Roni seorang laki-laki dari sebuah desa pelosok,dia hanya lulusan sekolah dasar,walaupun dia anak satu-satunya tapi orang tuanya tidak mampu melanjutkan sekolah anaknya,karena keadaan ekonomi yang serba kekurangan,Bapaknya Roni bukanlah orang yang gigih dalam bekerja.
Risa adalah teman Roni sjeak kecil mereka berdua saling jatuh cinta,dan cintanya berlanjut sampai dewasa.Demi mendapatkan restu dari Bapaknya Risa,Roni di tuntut harus bisa menjadi orang kaya melebihi kekayaan Bapaknya Risa.
Demi memperjuangkan cintanya,Roni membulatkan tekadnya untuk merantau di kota Jakarta,yang dia ketahui Jakarta adalah kota yang banyak uangnya,banyak orang sukses dan menjadi kaya raya.
Ternyata tidak mudah hidup dikota itu,Roni mengalami banyak rintangan disana,hingga membuat nyawanya hampir melayang di tangan para preman.Beruntung ada seorang kakek yang hidup sebatang kara menolongnya,yang setiap hari kerjanya sebagai pengemis.Roni di rawat sampai sembuh .
Ronipun membalas kebaikan kakek itu,dengan selalu menemaninya saat mengemis.Roni di anggap seperti cucunya sendiri,tidak begitu lama kakek mengemis bersama Roni tibalah ajalnya.
Karena sudah tua tibalah ajalnya,dan ternyata sang kakek tua itu mempunyai simpanan banyak uang hasil dari mengemis selama bertahun-tahun.
Apakah Kakek tua itu akan mewariskan simpanan uangnya pada Roni?.
Apakah Roni bisa kaya melebihi Bapaknya Risa dalam satu tahun?
Simak kelanjutannya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon munasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Terpental
Hari sudah sore, Kakek mengajak Roni untuk pulang.
"Ron, ayo kita pulang.Gimana udah puas kdn jalan-jalannya."
"Iya Kek, hari ini aku seneng banget, rasa sesak di dalam dada juga sudah hilang."
"Ayo kita pulang, ntar keburu maghrib."
"Oke, Kek."
Roni menunggu bis di pinggir jalan raya, tak lama bis itu pun datang, Kakek Sabar dan Roni naik bis dan duduk bersama.
Kakek Sabar teringat, dia berrencana akan membelikan hand phone untuk Roni. Kakek melihat toko hand phone ada di sisi jalan sebelah kanan, Kakek minta berhenti.
"Kiri, kiri bang," Kata Kakek Sabar minta turun.
"Ayo Ron, kita turun di sini," Kakek mengajak Roni turun. Mereka berdua sudah turun.
"Kok turun di sini Kek, ada apa?" tanya Roni.
""Kakek mau membeli sesuatu di seberang jalan, kamu tunggu di sini," Pinta Kakek.
"Biar Roni aja Kek yang beliin, jalanannya rame, hari juga hampir gelap," Kata Roni nggak tega sama Kakek Sabar yang mau nyeberang di jalan yang ramai.
"Kakek mau beli sendiri Ron. Sudahlah kamu tunggu di sini aja."
"Baiklah, kalau Kakek memaksa."
"Hati-hati Kek, nyebrangnya," pesan Roni
Seorang cewek mengendarai mobil,sambil berbicara di telfon. Dia di sibukkan dengan obrolannya di telfon, tanpa sesrkali melihat di depan jalan yang sudah hampir gelap.
Kakek Sabar baru melangkahkan kakinya,untuk menyeberangi jalan untuk membeli hand phone di toko seberang jalan. Wanita itu masih mengendarai mobilnya dengan di sibukkan obrolannya di telfon, tanpa melihat di depan jalan ada orang nyeberang.
Mobil itu pun menabrak Kakek Sabar. Beruntung mobil itu pelan, Kakek sedikit tepental dan sedikit terluka.
Wanita di mobil itu kaget di buatnya. Begitipun juga Roni melihatnya, dan berteriak.
"Kakeeeek..."
Roni berlari menghampiri Kakek Sabar yang terpental, dan memeluknya.
"Kakek tidak papa," ucap Roni khawatir sekali.
Semua kendaraan yang melewati mobil itu berhenti. Banyak orang yang mengerumuni Kakek Sabar yang sedikit terluka dan masih sadarkan diri.
Banyak orang menggedor-gedor pintu mobil wanita itu, dan menyuruhnya keluar. Wanita itu pun sangat ketakutan.
"Ayo keluar," kata orang-orang.
Mau nggak mau wanita itu pun keluar. Dia keluar sambil meminta maaf. Banyak orang yang menyalahkannya.
"Maafkan saya, saya tidak sengaja," Wanita itu memohon-mohon pada orang-orang yang menyalahkannya.
Kata-kata cemoohan banyak menghampiri wanita itu. Dia mencoba mrndekati Kakek Sabar dan Roni. Dia mrlihat Roni yang sedang merangkul Kakeknya sembari menangis.
"Sudahlah, Kakek nggak papa," kata Kakek yang menahan sakitnya.
Cewek itu bernama Rima, dia adalah kakaknya Gita. Dia baru pulang kerja dengan mengendarai mobilnya yang nggak hati-hati dan menabrak Kakek Sabar, hingga terluka.
