NovelToon NovelToon
Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Nikahkontrak / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:29.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Uni Ramadhani

Dilamar seorang perjaka, namun ternyata dinikahi seorang duda, bagaimana rasanya?? temukan jawabannya di Novel terbaru uni.

Semoga terhibur 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan Untuk Dinda

Dimas terlihat begitu senang setelah mendapatkan informasi dari Edo, bahkan Edo tidak tau jika Dinda istrinya Dika adalah mantan kekasihnya Dimas. Buru-buru Dimas akan kembali kerumahnya. Hari ini dia akan mengambil libur sehari dengan rencana memberi kejutan untuk Dinda. Dia yakin jika Dinda akan senang mendapat kejutan darinya nanti.

Dimas POV

Aku benar-benar gak nyangka dengan apa yang kudengar. Dinda lulus kedokteran?! wah sungguh menakjubkan, inilah yang dia cita-cita kan selama ini. Aku sangat bangga dengan apa yang diraih Dinda saat ini. Tidak lama lagi dia akan menjadi dokter, tentu akan sangat cocok denganku jika nanti aku sudah di angkat sebagai wakil direktur . Dan aku yakin, Dinda akan menyukai kejutan yang akan aku persiapkan untuknya.

Senyum penuh percaya diri dan rasa bangga terus mengembang dibibir Dimas kala itu.

Sementara itu Dika duduk di ruang tunggu bersama Fatih, dan Dinda sudah masuk keruangan Dekan bersama pegawai kampus itu. Sementara Dika menunggu, dia pun mengajak putranya itu berbincang

"Ayah, Napa ga icut macuk?" tanya Fatih

"Gak lah, kan yang di panggil bunda, jadi kita tunggu bunda keluar aja ya. Paling gak lama juga bunda udah keluar" ucap Dika

"Hai Dik"

"Edo,, dari mana kamu?!" tanya Dika saat melihat Edo yang baru masuk ke lobby kampus kedokteran, lalu Edo duduk di sebelah Dika

"Dari kantin, biasa sarapan dulu. Hallo jagoan, udah gede aja kamu" sapa Edo pada Fatih

"Dinda udah didalem?" tanya Edo

"Udah, paling 10 menit lalu. Apa ku bilang, dia itu patut di pertimbangkan untuk dapetin beasiswa itu! aku udah yakin dari awal" jawab Dika

"Iya iya,, aku juga gak nyangka pas keluar hasilnya. Ternyata pinter juga dia. Eh iya, tadi aku ketemu Dimas didepan"

"Dimas?! ngapain dia ?" tanya Dika

"Katanya gak sengaja lewat, terus tadi lihat kamu sama Fatih" jawab Edo

Dika diam sejenak dan berfikir, apa benar sebuah kebetulan?.

"Kamu gak ngajar hari ini?!" tanya Edo membuyarkan lamunan Dika

"Ngajar, tapi siang nanti di kampus Uniba" jawab Dika

"Ohh,,, eh aku masuk dulu ya, gak enak nanti malah di tegur lagi kelamaan ngobrol " ucap Edo

"Iya,,"

"Jagoan, om ganteng kerja dulu ya" ucap Edo, yang kemudian pergi meninggalkan mereka.

Sementara itu,,,,

Dimas baru saja sampai dirumah, dengan terburu-buru, Dimas berlari masuk kedalam rumah untuk mengambil kunci mobilnya.

"Mau kemana dim?! bukannya kamu kerja?!" tanya mama saat melihat Dimas masuk kedalam rumah

"Aku ambil libur sehari ma. Ada kerjaan" jawab Dimas

"Kerjaan apa?!" tanya mama

"CK !! mama kepo banget! " jawab Dimas

"Jawab mama dim!" sungut mama

"Ma, Dimas mau kasih surprise buat Dinda ma,,,,"

"Jangan macem-macem kamu!" sarkas mama

"Ada apa sih ma?! Dinda itu pacar aku! lagian nih ma, Dinda itu baru aja lulus di fakultas kedokteran ma. Jadi Dimas mau kasih hadiah buat dia. Pasti dia seneng banget!" ucap Dimas

"Dinda kuliah?!" tanya mama Nadira

"Iya, Nilainya bagus lagi ma. Udah deh, nanti keburu Dinda pulang!" ucap Dimas yang kemudian pergi meninggalkan mamanya

"Dimas,,,!! Dimasss!!" Teriak mama memanggil Dimas namun tidak dihiraukan oleh Dimas.

"Dasar anak itu!! maunya apa sih?! kemarin mutusin pernikahan gitu aja! sekarang, ngejer-ngejer lagi! Gak mungkin kan, kakak dan adik memperebutkan satu wanita?! mau di taruh dimana muka ku kalau sampai Dimas menikah dengan Dinda?! Setelah gagal menikah, dinikahi kakaknya, terus balik lagi ke adiknya?! ini tidak boleh terjadi!! Dimas harus di cegah! kayak gak ada perempuan lain saja!!" ucap mama Nadira

"Aku akan sampaikan kepada papa! jangan sampai dia membuat malu keluarganya lagi!!" ucap mama yang kemudian masuk kedalam rumah lagi dan akan menelfon pak Dirdja.

