"Tidak peduli apa yang akan terjadi nanti, selamanya kita akan tetap bersama" kata-kata itu terus terngiang dalam pikiran seorang gadis cantik yang berasal dari pinggiran kota.
Dan tempat itu menjadi saksi sejarah dari janji yang pria tampan itu ucapkan.
Dia yang sempat tinggal disana karena sebuah kecelakaan yang merenggut ingatannya, hingga ia ditampung oleh salah satu keluarga dengan kedua putri cantik yang selama ini selalu membantu kedua orang tuanya merawat pria yang entah berasal dari mana.
"Kalau penasaran silahkan ikuti kisahnya 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
"Saya sih terserah Diandra saja."balas Ari.
"Aku hanya ingin dia tidak merasa sendirian saat aku sibuk dengan urusan bisnis ku, dan saat ada orang yang berniat buruk dia ada yang melindungi nya, aku bukan tidak bisa melindungi istriku sepenuhnya.
"Tapi kamu pun mungkin tau orang seperti ku memiliki banyak musuh, tidak hanya dari para pesaing bisnis tapi juga keluarga yang bisa dibilang musuh dalam selimut, kau tau sendiri bagaimana pertemuan kita dulu."ucap Alex sambil melirik kearah pintu kamar Dian.
"Saat itu yang telah menyakiti ku bukan orang lain tapi keluargaku sendiri yang menginginkan semua yang kumiliki. Itulah kenapa aku tidak pernah bisa menolak untuk dinikahkan dengan pilihan keluarga ku sendiri"
"Mungkin bagi kalian aku terlalu kejam dan tidak memiliki perasaan karena telah mempermainkan Diandra, Tapi percayalah selama ini aku sedang berusaha untuk melindunginya. Aku tidak ingin dia celaka karena dia adalah cinta matiku"ucap Alex.
"Lalu bagaimana dengan pernikahan Anda dengan istri anda saat ini jika anda menikah dengan Diandra? Maaf tuan, bukan saya lancang tapi saya tidak bisa membiarkan sahabat saya terluka karena itu"ujar Ari.
"Justru itu alasan kenapa saya meminta kamu untuk berada di samping Dian selama dua puluh empat jam, tapi kamu tidak usah khawatir, saat menghadapi bahaya akan ada orang ku yang membantu mu"ujar Alex.
"Tidak saya tidak setuju dengan pernikahan itu, saya tidak ingin sahabat saya celaka, sebaiknya anda jauhi Diandra"ujar Ari tegas.
"Kau tidak punya wewenang apapun untuk mencegah pernikahan kami Ari, aku pun tidak akan pernah membiarkan istriku dalam bahaya"ujar Alex.
Perdebatan mereka pun berakhir saat Dian keluar dari dalam kamar, dia terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya.
Dian pun duduk bergabung bersama mereka sambil bertanya berapa penghasilan hari ini.
"Sudah dihitung ri, berapa keuntungan kita hari ini"ujar Dian.
"Lima juta"balas Ari.
"Hm... Lumayan,"lirih Dian yang kini bersandar di sofa.
"Honey kemarilah"ucap Alex.
"Ada apa tuan?"balas Dian dengan cepat.
"Kamu harus memilih gaun pengantin mu"balas Alex yang tidak pernah bosan menatap wajah cantik Dian.
"Saya tidak suka dengan pakaian seperti itu"ujar Dian dengan tegas.
"Tapi ini untuk hari pernikahan kita honey, aku ingin memberikan yang terbaik untuk mu"ucap Alex.
"Tuan apa anda yakin dengan kata-kata anda, bahwa anda ingin memberikan yang terbaik untuk saya?"balas Dian dengan cepat.
" Tentu saja honey"balas Alex.
"Yang terbaik untuk saya adalah anda pergi dari kehidupan saya dan jangan pernah temui saya lagi"ucap Dian yang kini bangkit dari duduknya tapi Alex langsung membalas perkataan Dian.
"Itu artinya kamu menginginkan kematian ku honey, karena selama aku hidup, aku tidak akan pernah berhenti untuk mengejar mu"balasnya dengan tegas.
