NovelToon NovelToon
Kerinduan Cinta Mafia Muda

Kerinduan Cinta Mafia Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:185k
Nilai: 4.9
Nama Author: kiia sari

"Aku merindukan mu"
itulah ungkapan setiap malam. Kanza Mahendra
saat harus berjauhan dengan Rasyi Syakilla.

Gadis ceria yg berhasil mengambil hati manusia dingin. yg bahkan tak tersentuh. namun kini saat berjauhan hati Kanza selalu merindukan nya.

Setelah melewati banyak perjuangan. hingga kini mereka telah benar benar bersama. membuat Kanza ingin selalu bersama dengan wanita yg saat ini telah memenuhi hati nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiia sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 34

*

Rasyi yg di temani Nani melihat pengawal makan. terus tersenyum. karena merasa setidaknya dirinya tidak sendiri disini. tapi tiba-tiba dia teringat tentang Rani.

''Ohh iya !'' sentak nya yg langsung bangun dari duduk yg membuat pengawal dan Nani langsung melihat ke arah Rasyi.

"Ada apa nyonya?" tanya Nani

"Nani, apa saat aku di bawa kemari kau melihat ponselku?"

"tidak nyonya, saat saya membereskan kamar anda saya juga tidak melihat ponsel anda"

"Apa aku menghilangkan nya" ucap Rasyi sambil memegang kepalanya bingung.

"Mungkin ada bersama tuan Kanza nyonya" ucap pengawal

"mungkin saja"

"memang nya ada apa nyonya??"

"aku ingin menghubungi teman ku, dia pasti khawatir"

"nyonya bisa pakai ponsel saya" ucap Nani

"terima kasih, Nani"

"sebentar nyonya akan saya ambilkan"

Nani pun berlari kecil masuk ke dalam. dan kembali lagi keluar menghampiri Rasyi yg terlihat mulai akrab dengan beberapa pengawal. dengan ponsel di tangan nya

"Ini nyonya"

ucapnya dengan menyerahkan ponselnya pada Rasyi

"terima kasih"

Rasyi pun berjalan berniat menjauh. tapi beberapa pengawal malah mengekori nya dari belakang

"Apa kalian tidak lihat aku ingin menelpon" ucapnya kesal

"tapi nyonya tuan mengingatkan kami agar, anda tidak menelpon sembarangan orang"

"Kau ini, kenapa tidak tuan dan pengawalnya semua nya kalian menyebalkan" rajuk Rasyi yg kembali duduk yg membuat beberapa pengawal dan Nani menahan senyum melihat protes Rasyi.

Karena malas berdebat Rasyi pun menelpon Rani dengan penguat suara. agar pengawal tahu bahwa Rasyi benar menelpon teman nya.

"Halo," terdengar suara Rani yg terdengar dengan nada malas nya.

"Rann" panggil Rasyi antusias

"Rasyi" teriak Rani

"iya ini gua"

"lo darimana aja sih, lo tahu gak gua hampir gila nyariin lo tahu gak. gua juga udah telpon lo beberapa kali tapi gak nyambung nyambung terus, lo kemana aja haah !!"

Rasyi yg sudah tahu pasti akan kena semprot oleh Rani. hanya tersenyum maklum mendengarkan Rani yg terus bicara karena kesal padanya.

"Gua baik-baik aja kok, lo tenang aja ya"

"emang lo dimana sekarang?"

sontak karena pertanyaan Rani. pengawal mengambil ponsel dari tangan Rasyi

"Tenang saja, aku tau tidak akan mengatakan aku dimana padanya. berikan" Rasyi bicara sepelan mungkin agar Rani tidak mendengarnya.

"Halo, halo Rass lo masih disitu kan??"

"iya, gua masih disini kok"

"lo gak jawab pertanyaan gua?"

"gua lagi nemenin tuan Kanza. makanya gua gak bisa hubungi lo" bohong Rasyi agar Rani tenang

"Kok lo gak bilang sama gua sih, kan gua panik liat lo gak ada kabar sama sekali sampek gua suruh Damian nyariin lo" ucap Rani terdengar lirih

"Aach, Damian lo utang penjelasan soal Damian sama gua"

"makanya kapan lo balik, gua kangen"

"mungkin beberapa hari lagi"

"emang lo di bawa kemana sih. sama tu makhluk astral??"

spontan perkataan Rani membuat Nani juga pengawal membelalakkan mata nya tak percaya ada yg berani menghina tuannya.

"Hahaha, lo bisa gak sih kalo ngomong agak di saring"

dengan senyum getirnya Rasyi menjadi serba salah karena tatapan pengawalnya.

