Ardi Wijaya.
seorang mahasiswa siswa kedokteran berusia 20 tahun. pria tampan. yang memiliki tinggi tubuh 175 cm. kulit putih dan berhitung mancung. pintar dan juga Soleh harus patah hati ketika gadis yang di cintai nya menerima lamaran dari bosnya.
ia juga harus menerima di jodohkan dengan adik dari gadis tersebut. yang bernama Aisah. seorang gadis yang cerdas dan juga ceria. apa kah Aisah bisa mengantikan posisi kakaknya di hati pria tampan itu?
bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 35
Ardi membuka pintu apartemen milik sahabnya itu. Aisah duduk di kursi sofa yang ada di ruang tamu.
" Adek mauminum gak? " tanya nya.
" Ica aja yang buat Abang mau minum apa?" tanya Aisah yang berdiri dari duduknya.
" air dingin aja Dek tadi sudah banyak minum yang manis." pintanya ketika ia mencacarkan pantatnya di kursi. Ardi mengeluarkan Al-Qur'an saku dari kantong baju kemeja nya.
" Abang bawak ini terus?" tanya Aisah saat ia memegang Al-Qur'an Tersebut.
" Iya Abang selalu mengusahakan membaca Al-Qur'an walaupun hanya 5 hingga 10 menit ucap Ardi.
Aisah menganggukkan kepalanya.
" Ica ambil minum dulu ya bang." ucapnya yang mendapat balasan angukan dari Ardi. Aisah berjalan menuju ke dapur tidak lama kemudian Aisyah membawa 2 gelas air dingin di tangannya ia memberikan kepada Ardi.
"Abang kalau mau tidur, tidur aja Ica bakalan main HP." ucap gadis tersebut setelah mereka meminum air dingin dari dalam gelas tersebut . Aisah memegang ponsel di tangannya.
' ya udah kalau gitu Abang tidur ya nanti bangunin Abang jam 3.30 soalnya mau siap-siap." ucapnya.
" siip." jawab aisah
arti merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang ada di ruang tamu tersebut. Ia memejamkan matanya, tidak lama kemudian ia sudah tertidur.
Aisah merebahkan tubuhnya di lantai yang dialas karpet bulu berwarna krem. ia mengalas kepalanya dengan bantal dari kursi sofa tersebut. Aisah memainkan ponselnya. namun tidak lama setelah itu. ia juga tertidur dengan ponsel di tangannya.
Andi terbangun saat dilihatnya jam dinding sudah menunjukkan pukul 3 sore.
iya kemudian berjalan menuju kamar mandi. ia mulai mandi dan kemudian ia keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi. dia mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk dan kemudian merapikan rambutnya ia juga memakai sedikit parfum.
di lihat nya gadis tersebut sedang tertidur di atas sofa Ardi tersenyum memandangnya. " "katanya mau bangunin Abang eh malah ikutan tidur . ucapnya sambil memandang gadis tersebut yang sedang terlelap.
Ardi kemudian membangunkan gadis itu dengan sedikit menepuk-nepuk pipinya Ia juga mencoel hidungnya .Aisyah mulai membuka matanya Ia Melihat Ardi sudah berada di depannya
"Ica ketiduran." ucapnya kemudian.
Ardi tersenyum melihat gadis tersebut. " Adek mau mandi gak?" tanya nya.
" Ica gak bawa baju." ucap gadis tersebut.
" pakai switer Abang mau?" ucapnya yang masih duduk di samping gadis tersebut.
Aisah kemudian mengangguk kan Kepala nya. Ardi membuka switer hitam yang di pakai nya dan memberikan kan switer tersebut ke Aisah. Ia hanya memakai baju kaos berkerah warna biru.
" Ini handuk nya dek." ucapnya sambil memberikan handuk putih miliknya.
Aisah memandang handuk tersebut.
" ini handuk Abang atau handuk nya bang Ari?" tanya nya sebelum ia mengambil handuk tersebut.
