NovelToon NovelToon
Rumah Kontrakan Angker

Rumah Kontrakan Angker

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Rumahhantu
Popularitas:530
Nilai: 5
Nama Author: Putri Trisna

Rumah dua Lantai yang kami sewa ternyata rumah Angker.
Malam terasa panjang dan mencekam.
"Aku menyesal mas menyewa rumah ini" ucap Adel sambil bersungut-sungut.
"Yaa..mau bagaimana lagi, sewa nya masih panjang, kan sayang kalau kita pindah rumah" balas Bram.
Bram adalah seorang pegawai pemerintahan yang di mutasi ke kota Bogor.
Sedangkan Adel hanya seorang ibu rumah tangga biasa.
Mereka menikah setahun yang lalu dan belum memiliki rumah.
Karena Mutasi pekerjaan, mereka pindah ke Kota Bogor, dan menyewa rumah dua lantai yang sangat besar.
Kondisi rumah kokoh, namun di beberapa kamar terlihat cat tembok yang terkelupas.
Suasana nya sejuk, dan tentu saja Adel tergiur dengan harga sewa yang sangat murah.
"Kamu sih mas!! malah bayar rumah ini langsung satu tahun, padahal kita coba dulu bayar perbulan" ungkap Adel sedikit ketus
"Nasi sudah menjadi bubur sayang..kita coba saja dulu yaa" dengan nada menenangkan Bram mendekat ke arah Adel, lalu mencium kening nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Trisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang Pintar

Dengan berat hati Bram berangkat ke kantor, sebenarnya ia enggan meninggalkan rumah dalam keadaan seperti ini, Fikir baram mana di rumah semua nya perempuan.

Lima belas menit waktu yang di butuhkan Bram untuk sampai ke kantor. Beruntung nya hari ini dia tidak kesiangan.

Dengan tenang Bram memulai pekerjaan nya perlahan-lahan.

"Bro..aku sudah kontak orang nya nih, kapan ada waktu ngobrol nya?" tanya teman Bram sembari menepuk bahu Bram dari belakang dengan suara pelan.

"Sebelumnya terimakasih bro, mungkin nanti siang jam istirahat ya" sahut Bram dengan nada menyakinkan.

Tak terasa waktu sudah pukul dua belas siang, Bram dan teman nya menuju kantin, disana Bram mengobrol dengan serius.

"Bro mau langsung telepon atau mau cerita dulu?" tanya teman nya Bram.

"Bagus nya bagaimana? Sumpah aku bingung banget!! Mana di rumah semua perempuan!" ungkap Bram dengan mimik wajah penuh ke khawatiran.

"Langsung telpon saja ya, sebentar..." tambah teman nya Bram, tak lama ia mengeluarkan ponsel di saku nya.

Dan ia bersiap menelpon orang pintar tersebut.

Setelah berimprovisasi, akhir nya ponsel nya di berikan pada Bram.

"Apa katanya bro?" tanya teman Bram setelah Bram selesai menelepon.

"Katanya aku disuruh memvideokan rumah nya, supaya terlihat ada apa, kalau sudah di video baru aku di suruh ke tempat nya langsung" ungkap Bram dengan jujur.

"Kalau begitu segera kamu videokan rumah nya, pak kiyai suka tahu ada apa nya, insyaallah nanti di batu sama pak kiyai" ungkap teman Bram.

Kondisi di rumah sepi, Nana sudah berangkat kerja sedangkan Moly mengambil libur lagi, karena badan nya terasa lemas tak bertenaga.

"Moly, kamu punya teman akrab disini?" tanya Adel.

"Ada kak, banyak...kenapa kak?" tanya Moly balik.

"Suruh salah satu teman mu menginap malam ini, aku khawatir kamu sakit jadi ada yang menunggu" Adel mengutarakan niat nya.

"Oh iya benar juga ya... terimakasih kak" sahut Moly , seolah di beri jalan oleh Adel ia sangat bersemangat.

"Sebentar kak, aku coba hubungi teman ku dulu" ucap Moly sembari menatap layar ponsel nya.

Tak lama kemudian dengan wajah sumringah Moly berkata.

"Puji Tuhan kak, akhirnya teman ku mau menginap disini, tapi gak apa-apa kak kalau bawa teman menginap?" tanya Moly.

"Boleh-boleh saja, asal perempuan..maklum lah kalau bawa nginap laki-laki nanti yang ada kita di gerebek sama tetangga hehe" ungkap Adel dengan nada bercanda.

