Karena sebuah kesalahan, gadis berumur 19 tahun yang punya kekebalan terhadap racun malah terjatuh karena sebuah Obat Perangsang.Hal ini membawa nya kedalam situasi serius. Karena salah minum, vivi terkena obat perangsang yang tidak pernah dia coba. Alhasil, Vivi pun menghabiskan malam yang menggairahkan dengan lelaki asing yang dia temui pertama kali.Setelah malam itu,kehidupan Vivi pun berubah.
"Aku akan mencari anakKu!"Cetus Vivian dengan mata menyalang marah pada takdir yang seolah sedang mempermainkannya saat baru membuka mata dari tidur panjang.
Apa yang terjadi ? Hal rumit apa yang dimainkan takdir untuk Vivi ? Seperti yang dia katakan, Vivi mencari anaknya setelah bangun dari Koma. Namun, Dalam proses mencari anaknya,takdir kembali mempertemukan Vivi dengan Pria di malam itu.Lagi-lagi takdir bertindak. Hal rumit dan menarik apa yang dipersiapkan takdir untuk Vivian ?
Kalo penasaran, silahkan di baca. Happy Reading yaaah ~ 🥰❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnez_('❛◡❛'), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#35.
Ucap vivian pada yohan. Tapi yohan mengajukan suatu permintaan pada vivian..
"Tante.. Tante keberatan gak kalo duduk di rumput yang hijau di bawah ? " Tanya yohan...
"Gak keberatan sih, Kan rumput nya juga banyak. Emang kenapa sayang ? "Tanya balik vivian..
"Aku mau tante duduk di bawah, terus yohan tidur di atas pangkuan tante lebih lama lagi. Soal nya kalo di atas bangku, belakang yohan sakit tante.. "Jelas yohan.
"Okeh.! " Vivian pun setuju pada permintaan yohan. Kemudian vivian duduk di atas rumput, dan yohan langsung berbaring di atas pangkuan vivian seperti tadi..
Sekitar 10 menit lama nya yohan dan vivian tidak berbicara. hanya nyanyian vivian yang sedang membuat yohan kembali tenang. Vivian menyanyikan lagu "Bunda" untuk yohan. setelah vivian selesai bernyanyi, yohan pun langsung bangun dari pangkuan nya vivian.
Setelah bangun dari pangkuan vivian, yohan langsung duduk dengan bersila kaki, dan sedang berhadapan dengan vivian...
Karena vivian merasa ada yang ingin di sampai kan oleh yohan, vivian pun berbicara duluan...
"Hei yohan yang ganteng, Nama belakang kamu apa sayang ? Gak mungkin nama depan aja kan... " Tanya vivian.
"Ah, yohan belum kasih tau ke tante ya. Oke kalo gitu yohan bakal kasih tau,Nama lengkap ku " Yohan Agreete " . Umur ku baru enam tahun, dan sekarang aku masih anak TK. Nama sekolah aku TK. Harapan Bunda yang ada di jalan mawar. Senang bertemu dengan mu tante yang baik."
Jelas yohan yang sedang memperkenal kan diri nya itu. fokus vivian langsung pecah seketika dia mendengar nama belakang yohan.
"Agreete ? Apakah agreete yang itu ? Apakah agreete yang termasuk dalam lima keluarga terkaya, keluarga besar nomor urut dua ?.. " Batin vivian.
"Em yohan, apa nama ayah kamu Irwin Agreete ? Penerus keluarga agreete pada periode ini ?"
Tanya vivian dengan perasaan nya yang mulai campur aduk. Di satu sisi, dia takut jika semisal perkiraan tentang yohan adalah anak nya salah. Di sisi lain, dia juga takut jika yohan memang benar adalah anak nya. Takut nya vivian dalam arti, vivian takut dia di benci oleh anak nya, dia takut anak nya benar benar tak mau mengakui nya.
"Kok tante tau..?! Oh jelas dong, kan ayah orang yang sangat di kenal.. jadi wajar jika tak ada orang yang tak mengenali nya."
Jawab yohan pada vivian.
"JEDEEERRR...!!!!!!! "
Bagai petir di siang bolong. Mata vivian terbelalak mendengar jawaban dari yohan. Rasa kaget, tak dapat di percaya, senang, sedih, semua nya sedang tercampur aduk menjadi satu.
Untung nya, vivian adalah orang yang pandai menyembunyikan ekspresi yang sebenarnya. Jadi yohan yang ada di depan nya tak merasa terbebani dengan perubahan raut wajah vivian 'jika' berubah.
Badan vivian pun langsung bergerak mengikuti insting nya.! kedua tangan nya langsung memeluk yohan yang ada di depan nya, memberikan dekapan kerinduan pada sang anak.
"Jika tadi pagi aku tetap kekeh pergi ke perusahaan The Star milik irwin, mungkin.... mungkin saat ini, anak ku sudah tak ada lagi di dunia. Astaga, syukurlah tadi pagi aku ada di belakang mu, syukurlah tadi pagi aku dapat menyelamatkan nya. Jika tidak, aku tak tau penyesalan apa lagi yang akan terjadi dalam hidup ku.! Sungguh kebetulan yang tidak mengecewakan. "
Batin vivian saat sedang memeluk yohan dengan tangan nya yang gemetaran ketakutan, membayangkan kejadian buruk yang akan menimpah yohan jika dia tidak ada di sini hari ini.
