NovelToon NovelToon
The Billionaire Twin'S Baby

The Billionaire Twin'S Baby

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Balas Dendam / Anak Genius / Duda / Tamat
Popularitas:15.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: JBlack

Galexia, wanita yang pernah melahirkan tanpa kehadiran sosok suami itu, tak pernah membuat dirinya menyesal. Dia terus berjuang untuk bertahan hidup dan membesarkan kedua buah hatinya dengan penuh kasih sayang.

Kehadiran Mars dan Venus tentu membuat kehidupan Galexia berubah pesat. Seakan bumi dan langit menjadi saksi jika adanya anak kembar itu, membuat kehidupan yang dulunya suram menjadi bahagia.

Namun, bagaimana bila takdir membuat kehidupan mereka yang damai mulai terguncang dengan kehadiran sosok pria yang menjadi pemilik benih lahirnya anak kembarnya itu?

Update setiap hari pukul 12.00 siang.
Jangan lupa follow instagram author : @ini_jblack

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JBlack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menguping

Suasana mencekam tentu saja dirasakan oleh si kecil Venus. Berulang kali dirinya memilin baju yang ia pakai untuk menghilangkan kegugupan dalam dirinya. Perlahan tangan mungilnya yang kiri ditarik oleh Mama Alya. Mendorong pintu lalu keduanya masuk ke dalam kamar Riksa.

Mata Venus berkeliling. Dia menelan salivanya hingga akhirnya bernafas lega dengan elusan di dada menandakan jika abangnya tak ada disana. Ruang kamar itu terkesan kosong dan sunyi, hingga bola mata Venus menangkap sebuah laptop berada di atas ranjang.

Apa Abang udah dapet infolmasi? Batinnya dalam diam. 

Venus sudah tak peduli sang nenek mengajaknya mencari Mars kemana. Pandangannya hanya tertuju pada laptop dengan pemikiran apakah rencananya dengan sang abang berhasil.

Tak lama, Venus merasakan goyangan di tangannya, dia menoleh dan melihat Mama Alya memberikan kode di dalam lemari. Venus tak ingin alasannya ketahuan. Akhirnya dia mengangguk hingga saat pintu lemari perlahan dibuka. 

"Ketemu!" teriak Mama Alya dan Venus bersamaan dengan wajah bahagia.

Mars memasang wajah cemberut. Dia keluar dari lemari dengan mimik wajah kesal.

"Venus curang. Kenapa mengajak, Nenek?" 

Gadis mungil itu pura-pura merasa bersalah. Bahkan matanya ia buat berkaca-kaca agar akting mereka terlihat sungguhan.

"Eh kenapa Mars marahin Venus? Nenek sendiri yang ingin ikut, Nak," rayu Mama Alya dengan mengelus kepala Mars. "Ayo keluar! Pasti kalian capek, 'kan?" 

Mars dan Venus hanya mengangguk. Lantas keduanya digandeng oleh Mama Alya keluar dengan sebuah senyuman. Sejak keberadaan si kembar disini, ibu dari Riksa itu terlihat begitu bahagia. Ditambah, dua anak Sia tak pernah rewel dan merepotkan. Bahkan mereka adalah anak-anak yang bisa diandalkan. 

Mama Alya mengajak keduanya duduk di ruang makan. Dia memberikan dua gelas air putih lalu menyiapkan makanan untuk mereka sebelum ke rumah sakit. 

"Kalian harus makan dulu sebelum ikut melihat Mama," kata Mama Alya membuat Venus bertepuk tangan.

"Yeye ketemu Mama," ucapnya bahagia.

Keduanya lantas memakan makanannya dengan cepat. Memotong waktu yang terus berjalan dan ingin sekali sampai di rumah sakit.  Sungguh jiwa Mars masih terguncang dan tak percaya. Namun, bukti dari apa yang dia lihat, sudah membuatnya yakin jika apa yang ada dipikirannya benar. 

Masih teringat jelas di pikiran Mars ketika dia men scroll layar tersebut untuk membaca kata demi kata yang dia cari di google. Matanya dengan jeli mencari identitas Galaksi dengan mudah. Hingga saat dirinya menunggu loading itu selesai, muncullah banyak foto di layar itu.