"Tuan!"seru Dian yang kini tidak jadi pergi.
"Pilihan nya hanya itu"ucap Alex yang kini menatap lekat wajah cantik itu.
"Tuan bisakah anda berhenti egois?"Dian.
"Itu bukan egois honey, tapi itu cinta"balas Alex.
"Cinta macam apa?! Apa ada cinta yang datang dan pergi sesuka hati dan ,
"Aku terpaksa honey, itu demi kebaikan mu"potong Alex.
"Heh.... Kebaikan saya, apa anda tidak salah, jelas-jelas anda pergi untuk kebahagiaan anda sendiri dan sekarang setelah anda bosan dengan pernikahan itu, anda kembali mencari saya? Maaf tuan saya bukan tempat persinggahan"ucap Dian.
"Kamu salah faham honey, semua tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku sedang berjuang untuk bisa bersama mu meskipun aku harus kehilangan banyak aset untuk membuat wanita itu mengikuti aturan ku!"ujar Alex.
"Anda boleh saja membantah semuanya tapi saya tidak bodoh, dan ini bukan kali pertama anda pergi tanpa kabar dan pada akhirnya berakhir dengan pernikahan. Dan bodohnya saya tetap percaya pada kata cinta yang anda ucapkan. Baiklah jika anda ingin kita menikah, kita akan menikah tapi dengan satu syarat?"ujar Dian.
" Apa itu syaratnya honey?"tanya Alex dengan cepat.
"Hanya satu tahun, setelah itu kita akan berpisah dan jangan pernah berharap saya akan bersikap seperti layaknya seorang istri pernikahan kita hanya pernikahan status saja"ujar Dian yang kini membuat Ari pergi dari hadapan mereka karena sudah terlalu jauh menyaksikan perdebatan diantara mereka.
"Tidak! Pernikahan ini satu kali untuk seumur hidup kita, aku menikahi mu karena aku sangat mencintaimu dan ingin memiliki mu seutuhnya seumur hidup ku. Pernikahan ini bukan permainan"ujar Alex dengan tegas.
Dian tidak lagi bicara saat Alex sudah berbicara dengan nada tinggi itu artinya dia benar-benar serius dan tidak bisa dibantah.
" Terserah,"lirih Dian yang kini pergi menuju dapur dimana ruang makan itu menyatu dengan dapur.
Makan malam sudah terhidang dan Ari lah yang menyiapkan semuanya itu.
"Ri, sudah makan?"tanya Dian pada Ari yang kini duduk di kursi depan meja makan.
"Bagaimana aku bisa makan kalau kalian sibuk berdebat. ingat Diandra jika kamu memang tidak siap sebaiknya jangan jalani pernikahan itu. Tapi jika kamu siap dengan segala konsekwensinya aku harap kamu tidak akan menjadi wanita lemah dan tunjukkan bahwa kamu bisa menyingkirkan segala rintangan. Aku akan tetap mendukung apapun keputusan mu"ucap Ari yang kini melirik kearah Alex yang terlihat sedang menghubungi seseorang.
"Apa kamu ingin aku jadi wanita yang egois dan serakah seperti duo racun itu?"ujar Dian yang kini mengingatkan Ari pada mantan ibu tiri dan juga saudara tirinya itu.
"Ah apa kabar mereka saat ini? Apa kecoa dan tikus disana sudah berdamai dengan wanita penyihir itu? tidak terasa sudah hampir dua tahun lebih"ujar Ari.
"Aku tidak ingin mereka bebas secepat itu, dua puluh tahun penjara hanya waktu sebentar untuk wanita licik itu, ayah ku mungkin masih ada jika saja dia tidak ikut dengan mereka saat itu"ujar Dian yang kini duduk berhadapan dengan Ari.
"Mungkin saja, tapi semua sudah takdirnya kita tidak bisa menghentikan takdir itu"ujar Ari yang kini mulai meraih nasi dan lauk pauk yang ia masak meskipun semua itu sudah dipersiapkan Dian lebih dulu di dalam kulkas.
"Wah sepertinya ini lezat"ucap Dian yang kini meraih tumis pare.