"Maafkan saya Kek, saya kurang hati-hati."
"Maafkan saya."
Rima ketakutan dan minta maaf tanpa henti.
Roni masih sibuk dengan tangisannya, karrna nggak tega melihat Kakek terluka.
"Ayo tanggung jawab, kamu harus tanggung jawab," kata salah sayu orang yang meminta pertanggung jawaban.
"Ya, ya, saya akan bertanggung jawab, :kata Rima sambil menundukkan kepala.
"Ayo bawa masuk ke mobil, saya akan membawanya ke rumah sakit."
Roni membopong Kakek Sabar yang terluka masuk ke dalam mobilnya Rima.
Mobil Rima meninggalkan tempat itu,dan kerumunan pun selesai.
"Gimana Kek sakit semua," tanya Roni di dalam mobil.
"Sudahlah, kamu nggak usah terlalu khawatir, Kakek nggak papa,hanya kakinya Kakek nggak bisa di gerakkan."
"Maafkan saya Kek,saya nggak sengaja, gara-gara saya Kakek jadi begini," kata Rima.
"Mangkanya mbak hati-hati dong, kalau nyetir mobil,",kata Roni sedikit marah dan menatap ke wajah Rima, yang sudah terlihat dewasa itu,namun terlihat cantik. Roni jadi teringat Risa yang se umuran dengannya.
"Lihat ni Kakek saya jadi begini."
"Maafkan aku mas, aku tadi khilaf,aku nyetir mobil sambil nelfon," Kata Rima minta maaf pada Roni, sambil menyetir.
Sambil menyetir,Rima melirik ke wajah Roni yang tertunduk sedang bicara dengan Kakek yang terlihat tampan itu.Rima kaget dan kikuk di buatnya,tiba-tiba Roni melihatnya.
"Dug, dug...," suara jantung Rima berdegup kencang, melihat ketampanan Roni.
"Ya Alloh, dia ganteng banget, dia seperti pangeran turun dari langit.Kenapa jantungku berdegup kencang, aku tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya," kata Rima dalam hati.
Akhirnya sampailah di rumah sakit. Roni membopong Kakek Sabar keluar dari mobil dan membawa masuk ke dalam rumah sakit. Risa mengikutinya dari belakang.
Sampai di dalam, Kakek berbaring di ranjang dan di bawa ke ruangan untuk di periksa.
Roni menunggu di luar bersama wanita itu. Roni duduk di sebuah bangku tunggu. Sedangkan Rima masih berdiri mondar-mandir, dia merasakan hatinya yang sedang nggak karuan.
"Hai kamu,ngapain berdiri saja, ayo duduk sini",pinta Roni pada wanita itu.
Rima terbelalak dan gugup menjawabnya. Sepertinya Rima sedang merasakan jatuh cinta, namun dia nggak tahu, karena dia belum pernah jatuh cinta.
Rima pun mendekati Roni dan ikut duduk di sampingnya. Rima semakin deg, degan.
"Kenapa sih aku deg,degan terus, di dekat cowok ini tapi aku merasa seneng banget, apa ini yang di namakan jatuh cinta," kata Rima dalam hati.
"Apa aku sedang jatuh cinta," ucapnya lagi.
"Aku Roni,kamu siapa?" Roni mengajaknya berkenalan, karena nggak enak memanggil tanpa namanya.
Roni menjulurkan tangannya dan Rima salah tingkah di buatnya.
"Ya,aku Rima," Rima juga menjulurkan tangannya,mereka berdua bersalaman.mereka mengobrol sambil menunggu Kakek di periksa.
"Mudah-mudahan Kakek kamu nggak papa ya Ron."
"Ya,mudah-mudahan lukanya nggak parah.Tapi aku kasihan sekali sama Kakek dia sudah tua ditambah harus merasakan sakit karena kecelakaan," keluh Roni.
"Itu semua gara-gara aku, sekali lagi aku minta maaf.Aku berjanji aku akan bertanggung jawab atas semua ini. Aku akan membiayai semua pengobatan Kakek mu sampai sembuh," ucap Rima bersungguh-sungguh.
Seorang Dokter keluar dari ruangan pemeriksaan, Roni segera menghampirinya.
"Bagaimana Dok, keadaan Kakek saya," tanya Roni dengan perasaan was-was.
"Ada sedikit tulang retak di kakinya,tapi nggak begitu parah,kami sudah mengobati,paling beberapa hari sudah pulih lagi.Nggak parah kok lukanya,tapi harus di rawat di sini",kata Dokter itu.
"Makasih pak"
Roni segera masuk keruangan, menemui Kakek.
"Gimana Kek, apa masih terasa sakit Kakinya,," Tanya Roni pada Kakek.
""Sudah mendingan Ron."
"Syukurlah Kek lukanya nggak terlalu parah, maafkan saya ya Kek, gara-gara saya Kakek harus berbaring di rumah sakit," ucap Rima.
Rima berpamitan pada Kakek dan Roni karena sudah malam, dia berjanji besok akan ke sini lagi.
tapi uang tak cukup
Haiii kak..aku udah hadirrr
jngn lupa like back yhh di karyaku
klik akun ku!
hadiirrr
smngatt br karyaa ka
goodluck .,🤗
#ketika takdir menyatukan aku dan mereka.
#Mencintai mu dalam gelap