NovelToon NovelToon
Transmigrasi Figuran: Dilamar Pakai Anjing, Berakhir Jadi Candu Sang Mafia

Transmigrasi Figuran: Dilamar Pakai Anjing, Berakhir Jadi Candu Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Mafia / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Mati konyol tersedak bakso akibat mencak-mencak membaca novel dark romance, Ceisya malah bertransmigrasi ke dalam tubuh figuran malang yang tak dianggap. Di hari pernikahannya, sang mafia kejam—Sylus Blackwood, The Apex Sovereign penguasa Manhattan sekaligus The Crimson King bermata merah di dunia bawah Brooklyn—malah mangkir dan hanya mengirim seekor anjing berjas untuk mewakilinya.

Alih-alih menangis, jiwa mafia asli Ceisya bangkit. Ia mempermalukan keluarga toksiknya, menikahkan anjing utusan Sylus dengan anjing lain, lalu kabur usai menghajar para pengawal dengan keahlian bela dirinya.

Aksi ugal-ugalan itu justru memicu obsesi liar sang raja mafia. Di tengah kerasnya jalanan New York, perburuan maut pun dimulai, mengubah sang penguasa dingin menjadi pecandu abadi di bawah kaki istrinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vonis dari Sang Ratu

​Peluru perak yang meluncur dari laras pistol di tangan Ceisya melesat bagaikan kilat, membelah udara dingin di dalam penthouse mewah dan menghantam tepat di bahu kanan sang pemimpin pembunuh bayaran dengan presisi yang mematikan.

​Bugh! Pria berparut itu menjerit tertahan, terpental mundur akibat hantaman peluru berkecepatan tinggi sebelum akhirnya ambruk berlutut di atas lantai marmer hitam yang dingin, mencengkeram bahunya yang seketika bersimbah darah segar. Dua anak buahnya yang lain langsung panik, berusaha mengangkat senjata mereka untuk membalas serangan mendadak itu. Namun, gerakan mereka terlampau lambat di hadapan predator puncak seperti The Crimson King.

​Sebelum laras senjata mereka sempat terangkat setengah jalan, dua letupan peluru susulan dari pistol Sylus menggelegar nyaris bersamaan. Tepat mengenai lutut kedua anak buah tersebut tanpa unjuk ampun, meremukkan sendi kaki mereka dalam satu detik dan membuat keduanya tersungkur bersimbah darah, melenguh kesakitan di lantai marmer yang mewah.

​Suasana di dalam ruang tamu utama penthouse kembali sunyi, menyisakan deru napas memburu dari ketiga penyusup yang kini tak berhadapan di bawah todongan senjata pasangan penguasa sindikat. Bau mesiu, bau logam, dan anyir darah segar langsung memenuhi udara malam yang tegang, menciptakan atmosfer kematian yang sangat pekat di setiap jengkal ruangan.

​Ceisya melangkah maju perlahan, gaun malam merah anggunnya menyapu lantai dengan elegan. Di dalam batinnya, kilas balik masa lalu berputar begitu cepat bagaikan gulungan film lama yang diputar ulang—mengingat bagaimana ia pertama kali tiba transmigrasi hanyalah seorang figuran malang di dalam novel ini, wanita yang diinjak-injak, dilecehkan, dipermalukan di hadapan publik, bahkan dikirimi seekor anjing sebagai perwakilan di hari pernikahannya yang paling sakral.

Betapa dunia novel itu dulu memperlakukannya seperti sampah yang tidak berharga, menganggapnya sebelah mata dan membiarkannya menderita di dalam bayang-bayang keluarga utama. Namun, hari ini, di tempat yang sama, di atas singgasana obsidian yang dikelilingi oleh benteng baja Manhattan, ia berdiri sebagai seorang Ratu mutlak yang memegang kendali penuh atas hidup dan mati orang-orang yang pernah merendahkannya. Setiap tetes air mata dan rasa sakit di masa lalu itu kini bermutasi sepenuhnya menjadi bahan bakar kekuatannya yang paling mematikan, menjadikannya belati beracun yang siap menghujam siapa saja yang berani mencolek harga dirinya.