"Oh iya juga ya, aman kok kak...teman ku perempuan ini" sahut Moly.

"Kalau begitu aku kebawah dulu ya, mau ke warung, harus masak nanti sore kan, apa kamu mau ikut ke warung?" Adel mengajak Moly sekalian, siapa tahu Moly tidak ingin sendirian di rumah.

"Aku ikut kak..!!" dengan sigap Moly langsung berdiri dan bersiap ikut dengan Adel.

"Tunggu kak, aku bawa uang dulu sekalian mau ada yang di beli untuk nanti malam, biar gak keluar rumah lagi" ungkap Moly menyuruh Adel menunggu nya sebentar.

"Iya..santai saja, aku tunggu kok" sahut Adel sambil tersenyum.

"Jangan dulu ke bawah kak, tunggu aku dulu hehehe" Tambah Moly yang ketakutan Adel turun ke lantai bawah.

Sesampai nya di bawah, mereka berdua langsung berjalan keluar rumah.

"Kamu chat coba Nana, mau nitip apa biar sekalian, kasihan dia selalu pulang malam" ungkap Adel.

"Iya kak, nanti aku chat" sahut Moly dengan segara ia membuka layar ponsel nya dan bersiap menghubungi Nana.

Sehabis mereka dari warung mereka merasa lega. Karena kali ini tidak ada tetangga yang menakuti mereka seperti kemarin-kemarin.

"Puji Tuhan, aku bersyukur kak hari ini kita ke warung gak ada yang berbicara aneh-aneh" celetuk Moly saat mereka sampai rumah.

"Iya benar" sahut Adel sembari menaruh belanjaan nya.

"Kamu mau ke atas lagi, atau mau tunggu aku masak dulu? Kalau nanti lagi suka malas hehe" ucap Adel bertanya pada Moly.

"Gak apa-apa kakak masak saja dulu, aku tunggu di sini saja kak sambil main handphone" jawab Moly.

"Yasudah tunggu ya" Sambil berjalan ke dapur Adel menyuruh Moly untuk menunggu nya masak hingga selesai.

Adel menghabiskan waktu satu jam untuk memasak.

Sedangkan Moly duduk tenang di hadapan Adel sembari memegang ponsel nya.

"Banyak sekali kak masak nya?" tanya Moly.

"Iya sekalian buat kalian semua nya, mumpung ada khodam hahaha" sahut Adel lalu mereka berdua tertawa terbahak-bahak.

"Asyiiik..." sahut Moly terlihat sudah tidak sabar ingin memakan masakan nya Adel.

"Ambil punya mu, untuk di bawa ke lantai atas, sekalian tolong ambil kan untuk Nana" Adel menyuruh Moly untuk memisahkan lauk dan nasi untuk mereka berdua di atas nanti.

"Terimakasih kak..." sahut Moly dengan segera Moly mengambil piring dan menyendok langsung lauk yang masih hangat di penggorengan.

"Kalau untuk Nana kamu pisah kan saja, takut nanti basi kalau di satukan" ucap Adel memberi isyarat pada Moly untuk memisahkan nasi lauk pauk nya Nana.

"Baik kak" dengan sigap Moly kembali mengambil piring untuk lauk pauk Nana.

Menjelang Maghrib, Adel pamit pada Moly karena ia akan melaksanakan shalat Maghrib.

"Aku ke bawah dulu ya, mau shalat Maghrib lagi pula sebentar lagi mas Bram pulang" ucap Moly tiba-tiba.

"Yaahh...aku sendirian dong kak disini, mana teman ku belum datang lagi, gimana dong kak?" rengek Moly pada Adel.

"Yaudah kamu tunggu sekalian di bawah saja" Adel memberikan ide.

"Nah, suka nih kalau begini, ayok kak" dengan penuh semangat Moly menggandeng tangan nya Adel, mengisyaratkan untuk cepat jalan ke lantai bawah.

1
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Caandaan Mamanya Adel emang agak-agak nih, ya... 🤣🤣🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Suka sama karakter Adel yang shalihah, dia memilih jalur langit untuk keputusannya pindah ke Bogor atau tetap di kota ini. 🥰🥰🥰
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
So sweeta, sih... 😍😍😍
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Waaah... Bogor nih yang jadi latar tempat cerita...
Jadi penasaran sama ceritanya...

Semangat terus Kak nulisnya... 💪💪💪
Maaf baru mampir, hehehe...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!