NovelToon NovelToon
Dicintai Brondong

Dicintai Brondong

Status: tamat
Genre:Berondong / Dosen / Selingkuh / Beda Usia / Tamat
Popularitas:656.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: MamGemoy

TAMAT SEASON 1

Seorang dosen cantik yang berniat untuk melupakan rasa sakitnya dan memulai hidup baru tanpa cinta, kini dikejar-kejar oleh pria yang jauh lebih muda setelah pertemuan pertama mereka di Bali.

Liburan singkat yang tadinya tak ingin saling mengenal, justru berlanjut hingga menumbuhkan rasa cinta.
Perbedaan umur yang lumayan jauh, membuat Yasmin menolak mentah-mentah ungkapan hati Eza.

Eza yang ternyata adalah mahasiswa di tempatnya mengajar, membuatnya berpikir dua kali tentang niat untuk hidup tanpa cinta lagi.
Yasmin dan Eza terlibat cinta penuh gejolak. Wanita itu pun bingung, apakah itu benar-benar cinta, ataukah hanya nafsu belaka.

Akankah percintaan mereka bisa berjalan mulus?
Sementara banyak faktor yang wanita itu pikir mustahil untuk melanjutkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MamGemoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu?

...***...

Tak ada yang tahu kapan cinta itu akan terbentuk. Semua berawal dari pertemuan, kemudian berubah jadi rasa keingintahuan. Walau tak ada niatan untuk memiliki rasa yang tak ingin dimiliki. Tetapi cinta bekerja dengan caranya sendiri. Ia tak punya lampu isyarat seperti lalu lintas. Tidak ada aba-aba untuk memulai atau menghentikan. Cinta mengalir bagai air sungai dari hulu ke hilir. Mampu menyeret apapun ketika gejolaknya kian deras. Tak terkecuali untuk insan yang sudah tak menginginkannya.

Sama halnya dengan Yasmin yang kini hatinya telah tertanam benih cinta. Namun, kekerasan hatinya ia perkuat agar bisa menyangkal semua rasa yang tak ingin ia sentuh. Bahkan air mata tak diizinkan untuk keluar.

"Senja, senja … tunggu!" Tangan Yasmin berhasil diraih pria itu.

Langkah Yasmin terhenti tepat di depan lift. "Langit, lepas! Aku harus kembali ke kamar." Tangan Eza ditepis, tombol naik ditekan, lalu bersedekap berusaha terlihat santai.

"Kamu marah? Tolong dengar dulu penjelasanku." Mata Eza memperhatikan Yasmin yang sengaja menghindari tatapannya dan menganggap seolah tak ada orang di dekatnya.

"Nggak ada yang perlu dijelaskan, Langit. Aku berada di tempat yang salah," tuturnya tanpa menoleh. Yasmin berusaha menjaga mimik wajahnya sebiasa mungkin agar Eza tak mengira kalau saat ini dirinya tengah cemburu.

Eza menaikkan sebelah alisnya. "Kamu cemburu?"

Hal itu membuat Yasmin mendelik pada pria itu. Mereka bertatapan, Eza penuh tanya dan Yasmin dengan penyangkalan.

"Aku? Cemburu?" Terukir senyuman tipis di bibirnya. "Bukankah itu terdengar lucu? Kita ada hubungan apa sehingga bisa ada kata itu?" tanyanya kemudian.

"Kita …." Eza tak mampu menjawabnya. Meski sama-sama mengerti akan perasaan satu sama lain, tetapi hal itu sangatlah mustahil untuk diungkapkan.

"Benar, kita tidak ada hubungan apa-apa. Jadi jangan berpikir yang tidak-tidak. Aku pergi memang karena itu harus. Di sana bukan tempatku, aku tidak mau mengganggu kalian," jelas Yasmin kemudian.

Pintu lift terbuka, Yasmin pun keluar dan tergesa-gesa melangkahkan kakinya, Eza pun mengikutinya. Segala kegundahan hatinya ia tahan. Menghindari setiap kali Eza ingin melakukan kontak mata.

