Contain Adult Story // Mengandung Cerita Dewasa🔞‼️
Vanya tidak punya pilihan lain ketika ayahnya menyuruh dia menikah dengan Lucas, seorang pewaris tahta Glory Holy Group.
Lucas sebagai pewaris tahta GH Group merasa posisinya sangat tidak aman. Bagaimana tidak, tujuh adiknya juga mengincar posisi itu. Hanya satu hal yang dapat menyelamatkan Lucas, yaitu menikah dan memiliki anak untuk memperkuat posisinya sebagai pewaris tahta.
Vanya dan Lucas terpaksa menikah demi kepentingan sendiri. Seiring berjalannya waktu, tumbuh benih-benih cinta Lucas tetapi Vanya malah meminta cerai.
Kenapa Vanya malah meminta cerai? Apa yang dilakukan Lucas saat Vanya meminta cerai? Akankah mereka bercerai? Bagaimana kehidupan mereka setelah bercerai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvina Stephanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lucas Berbohong
Vanya takut mimpinya itu akan menjadi kenyataan. Ditambah lagi dengan Lucas yang saat ini tidak menjemput dirinya tetapi bisa menelepon puluhan kali. Seharusnya dan sesuai logika, kalau Lucas sibuk, dia tidak akan bisa memegang ponsel apalagi menelepon Vanya sampai puluhan kali.
Akankah mimpi Vanya menjadi kenyataan?
Vanya.
Raya, Mily. Sedang apa kalian?
Vanya menghubungi teman-temannya untuk mengurangi ketakutannya.
Raya.
Di rumah. Ada apa?
Mily.
Di salon. Aku ingin tampil cantik di pesta pernikahanmu. Siapa tahu aku mendapat laki-laki di sana!^^
Vanya.
Aku sepertinya sedang gugup. Sekarang aku sedang dalam perjalanan ke tempat pesta untuk dirias.
Raya.
Meluncur!
Mily, ayo! Kamu nanti juga bisa dirias bersama Vanya. Kan suami Vanya pewaris tunggal GH Group.
Mily.
OK, sampai bertemu di sana!
Semoga saja dengan adanya kehadiran Raya dan Mily, rasa takut Vanya akan berkurang.
———
"Gila! Vanya! Kamu cantik sekali!" kata Mily.
"Kamu seperti tuan putri di negeri dongeng, Vanya." kata Raya.
Kini wajah dan rambut Vanya sudah selesai dirias. Tersisa waktu 1 jam lagi sampai pesta dimulai namun belum ada tanda-tanda kehadiran Lucas.
Di ruang rias sekarang hanya ada mereka bertiga. Para perias keluar sampai waktunya Vanya memakai gaun.
"Kalian tahu apa yang aku rasakan sekarang? Deg-deg an parah! Gila." kata Vanya.
"Hahahahaha! Tidak ada yang menyangka kalau kamu yang akan menikah pertama di antara kita bertiga." kata Raya.
"Betul. Aku justru berpikir kamu yang menikah terakhir." kata Mily.
"Raya, Mily. Tadi.. sebelum aku ke sini. Aku tidur di rumah." kata Vanya berbisik-bisik.
"Lalu?" tanya Raya.
"Aku mimpi.. kalau Lucas tidak datang di pesta pernikahan kita." kata Vanya.
"Gila!" pekik Mily.
"Kamu pikir mimpimu akan menjadi kenyataan seperti di dalam drama While You Were Sleeping?" sambung Mily.
"Entah kenapa aku seperti Nam Hong-joo yang takut sekali mimpiku menjadi kenyataan. Kalian tau? Lucas pergi bekerja dan menyuruh sopir yang mengantarku. Lalu, Lucas meneleponku puluhan kali sebelum aku bangun tidur." kata Vanya.
"Hey, Vanya. Kamu masih sering menonton serial drama, ya?" tanya Mily.
"Kenapa Lucas bisa meneleponmu puluhan kali? Dia kan seorang dokter. Seharusnya dia sibuk merawat pasien." sahut Raya.
"Nah! Nah ini. Ini yang aku pikirkan. Aku tidak menyamakan mimpiku seperti mimpinya Nam Hong-joo. Tapi ini yang aku khawatirkan." kata Vanya.
"Vanya, kenapa kamu tidak menelepon Lucas saja?" tanya Raya.
"Aku tidak pernah meneleponnya. Kalau aku meneleponnya, dia pasti akan merasa kegeeran." jawab Vanya.
"Buat apa juga dia menyiapkan pesta pernikahan yang seharga miliaran rupiah ini kalau dia tidak datang?" sahut Mily.
"Mily, apa yang akan kamu lakukan kalau kamu menjadi orang kaya?" tanya Raya.
"Membeli mobil, berbelanja ke mall, ke salon, spa, ah banyak deh. Kenapa bertanya?" jawab Mily.
"Intinya kamu ingin menghabiskan uangmu kan. Sama seperti ini. Mungkin Lucas ingin menghabiskan uangnya juga." kata Raya.
"Biasa orang-orang gugup sebelum pesta karena akan dilihat banyak orang. Tetapi aku sendiri gugup karena takut Lucas tidak akan datang." ucap Vanya.
