Sandi Airlangga merupakan anak bungsu dari pasangan Arianto Airlangga dan Sari Anggraini. Dia memiliki kakak bernama Elviana Airlangga. Sandi adalah seorang anak yang cerdas, pengertian, dan sangat penurut pada orang tuanya.
Kedua orang tuanya ingin menjodohkan Sandi dengan perempuan pilihan mereka. Sandi yang tidak bisa berbuat apa-apa terpaksa mengikuti keinginan orang tuanya itu.
***
Astiara Steviana merupakan anak sulung dari pasangan pak Arifin dan bu Lilis. Ia memiliki seorang adik bernama Dani. Dia adalah seorang gadis yang cantik, baik, dan ramah.
Steviana adalah gadis yang hendak dijodohkan dengan Sandi. Perjodohan ini terjadi sebab ayah Sandi dan ayah Steviana sudah lama bersahabat. jadi, untuk mengikat tali persahabatan mereka, mereka memutuskan menjodohkan kedua putra putri mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Samuel Christian Sitinjak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Usai membersihkan diri, Sandi dan Tiara melangkahkan kaki mereka menuju meja makan.
"Mari dimakan nak," kata bu Lilis kepada Sandi.
"Iya bu," kata Sandi dengan anggukan yang diselingi oleh senyuman.
Mereka menyantap makanan dengan nikmat.
"Bu, aku hari ini akan pergi jalan-jalan ke taman raya dan ke wahana hiburan," kata Doni dengan gembira disela-sela ia menyantap makanannya.
"Benarkah? seru sekali donk nak!," kata bu Lilis.
"Iya bu," kata Doni.
"Kamu akan pergi dengan siapa ke sana?," tanya bu Lilis.
"Aku akan pergi dengan kak Tiara dan mas Sandi," kata Doni.
"Oh begitu?," kata bu Lilis.
"Iya bu," kata Doni.
"Kamu memangnya hari bisa menemani adikmu pergi berlibur ke wahana hari ini?," tanya bu Sari.
"Bisa kok bu, Tiara sudah memberi tahuku tentang kepergian kami hari ini bersama Doni tadi malam," kata Sandi berbohong.
"Oh begitu," kata bu Lilis.
"Iya bu," kata Sandi.
Tiara kaget kenapa Sandi berbohong? Sebab, tadi malam Tiara tidak membicarakan apa-apa kepadanya mengenai hal ini. Tapi Tiara merasa senang, karena tidak perlu menanyakan apa Sandi bisa menemani dirinya dan Doni hari ini? karena jawabannya sudah pasti bisa.
"Apakah bapak dan ibu ingin ikut juga hari ini bersama kami?," tanya Sandi.
"Haduh, tidak usah nak. Bapak dan ibumu ingin bekerja ditoko hari ini. Akan ada banyak barang masuk hari ini karena persediaan toko sudah menipis," kata pak Airlangga.
"Seperti itu ya pak. Baiklah, tidak apa-apa kalau begitu," kata Sandi.
Usai menyantap sarapan pagi, Sandi kemudian memanaskan mobilnya. Dia memanggil Doni dan Tiara untuk segera cepat keluar dari rumah.Tiara dan Sandi duduk dikursi paling depan sedangkan Doni duduk dikursi tengah.
"Dimana wahana hiburan itu Tir?," tanya Sandi saat fokus menyetir.
"Tidak jauh kok mas, sekitar 20 menit lagi sampai kok mas," kata Tiara.
"Baguslah, ternyata tidak terlalu jauh," kata Sandi.
"Iya mas. Mas, kenapa mas tadi berbohong?," tanya Tiara.
"Berbohong? berbohong soal apa?," tanya Sandi balik.
"Soal kepergian kita bersama Doni," kata Tiara.
"Oh, tidak apa-apa. Aku ingin menunjukkan sedikit rasa peduliku pada Doni," kata Sandi.
"Terima kasih banyak ya mas. Aku minta maaf ya mas, aku sudah menjanjikan sesuatu yang berhubungan dengan mas tapi belum bertanya terlebih dahulu kepada mas?," kata Tiara.
"Iya, tidak apa-apa. Santai saja," kata Sandi.
Mereka kini sudah sampai diwahana permainan setelah menghabiskan hampir setengah jam perjalanan dimobil.
Tiara terlebih dahulu membeli tiket sebagai syarat masuk ke dalam wahana. Sandi sudah memberinya sejumlah uang. Tiara juga membeli beberapa makanan ringan untuk cemilan sederhana. Doni segera mengambil beberapa tiket yang dibeli Tiara yang akan digunakan untuk memainkan bermacam-macam permainan.
Sandi dan Tiara juga memainkan beberapa permainan. Sandi yang melihat permainan ''lempar gelang'' menjadi tergerak ingin memainkannya.
"Tir, ayo kita main itu!" kata Sandi sambil menunjuk ke arah permainan lempar gelang tersebut.
"Lempar gelang ya mas?," tanya Tiara.
"Iya," kata Sandi dengan anggukan.
"Ayo mas," kata Tiara.
Doni sedang asyik memainkan permainan kuda-kuda. Letak permainan tersebut tidak jauh dari tempat bermain lempar gelang yang akan dimainkan Sandi dan Tiara.
"Don, jangan jauh-jauh ya dari kakak dan mas! kalau mau pindah tempat ke permainan lain harus bilang sama kakak dan mas," kata Tiara mengingatkan adik bungsunya itu.