NovelToon NovelToon
Talak Berakhir Penyesalan

Talak Berakhir Penyesalan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Dijodohkan Orang Tua / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Penyesalan Suami
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Melina Khairunisa seorang gadis berusia 19 tahun, yang tumbuh di panti asuhan tanpa tahu siapa orangtua kandungnya. Dirinya harus dipaksa menikah dengan putranya---Ishan Ganendra atas desakan Nyonya rumah bernama Adisti Ganendra, tempatnya bekerja sebagai ART.
Ishan Ganendra sebagai Aktor terkenal berusia 30 tahun, dan sudah memiliki kekasih---Livia Kumara seorang model papan atas. Setelah menikahi Ishan----tak sekalipun Melina di perlakukan selayaknya istri, bahkan seringkali mendapatkan KDRT, sikap kasar, dan ucapan yang menyakitkan hati dari mulut Ishan.
Suatu saat Karena Konspirasi dibuat Livia, membuat Melina masuk penjara dan Ishan meragukan anak di kandungannya.
Hidup selalu adil, di saat terpuruk Melina bertemu orangtua kandungnya seorang Perwira TNI dan Dokter berpengaruh, yang memiliki pengaruh besar sehingga Melina bisa bebas dari penjara. Bagaimana reaksi Ishan setelah tahu Melina tak bersalah dan anak yang dikandung Melina adalah anaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Pagi yang romantis, Ishan dengan gerakan lembut menjauh dari tubuh istrinya.

Melina terduduk di tepi ranjang dengan senyum pagi yang tak pernah pudar, rasanya amat bahagia sekali suaminya sudah mulai menerimanya.

"Terimakasih ya tuhan, suamiku sudah mau menerimaku," batin Melina dengan tersenyum.

Ihsan mendekati istrinya dan saat mau menjejakkan kakinya ke lantai marmer itu, Melina merasa Ihsan mendekatinya membantu dengan lembut merapikan gaun satin biru miliknya yang tersingkap di bagian depan.

Langkah kaki Melina ingin ke kamar mandi untuk bersiap kuliah, namun Ishan menarik tubuhnya kembali memeluknya dan mencium bahu dan telinganya.

Posisi Melina duduk di pangkuan suaminya, dengan sepasang tangan Ihsan melingkar di tubuhnya.

"Saya nggak suka setiap tubuh kamu terbuka begini, apalagi di lihat oleh pria lain."

Ihsan berbisik di telinga Melina, tangannya membelai rambut istrinya yang lurus.

"Apalagi jika kamu berdekatan dengan pria lain," lanjutnya.

Ihsan seolah menunjukkan rasa kepemilikan yang mutlak atas diri Melina.

"Tapi Mas, aku kuliah harus memiliki teman pria. Juan dan Alvaro kami hanya berteman," ujar Melina dengan polos.

Melina merutuki kebodohannya, kenapa dirinya tak bisa mengerem bibirnya untuk terus berucap.

Benar saja, sesuai dugaan----tangan kekar Ihsan mencengkram leher Melina yang kecil dari belakang.

"Mas...," pekik Melina dengan lirih.

Ihsan berbisik dengan penuh ancaman di telinga Melina.

"Apa perlu saya mengeluarkan ancaman sama kamu," ujar Ihsan tangannya masih setia mencekik leher Melina dari belakang.

"Saya akan kurung kamu dan bagaimana pun saya akan menghentikan kuliahmu!" lanjutnya dengan nada mengancam.

Seketika mendengar ancaman itu bulu kuduk Melina menjadi meremang, dan dirinya tak mau menyia-nyiakan kesempatannya untuk berkuliah.

"Mas, aku janji nggak akan deket dengan pria lain---jika mau kerja kelompok aku akan bersama temen cewek aku," ujar Melina berusaha memohon pada suaminya.

Demi meredakan amarah Ishan, Melina kembali merenggut bibir Ihsan---ciuman yang lebih manis dari sebelumnya.

Tangan Melina melingkar di leher suaminya yang di belakang.

"Baiklah asal ada ceweknya, ingat aku akan selalu pantau kamu!" ucapnya penuh peringatan.

Melihat tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Ihsan langsung mencium punggung, leher dan bahunya.

"Baiklah, ayo cepat mandi dan bersiap. Kita akan sarapan saya sendiri yang akan mengantarmu ke kampus," ucap Ishan dengan nada penuh perhatian.

"Nggak usah Mas, aku nanti ama Mang---" belum sempat Melina menyelesaikan kalimatnya.

Dirinya langsung terhenti saat Ishan, mengisyaratkan berhenti lewat telunjuknya di taruh dibibir Melina.

Melina hanya bisa tersenyum canggung, menganggukkan kepalanya perlahan agar Ihsan mau melepaskannya.

Meski tatapannya masih terpaku di depannya, seolah dirinya mencari jawaban akan nasibnya.

