Tak selamanya menikah karena dijodohkan orangtua membuat hidup rumah tangga jadi terasa berat dijalani.
Meski sebelumnya telah memiliki pasangan masing-masing, namun nyatanya menikah adalah bukan hanya tentang kita ingin dengan siapa, namun juga orangtua merestui atau tidak.
Via dan Rifal mungkin salah satunya, yang belajar banyak hal setelah menikah karena perjodohan. Yuk ikuti kisah manisnya... ❤️
visual Rifal & Via diambil dari drakor im not a robbot ya.. 🙏
author bucin dengan pasangan Yo Seung Ho dan Chae So Bin, jadilah menulis ini. Love Seung Ho.. ❤️❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Hari Yang Di Nanti
Sabtu siang, Rifal datang ke rumah Via lagi untuk pura-pura pergi ke Surakarta. Rifal sedikit akting di depan Ayah Via agar rencana mereka mulus tanpa kendala.
Via di kamar mondar mandir seperti setrika karena nervous. Sudah lama sekali sejak terakhir kali ia tampil di panggung, membayangkan nanti malam naik panggung lagi perasaannya jadi campur aduk.
Antara semangat banget, dan takut nanti penampilannya jelek lalu membuat orang yang nonton kecewa. Dua perpaduan rasa itu akhirnya membuat Via gugup luar biasa.
"Non... Non... Den Rifal sudah nunggu di bawah."
Kata Mbok Nah dari luar pintu.
"Oh, iya Mboook, sebentar."
Via menjawab tanpa membuka pintu.
Sedari tadi ia tak memeriksa hp, hingga tak menyadari Rifal sudah tiba.
Via segera berkemas, lalu keluar kamar setelah dirasa perlengkapan yang harus ia bawa telah masuk ke dalam ranselnya semua.
"Yuk."
Kata Via saat akhirnya mendapati Rifal tengah berbincang dengan sang Ayah di teras depan.
Rifal mengangguk lalu berdiri.
Rifal menyalami Ayah Via, begitu juga Via mengekor di belakangnya.
"Hati-hati bawa mobilnya, jagain Via."
Pesan Ayah Via pada Rifal.
"Siap Pak."
Jawab Rifal cepat.
Ayah Via tersenyum, lalu mengawasi kedua muda mudi itu hingga akhirnya keluar dari pintu pagar rumah.
Mbok Nah yang akan menutup pagar setelah Rifal dan Via berlalu tiba-tiba dipanggil Ayah Via.
"Nggih Tuan, ada apa ya?"
Tanya Mbok Nah.
"Mbok, kira-kira kalau nanti Via dan Rifal menikah enaknya dibelikan rumah sendiri atau tinggal di sini saja?"
Ayah Via meminta pendapat Mbok Nah yang seketika membelalakan mata. Hah, menikah? Sopo? Non Via dan Den Rifal? Mbok Nah tiba-tiba perasaannya tak enak.
"Mbok, ditanya malah bengong ki piye sih?"
Ayah Via menggelengkan kepalanya.
Mbok Nah nyengir, lalu...
"Nopo Non Via mau menikah to Tuan?"
Mbok Nah akhirnya memberanikan diri bertanya.
Ayah Via senyum-senyum lalu berlalu begitu saja ke dalam rumah sambil bergumam,
"Ah sebaiknya tinggal di sini saja, supaya nanti ramai kalau ada cucu."
Ayah Via malah halu sendiri.
Mbok Nah menepuk keningnya.
Gawat, gawat. Batin Mbok Nah.
Perempuan separuh baya itu padahal baru saja pagi tadi bertemu Bayu di pasar saat belanja dan seperti biasa beli tempe di tempat Pak Dulah.
Mbok Nah sempat berbincang banyak dengan Pak Dulah soal Via. Jelas sekali Pak Dulah berharap Via bisa bersama Bayu, dan Mbok Nah melihat reaksi Bayu yang terus senyum-senyum selama Mbok Nah membicarakan soal Via dengan Pak Dulah.
Duh kasihan sekali Mas Bayu, kalau sampai Non Via malah benar menikah dengan Den Rifal. Apa iya Non Via pacaran dengan Den Rifal? Mbok Nah malah jadi ikut memikirkan nasib percintaan anak majikannya.
Kalau dilihat belakangan Den Rifal memang sering sekali main, bahkan bolak-balik antar jemput, tapi Mbok Nah ingat waktu Den Rifal duduk berdua dengan Mas Bayu.
Mbok Nah dengar tanpa sengaja pembicaraan mereka, kalau Den Rifal hanya menganggap Via adik saja, Den Rifal sudah punya pacar, dan Den Rifal mendukung hubungan Mas Bayu dengan Non Via.
Ah tapi, bagaimana itu Pak Abimanyu sepertinya salah paham. Mbok Nah merasa harus menyampaikan pada Via saat nanti kondisi dan situasi rumah aman.
