NovelToon NovelToon
Serpihan Hati

Serpihan Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:720.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dwi Anggii Verina

Warning lembaran ini banyak adegan dewasa nya jadi jangan mampir untuk para bocil 🤭 21+ pasti akan bertaburan di sini seperti lembaran yang sebelum nya 🤭

Tak ada kata kata mustahil bagi cinta, dan tak ada yang tak mungkin jika Tuhan sudah menghendaki apa yang terjadi di muka bumi ini.


Menikah dengan laki laki yang tak dicintai adalah hal yang belum pernah terpikirkan oleh wanita cantik itu. Tapi dia tak memiliki pilihan lain selain menerima tawaran dari laki laki yang menawarkan kebahagian. Dia melakukannya karena sudah tak sanggup berada di rumah yang penuh dengan derita serta tangisan setiap malamnya.

Pernikahan yang di harapkannya adalah menikah dengan laki laki yang dia cintai bukan di landasi dengan sebuah keterpaksaan dan lari dari duka. Duka itu semakin bertambah ketika mengetahui bawa laki laki yang di sodorkan itu adalah laki laki lumpuh. Dia di jadikan perawat agar laki laki gagah itu bisa kembali berjalan.

Mampukah wanita itu mengubah Takdir nya yang penuh derita menjadi Takdir yang penuh dengan kebahagian. Mampukah dia bertahan di sisi laki laki yang lumpuh itu?.

Penasaran mampir dulu di sini 🤭🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Anggii Verina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar Menerima Takdir 2

" Aku akan berbahagia di sini Bu, aku akan melupakan takdir yang menyakitkan itu. Aku akan menerima takdir itu dan aku akan berdamai dengan takdir…" Bella kini meneteskan air matanya.

" Aku akan menganggap orang orang yang menyakitiku adalah orang orang yang berguna di hidupku. Aku tak peduli jika itu Ayah sekali pun. Aku akan menganggap itu semua adalah ujian ku untuk mencapai kebahagian ku sekarang. Ibu maafkan aku jika aku mungkin akan melupakan siapa Ayah ku, dan maafkan aku mungkin aku akan menganggap Ayah ku telah tiada. Karena meskipun Ayah bersama ku pun, aku sama tak memiliki sosok Ayah.." Bella kini menyakinkan dirinya untuk tak perlu berlarut larut untuk terpuruk dalam kesedihan. Bertahun tahun adalah waktu yang cukup untuk mengharapkan kasih sayang dari mereka. 

" Mungkin Ibu akan kecewa pada ku tapi aku harus melakukan ini, demi kebahagian ku sendiri. Ibu kau yang tahu bagaimana rasa hatinya yang hancur, kau tahu bagaimana sikap mereka yang memperlakukan aku. Jadi IbUtahu aku melakukan ini karena aku sudah merasa begitu lelah dengan semua rasa sedihku dan terpurukku…" Bella kini mengatakan semuanya yang ingin dia katakan seakan akan sang Ibu bisa mendengarkan semua keluh kesah dirinya.

" Ibu tahu sekarang aku segera menikah dengan laki laki itu, dia Bara laki laki yang baik dan mau menerima ku apa adanya. Bara banyak mengajari hal banyak kepada ku…" Bella kini malah mengingat setiap sentuhan yang begitu menggoda dirinya itu. Bella kini malah malu ketika mengingat hal seperti itu.

" Sudahlah Bu, selamat malam…" Bella kini yang malu kini langsung masuk ke dalam kamarnya, meninggalkan bintang itu yang berkedip kedip di langit atas sana.

Bella kini dengan segera merebahkan tubuhnya, dia memejamkan matanya, dia begitu lelah matanya  terasa panas karena dia yang dari kemarin menangis tak ada hentinya. 

Tapi malam ini dia sudah memikirkan nasibnya, dia sungguh ingin melupakan masa lalunya yang begitu menyakitkan, dia sungguh begitu ingin bahagia kali ini. Dia sungguh ingin damai dengan takdir, kini dia terima jika dia adalah anak yang dicampakan oleh ayah kandungnya sendiri. Pelukan hangat yang tadi Andin berikan membuat dirinya berpikir bahwa dia memiliki orang orang yang menyayanginya. 

Apa yang dia tanggisi tak mungkin mengubah hati ayahnya yang kaku. Bertahun tahun dia mengharapkan ayahnya datang memeluknya, tapi tak pernah dia dapatkan. Mimpi hanyalah mimpi. Dia tak pernah mendapatkan mimpi dipeluk sosok ayahnya. Tapi sekarang di saat dia memiliki keluarga baru dia datang dengan sandiwara yang mengatakan kata kata penyesalan dan itu tak membuat wanita itu luluh dan percaya.

Tak mungkin secepat itu sang ayah sadar hanya itu yang dipikirkan oleh wanita itu. Tak mungkin mudah melupakan penyiksaan batin yang mereka berikan. Serpihan hati itu kini dia buang dengan tangisan yang rela, dia kini melepaskan semuanya dengan rasa yang tenang. Dia kini akan damai dengan keadaan, dia kini ingin menikmati setiap momen bersama keluarga barunya.

" Bolehkah aku egois melupakan keluarga lama ku yang menyakitkan dan berjalan bersama keluarga baru ku…" Hanya itu yang ada di pikirannya tapi dia yakin bahwa keputusan untuk melupakan kenangan pahit itu harus dia lakukan untuk mencapai kebahagian di depan matanya.

Bella kini memejamkan matanya dia berusaha untuk terlelap dalam mimpi nya, dia ingin merasakan mimpi yang begitu indah. Dan mimpi buruk itu sudah dilupakan.