Ihsan melepaskan pelukannya, lalu Melina berdiri mengambil handuk dan melangkah ke kamar mandi di dalam kamarnya.

Di dalam kamar mandi, Melina memikirkan nasibnya---dirinya harus memikirkan bagaimana nasibnya ke depan.

Setelah melahirkan anak Ihsan akan membuangnya selayaknya seonggok sampah.

Melina menghela napas, mencoba membasuh rasa lelah yang menghimpit jiwanya.

Beberapa saat kemudian, Melina sudah rapih dengan tampilan gaya mahasiswi yang tampilannya sopan.

Ihsan sangat posesif, seolah melarang Melina ke kampus mengenakan pakaian lengan pendek.

Jadi Melina mengenakan kaos lengan pendek warna hijau di padukan dengan celana kulot berbahan jeans.

Tak lupa sesuai aturan yang Ihsan terapkan, dirinya mengenakan sebuah kardigan berwarna coklat terselampir di tubuhnya sebagai pelengkap.

Sementara tas ransel cokelat sudah tergantung di bahunya.

Ihsan pagi ini mengantar istrinya dengan tampilan yang nampak santai, namun tetap tampan dengan mengenakan kaos biru gelap dan celana pendek hitam.

Di dalam mobil, perjalanan menuju kampus berlangsung dalam keheningan yang canggung.

Melina menatap keluar jendela karena belum berani membuka percakapan, sementara Ihsan fokus pada kemudi.

Begitu mobil berhenti di depan gerbang Kampus Pelita Bakti.

Melina segera meraih punggung tangan suaminya lalu menciumnya, hanya untuk melakukan salim sebagai tanda hormat seorang istri kepada suaminya.

"Belajar yang bener! Ingat jangan macam-macam saya selalu tahu apa yang kamu lakukan di kampus," pesan Ishan singkat.

"Iya Mas..," ucap Melina dengan patuh.

Melina ingin membuka pintu mobil, sekali lagi Ihsan menahan tangannya.

"Apa tadi?" tanya Ihsan sekali lagi.

Melina menatap suaminya dan tersenyum.

"Jangan deket ama cowok lain dan kalo mau kerkom harus ada ceweknya," jawab Melina yang seolah paham.

Ihsan tersenyum lalu mencium kening istrinya.

Melina mengangguk sambil tersenyum, lalu turun dari mobil.

Ihsan memperhatikan punggung istrinya yang mulai menjauh dan hilang di balik kerumunan mahasiswa.

Namun, senyum ramah yang tadi di tunjukkan seketika memudar dan di gantikan ekspresi yang sangat serius.

Begitu memastikan istrinya sudah memasuki area kampus, Ishan segera meraih ponselnya yang ada di saku celana.

Tangannya menekan sebuah nomer dan menunggu beberapa saat hingga panggilan benar-benar terhubung.

Ihsan tengah menelepon orang suruhannya untuk memantau apa saja kegiatan Melina selama di kampus.

"Halo," suara Ishan merendah, matanya terus mengawasi gerbang kampus.

Wajah Ihsan sangat serius, dengan menempelkan benda pipih itu di telinganya.

"Melina sudah masuk. Pastikan kamu memantaunya sepanjang hari. Setiap langkahnya, setiap orang yang bicara dengannya... aku ingin laporannya melalui foto segera. Jangan sampai dia tahu."

"Baik Boss," ujar pria di sebrang telepon.

Ishan menutup telepon dengan satu gerakan cepat.

Baginya mengantar Melina ke kampus bukan hanya sekedar tindakan romantis seorang suami, melainkan memastikan istrinya tetap di bawah pengawasannya.

Pengawasan sampai Melina mengandung anaknya, dan memastikan gadis itu hanya miliknya.

Bahkan saat dirinya tidak di samping Melina, Ihsan tak akan membiarkan pria manapun mendekati Melina dari Juan ataupun Alvaro.

"Bagus!" ucapnya.

"Tinggal gua cari cara memutuskan hubungan sama Livia, bagaimana pun caranya gua harus putus."

Ihsan bicara seolah dirinya amat mencintai Melina, dirinya sudah tak ingin bercerai dengan Melina.

Hanya saja gadis itu sudah mempersiapkan semuanya, jika kalo Ihsan mau menceraikannya setelah memiliki seorang anak.

"Melina lu udah jadi milik gua...gua nggak akan lepasin lu," tekadnya dalam hati.

