Seorang pria yang dijuluki oleh semua orang di dunia gelap sebagai "Crazy Man" mencari seorang wanita, karna telah menyelamatkan nyawanya. Tapi tak disangka keadaan tiba-tiba berubah sehingga mereka terjebak dalam suatu ikatan. Bagaimanakah perjalanan cinta mereka apakah bisa bersama selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redquinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Pertunangan Paksa
Sementara ella dikamarnya sedang mondar mandir mencoba berpikir, kenapa semuanya jadi seperti ini.
" Bukankah ia sedang cuti dan ingin berlibur lalu tiba-tiba diculik dan dipaksa untuk menjadi pacar bohongan dan akhirnya harus bertunangan sungguhan, ohh demi Tuhan sejak kapan ia membiarkan dirinya diculik ia seorang agen ohh ella." eluh kesah ella.
" Ella lelah harus menguras pikiran, akhirnya ia memutuskan tidak apa-apa hanya bertunangan saja tidak menikah bertunangan masih bisa dibatalkan." pikir ella.
Lalu ia jatuh tertidur di ranjang empuk dikamarnyaa...
Malam Harinyaa....
Disaat semua orang sudah berkumpul di meja makan sambil menunggu makanan disajikan.
" Ting.... Ting... Ting...." suara bell digoyangkan oleh nenek.
" Mohon perhatian semuanya, aku akan mengumumkan sesuatu jadi harap didengarkan." ujar nenek.
" Ada apa kakak." ujar adik laki-laki neneknya.
" Tiga hari dari sekarang alex dan nona ella akan bertunangan." ujar neneknya.
Semua orang sedikit terkejut dengan keputusan sang tuan rumah, ya mereka tau ini semua karna keributan tadi pagi yang akan menimbulkan skandal.
" Madam, apakah itu tidak terlalu terburu-buru." tanya ella.
" Tidak tidak, itu sudah waktu yang paling lama." ujar neneknya senang.
Ella diam-diam melirik alex yang hanya diam, dan langsung memalingkan wajahnya kembali karena alex sedang menatapnya.
" Lexi batalkan semua urusan pekerjaan atau apapun itu dihari itu." perintah neneknya.
Alex hanya menatap neneknya tanpa menjawabnya...
Ingin ia menolak semuanya, tetapi ia hanya punya kakek dan neneknya saja, dan mereka adalah orang yang paling dihormatinya karena mereka sudah membesarkan dirinya.
Setelah makan malam selesai mereka kembali ke kamar masing-masing.
Alex mengetuk pintu kamar ella,
" Tok.... Tok.... Tok .... ."
" Cklekkk ...... ."
Alex masuk tanpa disuruh lalu duduk santai di atas ranjangnya,
" Iniii untuk mu kau pegang saja, gunakan saja sepuasmu, atau ingin kau gunakan untuk keperluan nanti." ujar alex mengulurkan kartu black card yang hanya dimiliki oleh beberapa orang saja.
" Tidak usah kau saja yang pegang, bukankah ada kau." ujar ella.
" Aku harus kembali ke kota dan akan kembali sebelum pertunangannya." ujar alex.
" Apaa? Selarut ini?" tanya ella.
" Kenapa? Kau mengkhawatirkan aku?...." tanya alex.
"Kalau begitu aku juga akan ikut ; ujar ella."
"Tidakk ; saut alex tegas."
" Apa?? kau kan kembali ke kota dan aku juga akan kembali ke kota bersamamu dan akan kembali juga sebelum pertunangannya." saut ella.
" Apa kau tidak mengerti dengan semua ini. Aku sudah mengatakan pada nenek kau akan tinggal sementara aku kembali." ulang alex tegas.
" Alexx.... ." gumam ella.
" Ada apa?... ." tanya alex.
" Tidak adaa." jawab ella lemah.
Alex menatap ella bingung,,
" Jika kau perlu sesuatu, katakan pada merry." ujar alex berlalu pergi meninggalkan kamar ella.
Ella memandang alex melalui jendela kamarnya saat ia sedang memasuki mobilnya.
...****************...
Pagi Harinya....
" Tok Tok Tok.... ." suara pintu kamar diketuk.
