Jodoh itu rahasia Tuhan. Siapa sangka dua manusia yang terkesan saling cuek dan tidak punya ketertarikan satu sama lain itu disatukan dalam ikatan pernikahan. Akan seperti apa rumah tangga keduanya, saling menerima atau malah kalah sebelum mencoba? Ikuti kisah mereka karena mungkin kita akan menjadi saksi cinta mereka bertumbuh atau sebaliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duda vs Janda.
Aku punya toddler jadi nulisnya nggak bisa terjadwal, aku nggak main hp di depan anak aku, Kalau dia tidur siang aku megang kerjaan rumah, kalau udah tidur malam kadang aku udah capek duluan buat mikir karena seharian ngurus dia. Jadi yang mau stay silakan, yang nggak juga nggak apa-apa. BTW anak aku ini 10 tahun aku tungguin, usinya saat ini 20 bulan, Jadi aku lebih prioritaskan dia, nulis hanya hobi jadi yang mau lanjut baca alhamdulillah yg nggak juga Nggak apa-apa. Terima kasih.
****
"Heh bocil, ngapain di sini, mau pulang nggak, bareng yuk ??? aku anterin deh sampai depan rumah." motor matic itu berhenti di depan toko, Alma yang melihat hal itu pun memicingkan matanya malas berbicara dengan orang di depannya ini karena dia sangat menyebalkan dan sering membuat darah naik.
"Apa sih udah pulang aja sana ngapain sih pakai berhenti-berhenti segala, orang mah pura-pura nggak lihat aja lurus sana pulang ke rumah." sahut almasini dan pura-pura sibuk dengan HP yang ada dalam genggamannya namun laki-laki di hadapannya ini tidak putus asa dan menyerah begitu saja.
"Jadi manusia nggak bersyukur banget sih ada tumpangan gratis malah disuruh pergi, Haduh dasar janda baru banyak gaya ."
Mendengar ucapan orang itu Alma terlihat begitu sangat kesal dua kali lipat dari sebelumnya, ucapan laki-laki itu tidak disaring dengan baik ucapannya yang sering membuat Alma jengkel dan sakit hati.
"Bodo amat ! lagian ngapain sih udah sana pulang... pulang... pulang, masih banyak tukang ojek yang bisa ngantar aku pulang ke rumah dan pastinya tidak menyebalkan seperti kamu."
"Yeee Kan ini gratis nggak harus ngeluarin uang buat bayar, tinggal duduk manis terus nyampe rumah, lah kalau pesan ojek harus bayar belum dia bau matahari karena seharian di luar rumah jadi bikin kamu nyaman."
Laki-laki itu tetap berusaha mengajak Alma pulang atau dia hanya mengerjai tetangganya itu karena memang itu adalah kegemarannya sejak dahulu kala, apalagi sekarang Alma sedang jadi berita utama di lingkungan rt-nya, seperti selebriti yang baru bercerai dan menjadi topik utama pembicaraan.
"Aku nggak mau maksa banget sih jadi manusia! aku teriak maling nih biar Abang dipukulin sama orang-orang mau ?"
"Dih jahat banget sampai segitunya. Coba aja kalau berani yang ada nanti Abang bilang keorang-orang kalau kamu istri Abang haha."
"Nazis banget Siapa yang mau sama Abang!"
"Tidak ada yang melarang kita sama-sama single kalau Allah berkehendak lain, lalu Allah menjodohkan kita dan kita bersama kamu bisa apa hahaha."
Laki-laki yang tak lain adalah ketua RT di lingkungannya itu semakin gencar menggoda Alma. Membuat Alma jengkel adalah keahliannya, seperti ada kepuasan tersendiri jika targetnya sampai marah kalau perlu Alma harus menangis karena ulahnya."
"dasar duda sinting !"
"Hahaha Yang penting ganteng. Udah nih mau ikut nggak? gratis kapan lagi diboncengin sama laki-laki ganteng dan mempesona rugi loh kalau nolak ."
Lagi Al mah hanya merespon dengan gelengan kepala.
"Yasudah kalau tidak mau, Abang tidak akan memaksa, hati-hati pulangnya akhir-akhir ini banyak orang-orang yang jahat loh."
"Tapi lebih nyeremin Abang, jangan sampai menambah deretan topik baru buat orang-orang kampung gibahin aku, apalagi digibahin sama abang Ih ya Allah aku jadi turun kelas Nggak level ga estetik mau ditaruh di mana mukaku."
