NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: tamat
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia / Tamat
Popularitas:74.6k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Hadiah dari Jendra

Sheza duduk di balkon sambil menatap ke arah kolam renang yang ada di bawah. Dia masih ingat bagaimana tadi Jendra membelanya. Semua yang ingin dia katakan pada orang tuanya, Jendra mengatakan semuanya. Semua hal yang dia tidak mampu membuktikannya, Jendra memperlihatkan semua bukti itu di depan mata kedua orang tuanya.

Sejak kecil, dia banyak mengalah. Jendra benar, kenapa dia harus seperti itu terus? meski dia memang tak lagi perduli dengan keluarga Hadiwinata, tapi Jendra benar sekali. Dia tidak boleh diam dan membiarkan mereka setelah semua yang terjadi padanya.

Jendra melihat istrinya termenung sendirian. Jendra membuka mantel yang dia gunakan, lalu mendekati Sheza dan memakaikan mantelnya itu pada Sheza.

Sheza yang menyadari kehadiran Jendra menoleh dan tersenyum.

"Kamu sudah kembali?" tanya Sheza pelan.

Jendra mengecup kening Sheza dengan lembut.

"Iya, proses hukum akan cepat berjalan. Aku pastikan dia akan membusuk di penjara dalam waktu yang lama!"

Sheza tersenyum,

"Kalau kali ini dia bisa bebas, kamu pasti bisa memasukkannya lagi ke penjara kan?" tanya Sheza.

Kali ini, dia benar-benar ingin melakukan pembalasan. Dan seperti biasanya, Jendra tak akan bertanya alasan Sheza. Dia akan selalu mengabulkan apapun itu yang diinginkan oleh Sheza.

"Tentu saja, aku pasti bisa menjebloskannya lagi ke penjara"

Sheza memeluk Jendra. Dia beruntung, dia punya suami yang bisa melakukan apapun untuknya.

"Tuan dan nyonya Hadiwinata itu, aku mau mereka menyerahkan semua aset yang sudah diberikan pada Karen, untuk amal!"

Jendra menaikkan sedikit alisnya.

"Kapan kamu mau bertemu mereka?" tanya Jendra.

"Besok, setelah mereka menyerahkan semua milik Karen itu. Kalina bisa mencabut laporannya kan? lalu cari cara lain menjebloskannya Karen ke penjara lagi!"

Jendra tersenyum, sesungguhnya dia menyukai apa yang dikatakan oleh istrinya itu saat ini. Jendra suka Sheza lebih berani mengambil keputusan, dan punya sedikit kelicikan.

"Tentu saja sayang, semua akan terjadi seperti yang kamu inginkan!"

Di dalam tahanan, malam itu Karen terus berteriak minta supaya di perbolehkan menghubungi pengacara. Pras dan Nella juga sebenarnya datang ke kantor polisi. Tapi, tentu saja Vins sudah mengantisipasi semuanya, hingga dua orang itu sama sekali tidak bisa bertemu, atau lebih tepatnya lagi tidak diizinkan untuk bertemu dengan Karen.

Sedangkan di dalam penjara, Jendra yang tentu saja tidak akan membiarkan orang yang telah menyakiti istrinya menjalani hidup dengan tenang barang sebentar saja di sel tahanan sementara itu. Sudah memasukkan 2 orang, sebenarnya tidak bersalah sama sekali dan tidak melakukan kejahatan sama sekali, mereka adalah para pegulat wanita yang memang sengaja di jebak masuk pada malam itu juga.

Tujuannya, itu saja untuk memberikan pelajaran kepada Karen. Jendra, tidak akan tanggung-tanggung memberikan pelajaran pada orang yang mengusik istrinya.

"Petugas! kenapa kalian tidak mendengarkan aku? aku juga bukan orang bodohh yang tidak tahu apapun tentang hukum. Melakukan hal seperti ini, kalian sudah melakukan kejahatan!" pekik Karen.

Dia memang bukan orang yang gampang menyerah. Jadi, meski sebenarnya dari tadi diacuhkan begitu saja, tetap saja dia berusaha berteriak. Hingga para petugas yang memang tidak mungkin memberikan kesempatan bagi seseorang yang berada di sel tahanan untuk menghubungi orang yang berada di luar, memutuskan untuk membiarkan Karen berteriak sesukanya.

