Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.
Shen Hao Feng.
Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.
Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.
Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Duel Para Kaisar Terkuat
"Heh." Kaisar iblis menyeringai dan tangannya menahan kepalan tangan Shen Hao Feng dengan mudah. "Perlu kuberi tahu padamu Kaisar manusia. Namaku adalah Lin Xiaomei, Kaisar iblis ke 120." ia mengetatkan tangan Shen Hao Feng.
"Gawat!." Shen Hao Feng hendak berpindah namun Lin Xiaomei lebih cepat melempar nya ke bawah kota.
"Ugh!." Shen Hao Feng. meringis dan jatuh keras menabrak restoran. "Sial... Dia melebihi ekspetasiku." Shen Hao Feng mencoba bangun di tengah reruntuhan bangunan restoran.
"Hei bukankah dia itu manusia? Kenapa bisa ada manusia disini?."
"Seseorang panggilkan penjaga!."
"Tck." Shen Hao Feng merasa kesal karena para iblis di sekitarnya mulai memerhatikannya. "Pedang Shen!." ia mengambil pedang dan melesat kembali ke langit.
"Hm." Lin Xiaomei sudah menunggu kedatangan Shen Hao Feng dengan 5 arwah kuat mengelilingi nya. "Kau terlalu lama orang kuat dari Manusia!." ia menunjuk Shen Hao Feng dengan santai.
Lima arwah dengan bermacam senjata terbang ke arah nya. Arwah berpedang paling depan tanpa takut menerjang Shen Hao Feng.
Krang!.
"Huh!." Shen Hao Feng memegang erat leher arwah tersebut dan meremukkan tulangnya hingga patah namun arwah penombak melesat dari belakang hingga ujung tombak akan mengenai Shen Hao Feng.
"Grarhh!!." Naga Shen dari bawah tubuh arwah melahap arwah hingga habis dan terbang menyerang sisa arwah yang tersebar. "Garrr!!.." teriaknya sampai mampu dirasakan iblis di bawah.
"Heh." Lin Xiaomei sedikit terkejut dan puas melihat Naga Bencana sesuai rumor. "Naga Bencana ya?... Kau memilikinya pasti kau mengorbankan sesuatu yang penting."
"Apa maksudmu." aura di mata Shen Hao Feng semakin membara. "Aku memiliki Naga ini sejak aku lahir." tubuhnya membesar dan satu tebasan muncul memotong kota menjadi dua namun Lin Xiaomei hanya menahannya dengan dua tangan lalu merobeknya hingga hancur seperti cermin.
"Bagus! Berikan aku kekuatan penuhmu!." Lin Xiaomei akhirnya bergerak dan meninju tubuh Shen Hao Feng hingga terhempas begitu jauh. "Majulah para Arwah lapar!." ia tersenyum menantang saat retakan di belakangnya memuntahkan ribuan arwah kesatria kuat.
"Ahhh!!."
"Bunuh! Bunuh dia!."
"Aku sangat kelaparan!."
Teriak para arwah.
Shen Hao Feng segera menstablikan tubuh nya dan pedang Shennya melayang di atas. "Pedangku akan memotong dunia!." pedang Shen membesar hingga menjulang ke langit. "Jatuh!!..." pedangnya turun dan memotong para arwah hingga musnah.
Lin Xiaomei menyeringai melihat serangan itu. "Bagus!." Lin Xiaomei menahannya lagi hanya dengan tangan. "Ugh!! Begitu kuat!." ia terpaksa jatuh keras ke tanah dan pedang Shen Hao Feng memotong sebagian Ibu Kota hingga rusak parah.
"Hm..." Shen Hao Feng berjalan tenang ke arah Kota disertai Naga Shen terbang di atasnya. "Kaisar Iblis aku tahu kekuatanmu tidak hanya itu saja."
Grek... Bebatuan di bawah Kota tersingkir dan Lin Xiaomei berdiri kembali tanpa terluka. "Lihat kamu merusak Kotaku." ia menghela nafas pelan. "Kerusakan ini akan membuatmu merugikan dirimu sendiri."
"Bukankah kau sendiri yang meminta untuk bertarung? Aku hanya mengabulkan permintaanmu." alisnya menajam.
"Ya, ya. Aku mengaku." Lin Xiaomei kembali terbang. "Kaisar manusia Shen Hao Feng bagaimana kalau kita melanjutkan pertarungan di tempat lain?." ia meregangkan bahu. "Sudah lama aku tidak bertarung."
Shen Hao Feng tersentak. "Kau masih mau bertarung? Kaisar Iblis aku menghormati kemauanmu tapi situasi nya sedang tidak terkendali. Kita harus bekerja sama jika ingin Kekaisaran iblis tetap berdiri." tegasnya.
