Ariel tak menyangka pernikahannya dengan Luna, wanita yang sangat dicintainya, hanya seumur jagung.
Segalanya berubah kala Luna mengetahui bahwa adiknya dipersunting oleh pria kaya raya. Sejak saat itu ia menjelma menjadi sosok yang penuh tuntutan, abai pada kemampuan Ariel.
Rasa iri dengki dan tak mau tersaingi seolah membutakan hati Luna. Ariel lelah, cinta terkikis oleh materialisme. Rumah tangga yang diimpikan retak, tergerus ambisi Luna.
Mampukah Ariel bertahan ataukah perpisahan menjadi jalan terbaik bagi mereka?
Ikuti kisah mereka hanya di sini;👇
"Setelah Kita Berpisah" karya Moms TZ bukan yang lain.
WARNING!!!
cerita ini buat yang mau-mau aja ya, gaes.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35#. Mendatangi Luna
Dengan perasaan berdebar, Dian menggeser ikon hijau di layar ponselnya. "Halo, assalamualaikum, Bang," sapanya dengan suara sedikit bergetar.
"Waalaikumsalam, Dian. Abang ada kabar baik buat kamu, nih," suara sepupunya terdengar bersemangat dari seberang telepon.
Dian dan Ariel saling berpandangan dengan mata berbinar penuh harap.
"Abang berhasil melacak akun fake yang menyebarkan fitnah tentang kamu dan rekan bisnismu itu," lanjut sepupunya.
"Alhamdulillah! Ya Allah, terima kasih!" kata Dian. "Siapa dia, Bang? Siapa orang yang tega melakukan ini pada kami?" lanjutnya bertanya dengan rasa penasaran yang memuncak.
Terdengar suara helaan napas dari seberang telepon. "Orang ini ternyata..." Sepupunya itu menjeda kalimatnya, membuat Dian semakin penasaran. "Orang yang sama dengan beberapa waktu pernah melakukan hal yang sama pada kalian."
Jantung Dian berdegup kencang. "Apakah...." Dia membekap mulutnya tak melanjutkan ucapannya.
"Iya, dia adalah..." Sepupunya kembali menjeda kalimatnya, menciptakan ketegangan yang semakin memuncak. "Luna, mantan istri rekanmu."
Dian terdiam membeku. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Luna? Mantan istri Ariel? Mengapa dia melakukan ini?
"Luna? Maksud Abang, Luna, mantan istrinya Ariel?" tanya Dian tidak percaya.
"Iya, abang tidak mungkin salah. Abang sudah lacak semua data dan informasinya. Akun fake itu dibuat dan dikelola oleh Luna dan dua orang temannya," jawab sepupunya dengan nada yakin.
Dian merasa syok. Ia tidak menyangka, orang yang selama ini menyebarkan fitnah dan menghancurkan hidupnya adalah orang yang pernah menjadi bagian dari hidup Ariel.
"Ya Allah... kenapa dia melakukan ini?" gumam Dian dengan nada lirih.
"Abang tidak tahu apa motifnya, Dian. Tapi yang jelas, dia sangat membenci kamu dan Ariel. Dia ingin menghancurkan hidup kalian berdua," jawab sepupunya.
Ariel, yang sejak tadi hanya diam mendengarkan percakapan Dian, kini mendekat dan dia bisa merasakan betapa terpukulnya Dian mendengar berita ini.
"Dian, abang sudah kirimkan semua data dan informasi tentang Luna ke email kamu. Kamu bisa gunakan informasi ini untuk mengambil tindakan yang ingin kalian lakukan," kata sepupunya.
"Baik, Bang. Aku sangat berterima kasih atas bantuannya," ucap Dian dengan tulus.
"Ya sudah, abang tutup teleponnya, ya. Assalamualaikum," pamit sepupunya.
"Waalaikumsalam," jawab Dian, lalu mematikan sambungan telepon.
Dian terdiam sejenak, mencoba mencerna semua informasi yang baru saja didengarnya. Ia menatap Ariel dengan tatapan kosong.
"Kenapa, Di? Apa pelakunya sesuai dugaanku?" tanya Ariel ingin tahu.
"Memangnya kamu menduga siapa?" Dian justru balas bertanya.
Ariel memejamkan mata, lalu berkata dengan lirih. "Apakah dia... Luna?"
"Ya... ternyata dia lah pelakunya," ucap Dian dengan nada lirih.
Ariel mengepalkan tangannya erat-erat, rahangnya mengeras menahan amarah. Dalam hatinya, ia sudah bersumpah akan meminta pertanggungjawaban Luna atas semua yang telah diperbuatnya. Namun, dia tidak ingin gegabah. Menghadapi wanita seperti Luna harus dengan kepala dingin. Sebab sudah pasti ia akan berkelit jika menuduhnya tanpa bukti.
"Di, mungkin ini berat untukmu. Tapi aku janji, aku akan menyelesaikan masalah ini. Aku tidak akan membiarkan Luna lolos begitu saja," ucap Ariel dengan nada pelan namun penuh tekad.