Yohan yang merasakan getaran dari tangan tante yang baru dia temui itu, merasa terheran heran atas tindakan nya. Kemudian yohan mendorong tubuh vivian secara perlahan ke depan sambil berkata..
"Tante.. Tante jangan takut.! Ayah aku gak bakal marah sama tante kok. "
Ucapan penenang yang di lontarkan yohan, membuat ketakutan vivian menghilang. Vivian pun berusaha menekan rasa takut nya, agar tak tampak di hadapan yohan.
"Tante gak takut ko, cuma kedinginan aja. "
Ucap vivian memberikan alasan yang tak masuk akal pada yohan.
"Em, tante benar benar suka bohong yaah. Ingat yaah tante, kalo kebanyakan bohong, nanti hidung nya panjang kaya pinokio loh."
Ucap yohan yang sedang menasehati vivian, dengan gurauan yang biasa di berikan pada anak kecil. Vivian pun tersenyum, merasa lucu atas penghiburan yang di berikan anak nya itu. Lalu muncullah satu pertanyaan dalam benak vivian..
"Lalu di mana kah saudara mu ? Saudara kembaran mu yang satu nya ? "Tanya vivian..
"Yohan gak punya kembaran tante. yohan sendirian aja. Sebenarnya yohan pengen banget punya kembaran, tapi kalo udah kaya gini mau gimana lagi ?!"Jawab yohan dengan polos.
"Apa yang sebenarnya terjadi ? Bagaimana bisa jadi seperti ini ? Amel.. Sebenarnya apa yang sudah kamu lakukan pada anak ku yang satu nya? " Batin vivian yang sedang geram pada sesuatu yang menjadi teka teki saat ini.
"Kenapa hal ini bisa terjadi ? Ingin sekali saat ini juga mami menggendong mu pulang ke rumah. Memberikan segala yang terbaik di dunia ini untuk mu, dan melakukan tindakan tindakan yang pernah mami bayang kan dulu. Tapi apa boleh buat, mami benar benar takut kamu telah membenci mami dan menganggap mami sedang bicara omong kosong jika mengaku sebagai mama kandung mu saat ini. " Keluh kesah vivian di dalam hati nya.
"em, tan... tante.. Yohan mau minta sesuatu..
Boleh gak ? "Tanya yohan pada vivian.
karena mendengar anak nya ingin meminta sesuatu, vivian pun langsung memfokuskan pendengaran nya, agar setiap permintaan dari anak nya tak terlewat sedikitpun dari pendengaran nya..
"Kamu mau minta apa sayang ? Coba ngomong sama tante, tante pasti bakal kabul kan semua nya.! " Jawab vivian yang sedang meyakinkan yohan untuk meminta apa saja pada diri nya.
"Apakah.... Apakah yohan.. Apakah yohan boleh manggil tante dengan sebutan mama saat ini juga ? Yohan manggil MAMA boleh ya?! "Pinta yohan dengan wajah nya yang sedang tertunduk kebawah.
Vivian pun merasa tersentuh melihat anak nya yang sedang menunduk ini. dia mengulurkan tangan kanan nya, dan mengelus kepala bocah itu sambil berkata..
"Kenapa kamu menunduk ? Takut permintaan mu akan di tolak ya ? " Tanya vivian pada yohan. Yohan pun hanya mengangguk, tak berani mengangkat kepala nya, dan melihat vivian.
"Angkat kepala nya dong. masa mama ngomong sendiri tanpa ada pendengar sih.!"
Kepala yohan pun langsung terangkat ke atas saat mendengat kata "Masa mama ngomong sendiri" keluar dari mulut vivian. Pandangan nya mengarah pada vivian, sedang meminta penjelasan, apakah vivian mengizinkan nya memanggil dengan sebutan "Mama" atau tidak.
"Nah...kan kalo kamu ngangkat muka kamu kaya gini, mama jadi seneng kan..! " Ucap vivian.
"Jadi, tante udah izinin yohan manggil tante dengan sebutan mama ?! " Tanya yohan yang sedang mencari kepastian.
"Iyah, mama udah izinin kok.!"Jawab vivian meyakinkan keraguan yohan.
Bukan nya sengaja atau apa..Perasaan yohan saat bertemu dengan vivian sangat berbeda. Yohan merasa, jika dia tidak mengungkapkan semua cerita sedih nya hari ini, dia akan kehilangan kesempatan dan akan menyesali perbuatan nya.
Tapi karena yohan telah berjanji pada diri nya sendiri, bahwa dia hanya akan menangis dan mencurahkan semua kesedihan, pada mama nya yang sebenar nya. perasaan bimbang pun melanda hati yohan.
Akhirnya, dia memutuskan untuk meminta izin memanggil vivian dengan sebutan mama, agar semua kesedihan yang akan dia ceritakan nanti, Semua nya di curahkan pada orang yang dia sebut mama hari ini.
Yohan belum tau, bahwa sebenarnya wanita yang sedang berdiri di depan nya adalah mama kandung nya sendiri..!
Semangat dan sukses trus,😊💐
lagi Thor...
sukses selalu yaa
finally End juga ceritanya setelah sekian purnama 👍😘