Menceritakan tentang kisah kasih anak remaja yang kental dengan komplik persahabatan dan percintaan.
Ketika upik abu sudah menjadi cinderlela namun sang pangeran malah pergi meninggalkannya?
Itulah yang terjadi kepada Raisa Rachmadinata.
Akankan Icha akan kembali menemukan pangeran pujaan hatinya?.
Yuk simak terus ya ROMANTIKA REMAJA Season 2 di episode 75 😎😎😎😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34 Romantika Remaja.
Reyhan dan Riky sudah sangat rapih keduanya sangat kompak mau malam mingguan. Reyhan dan Riky bersamaan menuruni anak tangga.
"Lihat deh Mas! kedua keponakan ku sudah tumbuh remaja Mas..ganteng-ganteng sekali mereka.." Sahut Nina ketika sedang di ruang tengah melihat Reyhan dan Riky berjalan menuruni anak tangga.
"Andai aja waktu itu Kak Reta bersikap adil, mungkin Rey dan Riky akan akur." Lirih Nina.
"Sudah Mah..jangan mengingat masalalu, yang penting kan sekarang kasih sayang yang kita berikan pada Rey dan Riky itu samarata, mudah-mudahan saja kedepanya Rey dan Riky akan akur kompak layaknya Kakak Adek." Kata Hasan beribawa.
Nina tersenyum merekah di bibirnya , Rey dan Riky ikut duduk di ruang tengah.
"Tante.! Om!.Riky pamit dulu ya bentar kok ada acara."
"Mmmm sama cewek ya?" Ledek Nina.
"Hehee..iya tante.." Kata Riky sambil menggaruk pelipisnya .
"Kalo Reyhan sama mau ngedate juga?" Tanya Hasan .
"Iya Om! kepaksa ini juga.." Kata Reyhan pasrah.
"Hahaaa..mau ngedate sama siapa lo Rey?" Ledek Riky.
"Kepo banget luh.." Kata Reyhan ketus.
"Gue tahu, pasti lu ngedate dengan si Annabell kan? Hahaa.." Riky ketawa cekikikan hingga membuat Reyhan mencubit pinggangnya Riky.
"Beraninya ngeledek Kakak Lo ya.."
"BODO..wlee.." Riky berlari menuju keluar rumah lalu berteriak "Tante Nina! Om Hasan! Riky pamit."
Reyhan juga ikut pamit mencium punggung tangan kanan Nina dan Hasan.
Nina dan Hasan sangat berharap Reyhan dan Riky bisa akur tidak cuek-cuekan bisa akrab seperti tadi saat Riky mengejek sang Kakak dengan candaan.
Icha mencoba menghubungi Nina.
"Hallo Tante Nina.." Kata Icha ketika Nina sudah mengangkat teleponnya.
"Iya saya sediri! siapa ya??"
"Ini aku tante Raisa yang tadi siang nolongin tante ..hehe.."
"Oh Raisa! iya ada apa sayang?"
Entah kenapa Icha sangat nyaman sekali ngobrol dengan Nina , dan Nina juga rencananya besok siang mengajak Icha ketemuan di sebuah cafe , Icha pun meng-iyakan.
Reyhan sangat BETE sekali ngedate dengan Bella yang lebay abis, udah gitu sangat agresif sekali bikin Reyhan semakin bosan. Bella mencoba memberikan perhatian namun sangat keterlaluan sekali, Bella menyuapi paksa Reyhan memberi minum paksa ke Reyhan , sehingga membuat Reyhan makin kesal di buatnya. Intinya Bella mencoba bersikap romantis namun gagal.
Hingga akhirnya Reyhan setelah membayar semua makanan yang sudah di pesan , Reyhan meninggalkan Bella begitu saja membuat Bella sangat marah.
Sementara Amelia malah keliatan sangat canggung sekali, Amel malah keliatan kikuk di depan Riky membuat Riky bosen juga dengan suasana seperti ini, Amel tidak bisa membuat hati Riky senang dan terkesan saat Ngedate, Amel malah keliatan gugup sekali jadi banyak salah tingkah malah sampai membuat baju Riky basah ketumpahan air minum yang di pagang Amelia saat mau memberikannya pada Riky , Amel benar-benar bertingkah sangat bodoh saking geroginya.