​Ia berdiri tepat di hadapan pimpinan pembunuh bayaran berparut yang terduduk lemas sambil memegangi bahunya yang hancur. Dengan ujung sepatu hak tingginya, Ceisya menekan dagu pria itu ke atas dengan mantap, memaksa sang algojo bayaran untuk menatap langsung ke dalam manik mata hijau terangnya yang memancarkan dinginnya kematian.

​"Katakan padaku..." suara Ceisya meluncur pelan, datar, namun penuh racun yang menghujam ulu hati, "...siapa yang membayar kalian mahal hanya untuk mengantar nyawa ke kandang singa ini? Apakah Nona Bianca kalian lupa memberitahu siapa pemilik sebenarnya dari benteng ini?"

​Pria berparut itu meringis kesakitan, peluh dingin bercucuran deras di dahinya yang pucat. Ia menatap wanita di hadapannya dengan sisa-sisa keterkejutan yang luar biasa; target yang diinformasikan dalam berkas kontrak sebagai figuran lemah di dalam keluarga utama ternyata adalah sesosok ratu iblis yang jauh lebih mematikan dari sang penguasa mafia itu sendiri. Rasa sakit di bahunya seolah tidak ada apa-apanya dibandingkan teror psikologis yang terpancar dari mata hijau terang di hadapannya.

​"Keluarga... keluarga utama..." gerus pria itu terbata-bata menahan sakit, darah segar mengalir dari sudut bibirnya. "Nona Bianca... dia yang memberikan seluruh akses dan dana... Kami hanya disewa untuk menghabisimu karena ia ingin merebut kembali singgasana yang hilang..."

​Ceisya menarik senyuman sinis di sudut bibirnya. Di dalam hatinya, ia merasa semua kepanikan, keputusasaan, dan kebusukan Bianca ini hanyalah lelucon murahan dari seseorang yang menolak takdir kekalahannya sendiri.

Sylus melangkah mendekat, berdiri tepat di sebelah Ceisya dengan tatapan mata merah menyala yang haus darah. Pria itu menundukkan sedikit tubuhnya, menatap rendah ke arah para tikus yang menggeliat di lantai dengan seringai dingin yang mengerikan. Aura dominasi mutlak yang menguar dari tubuh Sylus membuat ketiganya semakin gemetar ketakutan, menyadari bahwa mereka telah melangkah masuk ke dalam sarang iblis yang tidak memberi kesempatan kedua bagi pengkhianat.

​"Pesan sudah tersampaikan dengan sempurna," bisik Sylus dingin kepada Logan yang baru saja masuk melalui pintu utama dengan langkah tegap, membawa barisan pengawal tambahan bersenjata lengkap. "Logan, seret sampah-sampah ini ke ruang bawah tanah. Biarkan mereka tetap hidup malam ini... karena aku ingin Bianca melihat sendiri bagaimana para pelindungnya pulang tinggal nama."

​Logan mengangguk tegas, memberi isyarat kepada para pengawal di belakangnya. Dalam hitungan detik, para pengawal bergerak sigap, memborgol tangan ketiga pembunuh bayaran tersebut dan menyeret tubuh mereka yang berlumuran darah melewati koridor marmer menuju lift servis bawah tanah. Bercak darah merah terang yang tertinggal di lantai marmer hitam menjadi saksi bisu atas kegagalan fatal dari rencana yang disusun oleh saudari tiri yang putus sadar dan putus asa itu.

​Setelah ruangan kembali bersih dari kekacauan fisik, Sylus langsung mengalihkan perhatiannya sepenuhnya kepada wanita di sisinya. Pria itu menarik pinggang ramping Ceisya semakin mendekat, mendekapnya erat dalam pelukan posesif seolah-olah ia ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun bayangan ancaman yang berani menyentuh istrinya barang sedetik pun di dunia ini.

