NovelToon NovelToon
DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: R. AL

Sinta Maharani dijual ayah kandungnya seharga Rp 500 juta untuk lunasi hutang judi.

Pembelinya adalah Arga Wijaya, CEO Rogue terkaya dan paling kejam di Jakarta. Pernikahan kontrak 1 tahun demi warisan triliunan.

Namun di malam pertama, Arga berbisik dingin, "Keluarga Maharani adalah pembunuh keluargaku. Sekarang giliranmu yang membayarnya."

Sinta terjebak. Menikah dengan musuh yang membenci darahnya, sambil menyembunyikan rahasia bahwa dia adalah serigala terakhir berdarah murni.

Mampukah Sinta bertahan di tengah dendam dan cinta terlarang? Ataukah dia akan hancur oleh masa lalu keluarganya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: ARGA JR PULANG, KELVIN JR MASIH BERJUANG

Arga Jr boleh pulang besok pagi.

Arga langsung nangis. Nangis kencang seperti anaknya. Luna peluk Arga. Oma peluk aku. Aku peluk Kelvin Jr yang masih harus tinggal.

Tidak ada yang iri. Karena kemarin warisan sudah dibagi dua. Jadi pulang duluan bukan soal menang warisan lagi. Pulang duluan soal siap.

Itu akhir Bab 33. Malam itu aku tidur dengan dada masih hangat bekas gendong dua-duanya bareng tadi siang. Pelukan tanpa selang besar, hanya selang tipis, tapi itu sudah pelukan paling lengkap selama berbulan-bulan.

Dan besok paginya itu adalah hari ini. Bab 34. Hari pertama Arga Jr pulang.

Pagi di NICU tidak pernah pagi biasa. Lampu selalu terang. Suara mesin selalu bunyi. Tapi pagi ini beda. Pagi ini ada satu boks kosong. Boks Arga Jr. Kosong karena penghuninya sudah siap pulang.

Suster datang dengan kertas. Kertas pulang. Kertas yang selama ini kami tunggu dari minggu lalu, dari sejak lahiran dua bayi beda ayah itu.

Suster senyum. "Bu Sinta, Pak Arga, hari ini Arga Jr boleh pulang. Semua sudah siap. Suhu stabil, minum kuat, napas bagus. Dia pejuang yang sudah siap jadi bayi rumah."

Arga pegang kertas itu dengan tangan gemetar. Tangan yang dulu jadi musuh mendiang Kelvin, sekarang jadi tangan Papa yang gemetar pegang kertas pulang anaknya.

Aku gendong Arga Jr dari inkubator terakhir kalinya. Terakhir kalinya di ruang yang bau alkohol dan susu ini. Terakhir kalinya lihat monitor yang berbunyi.

Arga Jr yang lebih besar, yang nangisnya kencang, hari ini nangisnya pelan. Seperti tahu dia mau pulang. Matanya masih sipit, kulitnya masih agak merah, tapi hangat. Hangat manusia, bukan hangat inkubator.

Aku bisik, "Nak, kita pulang ya. Kakak pulang dulu. Adik masih di sini, ditemenin Tante Luna dan Oma. Nanti adik nyusul."

Di sebelah, inkubator Kelvin Jr masih ada. Masih bunyi. Kelvin Jr yang lebih kecil, yang ketubannya pecah duluan tapi tetap hidup, hari ini dia masih harus tinggal. Minumnya belum sekuat kakaknya. Suhunya masih naik turun sedikit.

Luna sudah di sana sejak subuh. Gendong Kelvin Jr dengan metode kangguru. Luna yang janji akan jaga Kelvin Jr seperti anak sendiri, hari ini dia buktikan. Dia tidak ikut pulang. Dia tetap di NICU.

Luna bilang, "Tidak apa-apa Kelvin Jr masih di sini. Tante temenin. Tante jagain sampai kamu siap pulang juga. Seperti janji tante ke Papa kamu."

Janji ke mendiang Kelvin. Sahabat sekaligus musuh Arga dulu.

Aku cium kening Kelvin Jr yang masih ada selang tipis. "Kamu pejuang Mama yang ketuban pecah duluan tapi tetap hidup. Kamu pasti nyusul kakak kamu pulang. Mama tunggu. Mama akan bolak-balik. Rumah dan NICU."

Malam pertama Arga Jr di rumah. Ini yang tidak ada di buku panduan Ibu. Buku panduan Ibu NICU hanya ajari cara cuci tangan sampai siku, cara gendong kangguru, cara kasih susu dengan pipet kecil. Tidak ada yang ajari rasanya bawa satu bayi pulang, tapi tinggal satu bayi lagi di rumah sakit.

Rumah yang tadinya sepi, sekarang ada suara. Suara Arga Jr nangis kencang. Nangis yang selama di inkubator tidak boleh kencang karena takut capek, sekarang boleh kencang karena sudah di rumah.

Arga gendong keliling rumah. Dari ruang tamu ke dapur ke kamar. "Papa di sini, jagoan. Papa tidak akan kemana-mana lagi. Papa sudah tidak jadi musuh siapa-siapa, Papa jadi Papa saja."

Aku di kamar, perutku kosong, tidak ada tendangan lagi, tapi dada ku penuh. Penuh Arga Jr. Aku susui. Pertama kalinya susui tanpa suster di sebelah, tanpa mesin di sebelah. Hanya aku dan Arga Jr.

