NovelToon NovelToon
Janda Perawan Yang Soleha

Janda Perawan Yang Soleha

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pengantin Pengganti / Duda
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Putri Tanjung

Adinda Kinanti terpaksa menerima permintaan sang majikan untuk menjadi istri putra mereka karena pengantin wanitanya kabur sehari sebelum akad nikah dilakukan.
Selama satu bulan usia pernikahannya, Adinda tak pernah sekali pun dianggap sebagai seorang istri oleh Reza Madani melainkan tetap layaknya orang asing yang bahkan tak pernah disentuhnya.
Apakah Adinda akan tetap mempertahankan rumah tangganya? Ataukah memilih untuk pergi demi mencari kebahagiaan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Tidak Setuju

Hari ini merupakan weekend dan Akram sengaja tidak berangkat bekerja karena lelaki itu ingin melihat apa yang akan dilakukan Adinda dengan Putri kecilnya. Nyonya Ramindra sedikit curiga dengan kelakuan Sang putra yang selama ini sangat gila kerja tapi entah kenapa, tiba-tiba saja hari ini anak semata wayangnya yang sudah memiliki gelar sebagai duda itu terlihat keluar dari kamar dengan pakaian sampai ala rumahan.

Kaos oblong berwarna biru dengan celana denim 3/4 menutupi sedikit otot yang menonjol di bagian kakinya. Rambut rapi tertata dengan klimis, tersenyum cerah padahal tak ada seorangpun yang berada di hadapannya. Tentu saja sang mama semakin merasa curiga jika kedatangan Adinda di rumah mereka telah membuat Putra kutubnya mulai mencairkan es yang meleleh ke mana-mana.

“Kamu nggak kerja, Nak?” tanya Nyonya Ramindra yang sedang berjalan meletakkan koran pagi ke atas meja.

Akram menoleh memberikan senyuman diiringi kedua alis yang naik turun, “Gimana menurut Mama penampilanku, udah ok belum?”

Nyonya ramindra mengernyitkan dahi, merasa bingung dengan pertanyaan Sang putra padahal selama ini duda satu anak itu sama sekali tak pernah mempertanyakan soal penampilan tentang dirinya. ‘Apa anakku kesambet ya atau semalam mimpi kejatuhan Bidadari?’ batin Nyonya Ramindra di dalam hati.

“Mama ditanya kok malah diem aja? Emangnya Mama nggak mau kalau anakmu yang udah duda selama dua tahun lebih ini dilirik lagi sama perempuan lain? Atau Mama lebih kepengen kalau Akram menduda sampai berkarat?” Lelaki itu menaikkan sebelah alisnya seolah-olah sedang bicara pada orang lain.

Huft!

Sang Mama bukannya menjawab tapi malah menghembuskan nafas ke udara begitu kasar, seolah-olah pertanyaan putranya barusan merupakan sesuatu yang tidak masuk akal dan akan menjadi beban tambahan di kepalanya yang sudah mulai merasa lelah.

“Sejak kapan kamu mulai mau memikirkan tentang perempuan, hem? Bukannya mama sudah sering membuatkan kencan buta untukmu? Kamu jangan pura-pura amnesia, Akram? Bahkan sepertinya mama sudah menyodorkan lebih dari 20 orang gadis perawan untuk menjadi Ibu sambung putrimu dan kamu selalu memiliki alasan untuk menolaknya! Mama sudah merasa capek mendengarnya.” Wanita paruh baya itu meninggalkan Akram yang hanya nyindir kuda dengan jari menggaruk kepala.

“Itu kan dulu, Ma. Kalau sekarang udah beda, Gimana kalau mama jodohin Akram dengan Bundanya Caca?” pria itu mengikuti sang mama menuju ruang makan karena mereka sebentar lagi akan melakukan sarapan pagi.

Sontak saja mendengar kalimat yang diucapkan putranya itu membuat Nyonya Ramindra menghentikan langkahnya, membalikkan tubuh dan menatap tajam wajah sang duda beranak satu.

“Jangan bilang kamu jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap istri orang! Adinda kan yang kamu anggap sebagai Bundanya Caca itu?” Nyonya Ramindra menyipitkan kedua mata seolah menyelidik, jika apa yang ada di dalam pikirannya semenjak bertemu dengan korban yang ditabrak putranya itu, dia melihat dan bisa merasakan kalau Akram seperti anak remaja yang sedang mengalami fase Pubertas.