Mata Mars membola penuh, dirinya seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Foto sang Mama Sia bersama Galaksi dengan begitu mesranya. Bahkan bukan hanya satu, melainkan banyak sekali potret yang entah munculnya dari mana. Hingga sebuah judul foto membuat putra dari Sia itu semakin begitu yakin dengan pikirannya.

Potret seorang pebisnis hebat, Galaksi dengan calon istrinya menghadiri sebuah pesta.

Dari judul itu saja ditambah foto-foto yang bertebaran, membuat Mars yakin jika Galaksi adalah pria yang dicarinya selama.

Itu berarti dia adalah papa kandungku dan Venus, batinnya berkecamuk. 

"Mars," panggil Mama Alya yang mengejutkan pria kecil itu. "Kenapa makanannya hanya diaduk?"

Mars menatap piring miliknya. Ternyata terlalu banyak melamun membuatnya hanya mengaduk makanan, hingga tak lama dia menatap Mama Alya yang khawatir dengan dirinya.

"Gak apa-apa, Nenek." 

"Apa makanannya tak enak?" tanya Mama Alya mendudukkan dirinya di samping Mars.

"Ini enak," sahut Mars dengan mulai mengambil sesendok makanan dan ia masukkan ke dalam mulutnya. 

Hal itu tentu mengundang senyuman lebar khas seorang wanita paruh baya. Mama Alya bersyukur, kedua anak Sia bukan pemilih makanan. Apapun itu, pasti mereka makan.

Setelah semua selesai, Mama Alya segera mengganti pakaian Mars dan Venus. Mereka juga membawa makanan dan pakaian ganti untuk Riksa. Hingga akhirnya waktu yang masih belum terlalu siang mulai mereka jelajahi dengan berada di dalam mobil.

Suasana kota New York di waktu yang belum terlalu siang, sudah pasti terlihat lebih padat. Bahkan si kembar merasa supir melajukan mobilnya dengan pelan hingga membuat mereka tak sabaran.

"Kapan kita sampai, Nenek?" tanya Venus dengan wajah tak sabaran.

"Sebentar lagi, Nak. Kita akan sampai." 

Akhirnya perjalanan mereka mulai berakhir. Kendaraan yang ditumpangi Mars dan Venus mulai memasuki area rumah sakit. Setelah mobil itu terparkir dengan rapi, mereka lantas keluar. Berjalan bergandengan tangan, tentu saja banyak orang yang begitu perhatian dengan wajah mereka.

Wajah tampan nan cantik yang terlihat dari usia dini, membuat semua orang memandang ke arah mereka penuh kekaguman. Saat pintu lift mulai terbuka, tiba-tiba Mama Alya memanggil keduanya.

"Kenapa, Nenek?" tanya Mars dengan membalikkan tubuhnya.

"Nenek ingin ke kamar mandi sebentar. Kamar Mama kalian nomor 3 dari sini," katanya yang diacungi jempol oleh Venus.

Setelah melihat ibu dari Riksa itu masuk ke kamar mandi, lantas keduanya berjalan sambil bergandengan tangan, menghitung kamar yang dilalui hingga mereka hampir sampai di kamar sang mama.  

Namun, sayup-sayup, Mars dan Venus mendengar suara seseorang. Suara yang begitu sangat mereka kenali membuat keduanya memilih bersembunyi. Keduanya lantas berpandangan dan dengan pelan, Venus berbisik ke telinga sang Abang.

"Itu suala Om Galaksi 'kan, Bang?" 

Mars mengangguk, karena memang itulah kebenarannya. Walau pertemuan mereka bisa dihitung dengan jari. Namun, setiap pertemuannya Galaksi selalu mengajak mereka berbicara. Hingga mau tak mau keduanya hafal betul dengan nada dari suara pria itu.

Hingga tak lama, kedua tubuh anak kembar itu mematung, saat mendengar pernyataan sang Mama. Wajah kecil penuh keterkejutan itu saling memandang hingga keduanya lantas mengangguk.

"Itu Papa kita, Abang," lirih Venus dengan mata berkaca-kaca.

Seorang anak kecil seperti Venus, tentu bahagia mendengar sesuatu yang selama ini dipertanyakan oleh dirinya sendiri. Walaupun sejak lahir dirinya tak pernah tahu siapa ayahnya dan mendapat kasih sayangnya. Namun, mendengar kenyataan jika sosok yang dia temui beberapa kali ada sosok figur papa kandung, tentu membuat hatinya begitu senang. 