Rasanya... takut. Takut salah. Takut dia sesak lagi. Takut dia dingin lagi.

Aku lihat HP. Grup keluarga. Luna update dari NICU. Foto Kelvin Jr masih di dada Luna. Captionnya: "Kelvin Jr hari ini minumnya nambah. Dia lihat foto kakaknya yang sudah pulang. Dia sepertinya kangen. Tapi dia kuat. Dia pejuang ketuban pecah duluan."

Opa balas: "Opa Oma bangga. Dua-duanya cucu Opa. Satu sudah di rumah, satu masih berjuang. Dua-duanya pejuang."

Oma balas: "Oma sudah siapkan nama lengkap. Arga Jr nama lengkapnya Arga Mahendra Putra, biar sama seperti Papa Arga. Kelvin Jr nama lengkapnya Kelvin Mahendra Putra, biar nama mendiang Papanya hidup terus. Dua-duanya Mahendra Putra, karena dua-duanya anak Sinta rahim petarung."

Nama lengkap. Akhirnya. Setelah sebulan hanya Jr, sekarang ada nama lengkap.

Arga Mahendra Putra dan Kelvin Mahendra Putra. Dua ayah, dua bayi, satu rahim petarung yang sudah berhasil, satu marga yang sama, Mahendra Putra, karena Opa yang kasih.

Tengah malam, Arga Jr nangis terus. Nangis kencang. Tidak mau tidur. Aku gendong, Arga gendong, tetap nangis.

Aku pikir dia sakit. Aku mau bawa lagi ke NICU. Arga bilang jangan panik, ini bayi rumah, bukan bayi inkubator lagi. Bayi rumah nangis itu wajar.

Aku telepon Luna di NICU. Luna angkat dengan suara pelan, karena Kelvin Jr lagi tidur di dadanya.

Luna bilang, "Coba putar suara mesin NICU yang kemarin. Arga Jr kangen suara mesin. Dia lahir dan besar seminggu di sana. Rumah terlalu sepi buat dia."

Ide gila, tapi kami coba. Arga putar suara mesin NICU dari Youtube. Bunyi bip bip bip pelan.

Ajaib. Arga Jr diam. Langsung diam. Tidur. Seperti di inkubator lagi. Karena dia memang bayi NICU yang baru pulang.

Di seberang, Luna juga putar suara yang sama untuk Kelvin Jr. Dari dalam inkubator, Kelvin Jr yang tadi agak rewel, juga tidur lagi setelah dengar suara mesin dan lihat foto kakaknya.

Dua tempat berbeda, rumah dan NICU, dua bayi dengan satu suara yang sama, tidur bareng dengan jarak jauh.

Dua detak yang dulu ada di dalam, sekarang ada di luar, satu di rumah, satu di NICU, tapi tidurnya bareng lagi seperti dulu di dalam rahim, sinkron.

Perjuangan belum selesai. Ini baru Bab 34. Masih ada belasan bab lagi sampai dua-duanya bisa pulang bareng dan tidur di satu ranjang tanpa mesin.

Tapi untuk malam ini, malam pertama Arga Jr pulang, aku bisa tidur lagi tanpa mimpi buruk keguguran. Karena satu sudah di rumah, di dada. Satu lagi masih berjuang, tapi stabil, di dada Luna. Karena warisan sudah adil. Karena nama lengkap sudah siap, Arga Mahendra Putra dan Kelvin Mahendra Putra. Karena Opa Oma bangga dua-duanya cucu Opa.

Rahim petarung tidak kalah. Pelukan petarung juga tidak kalah. Sekarang ada dua pelukan, pelukan rumah dan pelukan NICU.

Dan besok pagi, aku akan bolak-balik. Pagi di rumah susui Arga Mahendra Putra, siang di NICU gendong Kelvin Mahendra Putra. Sampai hari dimana aku bisa peluk dua-duanya bareng di rumah tanpa selang, tanpa mesin, tanpa inkubator. Hari dimana aku bisa bawa pulang dua-duanya dan tidur satu ranjang bertiga, berempat sama Arga dan Luna.

Dua ayah. Dua bayi. Satu rahim petarung yang sudah berhasil. Dua nama lengkap Mahendra Putra. Dan satu keluarga yang akhirnya belajar, pulang duluan bukan soal menang, tapi soal siap. Dan cinta tidak perlu rebutan, karena bisa dibagi dua, adil, seperti warisan kemarin, dan sekarang dibagi lagi dengan suara mesin NICU biar dua-duanya tidur nyenyak.

....,..

Menurut kalian di Bab 35 apa yang terjadi saat Kelvin Jr akhirnya boleh pulang juga?

A. Kelvin Jr pulang dan langsung cari kakaknya Arga Jr, nangis kalau tidak digendong bareng

B. Arga Jr yang sudah di rumah seminggu malah nangis kalau tidak dengar suara mesin NICU lagi, jadi harus balik lagi ke NICU buat ketemu adiknya

!

1
Fiya
boleh tidak jangan taruk aku ini aku taruk terus nama aja ngk enak di baca tolong diubah yah🙏
Renjana
lanjutkan terus kak😊
mampir juga di karyaku yah😊
Aina Senja
keren kk😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!