NovelToon NovelToon
Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:142.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Pernikahan adalah tentang kepercayaan. Setidaknya itu yang diyakini oleh Arini selama lima tahun pernikahannya dengan Galang. Namun saat kenyataan itu terungkap secara tidak sengaja, ternyata pernikahan mereka hanyalah sebuah lelucon yang dibuat oleh suami dan selingkuhannya selama ini. Dan dia hanyalah wanita bodoh yang tidak tau apa-apa, dan sudah bekerja keras untuk membangun reputasi suaminya sebagai istri yang baik selama ini.

Hancur dan merasa di bohongi sudah pasti, lalu apa yang akan dilakukan Arini setelah mengetahui semua kebohongan suaminya?
Apakah dia bisa bertahan di kerasnya hidup tanpa Galang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vonis Dari Dokter

Kevin melangkah keluar dari rumah sakit dengan perasaan yang campur aduk. Di dalam mobilnya yang sunyi, ia menyandarkan kepala pada kemudi sejenak, mengembuskan napas panjang yang terasa berat. Sebagai manusia biasa, ia tidak memungkiri bahwa ingatan tentang kekejaman Galang di masa lalu, bagaimana pria itu menipu Arini, memalsukan dokumen, dan menghancurkan mental wanita yang kini menjadi istrinya, masih membekas di sudut hatinya.

​Namun, pemandangan tubuh kurus kering yang terbaring koma dengan berbagai selang medis tadi telah meruntuhkan ego Kevin. Rasa kemanusiaan di dalam dirinya jauh lebih tinggi daripada bara dendam yang sudah usang. Kevin berharap, dengan bantuan finansial dan penanganan medis terbaik yang ia fasilitasi, Galang bisa bertahan hidup. Setidaknya, jika nanti Galang sadar, pria itu bisa mencari sisa-sisa keluarganya yang masih peduli untuk merawatnya di masa-masa sulit ini.

​Untuk sementara waktu, Kevin memantapkan niat untuk merahasiakan hal ini dari Arini. Ia sama sekali tidak ingin membuka luka lama yang baru saja mengering di hati istrinya. Kevin tidak ingin binar kebahagiaan di mata Arini meredup hanya karena mendengar nama pria dari masa lalunya kembali disebut. 'Biarlah ini menjadi urusan antar lelaki saja,' batin Kevin sambil mulai melajukan mobilnya kembali menuju kantor.

​Sesuai dengan instruksi dan jaminan dana dari Kevin, tim dokter spesialis di rumah sakit segera bergerak cepat. Mereka melakukan pemeriksaan secara intensif dan menyeluruh untuk mengetahui penyakit apa yang di derita pria itu. Dari hasil tes dan uji laboratorium, alasan menurunnya kesehatan Galang selama di penjara akhirnya terkuak satu demi satu. Penyakit-penyakit itu ternyata telah lama bersembunyi, menggerogoti tubuh Galang dalam diam.

​Tiga hari kemudian, sebuah amplop cokelat tebal berlogo rumah sakit daerah mendarat di meja kerja Kevin. Sebagai pihak yang mendaftarkan diri sebagai penanggung jawab tunggal atas pengobatan Galang, laporan medis itu dikirimkan langsung kepadanya.

"Selamat siang Pak, ada berkas yang dikirim rumah sakit kepada anda. " ujar sekertaris Kevin meletakkan sebuah amplop coklat di meja kerja Kevin.

"Terima kasih, kau boleh keluar."

​Kevin membuka amplop tersebut di ruang kerjanya yang tenang. Lembar demi lembar rekam medis ia baca dengan saksama. Keningnya seketika mengernyit dalam, dan matanya membelalak tak percaya menatap deretan istilah medis di atas kertas putih itu.