"Senja, bisakah kamu mendengarkan dulu. Gadis itu—"

Tangan kanannya diangkat, menahan ucapan Eza. "Kamu tidak perlu menjelaskan siapa gadis itu. Sama sekali nggak ada hubungannya denganku."

Bagaimanapun Eza mencoba. Wanita itu akan terus menghindar. Lalu ia putuskan untuk mengalah. Satu tarikan napas kecil ia embuskan dan Yasmin menyadari hal itu, wanita itu menang.

"Oke, oke baiklah. Kita masih bisa bertemu? Bagaimana dengan sarapanmu? Jalan-jalan kita?"

Tak peduli lagi Yasmin ada perasaan benci padanya atau tidak. Berada dekat dengan wanita itu sudah cukup baginya. Setidaknya janji untuk menemani Yasmin selama seminggu bisa terpenuhi.

"Aku sangat lelah, mau sarapan di kamar saja." Yasmin lalu membuka kamar dan segera masuk.

"Boleh aku temani? Aku juga belum makan apa-apa. Aku masih bisa menemanimu selama liburan, kan?" Eza menahan pintu yang tengah terbuka, berharap dirinya akan dipersilakan masuk oleh Yasmin”

"Terserah."

Senyuman manis mengembang dari bibir Eza. Dia masih ada waktu tiga hari lagi. Masih ada kesempatan untuk meluluhkan hati wanita itu. Bagaimanapun juga dia akan terus berusaha. Hingga dia berhasil mendapatkan 'Senjanya.'

“Boleh aku masuk, kan?”

“Hem.” Yasmin pun melenggang masuk dan membiarkan Eza masuk dan menutup pintu. Wanita itu hanya malas meladeni Eza yang terus memohon untuk berada di dekatnya.

Yasmin mendaratkan tubuhnya di sofa, ia lalu mulai men-scroll ponselnya untuk menghindari kecanggungan saat Eza mulai duduk di dekatnya.

...***...

1
Yuni Herwani
sedihnya baper gue
Yuni Herwani
kok jadi begini sedih😢
Yuni Herwani
nah begitu dong salut sama langit pelan2 tapi pasti mantap
Yuni Herwani
jahat kasihani Yasmin/Sweat/
Vina Eka Wahyuni
makin seru nih asyikk
Sinta Ayu
lanjut thorr padahal seru loh ceritanya
Sinta Ayu
gak bsa lihat visual
Rizka Dea
aku bersedia Eza😂
Nenk Jelita
ini gk lanjut x y pdhl seeru bgt
Ali Akbar
nih cerita ilang gtu aja
Gabriella Tumbelaka
lanjut Thor
Yeni Tok
Kecewa
xiao hu.
ELO NANYA, LO BERTUANYA TUANYA. BUANGKE BUKANNYA MINTA MAAP/NGEJELASIN MALAH BLG "MAU KEMANA KALIAN"😒
Retno
ditunggu kelanjutannya ya
Sulis Tyowati
ceritanya bagus banget semangattt di tunggu up lg ya Thor 👍👍💪💪
Ali Akbar
ga je je
Gabriella Tumbelaka
lanjut thor ,tetap semangat ya
Vhera Vherliee Alvaro
ini novel nya lnjut ga sih Thor
𝚝𝙰𝚛𝚢 𝙰𝚁𝚢𝚝𝚊
𝚄𝚙 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚝𝚘𝚛𝚛𝚛𝚛𝚛𝚛,,, 𝙽𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞𝚒𝚗 𝚗𝚒𝚌𝚑 😭😭😭😭😭😭
𝚝𝙰𝚛𝚢 𝙰𝚁𝚢𝚝𝚊
𝙱𝚊𝚐𝚞𝚜𝚜𝚜𝚜𝚜𝚜 𝙱𝚊𝚗𝚐𝚎𝚝𝚝𝚝𝚝𝚝𝚝 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!