**--------**
Rifal kemudian langsung mengantar Via ke rumah Satria di mana semua personil Red Velvet Band berkumpul.
"Kita langsung ke tempat acara Vi, cek sound sekalian latihan bentar."
Kata Satria pada Via yang baru datang bergabung.
"Oke."
Kata Via.
"Aku perlu ngantar lagi ngga nih?"
Tanya Rifal.
"Lha kamu memangnya ngantar pacar setengah-setengah?"
Satria malah heran.
"Siapa pacar siapa?"
Tanya Via.
"Kalian pacaran kan?"
Satria menunjuk keduanya, yang langsung sama-sama kompak menyanggah.
"Dia udah punya pacar."
Kata Via menunjuk Rifal.
Rifal tertawa.
Satria menghela nafas.
"Udah kayak truck gandeng pergi sama-sama terus ternyata ngga jadi."
Satria menggelengkan kepalanya.
Zulfi merangkul Via.
"Tapi kalau dilihat-lihat muka kalian mirip, jadi aku berani taruhan kalau kalian jodoh."
Kata Zulfi, yang langsung mendapat tonjokan kecil di perutnya dari Via.
Rifal hanya tergelak melihatnya, lalu kemudian pamit karena harus menjemput Dewi, mengantarnya ke salon, lalu akan berangkat ke acara ulangtahun Nela bersama.
"Aku tinggal yah Vi."
Kata Rifal saat akan pergi.
Via mengangguk saja sambil mengangkat tangannya.
Sepeninggal Rifal mereka kemudian sibuk berkemas dan langsung tancap gas ke tempat tujuan.
Sampai di cafe yang di maksud, rombongan Red Velvet plus Via disambut oleh orang yang tampaknya dari pihak Event Organizer.
Satria kemudian meminta waktu untuk cek sound dan latihan sebentar, sementara dekorasi dan sebagainya sudah mulai selesai digarap.
Via segera mengambil gitarnya di sudut ruangan, menyetel kunci, sambil sesekali memetik senarnya agar terdengar pas.
Satria dan yang lain juga sama, semua tampak sibuk dengan alat musik pegangan mereka sendiri.
"Kita coba untuk lagu Yogyakarta."
Kata Satria.
"Oke."
Lalu Satria mulai memainkan musik pembuka lagu Yogyakarta yang begitu asik didengar di telinga.
Beberapa staf cafe yang sudah selesai dengan tugas mereka tampak mulai menggerumut melihat latihan band Red Velvet. Dan yang pasti, kehadiran Via lah yang paling menarik perhatian mereka.
Baik pelayan cowok maupun cewek, merasa Via terlihat begitu keren dan pesonanya luar biasa. Apalagi begitu Via mulai memetik gitarnya dan melantunkan lagu milik Bang Katon Bagaskara CS, mereka langsung tepuk tangan seolah sudah konser betulan.
Via yang mendapat respon demikian jadi tersenyum, namun justru itu semakin membuat pelayan-pelayan Cowok klepek-klepek.
Setelah menyelesaikan lagu pertama untuk sesi latihan, para pelayan meminta ada lagu kedua.
Satria langsung meminta mereka bersabar menunggu saat nanti acara saja.
"Yaaaaah... Tanggung nih Maaas..."
Kata mereka.
Via jadi tertawa.
Cek sound dan latihan telah cukup, Via kemudian pergi ke belakang panggung untuk minum.
Sementara yang lain menyusul sekitar lima menit kemudian.
"Gimana Vi, masih tetap bersinar sepertinya, mau naik panggung lagi saja apa bagaimana?"
Tanya Satria.
Via tergelak.
"Enggaklah, ini aja aku ngumpet-ngumpetnya setengah mati, kalau ngga ada Rifal juga belum tentu aku bisa di sini sekarang."
Ujar Via.
Ah andai boleh jujur, sebetulnya Via ingin sekali bisa naik panggung terus, sukur-sukur sampai akhirnya band Red Velvet bisa punya lagu sendiri dan masuk dapur rekaman.
Tapi yah sudahlah, apa boleh buat, sepertinya masih ada kesempatan tampil sekarang saja sudah cukup membuat Via bahagia.
Tak apalah hanya sekali ini, setidaknya sudah bisa mengobati rindu memegang gitar dan bernyanyi di atas panggung lagi.
**-------**
ya jelas to ceritanya masih berhubungan dgn novel mistis yg judulnya Zizi maupun Pandawa
wong emang othor nya sama kok 😅
oh iya Thor di sini banyak bgt foto para tokoh nya
tapi kenapa kok di cerita Pandawa ga ada sh
padahal saya kan pengen liat anaknya Zizi bontot dan kakak nya
pasti unyu unyu banget deh 😅😅😅