NovelToon NovelToon
DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas / Tamat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

"Tenang saja sayang, dia akan buta selama-lamanya..." Arga membiarkan kekasihnya bermain main di pangkuannya. Dalam nafsu yang terbakar suara erangan terdengar.

Kiara yang sudah bisa melihat. Ia mendengar segalanya, meraba bagian bawah matanya sendiri. Wanita yang tidak dapat melihat karena ulah suaminya.

Air matanya mengalir, pria manipulatif yang ingin menguasai hartanya.

Tapi tidak, dalam tangisannya dirinya berucap pelan.

"Aku dapat membuatmu bergelimang harta, maka aku juga dapat menyeretmu ke neraka..."

Sebuah pembalasan dendam dimulai. Semua bagaikan papan catur yang dimainkan oleh sang wanita yang dibuat buta untuk membalas suaminya.

"Satu persatu hutangmu akan aku tagih..." Senyuman menyeringai mengerikan. Perlahan tertawa dibalik tangisannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB — 34

Langkah kaki Arga terdengar tergesa-gesa menaiki anak tangga. Pria itu memutuskan pulang lebih awal dari kantor karena perasaannya sangat tidak tenang. Firasatnya mengatakan ada yang salah.

Ia membuka pintu ruang kerjanya dan langsung mengunci pintu dari dalam. Arga melangkah menuju meja kerjanya. Matanya yang awas seketika menangkap sesuatu yang janggal. Tumpukan map di laci bawahnya sedikit bergeser, dan ada sebuah penjepit kertas tergeletak di atas karpet.

"Siapa yang masuk ke ruanganku?" gumam Arga dengan dahi berkerut.

Ia berlutut, memeriksa bagian bawah mejanya. Jantung Arga seakan berhenti berdetak saat ujung jarinya menyentuh sebuah benda kecil yang direkatkan dengan plester. Ia menarik benda itu dengan kasar.

Sebuah modul bundar dengan kabel-kabel tipis. Alat penyadap.

"Bangsat!" umpat Arga dengan napas memburu. Ia langsung membanting alat palsu rakitan Kirana itu ke lantai dan menginjaknya hingga hancur berkeping-keping.

Keringat dingin membasahi wajahnya. Pikirannya berputar liar. Sejak kapan alat itu ada di sana? Apa saja yang sudah terekam? Pembicaraannya soal Dokter Alibie? Soal proyek pembangunan mall yang ia palsukan?

Arga membuka kunci pintu dengan kasar dan berteriak sekuat tenaga dari lantai dua.

"MARNI! NAIK KE SINI KAMU SEKARANG JUGA!"

Tidak lama, terdengar langkah kaki berat Marni berlari menaiki tangga dengan napas terengah-engah. Pembantu itu muncul dengan wajah kebingungan.

"A-ada apa, Pak Arga? Kok teriak-teriak lagi? Saya lagi masak di dapur," jawab Marni ketakutan.

Arga menarik kerah daster Marni, menyeret wanita bertubuh gempal itu masuk ke dalam ruang kerja dan menutup pintu.

"Kamu yang taruh alat penyadap di bawah mejaku kan?!" bentak Arga, menunjuk serpihan benda kecil di atas karpet. "Jawab, Marni! Berapa banyak uang yang dikasih pengacara tua itu buat nyuruh kamu jadi mata-mata di rumah ini?!"

"A-alat penyadap?! Sumpah, Pak! Saya nggak tahu apa-apa! Saya cuma masuk ke ruangan ini pagi tadi buat nyapu debu! Saya nggak berani buka-buka laci atau kolong meja Bapak!" tangis Marni pecah, ia berlutut memohon ampun.

"Jangan bohong kamu! Cuma kamu yang punya akses ke ruangan ini selain aku! Kirana buta, dia nggak mungkin bisa merakit dan nempelin alat sekecil itu di bawah mejaku!"

"Sumpah demi Allah, Pak! Saya ini cuma orang desa yang cari kerjaan! Saya nggak kenal sama pengacara yang Bapak sebutin itu!"

Arga menatap mata Marni yang dipenuhi air mata. Ketakutan pembantu itu terlihat sangat asli. Arga mendengus kasar, lalu mendorong bahu Marni hingga wanita itu jatuh tersungkur.

"Kemasi semua barang-barangmu sekarang juga. Kamu aku pecat hari ini. Pergi dari rumahku, dan jangan pernah berani buka mulut soal apa pun yang kamu lihat di rumah ini. Kalau sampai ada polisi yang datang menemuiku besok, aku pastikan kamu nggak akan pernah bisa pulang ke desamu hidup-hidup."

"B-baik, Pak... Saya pergi sekarang. Makasih, Pak." Marni segera berdiri dan berlari keluar ruangan sambil menangis bersyukur karena nyawanya masih selamat.

Arga mengusap wajahnya yang basah oleh keringat. Ia mengunci pintu kembali, lalu menyandarkan tubuhnya ke dinding. Rumah ini sudah disusupi. Pak Darmawan pasti menyuruh orang lain menyelinap masuk saat ia sedang berada di kantor.

Tok. Tok. Tok.

Suara ketukan pelan dari luar pintu membuat Arga tersentak.

"Sayang? Itu kamu di dalam?" panggil suara lembut Kirana dari balik pintu.

Arga menarik napas dalam-dalam, berusaha menormalkan detak jantungnya. Ia membuka pintu dan melihat istrinya berdiri di sana, meraba-raba kusen pintu dengan wajah polos.