"Buka pintu besi ini, aku harus bicara dengan paman dan bibiku!" teriaknya lagi.

Dua wanita yang tadinya masih duduk santai di belakang Karen itu mulai saling pandang. Bukankah menurut mereka saat ini adalah waktu yang tepat untuk memberikan pelajaran kepada wanita yang terus berteriak dan mengganggu istirahat mereka itu.

"Aku belum jadi tersangka, kalau kalian tidak memperbolehkan aku bertemu dengan upacara seperti ini namanya kecurangan, ini ketidak adilan!" pekiknya lagi.

Dua wanita di belakang Karen, yang ukuran tubuhnya benar-benar seperti seorang pegulat karena berat badan mereka lebih dari 100 kilogram keduanya.

Dia wanita itu langsung menarik paksa begitu saja rambut Karen dari belakang. Benar-benar keduanya langsung menjambak bersamaan.

"Agkkhh!"

Sangking terkejut, dan sangking kuatnya jambakann kedua wanita itu. Karen sampai terjungkal jatuh ke lantai.

Brukk

"Aduh!" pekiknya merasa sakit di kepala bagian belakang dan di bagian pinggulnya.

Mata Karen baru akan tertuju pada kedua wanita yang berdiri di hadapannya itu, tapi sebuah tendangan keras malah sudah terlebih dahulu mendarat di salah satu kakinya.

Bugh

"Agkkk!" Karen yang tidak merasakan rasa sakit yang cukup luar biasa di salah satu kakinya pun berteriak.

"Kau ini berisik sekali. Kami mau tidurpun tidak bisa!" keluh salah satu dari dua wanita itu dengan begitu santai.

Ekspresinya, tunggu tidak menyerahkan bahwa dia melakukan kesalahan. Wanita itu bicara bahkan sambil menggulung lengan bajunya.

"Aduh sakit, pak petugas! pak petugas lihat ini! mereka memukulku, mereka..."

Bugh

"Agkkkk!"

Karen memekik lagi, ketika salah satu dari wanita yang ada di sebelah wanita yang berbicara tadi menginjak pergelangan kaki Karen dengan kuat.

"Sakit, angkat kaki besarmu itu. Dasar gendut! sakit!!" pekik Karen yang berusaha mendorong kaki dari wanita yang bertubuh besar itu dengan kedua tangannya.

Tapi, meskipun dia berusaha dengan sangat keras tetap saja kedua tangannya tidak bisa mengalahkan injakan kaki dari wanita yang memang tubuhnya 3 kali lebih besar daripada berat tubuh Karen.

"Tolong! petugas, tolong!"

"Ini hadiah untukmu. Kamu sudah sangat berisik! teriak lagi, aku bikin babak belur mukamu!"

Wanita itu jongkok dan mengancam Karen. Sementara yang satunya masih belum ngangkat kakinya dari pergelangan kaki Karen.

"Sakit! Tolong!" air mata Karen mengalir dengan deras.

Karen merasa kakinya pasti patah, dia merasakan sakit yang luar biasa.

"Lepaskan aku! kalian berdua brengsekk! kalian tidak tahu siapa aku...!"

Dua wanita itu, sebelumnya sudah memberikan peringatan kepada Karen. Tapi, karena wanita itu terus berteriak. Bahkan terkesan menantang keduanya. Kedua wanita itu pun segera, memukul Karen dengan membabii buta.

Plakk

Bugh

Dugh

"Tolong! petugas!"

Sementara itu di meja jaga, dua petugas tampak memegang kepala mereka.

"Wanita itu terus berteriak! berisik sekali!"

"Untung saja komandan sudah kasih tahu, kalau wanita itu memang pandai sekali bersandiwara. Jika tidak, kita bisa bolak-balik melihat ketahanan!"

"Benar, biarkan saja. Kalau dia lelah, lapar dan haus. Dia akan diam sendiri kan!"

Dua petugas itu sudah diberitahu oleh atasan mereka bahwa wanita yang baru saja masuk tahanan itu pandai sekali berakting. Makanya, atasan mereka menyarankan agar keduanya waspada.

