NovelToon NovelToon
NADYA

NADYA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:237.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bundew

Saat bunda kandung dari gadis yang kamu cintai ternyata adalah calon istri papamu yang artinya juga adalah calon mama sambungmu.
Apa yang akhirnya akan kamu lakukan?

Mempertahankan hubunganmu dengan gadis yang kamu cintai dan meminta papamu yang mundur, atau mengalah demi kebahagiaan papamu?

Reza Hutomo akan menjawabnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIANTAR PACAR?

Hari Senin Pagi.

Nadya baru mengikat tali sepatunya, saat motor vixion merah Mas Reza tiba di rumah kontrakannya.

"Assalamualaikum," salam Reza setelah turun dan memarkirkan motornya.

"Walaikum salam. Kirain nggak jadi jemput, Mas!" Jawab Nadya sedikit berceletuk.

Reza duduk di samping Nadya sebelum menjawab celetukan remaja tujuh belas tahun tersebut.

"Jadi, dong! Kan udah janji," ujar Reza seraya mengacak poni Nadya.

"Mas Res!" Cebik Nadya melayangkan protes.

Gadis itu kembali merapikan poninya.

"Kok pake hitam putih? Nggak salah seragam?" Tanya Reza menyelidik setelah memindai penampilan Nadya dari ujung kaki hingga ujung kepala.

"Nggaklah! Kan nanti mau langsung ke tempat prakerin. Jadi pakenya hitam putih," jelas Nadya yang hanya membuat Reza manggut-manggut.

"Nanti aku anterin ke tempat prakerinnya?" Tanya Reza selanjutnya.

"Nggak usah! Nanti udah diantar bu guru. Perginya bareng anak kelas sebelah yang satu tempat prakerin juga sama Nadya. Jadi nggak usah dianter!" Cerocos Nadya panjang lebar.

"Pulangnya jam berapa? Nanti aku jemput di sekolah atau di butik?" Tanya Reza lagi yang sepertinya sekarang sudah merangkap menjadi abang ojek untuk Nadya selain bakulan gombal di BTC.

"Jemput di butik kayaknya. Nanti Nadya kirim pesan pulang jam berapa, ya! Nadya belum tahu soalnya," jawab Nadya yang juga bingung.

"Baiklah!" Reza mengacak poni Nadya sekali lagi.

"Mas Res!" Nadya langsung bangkit berdiri dan menghentak-hentakkan kakinya ke lantai karena kesal.

"Bunda mana? Aku mau pamitan," tanya Reza seraya celingukan kd dalam rumah.

"Masih nyuci tadi di belakang."

"Bunda!" Teriak Nadya yang langsung dibungkam oleh Reza.

"Manggil Bunda nggak boleh teriak begitu!" Tegur Reza sok galak.

Reza segera menuju ke arah dapur yang menyatu dengan sumur dan menghampiri Bunda Maya yang memang sedang membilas cucian.

Duh, kasihan sekali calon mertua sekaligus calon ibu sambung Reza ini. Nyucinya masih manual. Padahal di rumah Reza dan Pak Teddy kalau nyuci tinggal diputer pakai mesin. Itupun masih malas dan kadang bajunya langsung dilempar ke laundry samping rumah.

"Eh, udah datang, Za!" Bunda Maya menyapa Reza dengan ramah.

"Iya, Bund. Mau langsung berangkat saja antar Nadya biar nggak telat," ucap Reza berbasa-basi pada Bunda Maya.

"Yaudah, hati-hati!"

"Duh, tangannya basah," Bunda Maya cepat-cepat mengelapkan tangannya ke daster agar kering karena hendak dicium oleh Reza.

"Nggak apa-apa, Bund!" Jawab Reza yang langsung meraih tangan jnda Maya dan mencium punggung tangannya.

Nadya sudah ikut menghampiri sang bunda.

