NovelToon NovelToon
Menikah Karena Kasihan

Menikah Karena Kasihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: pipit fitriyani

Bagaimana jadinya jika hubungan yang telah dibina selama ini yang tampak begitu harmonis dan penuh kasih sayang ternyata hanyalah didasari rasa kasihan semata?

Wanita yang dinikahinya adalah seorang yatim piatu yang harus menanggung beban kehidupan kedua adiknya. Karena rasa iba , ia berinisiatif menikahi perempuan tersebut, padahal keduanya baru saling mengenal selama satu tahun. Namun, yang ada di dalam hatinya bukanlah istrinya, melainkan mantan kekasih yang pernah memutuskannya tanpa alasan yang jelas, namun masih sangat dicintainya hingga saat ini.

Apa yang akan terjadi jika kelak sang istri mengetahui kenyataan ini? Akankah ia tetap menerimanya, atau memilih untuk mundur, meski harus melepaskan kehidupan yang sudah terjamin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenyataan Pahit

Baca like, jangan dilewat-lewat bacanya cuma buat cari bab yang seru doang.

Amira benar-benar mengembalikan kondisi rumah seperti sebelumnya. Amira merasa lega, kalau saja dia tahu dirinya bukan seseorang yang diinginkan Farhan. Apakah Amira harus tanya alasan Farhan menikahinya? Kalau tidak cinta, lantas apa?

"Kak, jadi tidur di rumah lama kita?" tanya Amara.

"Jadi, tapi nanti ya, sorean berangkatnya. Takutnya Mas Farhan jadi pulang."

"Kalau Mas Farhan pulang, kita nggak jadi nginep di rumah lama dong?"

"Jadi aja, cuma izin dulu. Kakak mau ke rumah orang tua Mas Farhan nanti habis Zuhur. Katanya mau kasih oleh-oleh."

"Oleh-oleh? Emang mereka habis liburan? Kok Kakak nggak diajak?" tanya Amara polos.

"Itukan acara keluarga mereka, Amara," sahut Amira singkat.

"Lah, kan Kakak udah jadi bagian dari keluarga mereka."

"Udahlah, De, nggak usah permasalahin hal nggak penting."

Sementara Ammar tetap jadi pengamat yang begitu peka terhadap kakaknya. Pertanyaan Amara masuk akal kalau memang liburan keluarga, kenapa Amira nggak diajak? Suaminya sendiri pun tak pernah ajak Amira pergi-pergi, padahal kakaknya tidak punya aktivitas selain mengurus rumah. Jadi, kalau pun setiap keluar kota, seharusnya diajak.

**

Setelah Zuhur, Amira benar-benar datang ke rumah mertuanya tanpa pemberitahuan. Dia datang ke rumah mewah itu dengan diantar ojek online. Satpam yang mengenal Amira mempersilakan masuk. Amira tidak masuk lewat depan, tapi lewat belakang, karena saat akan masuk rumah, dia berpapasan dengan Bi Sumi.

"Bibi bawa apa? Biar aku bantu?" tanya Amira melihat Bi Sumi kewalahan membawa belanjaan yang baru turun dari mobil.

"Ini, Mbak, stok bulanan. Nggak usah. Mbak masuk aja, Mas Farhan juga ada di dalam," ucap Bi Sumi tanpa pikir panjang, padahal hal itu membuat Amira terkejut.

"Mas Farhan udah pulang?" tanya Amira. Bi Sumi mengangguk.

"Udah, Mbak, bareng Ibu dan yang lainnya," sahut Bi Sumi, tanpa melihat raut wajah Amira yang berubah.

"Aku bantuin Bibi dulu, nanti masuk lewat dapur aja."

"Yaudah, Mbak, jadi merepotkan."

Amira benar-benar tak menyangka kalau dia akan dapat kejutan seperti ini. Di ruang keluarga itu, beberapa orang sedang berkumpul para sepupu dan bibi yang belum pulang ke rumah masing-masing sesudah kembali dari Bali tadi pagi.

"Mas, kapan mau kenalin istrimu? Disembunyiin terus, takut diambil orang ya?" tanya Desy, sepupu Farhan, anak dari adik ibunya.

"Bukan takut diambil orang kali, Des, tapi nggak cocok buat dikenalin, makanya masih mikir-mikir," sahut Sinta si mulut pedas.

"Jahat banget kamu ngomongnya. Mungkin Mas Farhan lagi nunggu momen yang pas, apalagi kan dia nikahnya bukan dari kalangan kita. Iya kan, Mas?" tanya Dani, kakak dari Desy.

Farhan hanya diam, tak membela saat istrinya diremehkan. Farhan hanya sibuk dengan hapenya, tanpa dia sadari Amira sedang mendengarkan dari balik tembok.

"Jawab, Mas, jangan diam aja. Jangan sampai mereka berspekulasi yang nggak-nggak tentang istrimu," ucap Farhana, adiknya.

"Apa yang mau dijawab? Biarin aja mereka dengan pikiran liarnya. Toh yang menjalani aku," sahut singkat Farhan.

"Emang ketara banget nggak cintanya orang ini," sahut Sinta.

"Emang nikah harus selalu pakai perasaan cinta? Buktinya banyak yang cerai meskipun saling cinta," sahut Dani.

"Itu dia, Dani paham!" balas Farhan.

"Gila kamu, Mas. Perasaan orang dimainin," sahut Farhana.

Farhan hanya mengangkat bahunya, tampak acuh.

