Shirleen Damla Julian, tidak pernah menyangka tindakannya menolong seseorang beberapa hari yang lalu akan menjadi awal permasalahan dalam hidupnya.
"Aku sudah menikah dan ini anak kami !" Shirleen memperjelas lagi statusnya sambil menunjuk gadis kecil disampingnya, tapi bukannya malah mengerti, nampak seorang bocah ingusan dihadapannya malah menyeringai menanggapi pernyataannya.
"Aku tidak perduli !" dengan tegas seorang bocah ingusan menantang dirinya.
Jason Ares Adrian, "bocah ingusan" begitulah Shirleen memanggil seorang yang sayangnya adalah tuan muda dari keluarga Adrian. Jason yang telah dibutakan cinta, telah mengabaikan status Shirlen yang adalah istri orang, dia telah jatuh cinta pada pandangan pertama saat Shirleen menolongnya dari kejaran para fansnya yang bar bar tak kenal ampun.
Jangan lupakan Athar, suami Shirleen yang selalu dihadapkan dengan dilema, antara istri dan ibunya, Ibunya tampak tak menyukai Shirleen karena menganggap istrinya itu terlalu manja, dan tidak becus dalam mengurus rumah tangga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Along Pee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingin Berterima Kasih
"Gue heran ma Jason, bicara kagak tetep aja banyak yang minat" Angga kini tengah mengamati siswi yang sedang bersorak ria menyambut kedatangan Jason.
"Itu karena mereka belum pernah merasakan jadi kita, coba aja sehari jadi kita gue yakin udah mampus dibuat Jason yang puasa ngomong tiap hari" Afik menjawab dengan songong "Nggak ada yang kekebalan imannya menandingi kita tau nggak lo"
"Iya juga ya, kok gue betah ya punya sahabat es kayak gitu" Angga baru sadar akan gaya pertemanannya dengan Jason yang sudah hampir lima tahun. Ia pun bergidik ngeri.
"Bener kata lo, iman kita emang gak tanggung-tanggung kebalnya" lanjutnya lagi.
"Gue jadi gak bisa bayangin tuh si kutub punya pacar, kira-kira bakalan bucin nggak ya ?" Tiba-tiba keluar tanggapan dari mulut Yudha.
"Yah si manusia es kedua, tumben nyahut, sebelas dua belas sama lo kali, asal jangan makin dingin kalo udah putus, hahaha" Kini Angga menyindir Yudha yang bersikap sama seperti Jason semenjak dia putus dari mantan pacarnya.
"Sa ae lo nyet, si es baru kali ini ngeluarin suara emasnya eh udah ditelak aja, lo emang keterlaluan tau nggak jadi temen" Afik membela Yudha namun dengan lirikan yang sungguh mengejek.
"Hahahaha" mereka berdua pun semangat tertawa tanpa memikirkan Yudha yang kesal setengah hidup.
Jason sudah mendekat kearah sahabatnya, ia mengkode untuk pergi ke kantin dulu, ketiga temannya itu pun mengikut.
Mereka kini sudah duduk dikantin, Jason memesan teh hangat karena perutnya tidak nyaman setelah memaksakan diri makan atas nama cinta tadi.
"Son, nongkrong yuk kafe lo ntar pulang sekolah" ucap Afik.
"Gue kerja" sahut Jason.
"Iya deh om om ceo" sindir Angga.
"Hemm" Jason mengeluarkan jawaban pamungkasnya.
"Hemm Ga, Heeem, lo ngerti nggak Heemm itu apa ?" Afik menanyakan pada Angga dengan nada bercanda.
"Kagak tau gue, lima tahun hem hem terus, gue berasa kek ngomong ma rumah eskimo tau nggak lo" garing Angga.
"Hahaha" Walaupun nggak lucu Afik dan Angga tetep saja tertawa, mereka sungguh bingung menghadapi kedua sahabat yang irit bicara itu.
Shirleen kini sedang menunggui Misca disekolahnya, tidak ada yang berubah pada Ibu-ibu murid disekolah anaknya, mereka masih tetap ramah dengan Shirleen, membuat Shirleen bingung, ia mulai membuka ponselnya dan mengetik di laman pencariannya.
"Gosip terbaru Jason Ares Adrian" Begitulah yang ia tuliskan di laman pencariannya.
Namun ia begitu heran, tidak ada berita tentang dirinya, vidio yang mungkin viral pun tidak ada, padahal jelas-jelas ia melihat beberapa pengunjung memvidio kejadian memalukan waktu itu.
Bahkan yang ia lihat hanya berita Jason yang dipuja-puja netizen masih memenuhi jagat maya, Shirleen bersyukur tidak ada gosip miring Jason dan dirinya, apakah ini kekuatan tangan Jason selain bisa membobol pintu rumah orang pikirnya.
Ia begitu takut, sampai tidak berani membuka ponselnya karena kejadian memalukan itu.
Ia ingin berterima kasih pada Jason jika benar saja bocah tengil itu yang telah mengatasi masalahnya, ia teringat ucapan Jason waktu Jason membawanya pulang ke apartemennya, bukankah Jason memang pernah mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja.
"Ternyata bocah ingusan itu tidak buruk juga" Batin Shirleen.
Ia berniat membeli bahan untuk membuat cake setelah pulang dari sekolah Misca nanti, Ia akan membuat cake sebagai ucapan terima kasih pada Jason.
Ia tersenyum senang memikirkannya, namun ia segera tersadar ia tidak boleh terlalu dekat dengan bocah ingusan itu, itu akan sangat menyakiti Jason mengingat ia yang tidak bisa membalas perasaan Jason padanya.
Ia tidak ingin memberikan harapan pada Jason, hatinya masih begitu luka, ia belum siap untuk kehadiran orang baru dihidupnya, lagi pula baginya Jason mungkin cuma ingin bermain-main padanya, Jason adalah anak SMA, ia tidak mungkin akan serius apalagi dengan dirinya yang sebentar lagi akan menjadi janda anak satu.
"Ah, cuma sebagai ungkapan terima kasih saja, tidak akan lebih, dan tidak ada salahnya kan !" Batin Shirleen.
Bersambung...
*
*
*
***Dukung karya ini dengan like, koment, dan vote yaaa.
Happy reading***...
banyak rasa
yg pasti suka banget karena mengandung bom bawang,nangis berkali-kali.
pokoknya suka banget, terapi air mata wkwk
brondong memang menggoda...
ceritanya mirip aku