"Sudah dicek semua, Nad? Barangkali ada yang ketinggalan?" Bunda Maya mengingatkan Nadya yang kadang ceroboh.

"Sudah, Bund! Nadya berangkat, ya!" Nadya ikut mencium punggung tangan Bunda Maya.

"Iya, hati-hati!"

"Assalamualaikum, Bund!" Pamit Reza dan Nadya serempak.

"Walaikum salam! Tutup pintu depan, Nad!" Pesan Bunda Maya sedikit berseru oada sang putri.

"Iya!" Jawab Nadya yang disusul dengan suara pintu depan yang ditutup.

Reza sudah bersiap di atas motor dan menyalakan mesin, sementara Nadya masih memakai helm dan berdiri di samping motor Reza.

"Katanya mau dituker jadi Vario, Mas? Nggak jadi?" Tanya Nadya yang akhirnya naik ke atas motor Reza.

"Nanti kalau dibawa ke Sarangan atau Selo nggak kuat nanjak," kekeh Reza seraya meraih tangan Nadya, lalu melingkarkannya di pinggang.

"Kapan mau ke Sarangan memangnya?" Tanya Nadya antusias.

"Lha kamu maunya kapan? Nanti saja kalau libur sekolah," usul Reza yang langsung membuat Nadya bersorak senang.

"Yess!"

"Lebih enak juga pakai Vixion. Kamu bisa nempel-nempel begini," celetuk Reza sebelum melajukan motornya meninggalkan rumah Nadya.

"Iiih! Mas Res!" Nadya memukul punggung Reza dan Reza hanya tergelak tanpa dosa.

Motor Reza terus melaju perlahan menyusuri jalan gang. Nadya melambaikan tangan ke arah Lita yang masih memanaskan motornya di halaman, saat motor Reza lewat di depan rumah sahabatnya tersebut.

"Ciyee ciyee! Yang sekarang sudah punya abang ojek pribadi!" Seru Lita meledek Nadya yang hanya mencibir.

Motor Reza sudah masuk ke jalan utama dan terus melaju membelah aspal hitam. Reza mengemudikan motornya dengan kecepatan sedang.

"Tadi udah sarapan belum?" Tanya Reza sedikit berteriak agar Nadya mebdengar suaranya.

"Udah!" Jawab Nadya yang ikut berteriak.

"Aku belum! Mampir beli sarapan sebentar, ya!" Ajak Reza pada Nadya.

"Nanti telat, Mas!" Nadya mengingatkan Reza.

"Sebentar saja," ujar Reza memaksa. Pria itu sudah membelokkan motornya kexsebuah warung nasi uduk di kawasan Kota Barat.

"Di bungkus aja, Mas! Nadya ada upacara," Nadya mengingatkan Reza sekali lagi.

"Masih jam setengah tujuh kurang lima menit. Aku makannya lima belas menit," tutur Reza meyakinkan Nadya.

"Ish! Nanti telat, Mas!" Nadya masih merasa keberatan.

"Udah, duduk! Aku makan bentar," perintah Reza yang sudah duduk dan mulai menyantap nasi uduknya.

Sedangkan Nadya hanya melihat reza yang begitu lahap makan seperti sedang kelaparan. Sesekali gadis itu mencomot suwiran ayam yang ada di nasi uduk Reza.

Tak sampai lima bekas menit, nasi uduk Reza sudah tandas tak bersisa.

"Alhamdulillah," ucap Reza setelah bersendawa kenyang. Reza meneguk habis teh hangatnya sebelum membayar makanannya.

"Tu, masih jam tujuh kurang dua puluh menit," ujar Reza santai seraya menunjukkan arloji di tangannya pada Nadya.

"Iya, iya! Cepetan jalan. Nanti sepurnya keburu lewat-" belum selesai Nadya bicara, terlihat dari kejauhan palang sepur Badran yang sudah tertutup.

"Tuh kan!" Nadya mencebik kesal.

