Carla, gadis berusia 20 tahun harus menerima kenyataan kalau kehidupannya harus berubah 180 derajat setelah kematian kedua orang tuanya. Perusahaan yang bangkrut, sahabat yang menjauh, kerabat yang tak mau menampungnya, juga kekasih yang meninggalkan dirinya di kala jatuh, semakin membuat kehidupan Carla makin terpuruk. Saat itulah hanya Aska Rafasya yang mau berteman dengannya, orang yang selama ini dia rendahkan.
Mampukah Carla menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya?
Jangan lupa untuk like, komen, vote dan rate bintang lima-nya.
Follow akun medsos otor.
fb : Samudra Lee
ig : Samudra_Lee_19
Salam sayang Otor ter--KECEH
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JBDC #34
Siang itu Carla merasa cemas karena di suruh menghadap Sang atasan. Dengan perasaan ragu dia mengetuk pintu ruangan atasannya.
Tok tok tok.
"Masuklah!" terdengar suara Pak Refan yang menyuruhnya untuk masuk. Walau ragu, Carla membuka pintu ruangan itu dengan hati-hati. Dia mulai melangkah masuk kedalam ruangan tersebut.
"Maaf, Pak. Ada apa ya, Bapak memanggil saya? Apa saya melakukan kesalahan, Pak? Kalau iya, tolong maafkan saya. Saya janji tidak akan melakukan kesalahan lagi dan akan bekerja lebih baik lagi," ucap Carla.
Refan tertawa melihat kepanikan Carla.
"Kenapa Bapak malah tertawa?" tanya Carla bingung.
"Duduklah dulu!" seru Refan.
Refan mengeluarkan bebarapa dokumen dari dalam laci kerjanya.
"Carla Amelia Putri, umur 20 tahun. Status mahasiswa semester 4 yang sedang cuti."
"Kenapa Bapak mencaritahu tentang saya?" tanya Carla.
"Oh, kamu salah paham. Aku memang sedang mencari tahu tentang pendidikan terakhir karyawan RA Grup, karena adikku mengusulkan untuk karyawan yang pendidikannya terhenti karena terkendala biaya, RA Grup berencana membiayai mereka kuliah setidaknya sampai lulus S1, syaratnya nilai IP semester terakhir minimal harus 3,8. Bukankah ujian kuliahmu sebentar lagi. Makanya aku beritahu kamu soal ini agar kamu bisa semangat mengikuti ujianmu dan bisa mendapatkan nilai itu. Jadi kamu bisa berkuliah tanpa memikirkan biaya untuk kuliahmu," jelas Refan.
Wajah Carla yang tadinya cemas, mendadak bahagia setelah mendengar penjelasan dari atasannya.
"Terimakasih ya Pak Refan, atas informasinya. Saya pasti akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan nilai itu. Sekali lagi terimakasih, Pak," ucap Carla bersemangat.
"Papa, Mama, Carla akan belajar dengan baik agar bisa mendapatkan nilai itu," ucap Carla dalam hati.
"Sama-sama, kembalilah bekerja!" seru Refan.
Carla begitu bahagia mendengar kabar itu, dan saking bahagia dia sampai hampir terjatuh saat akan bangun dari tempatnya duduk. Untungnya dengan sigap Refan berhasil menangkapnya.
"Terimakasih ya Pak," ucap Carla.
"Sama-sama," jawqb Refan.
Carla segera keluar dari ruangan Refan. Sepeninggal Carla, Refan tersenyum membayangkan kejadian yang selalu hampir sama terjadi saat dirinya bertemu dengan Carla.
"Carla, kamu benar-benar gadis yang sangat cantik," puji Refan. Sambil terus tersenyum, dia menaruh tangan di bawah dagunya.
****
Carla begitu bahagia mendapat kabar kalau dia bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa berkuliah lagi tanpa harus menyusahkan Aska dan Mbok Mirah. Dia berjanji akan mengikuti ujian semester kali ini dengan sungguh-sungguh.
"Wah, sepertinya mantan kekasihku ini sedang bahagia."
Suara itu membuat senyum di wajah Carla mendadak hilang. Dia begitu malas harus bertemu dengan Adit, mantan kekasih yang menurutnya tidak tahu diri.
Carla hanya memutar bola matanya malas, dia tidak mau lagi berurusan dengan Adit.
"Mau kemana?" Adit mencekal tangan Carla saat gadis itu hendak pergi dari hadapannya.
"Dit, lepaskan tanganku!" seru Carla, dia berusaha melepaskan tangannya dari cekalan Aditya.
"Apa kamu sudah benar-benar melupakan kekasihmu ini?" tanya Adit dengan seringainya.
"Mantan." Carla mengatakan itu sambil menatap tajam ke arah Adit. "Ingat, seorang mantan harus di buang jauh-jauh dan tidak perlu untuk di kenang. Apalagi mantan itu sepertimu, kamu hanyalah sampah yang harus aku buang."
Carla menghempaskan tangan Adit kasar.
Adit hendak mengejar Carla yang sudah berjalan jauh meninggalkan dirinya. Namun langkahnya terhenti saat Devi manggilnya.
"Dit," panggil Devi.
"Ada apa?" suara Adit terdengar malas.
"Bukankah tadi itu Carla? Kamu tidak berencana mengejar dia lagi kan, Dit?" tanya Devi.
"Bukan urusanmu," jawab Adit acuh.
"Dit, ingat! Aku ini pacar kamu, aku sudah menyerahkan semuanya padamu. Aku tidak akan membiarkanmu mengejar Carla lagi, tidak akan!"
Adit hanya meninggalkan Devi sambil melambaikan tangannya. Dia berjalan menuju keruang kerjanya.
"Dit, tidak akan aku biarkan kamu mencampakkan aku. Aku tidak akan pernah melepaskanmu." ucap Devi, dia juga kembali keruang kerjanya.
🍂🍂🍂
Yuk berikan like, komen dan votenya untuk karya otor yang satu ini! Salam cinta dari otor ter-KECEH untuk kalian. Love You All 🌹
karena aku lope lope sama karyamu kak..
sukaa banget..
walopun konflik datang silih berganti, tapi penyelesaian g bertele-tele, langsung to the point..
good job kakak.. 🥰
tetap semangat menulis karya2 lainnya ya kak.. 💪🏻
semoga sehat selalu.. 😘