangga keluarga Gua, dalam perjalanan dari bandara menuju pantai ini dengan mobil pribadi milik Annie, Gua sempat bercerita banyak sekali soal perselingkuhan hingga sidang perceraian yang terjadi seminggu yang lalu.
"udah cukup lan, aku ngerti, semua ini bukan salah kamu, ada hal dewasa yang tak perlu kita tau"ucap Annie yang mendadak bijak
"bijak juga lo Ann, sejak kapan temen gua sebijak ini"ucap Gua sambil menoel pipi Annie
"heh kamu meremehkan teman mu ini, meskipun tampangku ini kayak orang bodoh, aslinya juara umum sekolah"ucap Annie sambil bersedekap dada, Gua terkekeh pelan
"oh ya lan, gimana rencana kita malem ini?"ucap Annie dengan serius mengenai rencana malem ini untuk memberi kejutan kepada kak Viera.
"persiapan oke, cuma para laki-laki lagi otw kesini"ucap Gua memberi tau perihal kedatangan kak Kaylo, kak Liam, dan kak Yudhistira.
"okeh mari kita mulai."
***
Tak terasa waktu terus berlalu, matahari terus berjalan mundur meninggalkan sisa sinar remang sang bintang. Kami berkumpul di area luar Vila dekat dengan pantai yang berlokasi di dekat pinggiran pantai. Yura tengah asik mengolesi bumbu bakar untuk sosis, bakso, dan beberapa daging yang sempat di beli oleh kak Kaylo saat di perjalanan tapi, Mereka berada di tempat lain sebagai bentuk suprise untuk ulang tahun kak Viera.
Saat ini hanya kak Yudhis yang berada di dekat kami, kak Viera melihat hanya ada kak Yudhis, membuat ia kecewa namun, ia menutupi itu dengan sikapnya yang anggun. Tadi sempat Gua mendengar kabar mengenai Alvin dari Edward kalau saat ini dia masih sibuk merenung, untuk Edward, ia tak bisa datang kesana karna kondisi tertentu.
"Maaf Vir, Kaylo dan Liam tadi sempat ngabarin, mereka nggak bisa hadir. Edward juga lagi ada urusan katanya"ucap Kak Yudhis berusaha berakting semaksimal mungkin agar terlihat natural.
"Nggak papa kok, lagian mereka juga lagi sibuk dengan urusan mereka masing masing"ucap kak Viera yang nampak berusaha tersenyum. Gua ngerti pikiran kak Viera, kak Kaylo sejak sd sudah mengikuti silat hingga sekarang, di tambah lagi kak Kaylo sudah puluhan kali memenangkan kejuaraan tingkat provinsi hingga namanya dikenal sebagai "Executor". Kak Liam sendiri, sejak SD mengikuti berbagai serangkaian acara, mulai dari Olimpiade, hingga acara-acara pemerintah. Meski usia kak Liam muda, ia sudah terkenal sebagai panggeran sosialita, berkat bakat public speakingnya yang mengerikan serta negosiasi yang seratus persen berhasil membuat ia sering jadi konsultor eksklusif di setiap acara pertemuan.
"Malam ini akan jadi hari bahagia kak Viera"
Nyahoo sampai jumpa di bab selanjutnya, makasih udah baca cerita ku sejauh ini, see you MUACH