"Kamu tenang saja, Vanya. Kalau Lucas tidak datang ke sini, batalkan saja perjodohan kalian." kata Mily.
"Iya, Vanya. Kamu harusnya senang kalau Lucas tidak datang dan perjodohan kalian batal." sahut Raya.
"Apa jangan-jangan.. kamu sudah menaruh hati padanya?" tanya Mily.
"Taruh hati, apanya. Aku dan Lucas sudah resmi menikah. Kita sudah memiliki buku nikah. Berarti perjodohan kita tidak bisa batal begitu saja karena Lucas tidak datang. Kita harus melewati perceraian dulu." jawab Vanya.
"Syukurlah, Vanya. Aku tidak mau kamu mencintai seseorang di usiamu yang semuda ini. Masa depanmu terlalu berharga. Jangan sampai dirusak karena cinta." kata Raya.
"Tapi bagaimana ini? Lucas belum datang? Padahal 30 menit lagi acaranya akan dimulai!!" ucap Vanya dengan panik.
Cklek.. seseorang memasuki ruang rias Vanya.
"Oh Tuhan tampannya.." pekik Mily.
Lucas memasuki ruang rias Vanya dengan penampilannya yang berbeda. Lucas sudah selesai dirias dan sudah memakai jas tuksedo berwarna putih.
Vanya melihat Lucas hanya dari cermin namun ketampanan Lucas sudah tidak dapat dipungkiri.
"Mily! Ayo pergi." Raya mengajak Mily yang sedang melongo melihat ketampanan Lucas.
"Kamu.. sudah datang?" tanya Vanya.
"Sudah. Sebenarnya aku tidak ke rumah sakit. Aku ke sini untuk memastikan semuanya akan berjalan lancar sesuai keinginan tuan putri." jawab Lucas.
Vanya melebarkan bibirnya ketika Lucas menyebut dirinya tuan putri. "Adakah sebutan yang lebih cantik dari tuan putri? Kurasa tuan putri saja tidak cukup untuk memanggilmu. Kamu jauh lebih cantik dari tuan putri." kata Lucas lagi.
"Aku sedih." kata Vanya.
"Kenapa?" tanya Lucas dengan sedikit panik.
"Aku jauh lebih cantik dari tuan putri tetapi pangeran yang kudapat hanyalah om-om berusia hampir kepala 3." jawab Vanya.
Ekspresi wajah Lucas berubah menjadi datar.
"Kamu belum ganti gaun? Mau aku yang gantikan?" tanya Lucas.
"Eh tidak! Keluar kamu! Panggil perias untuk membantuku." jawab Vanya.
"Aku keluar sekarang tetapi aku tidak membiarkan kamu mengejekku." kata Lucas.
Lucas pergi dan gantinya beberapa perias masuk untuk membantu Vanya memakai gaun. Nakun, Lucas tidak pergi begitu saja. Lucas menunggu di depan pintu ruang rias dan begitu Vanya membuka pintu, mereka berjalan bersama. Puluhan kamera tidak henti-hentinya memotret mereka.
Sebuah pintu tinggi terbuka. Muncullah Vanya dan Lucas dibalik pintu dengan gaun pengantin Vanya yang bulat mengembang dan memanjang, Lucas dengan jas tuksedo berwarna putih. Tangan kiri Vanya menggenggam erat lengan Lucas dan tangan sebelah kanannya menggenggam sebuket bunga.
Karpet merah tergelar panjang, menu makanan yang bertema western sudah siap dihidangkan, lampu yang berhiasan mewah menyinari seisi ballroom. Ballroom yang mereka pesan sudah dipenuhi oleh lautan manusia. Dan kini lautan manusia itu sedang menatap ke arahnya.
Suasana di tempat pesta pernikahan mereka sangat meriah. Seribu tamu undangan yang memenuhi ruangan itu ikut memeriahkan. Sebelumnya banyak yang bertanya-tanya siapa dan seperti apa mempelai wanita yang akan berdiri di sebelah kanan Lucas, seorang pewaris tahta GH Group.
Kini rasa penasaran mereka terbayar sudah dengan kecantikan Vanya. Tidak bisa dipungkiri, Vanya terlihat cantik dengan rambut yang dicatok loose wave, side swept curls dan biarkan terurai, ditambah sebuah mahkota yang menambah kecantikannya.
Benar kata Lucas tadi, Vanya jauh lebih cantik dari tuan putri di dalam kerajaan dongeng.
"Sudah siap?" tanya Lucas.
Vanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Mereka melangkahkan kakinya bersama-sama menuju sebuah pelaminan. Pelaminan dimana tempat yang diidam-idamkan setiap orang. Langkah kaki mereka sangat kompak dengan alunan musik yang mengiringi mereka. Tepuk tangan meriah pun ikut mengiringi perjalanan mereka.
Bersambung...
Terima kasih sudah membaca novel "Pengacara Cantik, Kamu Milikku!". Berikan dukunganmu kepada Author dengan memberikan like, tips, komentar, dan vote. Jangan lupa tambahkan novel ini ke favorite Anda agar mengetahui up episode terbaru.
jangan lupa di like yaa, 1 like dari kalian sangat berharga loh untuk author🤗 dan berpengaruh sama kelancaran up🤭😁 makasihhh :)