"Woy, dimana-mana pare itu pahit, tidak ada yang spesial dari itu"ujar Ari yang memang sengaja memasak makanan favorit Dian selama ini selain ikan bakar.
" Tapi rasanya lebih pahit kehidupan ku dibandingkan dengan pahitnya sayur pare ini"ujar Dian yang mulai menyantap nya, tanpa peduli pada Alex yang kini menatap nya.
...*****...
Hari yang ditentukan pun telah tiba, pernikahan Dian dan Alex di gelar di desa tempat kelahiran Dian. Dian tidak lupa mengundang tetangga dekatnya yang ada di kota.
Seluruh warga sudah berdatangan termasuk teman kerja sekaligus sahabat Dian selama ini.
Mereka menggunakan pakaian formal yang dibelikan oleh Alex, karena setelah selesai ijab kabul pernikahan mereka, Alex meminta mereka untuk berfoto bersama.
Tentu saja mereka senang bukan main, selain mereka adalah anak buah Alex di gudang padi, mereka juga sahabat terbaik Dian selama ini selain almarhum Afandi yang kini membuat Dian teringat akan pria tampan itu.
Alex yang kini masih menunggu di tempat ijab kabul pun terlihat tidak sabar menunggu.
Tidak lama Dian keluar dengan menggunakan kebaya pengantin modern yang kini semakin memancarkan kecantikannya, didampingi oleh Dito dan Ari di ikuti oleh Renata yang kini sudah merelakan Dian bersama Alex.
Begitu juga dengan Reno yang akhirnya mengalah pada cinta yang telah membuat Dian terluka.
Alex yang melihat calon istrinya itu bahkan tidak bisa berkedip dan langsung berdiri, tapi tidak bisa menghampiri Dian karena Darel menarik tangan nya. Meminta Alex untuk duduk menunggu.
Saat yang ditunggu-tunggu pun telah tiba, kini dengan lantangnya Alex mengucap ijab kabul di depan para saksi yang begitu antusias menunggu saat itu.
"Saya terima nikah dan kakinya Diandra Hasan binti Hasan dengan mas kawin tersebut tunai!
"Bagaimana para saksi?!
"Sah!!
Alex pun tersenyum bahagia sambil berdoa segenap yang dia bisa dan dia pelajari berbulan-bulan lalu.
Tidak lama setelah doa selesai proses tukar cincin pernikahan pun dimulai, Alex memasang cincin di jari manis Dian lalu mengecup kening nya sedikit lebih lama dengan doa yang dipanjatkan oleh nya dalam hati untuk kebaikan dunia dan akhirat.
Tidak lama kemudian, giliran Dian yang memasang cincin di jari telunjuk Alex, dan Dian pun mencium punggung tangan pria yang kini telah sah menjadi imam baginya.
Acara pun dilanjutkan dengan berfoto ria bersama kerabat dan sahabat, tapi sayang saat ini bu Dini dan Afifah tidak bisa hadir, dikarenakan Afifah masuk rumah sakit karena hampir mengalami keguguran.
Dian pun melirik kearah Ari yang kini mengingatkan dia Afandi dengan membawa foto Afandi yang berukuran raksasa seperti patung yang dipajang di samping Dian dan Alex juga di kelilingi oleh mereka.
Semua orang pun tau bahwa Afandi adalah suami pertama Dian secara hukum agama, meskipun mereka tidak pernah bisa bersatu karena Afandi akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Kisah cinta mereka membuat semua yang hadir disana pun begitu terharu. Tidak hanya kisah cinta, kisah kehidupan Dian pun diceritakan oleh Dito dan sahabatnya yang lain, diawali sejak Dian kecil hingga ia tumbuh dewasa dengan segala suka dan duka lewat album foto yang kini berbentuk video yang diputar di layar proyektor di tonton oleh seluruh tamu yang hadir di sana.
Kisah kehidupan Dian yang selama ini begitu penuh dengan warna dan air mata pun membuat mereka yang hadir disana belajar bahwa hidup tidak hanya tentang materi dan gengsi, tapi bagaimana kita bisa melewati hidup ini dengan perjuangan dibarengi oleh kesabaran.