" Yaaa, masuk saja..." ujar ella.
" Haloo ella... " ujar nenek.
" Ohh madam." sambut ella.
" Panggil saja nenek, kau akan menjadi tunangannya lexi." kata nenek.
" Baiklah nenek." turut ella.
" Bersiap-siaplah setelah sarapan hari ini kita akan berbelanja." ujar nenek senang.
" Baiklah nek." saut ella.
20 Menit Kemudian,,
" Kita mau berbelanja kemana nek?" tanya ella.
" Ohh kita akan pergi ke kota seberang." kata nenek.
" Kota seberang?" tanya ella.
" Ohh jika kau melihatnya dari lantai dua rumah perkebunan kau akan bisa melihat dari sana." ujar nenek.
(Mungkinkah yang aku lihat malam itu).
Sepanjang perjalanan didalam mobil mereka sangat asyik mengobrol dan tak terasa mereka sudah tiba disebuah mall yang lumayan besar, untuk sebuah kota yang kiri kanannya dikelilingi pedesaan.
(Eitttssss, walaupun pedesaan pemiliknya adalah rata-rata tuan tanah).
" Ayo sayang kita masuk." ajak nenek. Menuju sebuah mall.
" Waahhh, besar sekali." ujar ella.
" Tentu saja mall disini tidak kalah besar dengan mall yang ada di ibu kota." ujar neneknya bangga.
" Iyaa nenek benar, terlihat modern dan klasik." kagum ella.
" Apa kau tau siapa yang punya?" tanya nenek.
" Siapa nek?..." tanya ella.
" Ppftttt.... kau harus mencari tau sendiri." kata nenek.
Ella terlihat bingung dengan maksud nenek.
" Coba kau tanyakan pada lexi nanti sayang." perintah nenek.
Menuju kesebuah toko pakaian...
Mereka disambut hangat oleh para pegawai tersebut.
" Ella sayang cobalah beberapa gaun ini." kata nenek.
" Semuaa ini nek?..." tanya ella.
" Huuhmmm."
Lima Menit Kemudian....
Ella keluar dari Fitting Room,
" Ohh sayang kau terlihat cantik, cobalah pakai yang lain." kata nenek.
" Tapi nenek." ujar ella lemas.
" Coba saja sekali yang ini ya, nenek ingin melihatnya." ujar nenek.
Ella pun menuruti yang dikatakan nenek. Kemudian ia keluar dan menunjukkan pada nenek.
" Seperti yang kuduga kau tambah terlihat cantik sayangku, aku yakin lexi akan terpesona padamu, Hihihiii." canda nenek.
" Hufff.... Hahaha.." nenek bisa saja aku ella.
" Tolong bungkus semuanya yang di pakai." kata nenek kepada salah satu pegawai toko.
" Baik nyonya." jawab pegawai itu.
" Tapi nek itu terlalu banyak dan juga sangat mahal." kata ella.
" Ohh kau ini, bagaimana bisa lexi tidak memberimu uang jajan aku akan memarahinya nanti." canda nenek.
" Dia hanya memberiku kartu ini nek." ujar ella agar alex tidak disalahkan. Ia tau kartu itu tapi apa bisa digunakan untuk ini.
" Ohh ya ampun. Dia memberimu kartu itu?..." tanya nenek.
" Hanyaa menitipkan saja nek, Hehehe... " ujar ella.
" Baiklah-baiklah, nenek hanya bercanda nenek yang akan membayarnya ini hadiah." ujar nenek.
Setelah membeli beberapa baju dan beberapa sepatu mereka melanjutkan berkeliling mal tersebut.
Betapa senangnya ia mempunyai teman belanja seperti ini bersama calon tunangan cucunya. Dan menikmati beberapa jajanan kuliner bahkan tidak ketinggalan juga bermain disebuah pusat permainan ditemani ella.
Tak terasa malam tiba, dan mereka pun kembali pulang.
...****************...
...****************...
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA NOVEL CRAZY LOVE, MOHON MAAF JIKA ADA SALAH KATA. SELAMAT MEMBACA EPISODE SELANJUTNYA🤗🤗
walaupun sudah late