Berawal dari aku suka sekali duduk dibawah pohon besar, yang berada di belakan sekolah ,ya pohonnya sangat rimbun dan memiliki dahan-dahan yang kokoh,sehingga nyaman untuk bersantai dibawahnya .
Aku dan Lisa suka berada di situ, walaupun pohon ini terkesan seram ditambah lagi gak ada yang berani kemari, kecuali hanya kami berdua saja.Banyak yang bilang kalau pohon ini angker,tapi aku gak peduli,aku gak percaya yang namanya hal -hal mistis begitu.
Hingga pada waktu itu sesuatu yang cukup buat bulu kuduk ku merinding,tapi aku cuek dan tiba- tiba ada sekelebat bayangan melintas dihadapan ku .
Siapa ...??(ucapku takut)
Penasaran gimana cerita selanjutnya ,yuk ikutin kisah nya dikarya terbaruku "Rahasia mengerikan disekolah".
Jangan lupa beri rate dan like ya 😊.
Jika berkenan boleh di vote 😊.
Happy reading guys😊😊.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah ajha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
"Bu maaf sebelumnya kalo saya terlalu ikut campur tentang kematian anak ibu ,tapi saya dan teman saya tulus ingin membantu mengungkap misteri ini bu,agar arwah Shireen bisa tenang di alam sana(aku meyakinkan ibu Shireen)."
"Bolehkah ibu bercerita sedikit tentang Shireen,dan begitu juga dengan Anton pacarnya Shireen,kami hanya ingin lebih mengetahui sebenarnya dari ibu,jika ibu berkenan,tetapi kalo ibu tidak bisa ya sudah saya juga tidak akan memaksa ibu(ucapku santun)."
Apa benar mereka bertemu dengan arwah anakku,tapi dari cerita mereka seperti nya mereka tidak berbohong,dan gadis ini juga tau detail tentang anakku ,ahh Shireen haruskah ibu menceritakan kepada mereka tentang dirimu
Ibu Shireen sedang sibuk berfikir,suara Dinda mengagetkan ibu Shireen dari lamunannya.
"Din,gak usah dibahas lagi ya,lain kali aja kita balik kesini soalnya keliatan sedih banget deh ibunya(ucap Lisa berbisik)."
"Kamu tenang aja,aku yakin ibu Shireen pasti kuat kok."
"Bu,ibu gak apa-apa,maaf kalo saya terlalu banyak ingin tau dan buat ibu jadi sedih,saya sungguh tidak bermaksud saya hanya ingin membantu Shireen Bu."
"Eh,gak apa-apa kok,ibu tadi cuma sedang melamun saja,hmm baiklah ibu bersedia menceritakan tentang Shireen kepada kalian,karena ibu lihat kalian benar-benar tulus ingin menolong dan ibu percaya kalo Shireen langsung lah yang membawa kalian kemari."
Ibu Shireen mulai bercerita.
"Sebelum Shireen meninggal dia pernah curhat sama ibu,kalo dia lagi bertengkar dengan Anton pacarnya,namun saat Shireen ingin menjelaskan semuanya ternyata Anton sudah memiliki seorang kekasih baru,dan Shireen tidak bisa terima itu semua.
Sewaktu pulang sekolah Shireen terlihat sangat kacau,ibu berusaha untuk mendekatinya,mencaritahu apa alasan dia sampai begitu,dia bilang sama ibu sambil menangis sesegukkan.
'Bu maafin Shireen , Shireen anak yang gak berguna Bu, hikhikhik, Shireen udah kotor Bu .'
Ibu sangat kaget sewaktu dia menjelaskan hal yang gak pernah ibu bayangkan sama sekali, kemudian ibu dengan berat hati menanyakan perihal yang diucapkan nya tadi .
'Maksud kamu nak,kamu sudah tidak perawan lagi,siapa yang melakukan ini padamu bilang sama ibu Shireen,bilang .'
Ibu mendesak dia untuk memberitahu siapa yang sudah merenggut kesucian nya dan betapa kagetnya ibu,kalo Anton lah yang telah merenggut nya,yang buat ibu makin kecewa pada Shireen adalah dia dengan sukarela memberikan kehormatan nya dengan iming-iming akan dinikahi oleh Anton,tapi nyatanya apa hanya karena salah paham Anton meninggalkan nya begitu saja dan lebih memilih gadis lain untuk dijadikannya pacar, betapa terpukulnya Shireen pada waktu itu, semenjak hari itu dia selalu murung tidak bersemangat menjalani hari-harinya,ibu berusaha memberikan nya semangat tapi dia hanya menangis mengurung diri dikamar,untuk pergi sekolah saja dia sudah tidak ada niat lagi sedikitpun.
Hanya saja satu hari itu dia ingin pergi kesekolah,ibu merasa kan firasat yang tidak enak pada Shireen,kalo akan terjadi sesuatu pada Shireen,ibu mencoba melarangnya untuk pergi kesekolah tapi dia kekeh untuk sekolah,dengan berat hati ibu mengizinkan nya,namun pukul 11 siang ibu mendapatkan kabar dari sekolah kalo Shireen meninggal dengan cara gantung diri,betapa syok nya ibu mendengar itu,andai saja ibu melarangnya mungkin Shireen masih ada bersama ibu sekarang (ucap ibu sangat sedih )."
Aku melihat aura kesedihan di wajah ibu Shireen,secara spontan aku memeluk ibu Shireen berusaha membuat ibu Shireen merasa tenang.
"Terima kasih nak, Shireen pasti bahagia melihat kesungguhan kalian untuk menolongnya."
"Iya semoga saja,ibu jangan sedih lagi ya,saya dan temen saya akan berusaha mengungkap misteri kematian Shireen,saya janji."
"Ibu percaya pada kalian."