NovelToon NovelToon
Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Perjodohan / Tamat
Popularitas:402.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: syitahfadilah

Berawal dari perjodohan lalu menjalani pernikahan yang tidak sehat.

Alisa yang sudah memiliki kekasih yang dicintainya membuatnya selalu mengabaikan Danu suaminya, tetapi Danu sendiri tidak pernah menyerah untuk mendapatkan cinta Istrinya. Setiap hari Danu selalu memberikan perhatiannya pada Alisa, dan Alisa akui dalam hati dia merasa nyaman dengan perlakuan suaminya itu. Namun ego nya yang begitu tinggi mengalah semuanya, hingga perceraian itupun terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

Mobil Danu melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan kota yang selalu ramai meski sudah larut malam.

Selama diperjalanan, Alisa masih saja dengan mode bisunya, dengan seribu kata yang berkecamuk dalam hatinya, menghela nafasnya yang jujur saja sudah terasa sesak, menyenderkan kepalanya lalu memejamkan matanya.

Saat melewati persimpangan, Danu melihat ada penjual ketoprak, memelankan laju mobilnya, lalu Dia berinisiatif untuk bertanya kepada istrinya.

"Sa, ada penjual ketoprak, apa Kau mau?"

"Aku sudah kenyang, percepat saja jalannya, Aku sudah ngantuk", jawabnya dengan masih memejamkan matanya.

Setelah mendengar jawaban dari istrinya, Danu kembali melajukan mobilnya, kali ini dengan kecepatan tinggi, agar cepat sampai, namun tetap hati-hati.

"Sa, Kita sudah sampai, ayo turun" Ucap Danu, tapi Istrinya itu sama sekali tidak bergerak.

"Sa kau tidur, Sa, Sa" Danu menepuk pelan pundak istrinya, namun si empunya tidak juga merespon, Dia sudah sangat terlelap dalam tidurnya.

Danu tersenyum, manis sekali istrinya itu saat tertidur, andai saja, Dia bisa menyaksikan pemandangan itu setiap malam, "hufs" Danu menggeleng pelan, namun tetap tersenyum, itu hanya keinginannya sendiri yang entah kapan bisa terwujud, dan mungkin saja tidak akan pernah, mengingat istrinya itu, sudah memintanya untuk melepaskannya.

Danu mengusap pelan rambut Istrinya, "andaikan Kita suami istri yang saling mencintai, bahagia, pasti Aku lelaki yang paling beruntung, karena bisa memilikimu, Aku tau, Kau sebenarnya wanita yang baik, hanya saja Kau tidak mencintaiku, makanya kau terlihat keras kepala, tapi tenang saja, Aku tidak akan pernah memaksamu lagi, Aku akan bersabar menunggu saat itu tiba"

Setelah selesai dengan keluh kesahnya, Danu turun dari mobil, lalu berputar kedepan mobil hinggap disamping istrinya, membuka pintu mobil, dan perlahan menggendong istrinya masuk ke dalam rumah.

Danu meletakkan tubuh istrinya diatas ranjangnya, lalu menyelimuti tubuh istrinya, Danu bersimpuh di samping istrinya, lagi-lagi menatap lekat wajah yang sudah membuatnya jatuh cinta, tapi Dia harus berjuang agar cintanya berbalas, mencium pelan kening Istrinya, "Aku mencintaimu, tidur yang nyenyak ya, mimpi yang indah", lalu Danu pun keluar dari kamar istrinya, menuju kamarnya sendiri.

...

Pagi mulai menyapa, Matahari sudah sangat tinggi terbit di ufuk timur, menyapa bumi serta seluruh makhluk hidup yang bernaung di dalamnya.

Alisa bergelung dibalik selimutnya, menguap lalu menggeliatkan tubuhnya, menatap langit-langit, Alisa sontak terduduk mendapati dirinya berada di kamarnya, "sial, kenapa Aku bisa ketiduran sih", gumamnya, menepuk keningnya.

Alisa dengan langkah gontainya menuju dapur, ingin mencari makanan, entah kenapa pagi ini Dia sangat lapar, Alisa kaget saat melewati meja makan, mendapati suaminya tengah duduk, menyapa dirinya.

"Hai, selamat pagi, bagaimana tidurmu, nyenyak?".

Bukannya membalas sapaan suaminya, Alisa malah membalas dengan berbagai kalimat ketusnya.

"Hei Kau, berani sekali menggendongku semalam, kenapa tidak membangunkanku"

"Apa Kau yakin, Aku menggendongmu?" tanya Danu santai sambil menyeruput secangkir kopinya.

"Jika tidak digendong, apa kau menyeretku hah"

"Kau tidak sadar, semalam itu Aku membawamu kekamar mu dengan mobilku"

"Hei Kau" Alisa mengepalkan tinjunya, memajukan langkahnya.

"Eh jangan, iya iya maaf, iya Aku menggendongmu, karena tidak mungkin kan Aku membiarkan istri cantikku ini tidur didalam mobil sendirian, Aku tidak setega itu".

"Tapi itu tidak sopan namanya"

Danu hampir saja menyemburkan kopi yang diseruput nya, "Apa?, apa aku tidak salah dengar?, tidak sopan katamu, Hei Kau itu Istriku, lebih dari menggendong pun itu tidak masalah".

"Sudahlah, tidak ada gunanya bicara denganmu", Alisa menghentakkan kakinya, kemudian berlalu meninggalkan suaminya.

"Hei Kau mau kemana, ayo kita sarapan" teriak Danu, namun tak digubris oleh Istrinya.

"Pa kasihan anak Kita, baru beberapa bulan menikah, Dia sudah harus mendapat cobaan" ucap Mama Danu, bersender dibahu suaminya.