"Iyaiya, yaudah emang lo dimana sih. atau lo pengen gua jemput biar buruan balik" tukas Rani

"gak perlu, gua lagi ada di bali dan lagian gua juga aman disini kok sama tuan Kanza jadi lo gak usah khawatir"

"Yaudah, pokok nya lo buruan balik ya"

"iya, ntar kok gua balik gua langsung temuin lo"

"janji"

"iya, gua janji"

"oh iya, kenapa lo hubungin gua pake no lain. emang ponsel Lo mana??"

"Kek nya gua ngilangin ponsel gua. ini gua pake ponsel pengawal Kanza" jelas Rasyi

"oh, yg penting lo baik-baik aja kan"

"iya gua baik, yaudah gua cuma mau ngomong itu aja sama lo. dah dulu ya Rann"

"iya, lo hati-hati ya disana. kalo ada apa-apa lo bisa hubungin gua atau Damian" perintah Rani pada Rasyi

"Iya bawel, yaudah ya bey"

"bey, Ras"

Rasyi pun memutuskan panggilannya dan mengembalikan ponsel Nani. mulai terlihat lagi wajah sedih Rasyi

"Nani, kapan Kanza akan kembali??" tanya nya lirih

"saya tidak tahu nyonya, tapi semoga saja malam ini tuan kembali"

"ya semoga saja"

"ayo kita masuk nyonya, tidak baik anda terlalu lama-lama di luar" ajak Nani yg menawarkan tangan nya

Rasyi pun memberikan tangan nya. dan mengikuti Nani yg menarik nya pelan ke dalam.

Tak terasa malam pun sudah menampakan gelapnya Rasyi yg suka selesai mandi yg kembali memakai kembali kemeja Kanza. duduk di balkon kamar dengan menikmati angin malam dengan mata terus mengarah ke pintu gerbang.

"Kenapa belum kembali, kemana dia. dia akan baik-baik saja kan" lirih nya

"Nyonya" panggil Nani

Rasyi pun berbalik melihat ke arah suara yg memanggil

"nyonya ngapain disini??"

ucap Nani membelai rambut panjang Rasyi yg terlihat sedikit berantakan terkena angin

"Kenapa dia belum kembali Nani??" lirih nya

"mungkin tuan belum selesai dengan urusannya nyonya"

"tapi tidak tahu kenapa, hatiku tidak tenang"

"nnyonya jangan khawatir, kalo nyonya hidup bersama nanti mungkin hal begini akan jadi hal biasa bagi nyonya" jelas Nani

Tapi mata Rasyi kembali melihat ke gerbang. berharap akan ada mobil yg membawa Kanza kembali

"Nyonya, ayo kita makan malam dulu setelah itu nyonya minum obat terus istirahat" ajak Nani

"Hem, ayo" Rasyi pun berjalan keluar kamar dengan Nami yg mengikuti nya di belakang

Di meja makan. Nani yg menyiapkan makanan untuk Rasyi terlihat tenang tanpa suara. dengan Rasyi yg terlihat melamun dengan pikirannya yg entah kemana.

"Nyonya"

"ach, iya"

"ayo makan, nyonya"

"Nani makan lah bersama ku"

"tidak nyonya, saya akan makan setelah anda"

"kenapa begitu, apa kamu tidak suka makan dengan ku?"

"bukan seperti itu nyonya, tapi saya hanya pelayan disini tidak pantas makan dan duduk bersama anda" jelas Nani

"Jangan katakan seperti itu, aku tidak nyaman kalau kau menganggap ku majikan. anggap aku seperti putri mu sendri"

Nani pun tersenyum bangga melihat sikap Rasyi. dia pun mengajak suami nya duduk bersama dengan Rasyi di meja makan untuk menemani nya makan.

"Nyonya, apa masakan saya tidak enak atau anda ingin makan yg lain" tanya Nani

"tidak, masakan mu enak cuma aku hanya sedikit tidak selera saja" jawab Rasyi

"Anda harus makan nyonya, agar tuan Kanza tidak khawatir"

imbuh pak Dhanu suami Nani

"Hem, baiklah"

mereka pun makan bersama dengan tenang. Rasyi yg memaksa terus makan agar tidak membuat Nani kecewa.

Selesai makan Nani lebih dulu mengantar Rasyi ke kamar nya dan memastikan nya untuk minum obat. dan lalu meninggalkan nya agar Rasyi dapat istirahat.

"Bu, ibu cepat kemari"

panggil pak Dhanu yg melihat istrinya jalan turunin tangga

"ada apa pak?"

"tuan Kanza menelpon"

"benarkah"

"iya ini, bicara dulu"

ucap pak Dhanu memberikan ponsel nya

"Iya tuan"

"bagaimana? keadaan nyonya disana??"