Sedangkan Bara kini merasa kesal dan geram ketika mendapati semua pintu kamar dari Bella kini di kunci oleh pemiliknya. Bara yang ingin menyelinap malam ini harus gagal karena sang pemilik itu kini sengaja mengunci semuanya. 

Bell hanya ingin sendiri, dia ingin menenangkan hatinya yang harus merelakan keluarga lamanya dan menggantinya dengan keluarga barunya.

" Bella sayang, kenapa kau kunci pintunya…" Ketukan kecil itu tak dapat didengar oleh wanita yang sudah terlelap di mimpinya. " Bella sayang…" Ketuknya dengan begitu lembut. Tapi lagi lagi Bella tak mendengarnya. 

Wanita itu kini terlelap dengan rasa nyenyak, dia sungguh terlelap sehingga tak mendengarkan  suara apapun. Bella tak pernah merasakan tidur yang begitu damai dan begitu nyenyak. Beban itu seakan terangkat dari pundaknya, beban mengharapkan kasih sayang itu kini tak lagi ingin dicapai, kini dia menyerah dan meletak semuanya di tempatnya.

Bara kini berbaring di ranjangnya dengan wajah yang begitu ditekuk. Dia begitu kesal karena wanita nya tidak mendengarkan suaranya yang dari tadi mengetuk pintu penghubung kamar mereka.

" Apa dia ingin sendiri?, Apa dia menangis lagi?" Bara kini mengusap wajahnya dengan kasar dia tak tahu apa yang terjadi kepada wanitanya itu. " Tapi aku tak mendengarkan tangisan nya?, Apa dia hanya ingin waktu sendiri?" Pikiran itu kini memenuhi pikirannya.

Bara kini tak bisa tidur dia hanya berguling guling di atas kasar itu, badannya kini memiring matanya menatap ke arah pintu berharap pintu itu dibuka oleh orang yang ada di dalam sana.

Bara kini masih gelisah dia memikirkan calon istrinya yang tiba tiba mengunci semua pintu itu, ketukan yang berulang kali pun tak membuat wanita itu membuka pintu kamar penghubung itu. Bara kini bangkit dari tidurnya, dia mondar mandir dengan gelisahnya. Bara tak bisa untuk mendobrak pintu itu, seluruh badannya masih tak bisa digunakan untuk melakukan seperti itu. Jika salah sedikit saja akan membuat otot otot itu akan kembali rusak.

" Bella apa yang terjadi kenapa kau sekarang tiba tiba mengunci pintu kamar?, Padahal kau tahu aku  malam pasti aku akan menyelinap masuk ke sana…" Desisnya dengan gelisah dia bingung harus berbuat apa. Dia takut jika wanita itu berbuat yang tidak tidak yang merugikan mereka semua.

Bara yang merasakan kakinya sakit kini dia memilih untuk merebahkan tubuhnya lagi, agar rasa rileks itu kembali dirasakan. Dia mencoba tenang agar otot otot nya tak tegang, di mencoba mengatur nafasnya yang begitu memburu karena merasa panik itu. Jantung yang berdetak cepat itu kini harus dinormalkan lagi. 

Bara kini memejamkan matanya mencoba untuk tertidur, dia mencoba untuk berpikir positif. Dia yakin bahwa wanita nya tahu mana yang baik untuknya dan tahu mana yang tak perlu dia lakukan. 

Cukup lama Bara terlelap dalam tidurnya, tapi pada akhirnya laki laki itu terlelap dalam tidurnya. Rasa lelah serta rasa panik itu membuat laki laki itu tertidur dengan memperlihatkan kerutan di keningnya.

Sedangkan yang tengah dikhawatirkan dengan tenangnya dia masih tertidur dengan rasa tenang dan damainya. Bahkan untuk pertama kalinya malam ini Bella tidur dengan rasa yang benar benar lepas dari semua rasa sedih dan rasa beban yang begitu berat di pundaknya. 

jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen dulu ya 🤭 vote dan hadiah mulai masuk lagi hari ini ya 😘😘

1
Evi Lusiana
egois,knp gk jujur sj
Evi Lusiana
orang tua dzalim,kelak kau akn menyesal tuan johan
Dede Bleher
pokoknya kereen deh kisahnya.
Dede Bleher
jangan biarkan kluarga perempuan ikut tinggal!
krna itu maut kematian dlm rumah tangga.
juga jangan pernah curhat pd teman perempuan!
krna dia akan jd orang ketiga!
Lis Sugiarti Lis
hahaha dosa ngak yah..
iren thezer
suka alur ceritanya singkat dan jelas
Andi Yuliana
Kecewa
Illa Nurrizki
top
Dahlia Anwar
OMG mana suami 🥴🥴 udah LDR an 3 tahun di tambah adegan gini panas dingin nih wkwkwkw
LANY SUSANA
lanjutttt
LANY SUSANA
setuju bella yuk hempaskan pelakor dan jauhkan dr suami
scarlet
pahlawan kesiangan bpk tua,,, aq paling benci dg ortu yg gak bertanggungjawab apalagi kejam pd ankx,,,
scarlet
jgn kasi ampun ayah bejat kek itu,,, 28 thn mengabaikan ankx dan skrg dgn gampang minta maaf,,,, enak aja
scarlet
telat pak tua,,, skrg anakmu tdk butuh ayahnya lg
scarlet
aq kepanasan thorrrr,,, tanggung jawab donggg 🤣
scarlet
adik yg nakal 😂
scarlet
gak pernah ngaca tuh bpkx,,, dia jg kejam malah LBH parah
Anfit Annisa Fitri Tangka
Penasarann
Anfit Annisa Fitri Tangka
asemm.. hama
Anfit Annisa Fitri Tangka
Yuppp benar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!