"Kita harus sabar Ma, Minggu depan kan mereka akan berangkat berobat keluar negeri, kita doakan saja yang terbaik untuk anak kita Ma, dan kita harus selalu mendukung mereka dalam keadaan apapun, agar mereka semangat, tidak putus asa." ujar Pak Adi mengelus rambut Istrinya.

"Iya Pa".

"Ya sudah Ma, Mama juga harus minum obat sekarang, Mama juga harus menjaga kesehatan Mama, jangan sampai Mama drop, dan itu bisa membebani pikiran Danu nantinya, Danu harus fokus dengan kesehatannya Ma, kalau nanti Danu sudah sembuh, pasti akan segera memberikan kita cucu Ma.

"Iya Pa, Amin".

Ting nung.

Dina yang baru selesai mandi, dengan handuk yang masih melilit di kepalanya, menuruni anak tangga, menuju pintu, untuk membukanya.

"Eh Sa, tumben banget pagi-pagi sudah kesini"

"Iya Din, hari ini gue mangkal disini ya" pintanya.

"Lo pikir rumah gue pangkalan ojek, mau mangkal disini"

"Ih bukan gitu, suruh gue masuk dulu kek, pegel tau kelamaan berdiri"

"Oh ya, ayo masuk". Dina membuka lebar pintunya.

"Sa Lo tunggu sini bentar ya, gue mau ngeringin rambut dulu" ucap Dina, sambil menaiki satu persatu anak tangga menuju kamarnya.

Alisa mengangguk.

Sebelum mengeringkan rambutnya, Dina mengambil ponselnya, lalu mengirim pesan pada Rere.

📩Dina

"Re, Alisa ada dirumah gue sekarang".

Setelah mengirim pesan, Dina mengambil pengering rambutnya, setelah selesai, Dina kembali menghampiri Alisa yang menunggu di ruang tamu.

Ting.

Rere mengambil ponsel, lalu tersenyum lebar, melihat pesan dari Dina, "Tunggu Lo Sa" gumamnya. kemudian bergegas menuju rumah Dina.

"Sorry ya Sa, Uda nungguin lama"

"Santai aja kali Din" ucap Alisa yang tengah berbaring di sofa.

Ting nung...

"Bentar ya Sa,gue buka pintu dulu, ada tamu"

1
Pisces97
sudah sering malah masaknya lebih jago suami dri pada istri
Pisces97
bener kata merisa kau terlalu merendahkan diri sendiri (Danu)
Pisces97
Danu kok cocok ya sama Afifah jadi gemes lihatnya
Pisces97
sadarlah sa awalnya Andra katanya katanya belum siap nikah nyata ya dia sudah nikah sekarang ahh ..
jadi ingat mantan dulu pernah meminta ajakan nikah tapi ga diinyakan waktu. pacaran 3 tahun lebih baru pisah coba kalau dilanjutkan pasti ngebes kaya Alisa ini ...
Pisces97
mama pergi dulu sebelum mengetahui kejadian nya diperlakukan tidak baik sama menantu kalau .
kalau masih ada pasti langsung sedih dan drop tambah buat kesedihan bertahan besar
Pisces97
Andra itu ga bener ² cinta sama lu sa buka dong mata dan hati lu
ada yang jauh besar cintanya yaitu Danu suami lu apapun dia tetap mencintaimu. biarpun kamu perlakuan buruk tak anggap ada,,
sedangkan Andra dia malah lari terus bergandeng sama wanita lain itu bukan nama sa Taukan ???!
Pisces97
biarpun ga ada cinta tetap danu adalah suami nya patutlah sopan santun setelah menikah tugasnya orang tua dilepaskan dipercaya Sama suami apa kata orang tua nanti yang ada kamu berbuat dosa dan sekaligus buat orang tua dan mertua mu kecewa saat ,,
kurang ajar kalau lakinya bejat lah ini dapat suami baik hati , perhatian kurang apa diluar sana banyak yang mau sama Danu tapi kamu beruntung bisa menikah dan dicintai Danu
lihat noh ada diam² mencintai Danu bertahun² tapi hanya disimpan dihati
Pisces97
nah jadi perempuan harus realistis y kalau cowok nya ga mau ngajak nikah atau berjuang itu tanda nya sudah ada wanita lain yang dijaga hatinya
Pisces97
sebenarnya beruntung lho mempunyai suami perhatian dan sabar tiada batas dan cinta melebihi diri kita itu sama dengan laki² yang bisa membimbing dan mbawa kita lebih baik harusnya bersyukur tanda suaminya menghargai istrinya
Pisces97
lihat no saa,, suamimu yang tak kok anggap malah berharga Dimata orang lain awas jangan sampai kehilangan suami yang amat baik itu
Pisces97
kak author baca novel mu yang lain nih
fiyol jelek
suka
Selamet Turipno
cerita tentang laki-laki bodoh rupanya
tuti sriyono
Luar biasa
Alanna Th
orgtua mrk mestiny tahu gelagat anak"nya; bisanya cuma maksa nikah, gk mrasakn derita akibat trpaksa itu
Alanna Th
aq jg mlalui prknln bbrp bln, dlmr ll bbrp bln kmudian mnikah. sdh jelang 40 thn. Anak km spsng. Msh brtahan walau swami mndua hati. Km tdk brniat cerai, hanya buang" uang. kasian anak" kl km pisah dg hrt tak sbrp musti dbagi dua
Nurjana Bakir
tinggalin aja
Abdul Fatah
mengemis dihadapan wanita 🤮🤮🤮🤮
Jannah Sakinah: Buat cerita sendiri kalau mau sesuai ekspektasi. Hargai author nya
total 1 replies
Abdul Fatah
lelaki tidak punya harga diri
Abdul Fatah
najis lelaki tidak punya harga diri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!