​"Kau melihat betapa mudahnya mereka runtuh di hadapanmu, Ratu kecilku?" bisik Sylus parau tepat di dekat telinga Ceisya, manik matanya memancarkan kebanggaan yang mendalam. "Tidak ada satu pun manusia di dunia hitam ini yang bisa menyelamatkan Bianca setelah malam ini. Ia telah menandatangani surat kematiannya sendiri saat ia berani mengirim tikus-tikus ini ke pintumu."

​Ceisya mendongak, menatap manik mata merah suaminya dengan penuh keyakinan. Di dalam batinnya, ia tahu bahwa permainan ini sudah mendekati babak akhir yang sangat manis. Jari lentiknya merapikan kerah kemeja hitam suaminya dengan gerakan penuh wibawa, merasakan bagaimana racun cinta, dominasi, dan obsesi yang kelam di antara mereka berdua telah menyatu tanpa bisa dipisahkan lagi oleh waktu maupun takdir. Ia bukan lagi figuran yang takut pada bayangannya sendiri; ia adalah takdir itu sendiri yang datang untuk menghancurkan mereka yang dulu meremehkannya, menjelma menjadi candu abadi bagi sang penguasa sindikat.

​Di luar jendela, badai salju buatan kota Manhattan terus menderu keras menghantam kaca tebal, tetapi di dalam benteng obsidian itu, malam kekuasaan mereka baru saja dimulai dengan gema kemenangan yang mutlak, menyisakan janji pembalasan tuntas di lantai bawah tanah.

1
Sulati Cus
👍🏻
namice: 😘😘😘😍, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘 novel terbaruku kak. Cintaku Direbut Kakak Angkat Aku Dinikahi Raja Dunia
total 2 replies
A.R
seharusnya visualnx kebarat baratan ngk cocok klau ini mhh
namice: 😄😄, terimakasih bnyk ya kak sudah baca novelku😘😘😘😘
total 1 replies
A.R
buat sylus jatuh cinta sama kamu truss balas perbuatanx truss klau udh mau nikah hadirkan anjing betina bergaun cantik🤣 trus tingalkan cari pasangan yg jauh lebih berkuasa,,itu pembalasan yg mantap👍
Yue Li MZy
very good ceritanya
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor tetap semangat dalam berkarya
namice: terimkasih banyak ya kak bintangnya.. buku terbaruku kak. Cintaku direbut kakak justru aku menjadi istri raja😘😘😘😘
total 1 replies
Iryani levana khrisna Khrisna
dari awal ngapain juga kabur kaburan kalau ujung ujungnya menerima sylus🤔
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘😘
total 1 replies
Iryani levana khrisna Khrisna
pea nikah sama anjing nya kenapa dia yang nafsu dasar mafia pea pengen rasa nya getok pake panci Thor wakiliin ya please
namice: 🤣🤣, terimaksih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘😘
total 1 replies
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor akhir nya baca juga 😊
namice: 😘😘😘, terimaksih banyak ya kak sudab baca novelku😘😘😘
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍👍👍👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Iryani levana khrisna Khrisna
kenapa lama amat Thor aku udah nungguin nih tiap di cek belum selesai 😭
penggemar_Uangkecil?!
👍
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
namice
😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
Yue Li MZy
Bau bau female Badas,kuat dan cerdas nih.harus Happy ending ya KA 👋🏻🤭🤭
namice: 😍😍😘😘, iya kak aku pastikan hingga tamat kak, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘😘
total 1 replies
Nycthophile
👣👣
namice: 😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 3 replies
CaH KangKung,
mantap
namice: 😍😍, terimakasih banyak ya kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
👣👣....🌹🌹
namice: 😍😍, terimakasih banyak ya kak sudah hadir kembali baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Retno Palupi
lanjut
namice: 😍, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!