Aluna Geanata seorang Dokter muda yang dijodohkan dengan Putra dari teman Papanya bernama Radit, Aluna berusaha menerima perjodohan itu tapi berbeda dari Radit, Radit ingin menolak karna sudah punya seseorang dihatinya.
Takdir mempertemukan Aluna kembali dengan masa lalunya lewat Radit.
Kisah cinta Aluna hampir sama dengan kisah cinta anaknya nanti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Karyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
"Pi ini perlu tanda tangan Papi" ucap Kiara saat memberikan selembar kertas.
Revan membacanya
"Apa Kia ingin sekali pergi?" tanya Revan
"Iya Pi, ini kan tugas sekolah, boleh ya Pi" bujuk Kiara
"Iya boleh," ucap Revan langsung menandatanganinya.
"Terima kasih Papi," ucap Kiara senang lalu merangkul Papinya.
"Tapi ingat untuk selalu jaga diri" ucap Revan
"Pasti" jawab Kiara
Hari berikutnya
Semua murid-murid yang akan ikut sudah berkumpul.
Kiara baru datang di antar Papinya.
Mereka turun dari mobil.
"Ingat, jaga diri baik-baik, jangan bikin Papi khawatir." ucap Revan
Kiara mengangguk
Revan menemui Pak Haikal
"Tolong jaga putri saya" ucap Revan
"Iya Pak tenang saja" kata Pak Haikal
Mereka semua masuk ke dalam bis, Kiara melambaikan tangan pada Papinya.
Revan juga melambaikan tangan dan langsung berlalu pergi.
Di dalam bis Kiara melihat ke arah Raka yang duduk bersama Adel.
"Ra kamu gak apa-apa kan?" tanya Tania
"Gak kok"
Sesampainya di tempat tujuan, mereka semua turun.
"Anak\-anak sekarang kita langsung buat tenda, 1 tenda ada 4 orang, harus kerja sama" ucap Pak Haikal
"Ya Pak" seru semuanya
Kiara mengajak Adel 1 tenda bersama Melly dan Tania.
Mereka berbaring di dalam tenda, Kiara dan Adel sama-sama memejamkan mata.
"Dilihat-lihat kok kalian terlihat mirip ya" ucap Melly
Kiara membuka mata begitu juga Adel.
Sore hari saat semuanya sibuk memasak, Adel berjalan ke tepi danau.
Adel duduk sendiri sambil menatap ke arah danau.
Tiba-tiba Raisa datang bersama temannya.
"Aku gak suka kamu dekat-dekat sama Raka" ucap Raisa
"Aku gak ada apa-apa kok sama Raka" ucap Adel
"Bohong," kata Raisa kesal
Raysa langsung menarik kalung Adel dan melemparnya ke tepi danau.
Adel shock dan langsung berlari ke arah kalung itu dilempar.
Adel menitikkan air mata, Kiara melihat Adel ingin masuk ke danau.
Raisa dan temannya langsung pergi saat melihat Kiara datang.
Kiara berlari mendekat karna tau Adel ketakutan.
"Adel kamu mau ngapain?" tanya Kiara
"Kalung aku jatuh, itu kalung pemberian Bunda, aku harus menemukannya" ucap Adel sambil menangis
"Biar aku saja yang cari, kamu tunggu di sini" ucap Kiara yang langsung masuk ke air.
"Gak apa aku ikut cari" kata Adel yang mulai memasukkan kakinya
Mereka mencari hingga malam, saat semuanya kumpul untuk makan malam, baru teman-temannya sadar mereka gak ada.
Tania panik begitu juga Raka.
Di dekat danau Kiara juga panik saat Adel kedinginan.
Mereka berhenti mencari, Kiara memegang Adel saat berjalan. adel tidak kuat jalan lagi.
"Kamu pergi saja" ucap Adel
"Aku gak bisa ninggalin kamu sendiri," ucal Kiara
Kiara langsung berjongkok.
"Cepat naik, kita harus cepat kembali" ucap Kiara
Adel menggeleng
"Aku kuat kok, cepat naik" paksa Kiara
Adel langsung naik ke punggung Kiara. Kiara membawanya perlahan.
Saat semuanya mau berangkat mencari mereka, mereka sudah datang, Kiara hampir terjatuh tapi langsung dipegang Raka.
Raka mengambil Adel yang sudah pingsan.
Kedua guru mereka mengikuti Raka masuk ke tenda guru.
Bu Rina membantu mengganti pakaian Adel, Kiara juga masuk untuk melihatnya, setelah itu Kiara berjalan keluar dan melihat Raka yang masih menunggu di luar.
"Kenapa bisa terjadi seperti ini?" tanya Raka
"Tadi kalung Adel jatuh di danau, kami mencarinya tapi gak juga ketemu, Adel bilang kalung itu sangat berharga, dia terus menangis tadi" ucap Kiara
tapi kalau lupa kenapa dia tau klau Dy 2 kali kecelakaan, apa dia sengaja ganti identitas?
siapa Karin, apa anak mereka?
dasar Revan, laki2 sama di mulut lain kelakuan lain. nyesek rasanya jadi Aluna