*

*

*

*

1
Debby debora laoshi
yg sabar Melina,gpp nanti akan ada keluarga kandungmu yg membantu.
buat ishan di tunggu penyesalanmu.
pada saat penyesalan itu tiba jng beri maaf.apalagi nanti berdahlil anak.ishan aja raguin anaknya.
mohon maaf ya thor jng Samapi Melina balik sama ishan ya.tubuhnya saja sdh kotor bgt tidur sama si Livia.
heran Artis tp bodohnya minta ampun hadehhhh
Putri Sabina: mirip kasus yang viral ya kak, artis banyak kok yang kaya gitu. Kalo soal karma pasti dapet kok dari ayahnya melina😉
total 1 replies
Ma Em
Kekejaman Ihsan sdh keterlaluan pokoknya Melina kalau Ihsan nanti tau kebenaran nya yg membunuh ibu Adisti bkn Melina dan anak yg Melina kandung itu darah daging nya , Melina jgn mau untuk memaafkan Ihsan meskipun Ihsan berlutut dan memohon untuk minta maaf Melina jgn mau memaafkan Ihsan .
Putri Sabina: nanti juga kena karmanya ishan kak
total 1 replies
Yuli Yulianti
lelaki seperti ishan tidak bisa lg di beri kesempatan walau pun nanti nya semua kejadian terbongkar ...untuk apa lg kembali dgn orang yg menyakiti berkali kali
Putri Sabina: ruqyah kak😩
total 1 replies
kinoy
ni mah ishan tar sadar trus mnt balikan LG ma Melina trus diterima bnr2 kebangetan dah..berharap ishan Melina g usah balik LG lah biarin aja si ishan ma si uler Livia..jijik bgt mlh TDR LG ma si setan BKN y nyari bukti kebenaran..bego amat JD laki..mending Melina kasi jodo yg lain aj deh..Alvaro ke ato sapa asal jgn balik LG ke si ishan
Putri Sabina: yah tentu tahu apa yang akan terjadi jika orang tua Melina sampai tahu kelakuan ishan.
total 1 replies
ByngnHtm
nah kan nama gw bnr bnr ketulis disitu, aduh masa gw dpt piala bergilir si 😭
Putri Sabina: nama kakak siapa🤣🤣
total 1 replies
Yuli Yulianti
semoga nyonya Adisti ad yg melindungi
Putri Sabina: amiin kak
total 1 replies
kinoy
boleh komen kasar g sih..si ishan gobs bgt y..ringan tangan bgt..apa2 maen tampar..masa aktor kyk gt. KLO Ampe Melina msh Nerima ishan bego aj tuh si Mel..mending tinggalin aj biarin ma si Livia aj lah..kesel baca y..KDRT Mulu..ortu asli Melina jg lelet bgt bt ngakuin Melina anaknya bukti dah ada mlh MW tes DNA..keburu msk penjara tuh Melina..
Putri Sabina: Karmanya datang dari ayahnya Melina, nanti deh baca aja kakaknya apa yang akan dilakukan Baskara🤭
total 5 replies
Ma Em
Semoga sebelum Melina dibuang Ihsan Melina secepatnya bertemu dgn kedua orang tuanya , agar Melina ada yg melindungi dan tdk akan dipenjara ,semoga kebenaran nya secepatnya bisa terungkap bahwa yg jahat adalah Livia bkn Melina .
Putri Sabina: amiin kak semoga aja dan ikutin terus ya kak ceritanya😄 ada kejutan loh
total 1 replies
sunaryati jarum
Setelah ini semoga hidupmu bahagia ,Mel Tinggalkan kejam mu, untuk apa bertahan
Putri Sabina: tinggalkan ada waktunya, ishan nanti juga kena kak😄
total 1 replies
Ma Em
Jangan sampai Melina keguguran Thor , biar Melina pisah saja dgn Ihsan daripada di KDRT terus kasihan , semoga Melina bisa cepat bertemu dgn ayah dan ibu kandung nya .
Putri Sabina: ikutin aja kak ceritanya🙏
total 1 replies
kinoy
gemes ..geregetan baca y
Putri Sabina: hahaha, sesuai yang di rencanakan author😚😆
total 1 replies
kinoy
kmh andah ishan ah ..bodo kaga ketulungan..hadeuh..parah ..g sanggup baca y gw
Putri Sabina: kan EMG dasarnya udh nggak suka kak
total 1 replies
kinoy
au ah..kmh ishan Weh lah..tak sanggup AQ mah
Putri Sabina: sabar kak
total 1 replies
kinoy
nah kan..br nyesel
Putri Sabina: nyesel dong, mantunya aja aktor terkenal🤭🤙
total 1 replies
Anonim
ngapain mau diruh nikah cm bet bkin ank aja..kan kuliaj ya ga ush tkut seh..ambil langkah tehas
Putri Sabina: terlalu polos😩
total 1 replies
kinoy
tu dktr PST Ema y melina
Putri Sabina: bisa jadi
total 3 replies
Ma Em
Emang pelakor itu lbh sadis dari istri sahnya .
Putri Sabina: bukan sadis lagi kak playing Victim+NPD
total 1 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Putri Sabina: besok lanjut kakak😉
total 1 replies
Ma Em
Semoga Ihsan segera putuskan hubungan dgn kekasihnya agar Melina bisa bahagia dan tdk diduakan .
Putri Sabina: semoga aja kk🤭
total 1 replies
kinoy
ea..ea..ea..ea
Putri Sabina: hhh🤣🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!