Lin Xiaomei diam sejenak sebelum aura iblisnya yang sesungguhnya keluar. "Dengan kemampuan pasukan manusia yang lemah itu? Jangan bercanda!." saat ia berteriak alam bereaksi hingga langit tertutup awan gelap, sinar matahari tak mampu menembus awan, angin kencang dan petir muncul mendadak.
Semua orang terkesiap dan mereka mundur lebih jauh atas perintah dari Shen Luo. Untuk berjaga-jaga. Fei Xuen bersiaga di depan armada untuk menjadi pelindung tubuh. Dan Chang Jia serta Jing Yun di atas nya.
Wush!!... Sebuah kibasan energi menghempaskan seluruh orang termasum Shen Hao Feng sendiri.
"Kita lihat... Siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Iblisku." Lin Xiaomei bertranformasi ke tubuh iblis sejatinya. Memiliki ekor hitam dan dua tanduk serta dua sayap iblis.
Shen Hao Feng merasa Lin Xiaomei menjadi lebih berbahaya dari pada sebelumnya. "Kurasa pertarungan persahabatan berubah menjadi pertarungan hidup dan mati ya!." Shen Hao Feng juga menyebarkan energinya untuk membantu pasukannya terbebas dari energi Lin Xiaomei.
Wush!.
Pupil mata Shen Hao Feng mengecil karena Lin Xiaomei mendadak muncul di hadapannya. Lin Xiaomei menjadi lebih tegas dan meninju wajah Shen Hao Feng hingga pohon di belakang Shen Hao Feng beterbangan.
Bom!!... Shen Hao Feng terhempas begitu jauh namun Lin Xiaomei tidak berhenti menyerang. "Mata Dewa!." sebuah retakan muncul di langit dan urat mengerikan keluar dan tumbuh mata besar melalui proses menjijikkan. "Bunuh dia."
Mata Dewa mengunci posisi Shen Hao Feng dan mulai menyerang.
Siyush!! Sebuah energi tipis kecil dan cepat menuju ke sisi Shen Hao Feng.
"Guru!." teriak Chang Jia bersama Jing Yun.
"Sialan!." Shen Hao Feng berubah kembali ke wujud kecil dan menampar energi itu dengan pedang Shen. Akan tetapi Lin Xiaomei datang dari belakang sinar dan menyerang kembali Shen Hao Feng hingga menghantam tanah.
"Ugh." Shen Hao Feng berpindah menggunakan entitas ke atas. "Bencana!." Aura di tubuhnya bertambah. "Haaaa!!!..." pedang Shen semakin bercahaya. "Naga Shen!." Shen Hao Feng berputar dan melempar pedangnya seperti tombak dan pedang berubah menjadi seekor Naga Shen.
"Huft..." Lin Xiaomei menguatkan kakinya di tanah. "Keluarlah tombak pemusnah Dewa Sejati." lubang gelap keluar dari sebelah Lin Xiaomei dan tombak hitam mengerikan muncul. Lin Xiaomei memegang kuat tombaknya.
"Dewa Vajra Iblis." gumamnya.
Kilasan cepat muncul dan bayangan dari tubub besar iblis bertopeng berambut panjang seorang perempuan muncul. Ia melihat Naga Bencana tanpa rasa takut berbeda dengan mahluk biasa.
"Hajar dia Dewa Vajra!." tunjuk Lin Xiaomei guna tombaknya.
Jleb!..
Dewa Vajra berpindah ke depan Naga Shen dan tangannya akan meninju wajahnya sang Naga dan mulut sang Naga Shen terbuka lebar serta energi terkumpul di mulutnya.
Wush!... Lin Xiaomei sendiri muncul di depan Shen Hao Feng. Shen Hao Feng sudah seperti menunggu kedatangannya karena itulah ia memegang pedang Iblis.
Bom! Duar!...
Siyush!... Duar!...
Per detik selalu muncul serangan yang menyilaukan mata termasuk ledakannya yang mampu mebgguncang tanah.
Hingga tak lama kemudian bayangan kilatan tubuh Naga Shen terbelah menjadi dua dan Dewa Vajra yang tumbang terlihat akan tetapi pertarungan Shen Hao Feng dan Lin Xiaomei belum selesai.
....
"Sudah sampai..." Jing Li berdiri di atas tebing melihat Kota Louyang dan terdapat gunung Shiaodai di belakangnya yang terlihat.
"Akan kutunjukkan kepada Shen Hao Feng bahwa meski mereka tidak mau membantuku aku masih bisa melakukan ini semua sendiri." Jing Li turun dari tebing dengan melompat.