Akram tidak menjawab, pria itu mengedikkan kedua bahu dan berlalu melewati mamanya, dasar duda tak punya akhlak! Kedua bola matanya bahkan melebar sempurna diiringi senyum merekah, seketika kaki jenjang dan panjang miliknya semakin melangkah cepat setelah melihat dua perempuan beda generasi sedang bercengkrama ria di meja makan.

“Nah pintar, kalau Caca banyak makan seperti ini pasti nanti bakalan cepat gede dan bisa pergi sekolah bertemu sama teman-teman yang banyaaak banget,” ucap Adinda ketika memperlihatkan piring makan si Putri kecil baru saja bersih di lahap habis sampai tandas.

“Holeee, Caca anak pintal.”

Muach!

Muach!

“Bunda juga pinta; dan Caca makin cayang cama Bunda!” semangat anak itu sembari mengalungkan kedua tangan di leher Adinda.

Akram iri melihat sang putri memberikan kecupan singkat di pipi kiri dan kanan Adinda, membuat pria yang tanpa dua perempuan itu sadari sedang berdiri mengerucutkan bibir karena Caca jarang sekali memperlakukannya dengan manja seperti itu.

Ekhem!

“Selamat pagi, Adinda. Bagaimana tidurmu semalam?” Akram bertanya dengan raut muka kembali pada mode aslinya seperti Kanebo kering, kaku dan datar.

Adinda menoleh dan melihat Akram yang sedang menarik salah satu kursi persis di hadapannya, “Alhamdulillah tidur saya sama sekali tak terganggu dengan kehadiran Caca,” jawabnya singkat.

“Oh ya Tuan, saya mau mengucapkan terima kasih sekali lagi karena sudah menampung saya tinggal di sini tapi sepertinya kurang etis jika saya berlama-lama tinggal di rumah Anda. Jadi saya ingin berpamitan karena Ins yaa Allah, nanti siang saya akan pulang ke rumah suami saya lagi,” ucapnya dengan mengembangkan senyum ramah.

‘Karena aku harus menyelesaikan urusanku dengan Mas Reza sesuai dengan kesepakatan yang pernah kami tanda tangani berdua,’ lanjutnya di dalam hati.

Namun, Akram memperlihatkan raut wajah yang berubah. “Saya tidak setuju!”

Semoga semua yang membaca sudi meluangkan waktu untuk memberikan like dan komentar, ya ... trimakasih. Ope-lope buat yang udah setia nunggu up detannya.

1
Zaidan
Biasa
Zaidan
Kecewa
Rina Delfita
Luar biasa
Ais Eka Prasyawati
geregetan banget sama si reza, rasa nya pengen tak getok aja kepala nya pakai gayung biar sadar
Wiwit Wilowati
ntar jodoh Aisyah dgn Rendy..😇😇😇
Wiwit Wilowati
gedein tuh gengsi nya.. ntar ditikung baru tau...😇
Wiwit Wilowati
makanya jgn semuanya bisa selesai dgn uang... penyesalan dtg terakhir..😭
Ricis
.
dewi rofiqoh
Apakah bu sundari akan memaafkan pak ramindra?
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
akhirnya up juga Uni. Gakpapa Uni mw disana apa disini, smoga sukses selalu yg penting aq masih bisa mengikuti 😊
we
sehat selalu uni🤗
Wiwit Wilowati
senjata makan tuan..😇😇
Wiwit Wilowati
enaknya kesedak tulang ayam..😇😇😇🤣🤣🤣 sok jual mahal...
Wiwit Wilowati
lebih baik jd janda muda terhormat drpd menderita...Krn kesombongan laki-laki yg gak py hati...
Wiwit Wilowati
rasakan tamparan papa mu...itu mmg pantas untuk mu yg py mulut gak pernah disekolah kan...😇😇😇
Wiwit Wilowati
orang baik hati itu mgkin sahabat Reza memberikan selamat dan yg jgn sentuh adinda klu tak mencintai nya... atau asisten Reza sendiri... nyesek kamu Reza lihat kenyataan nantinya kita tunggu ja waktunya akan tiba...😇😇😇
Wiwit Wilowati
Sabar Dinda biar kan si Reza berbuat sesuka hati nya... suatu saat dia pasti akan menyesal...org kok sombong nya amit2 deh...
Wiwit Wilowati
Reza manusia yg gak py hati.. pasti akhirnya kamu akan menyesal ditinggal adinda..
Anonim
Adindakan mc isterinya c reza napa dia harus ikut ke ruma org lain, tdk logik
dewi rofiqoh
Bu sundari lakukanlah apa yang menjadi pilihan dari hati terdalam udh, yakinlah anak dan menantimu akan selalu mendukungmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!