"Yaelah Ma sampai sebegitunya lagian kan keren diomongin orang-orang udah kayak selebriti kita, kapan lagi Jadi pusat pembicaraan."
"Ya kalau dibicarain karena prestasi nggak masalah, tapi kalau dibicarain karena jalan sama Abang ya Allah bang kayak aib banget tau nggak sih."
"jadi janda belum lama juga mulutnya udah pedes banget entar nggak ada yang mau loh "
"Abang udah pulang sana, Ngapain sih masih di situ nyebelin banget!"
"Ya udah deh abang pulang hati-hati ya Assalamualaikum."
Melihat kepergian laki-laki itu alma lega, sejujurnya dia tidak ingin terlalu sarkas menjawab ucapan demi ucapan kepada dia, hanya saja dia harus membuat batasan dengan siapapun terutama laki-laki karena menjadi single parent itu luar biasa ujiannya, salah saja bersikap akan jadi pembicaraan. Alma belum siap jadi bahan utama lagi setelah kabar perceraiannya dengan Irsan mencuat ke permukaan, orang-orang mewawancarainya seperti seorang artis kenamaan.
Laki-laki itu adalah ketua Rt dilingkungannya, usianya tidak jauh dari Alvin kakaknya kira-kira sekitar 28, 29 atau mungkin 30 an pokoknya segituan deh umurnya. Sebelum putusan Alma bercerai dengan Irsan, dia udah lebih dulu menjadi seorang duda, istrinya meninggal dunia karena kanker payudara. Skala semesta Rahadi atau biasa dipanggil Hadi dikalangan lingkungan, Dia adalah musuh bubuyutan Alma dari gadis itu SD.
***
Di lain tempat Irsan sudah mendarat di Indonesia kepulangannya sesuai rencana yang sudah iya atur sebelumnya. Selain itu awalnya dia akan pulang ke rumahnya yang ia tinggali bersama Alma, ia meminta orang tuanya menyampaikan kepada Alma untuk kembali ke rumahnya. Namun orang tua Irsan mengatakan kalau dia harus pulang ke rumah mereka,tanpa mengatakan apapun mengenai Alma.
"Jangan pulang ke rumah lama mu. Pulanglah ke rumah ayah dan ibu kami menunggumu di sini." ucap Ayah melalui sambungan telepon setelah Irsan mengabari kalau dirinya sudah sampai di Indonesia, sejak awal memang orang tuanya tidak diperkenankan untuk menjemput Irsan karena laki-laki itu tidak ingin merepotkan orang tuanya, jadi ia menggunakan jasa taksi online untuk mengantarkannya sampai ke rumah .
Perjalanan dari bandara menuju rumah Irsan memakan waktu kurang lebih 1 jam setengah apalagi kondisi saat ini sedang macet karena jam pulang kantor.
Tidak ada yang berubah dari suasana tempat tinggalnya sejak kecil, hanya saja kampungnya lebih modern dan tertata, banyak pohon-pohon di sepanjang jalan memberi kesan kesejukan, ketenangan, gang pastinya tidak begitu sesak dengan polusi udara akhir-akhir ini.
Irsan sampai di depan rumahnya dan langsung disambut oleh Ibu Tercinta sebagaimanapun kecewanya dia sebagai seorang ibu, Irsan tetaplah anaknya dan akan selalu begitu. Sedangkan ayahnya masih fokus menonton berita di TV, berita yang akhir-akhir ini viral di Indonesia.
Setelah saling melepas kangen Irfan baru menyadari kalau Alma tidak ada sama orang tuanya lalu dengan penasaran ia bertanya kepada ibunya .
"Bu di mana Alma, apa dia tidak tahu kalau Irsan akan pulang "
Arumi Diam seribu bahasa tidak mampu menjawab apa yang ditanyakan oleh putranya, lalu di tempat duduk lain sang ayah menjawab dengan kata-kata yang cukup menusuk.
"Perempuan mana yang masih mau menyambut pasangannya di saat dia diabaikan, ditinggalkan, dibohongi, tidak diperjuangkan dan yang lebih menyedihkannya tidak diprioritaskan!!"
Tatapan mata Ihsan kini beralih kepada sang ayah yang masih fokus memindahkan saluran televisi untuk sekedar mencari hiburan yang menyenangkan atau sebagai bentuk pengalihan dari amarah yang sang ayah tahan agar tidak meledak dan melukai putranya .
udh lh al mnding kmu bahagia ja sma pak RT,,, biasa nu dlu msih skrng jdi calon suami,, 😁