"nyonya hanya terlihat sedih dari tadi pagi tuan, beliau terus bertanya kapan tuan akan kembali" jelas Nani

"Apa dia sudah meminum obat nya??"

"sudah tuan, kini nyonya sedang ada di kamarnya setelah saya memberikan nya obat agar nyonya istirahat"

"Bagus, tolong terus jaga dia untukku. dan jangan lupa jangan katakan pada nya aku menelpon" tegas Kanza

"Ta-tapi tuan kaa"

tapi Kanza sudah mematikan telpon nya. yg membuat Nani menatap heran

"Ada apa bu?"

"tuan Kanza mematikan telpon nya"

"tenang lah. mungkin tuan Kanza sedang ada urusan. setidaknya kita tahu kalau tuan Kanza baik-baik saja sekarang" jelas pak Dhanu panjang lebar

"Tapi aku tidak tega melihat nyonya" lirih Nani

"makanya, kita harus tetap menemani nya supaya nyonya tidak bosan. apa lagi kalau bapak lihat nyonya seperti nya anak yg ceria" imbuh pak Dhanu

"Iya pak"

"ya sudah. kamu bereskan ini aku mau keluar dulu melihat pengawal villa"

Setelah pamit pak Dhanu meninggalkan istrinya yg masih di meja makan. dan beralih keluar villa. dari halaman liar saat melihat ke arah teras kamar tuannya. pak Dhanu melihat Rasyi yg masih duduk di teras sendirian dengan pandangan ke arah gerbang.

"Saya senang jika tuan Kanza benar benar hidup dengan orang yg tulis seperti anda nyonya" ucap pak Dhanu yg terdengar oleh beberapa pengawal.

*

Di kantor Admajda global,

Rani yg sudah siap dengan pekerjaan nya. karena hari ini menggantikan papa nya Rani harus rela pulang malam. namun baru keluar loby. terlihat mobil yg sangat familiar bagi nya

Rani pun berjalan mendekati mobil. dan setelah sampai Rani mengetok kaca jendela mobil yg membuat pemilik nya membukakan kaca mobil nya.

"Rann"

"lo dah daritadi?"

"enggak, gua baru aja kok yaudah yuk masuk" ajak Damian

Rani masuk dalam mobil Damian, kini Damian yg mulai izinkan Rani mendekatinya. malah menambah pekerjaan nya dengan mengantar dan menjemput Rani di kantor.

"Gimana??" tanya Rani yg sedikit sewot pada Damian

"gua minta maaf, gua belum tahu Rasyi dimana"

"lo bohong sama gua"

"enggak, beneran gua gak niat bohongin lo tahu gua juga udah usaha nyari petunjuk tapi sampek sekarang gua belum dapat informasi apa-apa" jelas Damian ketakutan

"Hahaha" Rani tertawa puas melihat wajah bersalah Damian. yg malah membuat Damian memasang wajah bingung

"Kok lo ketawa??"

"gak pa-pa"

"lo kenapa sih"

"oke, oke gua udah dapat kabar Rasyi" ucap Rani

"serius !"

"iya, tadi Rasyi nelpon gua. katanya dia lagi di luar kota dengan tuan Kanza yg buat dia gak balik dalam beberapa hari ini. dan juga dia bilang Rasyi kehilangan ponselnya makanya kita gak bisa hubungin dia" jelas Rani panjang lebar

"Terus kenapa lo tanya lagi ke gua??"

"buat ngerjain lo doang" ejek Rani

"dasar lo ya, resek lo mah" rajuk Damian yg membuang muka

"iya, iya gua minta maaf" bujuk Rani dengan menggandeng tangan Damian.

"Gak bisa marah gua sama lo" ucap Damian

"gimana kalau kita makan dulu, gua yg teraktir"

"oke" dengan cepat Damian menjawab ajakan Rani

"giliran soal makan aja lo cepet"

"ya namanya juga gratis"

dengan senyum sumringah nya Damian melajukan mobil nya meninggalkan area kantor. menuju tempat makan

Di tempat lain. Kanza yg kini terjebak oleh anak buah Jordan yg mengejar nya. karena Kanza yg berhasil menggagalkan transaksi besar Jordan. membuat Jordan dan anak buah nya kalang kabut. karena tahu ini ulah Kanza. jordan dan anak buah nya mengejar Kanza tanpa ampun. hingga membuat Kanza tidak bisa kembali menemui Rasyi sebelum benar benar membuat Jordan kembali ke paris karena terus menyabotase penghasilan Jordan di ibukota.

"Tuan" panggil Edo yg membawa nampan isi makanan untuk Kanza.

"Bagaimana, apa mereka masih mencari kita??"