​Di sana tertera dengan jelas bahwa Galang mengalami pembengkakan jantung kronis serta infeksi akut pada paru-parunya. Dokter menganalisis bahwa penyakit ini kemungkinan besar dipicu oleh gaya hidup liar Galang di masa kejayaannya dulu—mulai dari konsumsi alkohol, kebiasaan merokok berat, hingga stres tingkat tinggi yang tidak pernah dikelola dengan baik. Dan yang paling mengejutkan sekaligus mengerikan, tim dokter menemukan adanya sel kanker stadium awal yang mulai tumbuh dan menyerang dinding lambung Galang. Komplikasi mematikan inilah yang membuat berat badannya menyusut drastis hingga menyisakan kulit membungkus tulang.

​Kevin menyandarkan tubuhnya ke kursi, memijat pangkal hidungnya yang terasa pening. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa takdir akan menghukum Galang dengan cara sekejam ini. Penyakit-penyakit berbahaya itu seolah datang serentak, menagih seluruh utang perbuatan buruk Galang di masa lalu tanpa ampun.

"Kasihan sekali, ternyata Tuhan membalasmu dengan begitu kejam setelah kamu melakukan kesalahan besar kepada Arini. " gumam Kevin.

​Saat Kevin masih termenung memandangi lembar laporan medis Galang yang berserakan di atas meja, tiba-tiba terdengar suara knop pintu ruang kerjanya diputar dari luar.

​Cklek.

​Pintu terbuka, dan sosok Arini melangkah masuk ke dalam ruangan. Wajahnya tampak begitu cerah, dihiasi senyum lebar yang sangat manis. Aura kebahagiaan terpancar sempurna dari penampilannya hari ini.

​Mendengar suara langkah kaki istrinya, Kevin refleks tersentak kaget. Dengan gerakan secepat kilat namun berusaha tetap terlihat tenang, ia langsung mengumpulkan lembaran kertas laporan medis Galang, melipatnya, dan menyisipkannya ke dalam laci meja kerja yang paling bawah, lalu menguncinya rapat-rapat.

​"Vin!" panggil Arini dengan suara riang, berjalan mendekati meja kerja suaminya tanpa menyadari kepanikan kecil yang baru saja terjadi.

​Kevin segera berdiri dari kursinya, mengubah raut wajahnya menjadi sehangat biasanya, lalu berjalan memutari meja untuk menyambut sang istri. Ia merangkul pinggang Arini dan mengecup keningnya dengan penuh kasih sayang.

​"Hei, Sayang. Tumben langsung masuk ke ruanganku? Ada apa?" tanya Kevin lembut, mencoba mengalihkan perhatian.

​Arini melingkarkan kedua tangannya di leher Kevin, menatap suaminya dengan mata yang berbinar-binar penuh semangat. "Aku sengaja ke sini karena mau mengajak suamiku makan siang bersama. Kebetulan jadwalku jam ini sedang kosong."

​"Oh ya? Mau makan di restoran mana hari ini? Biar aku yang pesan tempatnya," sahut Kevin siap mengeluarkan ponselnya.

​Arini menggelengkan kepalanya cepat, menolak tawaran restoran biasa. "Tidak mau di restoran sekitar kantor, Kevin. Entah kenapa, sejak pagi tadi aku mendadak ingin sesuatu yang berbeda. Aku ingin sekali makan seafood bakar di warung pinggir pantai, langsung di atas pasirnya, sambil menikmati angin laut yang kencang."

​Kevin menaikkan sebelah alisnya, sedikit heran dengan permintaan Arini yang tidak biasa. Jarak dari kantor mereka menuju pantai terdekat memakan waktu sekitar satu jam perjalanan, cukup jauh untuk ukuran makan siang di hari kerja. Namun, melihat binar harapan dan senyuman di wajah Arini, Kevin tidak tega untuk menolak. Apa pun akan ia lakukan demi menjaga senyum itu tetap ada.

​"Makan seafood di pinggir pantai?" Kevin terkekeh geli, mencubit gemas pipi Arini yang mulai tampak lebih berisi semenjak mereka pulang dari Jepang. "Baiklah, apa pun keinginan Ratu-ku hari ini, akan langsung aku penuhi. Kebetulan pekerjaanku siang ini juga sudah bisa ditinggal."