"Iya, Sayang. Ini aku. Kamu ngapain berdiri di sini? Katanya kamu lagi istirahat di kamar?" jawab Arga, menuntun tangan Kirana.

"Aku dengar suara kamu teriak-teriak tadi. Terus aku dengar Marni nangis. Ada apa, Sayang? Kok kamu marah-marah banget?" tanya Kirana dengan nada manja dan khawatir.

"Nggak apa-apa, Sayang. Marni ketahuan nyuri uang di laci mejaku. Jadi aku langsung pecat dan usir dia dari rumah kita."

"Nyuri uang? Ya ampun, kok bisa sih, Sayang? Padahal dia baru aja gantiin posisi Bi Titin. Aku takut banget kalau di rumah ini banyak orang jahat yang mau manfaatin kita."

"Kamu tenang aja, Sayang. Selama ada aku, nggak ada yang bisa nyakitin kamu. Mulai sekarang, biar aku aja yang ngurus kamu. Rumah ini bakal jauh lebih aman tanpa orang luar."

"Tapi... tangan kamu kok gemetar, Sayang? Dan napas kamu cepat banget. Kamu lagi nyembunyiin sesuatu dari aku ya?" Kirana meraba dada Arga, merasakan detak jantung suaminya yang berpacu liar.

Arga menelan ludah. "A-aku cuma masih emosi aja gara-gara pencurian itu, Sayang. Aku nggak nyembunyiin apa-apa dari kamu."

"Ya udah, kamu jangan stres terus ya. Aku nggak mau kamu sakit. Kalau kamu sakit, siapa yang bakal ngelindungin istri butamu ini?" Kirana tersenyum sangat manis, senyuman yang menyembunyikan taring tajam di baliknya.

"Iya, Sayang. Aku nggak akan sakit." Arga mengecup kening Kirana. "Kamu balik ke kamar ya. Aku mau telepon Rena dulu, ada urusan kantor yang harus dikerjain dari rumah."

Begitu Kirana berjalan perlahan kembali ke kamarnya, Arga segera masuk ke ruang kerja dan mengunci pintunya lagi. Ia merogoh ponselnya dan menekan nomor Rena.

"Halo, Arga? Ada apa?" sapa Rena dari seberang.

"Kamu ke rumahku sekarang juga, Rena. Bawa semua laptop dan berkas laporan keuangan bulan ini," perintah Arga dengan nada mendesak.

"Ke rumahmu? Tapi kan ada Kirana di sana, Arga. Gimana kalau dia curiga?"

"Dia buta dan gila, Rena! Dia nggak bakal tahu apa-apa! Lagian Marni baru aja aku usir. Rumah ini kosong. Cuma ada kita berdua."

"Kenapa kita nggak kerja di kantor aja, Arga? Aku masih ngerasa nggak aman jalan keluar."

"Kantorku juga kemungkinan besar udah disadap sama Darmawan! Aku baru nemuin alat penyadap di bawah mejaku di rumah ini! Pengacara tua itu benar-benar mau ngancurin kita, Rena. Kita harus susun laporan keuangan palsu buat nutupin jejak peretasan itu sekarang juga!"

Terdengar helaan napas berat dari Rena. "B-baik. Aku berangkat ke rumahmu sekarang."

1
Muft Smoker
sesama pengkhianat saling membuka aib dan saling membunuh😏😏
Ma Em
Masa orang banyak kalah hanya dgn Arga seorang seberapa pintarnya Arga masa tdk ada yg bisa melawan Arga .
Muft Smoker
skraaang si agar2 yg ketakutan sendriii
Muft Smoker
awas nnti malah jd km yg gilaaa arga
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
wah ternyata rencana kirana ,,
Muft Smoker
ayoo kirana gerak cepat sebelum semua aset mu berpindah tangan,, ni gx da bantuan buat kirana apa kak???
Muft Smoker
aaaaa deg2an ,, semoga bukan arga
Muft Smoker
aduuuh kirana jgn ceroboh doonk ,,
Ma Em
Kirana terlalu ceroboh hrs nya pelan2 saja jgn sampai menimbulkan kecurigaan Arga kalau Kirana sdh bisa melihat , semoga tdk terjadi hal yg tdk di inginkan pada Kirana .
Muft Smoker
aduuuuh semoga kirana gx knp2 ,,
Ma Em
Kirana kamu jgn ceroboh si Arga ini licik ada perubahan sedikit saja dari Kirana Arga langsung curiga , makanya jgn melakukan yg akan membahayakan , Kirana .
Muft Smoker
akhirny kirana pura2 pingsan ,,
🤭🤭
Ma Em
Kirana hati hati jgn ceroboh dan hrs pintar berpura pura msh buta jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat , Kirana hrs cari akal agar bisa bebas dari Arga mokondo .
Muft Smoker
duuh jgn sampai deeh si arga tau kalo kirana udh bisa lihat ,,
Muft Smoker
duuuh aq yg deg2an iikh ,,
udh kirana tuk sekarang km mending pura2 buta aj ,,
sambil mencari bukti kejahatan si agar2 ,,
Ma Em
Kirana hrs hati2 jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat lagi , jgn gegabah dlm bertindak Kirana hrs cerdik balas semua perbuatan Arga dan gundiknya .
Muft Smoker
perlahan ,, perlahan ,, akhirny penglihatan kirana kembali ,,
Sishrye
astaga nggragas🤣
한스 |HANSEN| Is Back: 😭🔥wwk
total 1 replies
Ma Em
Si Arga karena ambisi ingin menguasai harta orang cara apapun akan harga lakukan , semoga ada keajaiban untuk Kirana secepat nya bisa melihat lagi .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!