"masih tuan, beberapa dari mereka masih terus melacak keberadaan anda dan sisanya sudah melakukan penerbangan ke paris karena akan bahaya jika mereka lama la disini karena polisi sudah menyebar poto mereka dengan dakwaan buronan " lapor Edo

"Lalu bagaimana dengan ketua mereka??"

"kami masih terus melacak keberadaan Jordan tuan"

"pantau terus, dan untuk sementara kita harus menjauh dari villa. aku takut jika Rasyi akan menjadi sasaran lagi"

"Kalau begitu secepat nya kita harus mencari tempat untuk membuat nona Rasyi aman tuan"

"aku sudah memikirkan, tapi aku ingin sampai menunggu pesta peresmian proyek hotel kita"

"Sesuai keinginan anda tuan"

"kalau begitu kau keluarlah, aku ingin sendiri" ucap Kanza

"baik tuan" Edo pun ingin keluar kamar Kanza. namun dia teringat berita baik dari salah satu anak buahnya yg di paris.

"Tuan"

Kanza pun berbalik menatap Edo yg berdiri di pintu

"ada berita baik tuan, anak buah kita yg menyusup susah payah kini mereka bisa masuk dalam komplotan Jordan tuan"

"Benarkah" terlihat wajah puas Kanza

"iya tuan," mata-mata kita sudah sampai di markas mereka dengan begini kita akan lebih mudah kedepan nya tuan."

"Kau benar, kita tinggal hanya menggiring bajingan itu untuk kembali ke kandang nya. sebelum aku benar benar menghancurkan nya" dengan nada sinis Kanza.

Hari semakin larut. namun mata Rasyi masih terus terjaga meskipun Rasyi sudah mencoba memejamkan nya.

Karena kesal Rasyi membuang buang bantal ke sembarang tempat. hingga tidak sengaja menyenggol gelas yg ada di nakas. dengan cepat Rasyi berusaha membersihkan nya

Namun baru turun. Nani dan beberapa pengawal sudah menerobos masuk kamar nya yg membuat nya kaget.

''Nyonya, anda tidak apa-apa??'' tanya Nani panik

''saya tidak apa-apa, cuma tidak sengaja menjatuhkan gelas''

''tapi nyonya tidak terluka kan''

''Nani, lihatlah aku baik-baik saja"

"Kalau begitu nyonya duduk lah biar mereka yg membersihkan"

"tidak perlu, biar aku saja"

"tidak nyonya. ini tugas kami"

Pengawal pun membersihkan. pecahan gelas yg berserakan di lantai. sedangkan Nani yg melihat kamar berantakan langsung membersihkan nya dan merapikan nya.

"Maaf Nani"

"kenapa nyonya minta maaf"

"aku merepotkan kalian" lirih nya

"tidak nyonya, anda tidak merepotkan sama sekali"

Setelah selesai Nani dan pengawal pamit untuk keluar dari kamar. dan meninggalkan Rasyi untuk istirahat.

"Aku bosan" ucapnya dengan menghempaskan tubuh nya ke ranjang. dan mata nya menatap ke langit langit kamar nya.

"Apa aku keruangan kerja saja, sapa tahu ada yg bisa ku baca"

ucap nya dan lalu bangkit duduk di tepi ranjang

"tapi apa Kanza tidak akan marah kalau aku masuk tanpa izin nya" Rasyi terus bertanya tanya pada dirinya sendiri karena rasa bosan nya.

"Tidak, tidak lebih baik aku disini saja. daripada nanti merepotkan orang lain" akhirnya Rasyi memilih menidurkan paksa kembali matanya agar cepat pagi.

dan perlahan lahan mata Rasyi membuat nya benar benar tertidur setelah bergerak gerak tidak jelas di ranjang nya.

happy reading😊

1
MINDEULLE
Hai kak ceritanya bagus.

mampir juga yuk keceritaku
RAIN BUKAN HUJAN

terimakasih
Tania Saputri
lanjut thoorrr
Erna Mae
mampir thorr ..
Isam Amoy
di tunggu lanjut cerita nya thour
Isam Amoy
lanjut
Isam Amoy
God God God
Isam Amoy
next
Isam Amoy
curi kesempatan kanza pake remas"
Isam Amoy
lanjut lagi
Isam Amoy
next
Isam Amoy
tegang baca nya
Isam Amoy
foto siapa y
Isam Amoy
cepat nikah kan aja thour
Isam Amoy
keren keren
Isam Amoy
next next next lagi baca nya
Isam Amoy
💪💪💪💪💪
Isam Amoy
so sweit
Isam Amoy
lanjutin
Isam Amoy
lanjut
Isam Amoy
next next next next next next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!