Quen, gadis biasa penjaga toko. Ia tidak segaja mengijak kodok lalu terjatuh.
Quen tersadar dirinya berada disebuah kamar permaisuri suatu kerajaan. Dayangnya bernama Sri berkata"nona permasuri Quena anda sadar, syukurlah"
"Kamu siapa?kenapa aku disini?"tanya Quen.
"Nona saya dayang nona, namaku Sri. Nona permaisuri terpeleset kekolam, tuan pangeran ke2 sangat menghawatirkan keadaan nona"jawab dayang Sri.
"Apaaa aku permaisuri???"teriak Quen.
Penasaran kelanjutanya. Baca ya kisah seorang gadis biasa-biasa menjadi Ratu. bocah dibawah umur dilarang baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juhridan Rambe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pangeran ke 2 Cemen .
"Yuhuuuu, Aca aca". Queen yang mandi di bak, membayangkan Emas satu peti. Memainkan Air, layaknya anak kecil.
Ha-ha-ha, pasti aku kaya. Ye ye. Asyik kagak jadi kaum Kismin lagi. Hehehehe. Coba Aku kaya dikehidupan modern, pasti ketampar uang orang yang bilang aku miskin.
Apalagi, itu mamak-mamak tukang gosip. Miskin dihina, Kaya dicurigai. Tapi peduli amat, yang penting aku kaya. Emasku banyak, hidupku bahagia. Sayangnya Di era kerajaan.
Queen pun keluar dari bak, dan mencari baju cantik. Berdandan cantik, memakai lipstik merah.
"Uhu, kurang minyak wangi.Tara, Sari Pati Vanila. Pasti beraroma harum, tidak busuk seperti pangeran ke 2. Bau kentut.Wkwkwkkk" . Ucap Queen.
Queen pun menari-nari bahagia. Didalam kamar.
Tok tok tok.
"Masuk, gak di kunci" suruh Queen.
Kreekkk (suara pintu dibuka). Terlihat Dayang Sri yang sudah tampil cantik.
" Ohh kamu dayang Sri. Sini, aku ingin cerita" Queen pun melambai-lambai kearah Dayang Sri.
Dayang Sri pun mendekati Queen. Lalu Queen pun bercerita panjang lebar. Dayang Sri terbahak-bahak mendengar cerita Queen.
" Jadi Nona, sekarang Tuan Yoga dirawat dimana??".
" Dibawa ditabib, orang mukanya bonyok dihajar Azima" Jelas Queen.
" Berarti tuan Azima, juga ditabib menunggu tuan Yoga??".
" Azima mengambil Emas di Istana utama. Oh ya dayang Sri. Aku ingin menyambut emasku. Tolong Ambilkan aku makanan ya". Suruh Queen.
" Baik nona" Dayang Sri pun mengambil makanan, untuk nonanya.
Hingga makanan habis, Azima tidak muncul batang hidungnya. Hingga Queen pun Bosan.
" Hai ya, Bosannnn menunggu. Lama sekali Azima ini" Eluh Queen.
" Nona, ingin keluar dari kamar??"Ajak Dayang Sri.
" Baik, Ayo kita keluar mencari sesuatu yang menyenangkan" Lirik Queen.
Mereka pun keluar kamar. Setelah berjalan ditaman istana Azima. Queen pun merasa tidak semangat.
" Nona, Jangan Cemberut begitu" ucap Dayang Sri.
" Kita bermain apa ya???? sudah sore tapi Azima belum datang membawa emasku. Sungguh membosankan". Eluh Queen.
Dayang Sri pun mengendikan bahunya. Mengisyaratkan, bahwa ia tidak punya saran.
Queen pun merenung, mencari Ide. Saat Queen merenung. Tiba-tiba terdengar suara keras di Di pintu masuk istana.
" Queen, Keluar ko. Aku tau kamu didalam. Keluar." Ancam pangeran ke 2 yang datang dengan sebuah parang besar.
" Aku tau, pasti penyakit ini. Kamu yang kirim lewat guna-guna. Aku tau kamu tidak terimakan, kalau aku menceraikan mu." Teriak pangeran ke 2.
Waduh, pasti mau bikin ulah si pangeran mesum tuh. Kapan aku mengirim guna-guna??. Aku lebih bahagia dia ceraikan. Kepedean kali pangeran ke 2.
Queen pun membisiki dayang Sri, untuk mengambil batang bambu besar dan sesuatu dikamar Queen. Dengan cepat dayang Sri pun pergi mengambilnya. Sedangkan Queen dengan santainya berjalan menuju pintu keluar istana.
" Kenapa Ribut-ribut????" sambil Ngupil.
" Aku tau, penyakitku ini. Ulah mu kan???". Geram Pangeran ke 2.
" Dari mana kamu bisa menebaknya??". Tatap Queen, dengan wajah Songgong.
" Halah, tidak usah kamu basa-basi. Aku tau aku sakit hati karena aku ceraikan? ia kan?"
" Idihhh, siapa juga yang sakit hati. Aku bahagia kamu ceraikan. Lagian apa gunanya, aku sakit hati". Bantah Queen.
" Ayo, Lawan aku. Jangan jadi pengecut." Ucap Pangeran ke 2.
" Kamu kira aku takut, Baiklah. Ku tunjukan senjataku." Queen pun kedalam menemui dayang Sri.
" Nona, sudah jadi seperti Keinginan nona." ucap Dayang Sri.
" Persis seperti keinginan aku". ucap Queen.
Queen pun menyalakan api disumbu bambu.
BOOoooMMMMmmm ( Suara menggelegar)
Membuat nyali pangeran ke 2 menciut. Hatinya bertanya-tanya, senjata apa yang akan dikeluarkan oleh Queen. Suaranya menggelegar seperti petir.
BOOooooMMMMmm (Suara menggelegar) untuk kedua kalinya.
Membuat orang yang mendengar suara itu ketakutan. Tapi Dayang Sri dan Queen malah tertawa.
" Bagus kan dayang Sri???"
" Iya nona, saya tidak tahu kalau bambu ini bisa mengeluarkan suara keras".
" Ayo kita bunyikan kembali" Ajak Queen.
Dayang Sri pun mengangguk. Tanda setuju.
BOOOOOMMMMMMM ( suara mengelegar kembali berbunyi).
Bulu kuduk pangeran ke 2 pun berdiri, karena takut. Pangeran ke 2 pun pergi meninggalkan tempat itu, karena takut.
Saat Queen akan keluar, dan ia melihat pangeran ke 2 pergi. Queen pun kembali kedalam istana.
lama tau kak nungguin anda