Mereka sama sekali sudah tahu, dan tidak pernah mengira juga kalau sebenarnya wanita itu berteriak karena memang sudah di pukul babak belur oleh dua wanita lain suruhan Jendra.

Setelah babak belur, Karen sungguh tak punya kekuatan untuk berteriak lagi. Dia meringkuk dengan kondisi parah.

"Mampus, kamu! sudah dibilang jangan berisik, kamu mau istirahat. Tidak dengar sih, rasakan akibatnya!"

***

Bersambung...

1
ina
🤣🤣🤣🤣
ina
🤣🤣🤣
Rina Arie
good
mustika ikha
yaah kok tamat, semoga author buat versi ke 2 nya👍 semangat💪💪💪😍
Noer Row_ling: pengennya gitu kak, kan seru ya kalau anaknya cewek terus tengilnya minta ampun, dia bikin tato hello Kitty di tangan Jendra itu 🤭
total 1 replies
vj'z tri
kau melindungi cucu kesayangannya mu lagi /Drowsy//Drowsy//Drowsy//Drowsy/ini yang kau bilang adil /CoolGuy/
Noer Row_ling: marahin kak, kasih jamu butrawali
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
yah kok tamat Thor, gimana kabar ortunya Sheza 🤔
Noer Row_ling: nehi nehi acha, salah mereka sendiri kak, sudah berkali-kali diberi kesempatan tapi disia-siakan.
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sabar Sheza sebentar lagi 😔
Noer Row_ling: ho'oh, koid kan
total 3 replies
aku
boleh bonus chap kah ?? 😁😁🙏🙏
Noer Row_ling: he he he, baca yang baru aja yuk kak, Suami pengkhianat dan bodoh, aku tak butuh, gomawo ❤️
total 1 replies
Kedan Bawel 🍒
13.37 wib hadir pertama..
Terimakasih Kak Noer untuk updatenya.. ❤❤❤
Noer Row_ling: biar kek di drakor kak, siapa tahu ketemu bang Ilham terus bikin season dua. Lucu kali ya, anak Sheza sama Jendra tuh cewek, terus bikin salon dadakan di rumah, nah di catok keriting deh tuh bulu kaki Vins sama Paul.
total 7 replies
Kedan Bawel 🍒
Jika William anak hasil pernikahan di bawah tangan, secara administrasi negara jika konoha, William tetap kalah..
Karena anak itu tak tercatat, karena status pernikahan orang tuanya & secara hukum hak waris.. Bener kan..?🤔
Noer Row_ling: ho'oh
total 6 replies
Sekar
lanjut thor💪💪😍😍
Noer Row_ling: gomawo ❤️
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tanggung akibat perbuatan mu berani mengusik ratu .... semua bisa di pertimbangkan Jendra asal bukan tentang zhesa /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/ seranggggggg
Noer Row_ling: seribu.....
total 1 replies
vj'z tri
habis sudah kau William /Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
Noer Row_ling: kekkkk
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ adil apa nya yang adil /Drowsy//Drowsy//Drowsy//Drowsy//Drowsy/ sekarang biar Jendra yang jadi hakim nya /CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Noer Row_ling: adil Weh 🤧
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
siapa yang di dor ya 🤔🤔
Noer Row_ling: hayo siapa
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
lanjut kak Thor 💪💪💪
Noer Row_ling: yukkk
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kan berarti William emang jahat 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: minta dibasmi itu hama ulet🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
berarti sama² menderita jadi cucumu kek🤭
Noer Row_ling: begitulah
total 1 replies
Ariany Sudjana
aduh lagi ramai, kok diputus di sini
Noer Row_ling: kebiasaan authornya gitu kak, marahin aja 🏃🏻‍♀️
total 1 replies
Kedan Bawel 🍒
Karen emang pantas mati..
Manusia² tamak emang kudu musnah dari muka bumi..
Jika dibiarkan, hanya bisa buat orang lain merugi..
Dan hukuman mati lah yg pantas Karen terima atas perbuatan nya kali ini..
Yang tak bisa di tolerir lagi.. 😏
Kedan Bawel 🍒: Sama aku, adegan menegangkan malah jd cerita komedi di ulasan.. 🤭
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!