Di kampus, Dika baru saja kembali ke lobby setelah sempat mengajak Fatih jajan di kantin. Ternyata cukup lama Dinda berada di dalam ruangan itu dan ntah apa yang dia bicarakan dengan Dekan dan juga Wakil dekan. Namun sampainya Dika dan Fatih sampai, Dinda sudah menghampiri keduanya

"Abang,,,,"

Dika dan Fatih menoleh ke sumber suara yang terdengar begitu lembut

"Undaaaa" teriak Fatih yang kemudian berlari dan memeluk bundanya

"Eh,, Sudah keluar, lama bener didalem, susah ya pertanyaannya?!" tanya Dika penasaran

"Gak sih bang, cuma banyak formulir yang harus Dinda isi. Dan Alhamdulillah nya Dinda dapet beasiswa itu bang,,, seneng bangett Dinda bang" ucap Dinda dengan terharu dan sudah akan menangis

"Abang juga ikut seneng. Jadi tadi apa aja yang di bicarakan?!" tanya Dika dan mereka duduk sebentar di kursi tunggu

"Beasiswa itu hanya mencangkup biaya selama kuliah bang, dan Dinda harus bisa mempertahankan nilai akademik, tidak boleh turun. Lulusnya pun tidak boleh lewat dari yang mereka tentukan. Tapi beasiswa itu tidak termasuk buku-buku dan juga alat-alat medis. Dan,,, nanti setelah Dinda lulus, Dinda harus bekerja di rumah sakit kampus ini bang" ucap Dinda

"Dinda masih kepikiran soal,,,,"

"Abang sudah katakan kemarin, jangan fikirkan soal biaya tambahannya, Abang yang akan support kamu sepenuh nya Din." ucap Dika

"Iya unda,,, unda tenang aja, kan ada ayah" sahut Fatih

"Dinda sangat merepotkan Abang jadinya" jawab Dinda haru

"Insyaallah enggak" jawab Dika

"Makasih ya bang" ucap Dinda mengusap air mata bahagia nya

"Iya sama-sama. Yuk kita pulang,,," ucap Dika

"Abang gak ke warung?" tanya Dinda

"Enggak, kita pulang dulu aja yuk, kita rayakan kelulusan bunda Dinda dulu dirumah" ajak Dika dengan ceria

"Boleh,,, yukk pulang, bunda akan masak enakkkk siang ini" ucap Dinda tak kalah ceria

"Holeeeeeeeeee" Sorak Fatih

Kemudian Mereka bertiga pun beranjak dari tempat duduk dan berjalan ke luar kampus. Begitu terkejut nya mereka saat melihat Dimas yang juga berada di depan kampus itu dengan membawa buket bunga mawar putih kesukaan Dinda

"Dimas?!" Batin Dika kaget

"Kak Dimas?!" Batin Dinda sangat sangat kaget

"Hai Din, conratulation atas kelulusan tesnya!" ucap Dimas dengan wajah sangat bahagia

Dimas memberikan buket bunga itu kepada Dinda dan dengan masih terkejutnya Dinda, dia pun menerima bunga itu.

"Aku antar pulang ya?" ucap Dimas

Seperti tersihir saja, Dinda sama sekali tidak menolak saat itu. Dimas menarik lengan Dinda dengan lembut, mereka pun berjalan menuju ke mobil Dimas yang parkir tak jauh dari depan kampus. Sempat Dinda menoleh kebelakang dan melihat Dika juga Fatih yang berdiri menatapnya pergi.

Kemudian Dimas membuka kan pintu mobil dan mempersilahkan Dinda masuk. Dinda ragu, namun Dimas sedikit memaksa Dinda untuk masuk kedalam mobilnya. Setelah Dinda masuk, Dimas memasangkan seatbelt dan setelah itu Dimas menutup mobilnya dan berputar ke arah pintu kemudi. Tak lama kemudian Mobil Dimas bergerak meninggalkan kampus itu.

"Ayo sayang, kita pulang" ucap Dika saat menggendong Fatih dan mengajaknya pulang

"Tapi Unda,,,," ucap Fatih terdengar sedih

"Kita pulang ya,," ucap Dika berjalan menuju ke parkiran motor Vespanya.

.

.

.

.

. To be Continue gaesssss 🤗

Maaf telat update, pasti nungguin banget kannnn?!🤭

1
Tian tika
tp kisah bu nanad yg jahat sma mantu nya ada loh thor,, dn sadar pas dia jatuh sakit dan strok.. yg ngurusin mantunya
Tian tika
pertama bubur ayam,, skrg seblak.. 🤭
Tian tika
ngakak. ragara baca kata "kepletet" doank 🤣🤣🤣
Tian tika
mulaaii deh sieraa menggataalll
Tian tika
hormon bumil mulai muncul 🤭
Tian tika
sieraaa kiniiiihhh,, pling dia main api sama pejabat² tinggi biar bsa leluasa mainin dika... iihhh dasar uler kadut
Tian tika
udah nampak ko hilalnya
Tian tika
jangan² juragan empang ini yg akan jadi jodohnya dimas 🤭🤭
Tian tika
gaya helikopter,,cicak nemplok didinding,,katak melompat 🤣
Tian tika
iihh aku jga ikutan makin emeessshh tau ngga sih din sama abang dika mu 🥰🥰🥰
Tian tika
jangan sampe lu jadi ulet bulu
Tian tika
Najis bgt deh sama si dimas... iuuhhh
Tian tika
jgn sampe jadi ulet bulu nih pegawe baru
Rea Sitta
😂😂😂
Rea Sitta
Luar biasa
Pagit Tarigan
iklan terus
Pagit Tarigan
iklan trus
bhunshin
Dara....???? si dara....??? oh iya Kerang dara🤣🤣🤣🤣
bhunshin
wah 36 nomer benda keramat 🤣🤣
bhunshin
ah kasihan bgt si Dika 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!