Suasana di ruang keluarga kembali hening sejenak. Kata-kata Farhan tadi seolah menjadi penegas atas apa yang selama ini Amira rasakan. Ia bersandar di balik dinding, tangannya mengepal erat menahan gemetar. Napasnya tertahan, menunggu apakah akan ada penjelasan lebih lanjut yang membuka semuanya.

Belum sempat ada yang menyambung pembicaraan, suara tante Farhan terdengar dari arah ruang makan.

"Udahlah, nggak usah dibahas terus. Yang penting Farhan udah berkeluarga," tegur Ibu mereka pelan, merasa tidak enak dengan pembahasan anak-anaknya.

Farhan meninggalkan ruang keluarga dan pergi ke halaman belakang, Farhana tak tinggal diam dan mengekori Farhan. Sementara amira bersembunyi lalu diam-diam mengikuti keduanya.

Farhana yang tidak tahan melihat sikap kakaknya akhirnya melontarkan pertanyaan yang selama ini menggantung di benak keluarga dan kini terngiang jelas di telinga Amira.

"Kenapa harus selalu diam, Mas? Kalau memang dulu nggak cinta, kenapa dinikahin? Apa Mas punya alasan? Karena setauku mas bukan tipikal yang gegabah melakukan apapun tanpa pertimbangan "

Pertanyaan itu membuat mata Farhan tertuju pada Hana, menatap adiknya dengan tatapan datar. Tak ada penyangkalan di wajahnya, hanya keheningan yang terasa menyakitkan.

"Kalau boleh jujur, aku kasihan melihat keadaannya, seorang perempuan yang harus berjuang mengurus kedua adiknya, meskipun tanpa cinta setidaknya aku bisa menolong dia tanpa harus merendahkan dirinya sebagai seorang perempuan," jawab Farhan akhirnya, suaranya tenang namun tajam menusuk di dada amira

Jantung Amira serasa berhenti berdetak. Kata-kata yang selama ini hanya menjadi dugaan samar kini terucap dengan lantang. Benar ia hanya dikasihani semata, bukan dicintai sebagai pasangan hidup.

"Lalu bagaimana dengan perasaan, Mas?" desak Farhana lagi, suaranya meninggi. "Dia tidak butuh belas kasihan untuk hidupnya! Menikah hanya karena kasihan sama saja mempermalukan dia selamanya. Mas pikir dengan begitu Mas udah menjadi pahlawan?"

"Aku sudah memberikan tempat tinggal, kehidupan yang layak, dan gelar seorang istri. Itu lebih dari cukup untuk saat ini," bantah Farhan, meski nada bicaranya sedikit bergetar tanda ada sedikit rasa bersalah yang mencoba ia pendam. "Tidak semua pernikahan harus berakar pada cinta, kan? Seperti kata Dani tadi."

Di balik tembok, air mata Amira akhirnya jatuh tanpa tertahan. Selama ini ia berusaha mencari alasan lain, berharap mungkin saja ada jawaban lain yang membuat Farhan menerima dirinya. Namun kenyataannya lebih pahit dari dugaan ia hanyalah beban yang diterima karena rasa iba, bukan seseorang yang dipilih karena diinginkan.

Amira tidak sanggup mendengar lebih lanjut. Ia membalikkan badan perlahan, melangkah mundur menuju pintu belakang tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Oleh-oleh yang akan dia ambil tak dipedulikan lagi, lalu melangkah keluar menuju jalanan, hatinya terasa hancur namun sekaligus terasa lapang karena akhirnya rahasia itu terbuka.

Percakapan masih berlanjut, namun tak ada yang sadar bahwa orang yang dibicarakan telah mendengar semuanya dan pergi membawa kepastian yang pahit itu.

1
falea sezi
buat pinter dikitlah😒 pergi jauh
falea sezi
pergi jauh bawa adek mu😒 laki gk ngotak
Lilis Yuanita
bgus
rasahaz
bnr2 nyesek kmu jdi amira,, jdi mnding go ja lh,,, 😤😤😤💪
Salsa Bilah
aku bolak-balik buat liat bab selanjutnya blom ada ihhh
Lilis Yuanita
sedih critay
rasahaz
nah kaan baru tau skrng gmn kelakuan laki mu amira,, mkany jgn polos2 bgt ahk, masa ngga bsa pke insting seorng istri sh,,, jdi udh mnding minggat ja minta pisah ngapain msh dpertahankn,, 😤😤😤😤
rasahaz
jgn trllu lemot amira,, masa ngga bsa pke insting sma skli sh,, 😄😄😄
rasahaz
mng dasar laki pengecut pecundang kau farhan,, 😡😡😡
rasahaz
ayo amira kmu hrus jdi wanita tanggung,, jgn menye2 yg dikit2 nangis,, 💪💪💪🔥
rasahaz
pergi amira pergi bwa adik2 mu,, mnding berdiri dkaki sndri dri pda brgntung sma laki modeln c farhan,,,
rasahaz
waaaahh bnr2 suami dzolim kau farhan,,, 😡😡
rasahaz
kau sprti menabur madu pdhal kau memberi racun,,, 😡😡
rasahaz
sikap mu bgtu manis tpi bnyak bgt mengandung racun ny,,,
rasahaz
dpt notif da cerita baru karya kak pipit,, langsung mlncur,🔥🔥🔥💪😄
Penikmat Sunyi: terima kasih, dukung terus ya kak biar semangat nulisnya😄😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!