Alex pun tidak melepaskan pelukannya pada Dian, dia bangga bisa memiliki Dian seutuhnya.
"Honey aku sangat mencintaimu"ucap Alex lirih.
"Hm...."lirih Dian yang kini melirik kearah pintu masuk gedung tempat dimana diadakannya resepsi pernikahan tersebut, Dian berharap Bu Dini bisa hadir meskipun itu tidak mungkin karena Dian tau bahwa wanita itu akan sangat terluka saat menyaksikan dia menikah dengan pria lain, meskipun kepergian Afandi bukan karena salahnya.
"Jangan sedih, bibi bilang dia merestui pernikahan kalian berdua"ujar Dito yang masih kerabat dekatnya bu Dini dari pihak ayah Afandi.
Waktu terus berlalu pesta pernikahan itu pun usai setelah seluruh tamu bubar, kini Alex dan Diandra sudah kembali ke rumah milik Diandra yang dulu, Dian tidak pernah menyangka rumah itu tetap seperti sebelumnya hanya saja perabotan nya sudah berubah, disana juga sudah ada AC jika musim panas tiba.
"Tuan apa ini semua?"ujar Dian yang kini membuat Alex tersenyum.
"Aku tidak merubah isinya honey, tapi apa kita bisa tinggal tanpa adanya perabotan satu pun"ujar Alex yang memang ada benarnya.
"Tapi tuan, anda sudah banyak menghamburkan uang, apalagi ini tidak murah"ujar Dian yang kini membuat Alex menatap lekat wajah cantik Dian.
"Honey, suamimu ini punya banyak uang, dan asal kamu tahu bahwa semua ini tidak menghabiskan isi dompet ku.... Dan satu lagi berhenti memanggilku dengan sebutan tuan, karena aku adalah suamimu"ucap Alex yang kini membingkai wajah cantik Dian.
Dian, pun hanya menggeleng pelan kemudian berkata. "Tuan anda begitu sombong"ujar Dian yang kini mencubit perut sixpack milik Alex.
" Aw... Sakit honey, itu bukan sombong, tapi faktanya memang begitu. Aku punya segalanya, termasuk kamu yang sangat sempurna bagiku"ucap Alex yang langsung mencium bibir manis itu.
"Jangan terlalu memuji diri tuan, kesempurnaan itu hanya milik sang pencipta"ujar Dian.
Alex pun kembali mencium bibir itu dan seakan tak ingin melepaskan nya. Hari ini Dian sudah resmi menjadi miliknya dan tidak ada lagi batasan yang harus dia jaga saat ini.
Alex pun langsung menggendong Dian ala bridal style menuju kamar yang kini akan menjadi tempat bersejarah di antara mereka berdua. Seperti yang Dian minta dia tidak ingin pergi kemanapun untuk bulan madu. Dian hanya ingin tinggal di rumah nya itu setelah mereka menikah nanti.
Alex pun terpaksa menyetujui itu yang terpenting Dian bahagia, meskipun dia punya segalanya untuk Dian di luar kota sana tapi sepertinya istrinya tetap tidak menyukai kemewahan.
Alex hanya ingin hidup bahagia dan damai bersama wanita cinta pertamanya dan juga cinta sejatinya itu. malam ini adalah malam yang paling membahagiakan bagi Alex yang kini tengah menuntaskan kewajiban nya sebagai seorang suami.
Alex mendapati istrinya masih virgin, dan itu artinya pernikahan nya dengan Afandi pun benar-benar hanya pernikahan status saja.
Dian sendiri kini telah terlelap dalam tidurnya setelah percintaan pertama mereka yang telah membuat dia kelelahan dan juga kesakitan, karena itu adalah untuk yang pertama baginya.
Alex pun tidak mau melepaskan nya. Dia seakan tak mau berpisah dengan Dian meskipun hanya sedetik saja.
Mereka sampai melewatkan makan malam, dan bangun di pagi hari.
"Good morning honey, morning kiss"ujar Alex yang kini mengecup bibir istrinya itu.