" handuk abang. " jawab Ardi.
Aisah mengambil hantu tersebut dan masuk ke dalam kamar mandi.
Ardi membuka ponselnya. Ia melihat begitu banyak pesan wa yang masuk dari ana yang menanyakan kabar nya.
saat ia mengatakan akan kembali ke Indonesia, ana bersedia mengantikan ia peraktek di rumah sakit. mengingat ana kosong di hari tersebut.
Ardi membalas pesan wa tersebut. setelah ia membalas pesan wa dari ana dan mengabari ia berangkat jam 8 malam jam Indonesia. Ardi menyimpan kembali ponselnya.
Aisah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang lengkap. ia melilitkan handuk di rambutnya yang panjang. ia kemudian duduk di sofa dan mengeluarkan alat makeup nya dari dalam tas tersebut. pelembab wajah, bedak Wardah yang tabur, kemudian pelembab bibir. gadis itu menepuk-nepuk bedak tersebut ke wajahnya. Ardi hanya memandang nya saja.
Ardi mengambil lip close tersebut, dan kemudian ia membuka tutup lip tersebut. ia mencium bau lip close tersebut yang beraroma buah strawberry. ia membuka satu lagi yang beraroma min.
" kenapa banyak rasa?" tanya Ardi ketika ia membuka yang beraroma jeruk.
" Gak tau." jawab nya. mungkin biar enak di cium. jawab nya kemudian sehingga kening Ardi berkerut dan kemudian ia tersenyum.
"udah bang." ucap Aisah saat ia sudah merapikan fasminah nya
Ardi memasukkan barang-barangnya ke dalam tas ransel miliknya. ia sedikit ragu saat akan memasukkan handuk ke dalam tas tersebut.
" kenapa bang?" tanya Aisah yang memperhatikan Ardi.
" Handuknya basah Abang tinggal di sini aja ya." ucapnya.
" Ica bawak aja." ucapnya sambil mengambil handuk tersebut dan memasukkan nya ke dalam tas sandang nya yang cukup besar.
Ardi mengambil Al-Qur'an nya yang tadi di letak nya di atas meja. dan kembali mengantongi Al-Qur'an kecil tersebut.
" Abang sudah hafal 15 jus. Ica mau minta surat apa yang jadi mahar besok." ucapnya
yang membuat dada gadis itu berdebar semakin kuat.
" Nanti Ica pikirkan dulu. " ucap nya sambil tersenyum.
Aisah memegang dadanya. detak jantungnya semakin kuat saat pria itu mengengam tangan nya.
Ardi melihat pesan yang di kirim Ari yang mengatakan bahwa ia sudah pulang.
Ardi yang sudah duduk di kursi kemudi nya. mulai memijak gas setelah ia memakai sabuk pengaman.
ia memandang wajah gadis tersebut. yang sudah tidak banyak bicara seperti biasanya.
" Adek lagi sakit perut?" tanya Ardi.
Aisah menggelengkan kepalanya. " emang kenapa?" tanya nya kemudian.
"Katanya bisa diam kalau lagi sakit perut haid." ucap Ardi. yang membuat Aisah tertawa.
" Bang, makasih ya." ucap Aisah yang memandang wajah Ardi.
" untuk apa?" tanya nya.
" untuk kebahagiaan yang udah Abang kasih ke Ica. " jawab nya.
Ardi Tersenyum dan kemudian mengusap puncak kepala gadis itu.
mobil nya Berhenti tepat di depan rumah sakit tempat kerja Ari.
pria itu berjalan dengan gagahnya menuju mobilnya yang terparkir.
******
like komen dan vote nya ya.
biar author tambahan semangat.
terimakasih atas dukungan nya. 😊😊😊🙏🙏🙏.
ada yang minat agar mereka jangan sampai melakukan apa-apa. jadi author buat mereka tertidur. 😊😊😊
maaf ya capter kali ini lebih sedikit gak sampai 1000. nanti capter selanjutnya akan bayar hutang.