Riky sangat BT hingga memutuskan untuk mengajak Amelia pulang.
Ngedate pertama telah gagal.
°°°
Ke esokan harinya Icha bertemu dengan Nina di sebuah cafe yang terletak di dalam sebuah Mal, Icha bisa keluar rumah karena Dinata sudah pulang , Icha di antar oleh Toni supir pribadi keluarga Dinata.
Sesampainya disana Raisa di sambut hangat oleh Nina serta Hasan .
"Jadi ini gadis manis yang sudah menolong mu?" Tanya Hasan saat ketiganya sudah duduk.
"Iya Mas..! Dia Raisa Mas ! Cantik ya Mas.." Kata Nina memuji Raisa dengan tulus, sehingga membuat Raisa semakin terharu dan menunduk.
"Sayang! Raisa! Tante gak suka ya melihat kamu yang selalu menunduk." Tegas Nina seraya menyentuh dagunya Icha dan mengangkat tegak sehingga Icha menatap ke depan.
"Sayang kamu harus berani menatap kedepan, jangan keseringan menunduk Nak, ingat Raisa kamu itu harus punya keberanian tinggi. Hidup itu emang kejam tapi kamu harus berani menghadapinya."
Entah kenapa perkataan Nina ada benernya juga , selama ini Raisa tidak punya keberanian untuk melawan orang-orang yang menjahatinya. Raisa sangat ketergantungan kepada Nella dan Amelia bahkan kadang Reyhan dan Riky kadang menolongnya!
Kalo mereka tidak ada?
Gimana nasib Raisa kedepannya?
Apa dia akan selalu lemah dan tidak berani melawan?
Yang bisa Raisa lakukan cuman menurut dan menunduk.
Bahkan fasilitas yang harusnya ia nikmati malah dinikmati oleh sodari tirinya yaitu Fevita.
Entah kenapa baru mengenal Nina, Raisa sudah terbuka. Ia menceritakan nasib buruk yang telah ia hadapi setelah Ibunda tercinta meninggal dunia.
Nina paham betul.
Emang kadang Ibu tiri itu sangat kejam, namun tidak semua Ibu tiri itu jahat.
Nina sedikit demi sedikit akan membantu Raisa dengan senang hati untuk bisa melawan kejamnya dunia, Raisa harus kuat dan jangan lemah.
Jangan terus-terusan mau di perbudak oleh orang-orang yang membecinya.
Hasan semakin kagum kepada Nina , karena istrinya itu benar-benar bijak dan penyayang.
Tanpa Nina dan hasan sadari kalo Raisa adalah teman satu sekolah dengan Reyhan dan Riky. Karena Nina punya satu tujuan yang baik yaitu merubah nasib dan penderitaan Raisa agar Raisa punya keberanian sedikit untuk melawan.
"Kamu tenang aja sayang! Tante akan selalu ada di belakang layar ! Ingat Raisa itu semua milikmu dan kamu harus ikut menikmatinya! Kamu tidak kasian sama Daddy mu yang siang malam bekerja sampai sedikit waktunya untuk bersama dengan keluarga itu demi siapa? Itu demi kamu sayang? putri kandungnya. Raisa kalo Daddy mu mengetahui kelicikan Farah dan Vita ia akan sangat marah apalagi kamu yang tidak pernah melawan Daddy mu akan merasa sangat sedih karena sudah membuat putrinya menderita. " Kata Nina panjang lebar menjelaskan.
"Kamu pikir baik-baik ya sayang omongan Tante.." Kata Nina seraya menyentuh pipi kirinya Raisa.
"Bener Nak apa yang dikatakan oleh Tante Nina.." Sahut Hasan menyentuh puncak kepalanya Raisa.
Raisa sangat terharu dengan sentuhan-sentuhan hangat ia di berikan oleh Hasan dan Nina sehingga membuat Raisa menitikan air matanya.
"Jangan menangis sayang.." Nina mengusap air mata Raisa yang berjatuhan.
"Terimakasih! Om dan Tante sudah sangat baik padaku! Entah kenapa baru saja Raisa mengenal Tante Nina , aku merasa tidak canggung dan tidak takuk menceritakan semua penderitaan yang selama ini aku rasakan. Bahkan sama Daddy ku saja aku tidak berani.."
...