Dian menatap Ariel dengan tatapan khawatir. "Lalu, apa yang akan kamu lakukan?"
Ariel menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. "Aku akan menemui Luna. Aku akan ke rumahnya sekarang juga."
"Tapi, Riel, ini sudah malam. Lebih baik kita bicarakan besok saja," cegah Dian dengan nada khawatir.
"Tidak, Di. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Aku harus menyelesaikan masalah ini secepatnya," bantah Ariel dengan tidak sabar lantas keluar dari ruangan Dian.
"Tunggu, Riel! Aku ikut denganmu," seru Dian, lalu berlari mengejar Ariel.
Setelah Dian masuk ke dalam mobil, Ariel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Pak Huda orangtua Luna. Selama perjalanan, tidak ada percakapan di antara mereka. Ariel fokus menyetir dengan wajah tegang, sementara Dian sibuk memikirkan apa yang akan terjadi.
*
*
*
Sementara itu di rumah Pak Huda, di kamarnya Luna sedang mengobrol di grup chat bersama Wina dan Runi.
"Hai lady's? Kalian sudah pada lihat berita tentang Ariel dan Dian, kan? Hahhh...aku puas banget tau, nggak!" kata Luna dengan emot tertawa lebar.
"Gila, parah banget kamu, Lun! Tapi aku suka, sih!" balas Wina.
"Iya, Lun! Aku juga puas banget! Akhirnya mereka berdua kena batunya! Karma is real!" Runi menimpali.
"Makanya, jangan berani macam-macam sama Luna! Siapa suruh ngerebut Ariel dariku! Rasain tuh, akibatnya!" tulis Luna dengan emoticon geram.
"Tapi Lun, apa kamu nggak takut ketahuan? Bagaimana kalau sampai Ariel tahu bahwa kamu yang ada di balik semua ini? Bisa berabe urusannya," balas Wina.
"Santai aja sih, Win! Aku sudah menyiapkan semuanya dengan matang. Nggak bakal ada yang bisa buktikan kalau kita pelakunya. Lagian, siapa juga yang mau percaya sama Ariel dan Dian? Mereka kan, sudah dicap jelek di mata publik," kata Luna.
"Bener juga, sih. Tapi tetap harus hati-hati ya, Lun. Jangan sampai kebablasan. Aku nggak mau, ikut terseret kasus ini kalau ada apa-apa," balas Runi.
"Tenang, Run! Aku nggak akan gegabah, kok. Aku cuma pengin mereka berdua menderita. Itu aja!" Luna lantas tersenyum sinis sambil terus memantau perkembangan berita tentang Ariel dan Dian di media sosial.
Tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu dari luar. Luna terkejut dan langsung menutup aplikasi chat di ponselnya.
"Siapa?" tanya Luna dengan nada curiga.
"Ini ibu, Lun," sahut ibunya dari balik pintu.
"Iya, sebentar," jawab Luna. Ia bergegas membuka pintu.
"Ada apa, Bu?" tanya Luna dengan nada pura-pura ramah.
"Itu, di depan ada mantan suamimu bersama temannya. Mereka ingin bertemu denganmu," jawab Bu Yeni.
Jantung Luna berdegup kencang. Ia tidak menyangka Ariel akan datang menemuinya malam-malam begini.
"Mas Ariel bersama temannya? Mau ngapain mereka ke sini?" tanya Luna dengan nada kaget.
"Ibu tidak tahu. Mereka bilang ada urusan penting yang ingin dibicarakan denganmu. Sebaiknya kamu temui mereka sekarang," jawab ibunya.
Luna mengangguk dengan gugup. "Baik, Bu. Aku akan menemui mereka sekarang."
Ibunya menatap Luna dengan tatapan curiga. "Kamu nggak sedang ada masalah dengan mereka, kan, Luna?"
Luna tersenyum paksa. "Ya nggaklah, Bu. Aku justru bingung, kenapa mereka datang ke mari malam-malam begini," jawabnya berbohong.
Ibunya menghela napas panjang. "Baiklah, kalau memang masih ada ganjalan, ibu harap kalian bisa menyelesaikan masalah dengan baik-baik. Jangan sampai ada keributan," pesan Bu Yeni.
"Iya, Bu. Aku janji," jawab Luna.
Bu Yeni mengangguk lalu pergi meninggalkan Luna. Setelah ibunya pergi, Luna menghela napas panjang tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Perasaannya tiba-tiba tidak tenang.
"S*al! Kenapa mereka harus datang di saat yang tidak tepat, sih?" gerutunya dengan nada kesal.
.apa dengan begitu luna tobat gk ya
Padahal Ariel nya masih jadi duda😭😁
tapi Ariel dan Dian emang cuma partner kerja kan yah ... makasih Moms kita fokus ke Darrel dan anak kembarnya
aku pikir akan ada cerita Ariel dan Dian menemukan pasangan hidup atau malah mereka berdua jadi pasangan
harusnya Luna tau klu Ariel dan Dian tdk ada hubungan selain partner kerja.
Kalau anakmu bebas, itu sangat nggak adil buat Ariel dan Dian lah ...