Ternyata praduganya selama ini salah. Mereka bukan anak yang lahir tanpa ayah, keduanya juga belum ditinggal pergi oleh ayah mereka. Kenyataannya, Mars dan Venus masih memilih seorang ayah kandung. Meski memang orang tua mereka sudah berpisah sejak lama. 

Hingga tiba-tiba lamunan Venus buyar ketika tangannya ditarik oleh Mars. Pria kecil itu membawa sang adik ke tempat dia berpisah dengan sang nenek agar tak ketahuan jika keduanya habis menguping.

"Abang ngapain kita kesini?" tanya Venus dengan nafas naik turun. 

"Dia mau keluar dari kamar Mama. Kalau kita tetap disana, maka kita ketahuan." 

Venus hanya mengangguk. Hingga saat keduanya mengintip sosok yang baru keluar dari ruangan mamanya, Mars dan Venus dikejutkan oleh suara sang Nenek.

"Kenapa kalian tak masuk ke ruangan Mama Sia? Kenapa masih disini?" 

~Bersambung~

Gimana reaksi si kembar yah. Mereka tanya ke Sia langsung atau nggak?

Ada yang kaget gak sama part ini? hahaha.

Ini aku ketik jam 02.15 dini hari. Aku sempetin ngetik satu bab buat jumat pagi. Padahal ini sambil nemenin anak yang kebangun minta nen terus. Walau gak tega, ku tega-tegain.

Semoga kalian suka dengan part ini. Jangan lupa like, komen dan vote yah. Bantu promosiin karya ini kalau kalian emang suka sama si kembar.

Terima kasih.

Tembus 200 like aku update lagi.

Inget! Kalau aku telat update, baca komentar bab akhir atau story instagram aku.

Aku bakalan kasih tau alasan aku disana.

1
ollyooliver
masih nanya..bodoh!
슈가
Lumayan
LENY
DIH JGN SAMPE MM FLO KENAPA2😥
LENY
SUAMI GILA KDRT ISTRI DUH KADIHAN BENER
LENY
LHO KATANYA GALAXI MAU PINDAH DAN TINGGAL DI INDONESIA NNT KANTORNYA DIKELOLA SAMA ANAK BUAHNYA GALAXI SEKALI SEKALI AJA KE LN.
LENY
LAGIAN SDH UMUR 6 THN SI KEMBAR SDH BESAR KECUALI BARU 2 ATAU 3 THN MSH KECIL. HRS SDH TIDUR TERPISAH DAN NGERTI ORANG TUA.
LENY
KEREN THOR ❤👍👍
LENY
YA KOK XIA DAN CRESIDA CANGGUNG SAMA ORANG TUA KANDUNG PADAHAL SAMA PANDORA DAN MAMA ALYA BISA LGSG DEKAT. KASIHAN PAPA JERICHO DAN MAMA RHEA
LENY
KEREN CERITANYA MAKIN SERU THOR👍👍
LENY
DUH CRESS GAK USAH SEDIH BEGITU ORANG BUKAN ORANG TUA KANDUNG DAN SANGAT JAHAT. KL BAIK MENDING INI IBLIS SYUKURLAH MEREKA BINASA MENGENASKAN MATINYA
LENY
BODOH BENER RIKSA MAU NURUTIN KEMAUAN MANUSIA DAKJAL LAKNAT INI.
ORANG TUA IBLIS INI MAH JUAL ANAK.
LENY
MAMA RISKA BERHATI MALAIKAT DUH BAIK SEKALI
LENY
HRS NYA TERUS TERANG SJA SISPA TAHU MAMA ALYA BISA BANTU CARI JLN KELUAR
LENY
BENAR2 GAK TAHU MALU INGRID INI BEBAL GOBLOK
LENY
PANDOEA HRS DICEKIK SAMPE MATI THOR MAAF EMOSI🙏🙏
LENY
DASAR IBLIS PANDORA SMG CEPAT MATI NENEK LAMPIR INI😡😡
LENY
GALAXI ANAK MOMMY GAK TEGAS DAN GAK PUNYA PENDIRIAN. MENDING PANDORA MOMYNYA BAIK INI CULAS
LENY
ADA IKATAN DARAH AYAH DAN ANAK YG KUAT
LENY
SIIP LSNJUT THOR SELALU LIKE DAN VOTE
May Dwi
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!