"Halah! Sepurnya cuma satu. Nggak lama nunggunya. Ayo!" Ajak Reza bergegas. Nadya segera naik ke atas motor Reza dan benar saja, sepur yang kewat hanya satu tapi lumayan panjang juga. Tepat saat motor Reza mencapai perlontasan kereta, palang sudah dibuka kembali.

Reza terus melajukan motornya ke arah sekolah Nadya yang jaraknya tinggal beberapa ratus meter lagi.Tepat jam tujuh kurang lima menit, Nadya akhirnya sudah masuk ke dalam gerbang.

.

.

.

Ngomongin Sarangan, othor jadi ingat sama someone.

Uhuuk!

Keselek hape.

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

1
Janah Husna Ugy
lucu demi si littt
Janah Husna Ugy
tak tunggu neng solo square thor
Janah Husna Ugy
q solo Thor,bagian utara🤭🤭
Pisces97
baru tau aku perempuan anak diluar nikah binti nya tetap ibu 🥺
Pisces97
hahahaha tapi Nadya dulunya suka bohong sama Reza 😀😀
Pisces97
kurang gimana gitu ya nad kamu sama Zikri 🤭
jiwa bar² mu hilang sudah beda sama Reza ya 😅😅
mungkin karena sifat kalian sama
Pisces97
gimana Nad angan² tidak sesuai itulah hidup kita tidak boleh terlalu berharap karena berharap itu sakit 😅🤭🤭
Pisces97
gengsi banget sih nad 😂😂😂
Siti Dede
Enak dibaca
Ameerah Khair
bagaimana kah rasanya deg deg kan saat di lamar...????
sebab sy dulu gak dilamar, mas bojo datang ujuk ujuk ngajak nikah...?????
kamarnya cuma via telepon yongalahhhhhhh.....
heheeeee tp Alhamdulillah udah 8th lewat membina rumah tangga... mudah mudahan hingga akhir nafasku 🖤
Bundew: rasanya sampe nggak berani liatin wajah mas bojo 🤣🤣
cuma sibuk ngitungin ubin
total 1 replies
Ameerah Khair
huaaaa hahaaaaaa....
aku juga pernah begitu dulu salah nomer....
lebih tepatnya sengaja ngacak nomer... terus nyambung ke nomer lelaki ya huhhuuuuyyyyy...🤭🤭🤭🤭
Ameerah Khair
serasa refresh baca novel yg ini....
kalo novel yg semalam saling berhubungan, rajut merajut, kadang Ampe lupa...
yg ini anak sapa😁😁😁😁
"kadang malah bisa muter balik, flashback ke novel yg udah finis"
ahhh ..segitu gak ada kerjaan nya diriku???
keke global
loch judule kok ganti.. pantesan diriku bingung perasaan ga prnh baca judulnya Nadya.. 😂😂
Bundew: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ronny Napintor Siregar
kayaknya si Eza anaknya pak Teddy nih, si bapak naksir emaknya Nadya dan si anak naksir anaknya Maya 😂
Winda Nurmayani
cerita merakyat..bukan cerita CEO2 ganteng..suka suka
Nadia Laili
wah kalau Nadya sm Reza saudara lain ibu jadi ingat kata-kata Lita waktu Nadya pertama di jemput Reza di sekolah, Lita sempat bilang kalau jodoh itu mmg mirip ya kayak Nadya sm Reza
Nadia Laili
galfok sm hp nya yg di pakai sebentar langsung demam hahaha
Nadia Laili
kalau dulu sekolah SMK mmg identik maaf ekonomi lemah,tapi 10 th terakhir SMK sdh banyak yg favoritin secara banyak SMK yg bekerja sm dengan perusahaan untuk job desk
Nadia Laili
jadi ingat masa SMA nih nunggu bus kota, sering kali berdesakan,yg penting sampai hehe
Yulia
kurang greget ga kaya waktu ama mas res😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!