​"Benaran? Kamu tidak keberatan menyetir jauh-jauh?" tanya Arini memastikan, wajahnya terlihat sangat gembira.

​"Sama sekali tidak, Sayang. Justru menyenangkan bisa 'bolos' sebentar bersamamu dari rutinitas kantor," goda Kevin, membuat Arini tertawa renyah.

​Sambil menunggu Arini mengambil tasnya, Kevin sempat melirik ke arah laci mejanya yang terkunci. Ada rasa lega sekaligus beban rahasia di dalam dadanya. Di satu sisi, ia memegang kenyataan pahit tentang kondisi tragis Galang yang sedang sekarat di rumah sakit. Namun di sisi lain, melihat Arini yang begitu bahagia dan menikmati hidupnya yang baru bersamanya, Kevin tahu keputusannya untuk bungkam adalah hal yang paling tepat.

​Biarlah Galang menghadapi takdir dan penyakitnya di bawah pengawasan tim medis yang ia bayar, sementara dirinya akan terus fokus menjaga, memanjakan, dan mengawal kebahagiaan Arini menuju masa depan yang cerah, jauh dari bayang-bayang masa lalu yang kelam.

1
Nani Te'ne
suka
Thewie
laki laki cuma modal Kon ajapun bertingkah.. eehhhh mati lah kau
ayu cantik
suka
Rosita Tumbelaka
Ada yaa suami gk tau diri spt Galang. .tertawa diatas ketingat darah istri yg setia
Violet
Yg paling the best dari karya cerita ini tuh gak harus beratus chapter tp bisa menjelaskan karakter wanitanya tangguh, tegas & berani utk kluar dr keterpurukan. Ditambah dgn pengolahan kata2 sprti motivasi makin level up bacanya 👏🏻👏🏻
Terima kasih utk karyanya kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🥰
Eys Resa: terima kasih kak, mampir juga di karya baruku yang judulnya Batas Kesabaran Renata 🙏🌹❤
total 1 replies
Wulan Azka
hmm, ini mereka ke dokternya kan belum nikah trus si arini mau periksa transvaginal, kok si Kevin pake disampingnya. padahal itu kan privasi karena pake ngangkang pula
WHATEA SALA
Belum apa apa anaknya sudah di serahkan ke laki laki lain
Ria Lita
kok ya gampang banget Dita dapet karma nya cobalah yg lama atau merasakan hidup dalam kemiskinan yg menyedih kan lho thor 🤭
Ria Lita
kok Dita gak dpt karma
sukensri hardiati
ni ceritanya arini sama galang ngadopsi galih....?
Mefiani
dah end aja gak nunggu arini lahiran🤣🤣ada gantine gak kak yg baru...
Eys Resa: udah kak, judulnya Batas Kesabaran Renata
total 5 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Linda Muslimah
syukur emang enak galang😄😄🤭
YuWie
lahhh sdh bipp aja
Tini Uje
lah..trnyata duluan dita yg ko'it 😄🙏
Mefiani
karma datang lebih cepat ke dita ternyata dari pada ke galang...syukur lah galang meninggal dengan tenang karena sudah dpat maaf dari arini..sedangkan dita pasti meninggal masih penuh penyesalan tpi semoga semuanya tenang di alam sana..
Tini Uje
ditunggu karma siditaa jalang thor..iihh gedeq bgtt tau liat sidita hidup nya bahagia
Anita Rahayu
Ah gk adil lu thor masa cuma galang yg ngenes pelakornya gk kena karma 😡😡😡😡😡😡😡
Mefiani
dita gak dapat karma kah...kok galang meninggal...gpp dech semoga galang tenang dialam sana..
Eys Resa: nih, di bab selanjutnya
total 1 replies
YuWie
nasibmu lang galang, dini masih makmur aja ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!