NovelToon NovelToon
Aku Dikhianati Pacarku Dan Mendapat Yang Lebih Baik

Aku Dikhianati Pacarku Dan Mendapat Yang Lebih Baik

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Hitomaa

hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bermain

Masih dalam suasana duka, rumah nenekku terus kedatangan tamu, keluarga jauh kami. duduk di depan rumah memandangi rerumputan yang terus bergoyang tertiup angin, menyaksikan itu sambil memakan kue yang baru saja aku terima.

Duduk terdiam dalam lamunan, keheningan menyelimuti rumah nenekku, lamunanku seketika pecah ketika mendengar suara pelan memanggil namaku.

" hei Aidan " Risma memanggilku suaranya pelan berdiri tak jauh dari tempat aku duduk.

aku berjalan menghampirinya.

" ada apa? " aku bertanya kepada Risma.

" kamu lagi sibuk? " Risma bertanya apakah aku sibuk.

" tidak sama sekali, aku lagi bosan " aku menjawab.

" kebetulan sekali kamu mau ikut aku main gak? " Risma mengajak aku bermain, tidak ada alasan aku menolaknya, dari pada menghabiskan waktu dengan melamun lebih baik aku ikut Risma bermain.

" boleh, aku mau ikut bentar yak aku minta izin dulu " setelah berbicara kepada Risma, aku masuk kedalam rumah untuk meminta izin kepada orang tuaku. Ruang tamu ramai aku tidak bisa melihat kedua orang tuaku dalam kerumunan itu.

Aku mencoba mencari kedalam kamar tapi aku hanya melihat kakakku yang sedang bermain dengan ponselnya. Aku kemudian berbicara kepadanya.

" kak nanti kalau ibu atau ayah nanyain aku bilang aku lagi main "

" kamu mau main kemana? " kakakku bertanya, memastikan lokasi tempat aku bermain.

" hmm... entahlah, aku di ajakin teman jadi gak tau mau kemana " aku menjawab, kakakku terlihat terkejut.

" wah..hebat ya baru tinggal sebentar udah punya teman " kakakku menepuk-nepuk kedua tangan, entah kenapa aku merasa nostalgia melihat ekspresi kakakku yang mulai terbuka.

Setelah aku berbicara dengan kakakku, aku kembali keluar rumah untuk bertemu dengan Risma, sedang memainkan tanah Risma terkejut ketika aku memanggilnya.

Risma berdiri, kemudian kami berjalan bersama menjauh dari rumah nenekku, Berjalan di tanah yang basah kami melewati melewati beberapa pohon besar.

" kita mau kemana? " aku bertanya.

" kita kerumah ila dulu baru kerumahnya Nana, kita main disana " Risma menjawab.

kami berdua masih terus berjalan sampai akhirnya aku bisa melihat beberapa rumah yang berdiri.

" itu rumahnya ila " Risma menunjuk ke arah rumah berwarna hijau muda yang ada di sebelah sana.

Risma beberapa kali memanggil nama ila tapi tidak mendapat jawaban, terus menunggu sampai akhirnya suara terdengar dari rumah hijau itu.

" iya...iya tunggu sebentar " suara ila berteriak dalam rumah, Pintu terbuka.

" Eh... Aidan juga ikut " ila sedikit terkejut melihat aku.

" iya, gak apa-apa kan " ucap aku

" tentu saja boleh, kamu mau mampir dulu " ila berbicara.

" udah kita langsung kerumah Nana aja " Risma memotong percakapan ila, kesal ila mengembung kan pipinya.

Perjalanan ke rumah Nana tidak begitu lama, di samping rumah Nana ada lapangan bola yang begitu besar. Setelah di panggil Nana keluar dari rumahnya. Mengunakan pakaian yang hampir memperlihatkan area perutnya.

" jadi mau main apa? " ila memulai percakapan.

" hmm... Monopoly aja yuk " Risma mengajukan untuk bermain permainan monopoly.

" aku sih ikut aja " Nana berbicara, mereka bertiga kemudian melirik ke arahku.

" aku juga ikut aja " aku menjawab, berpikir bahwa aku akan bermain dengan di kelilingi banyak perempuan membuat hatiku tidak karuan.

Nana masuk kembali kedalam rumahnya untuk mengambil box Monopoly. Aku duduk lesehan di lantai, dihimpit oleh ila di sisi kiri dan Risma di sisi kanan. Mereka berdua terlalu dekat membuat aku merasa tidak nyaman.

Nana akhirnya datang membawa box Monopoly, kami berempat mulai bermain. Aku mengocok dadu dan yang keluar angka 6 dari dadu itu, menjalankan pion milikku berjalan berjalan 6 langkah kedepan dan membeli bangunan yang sedang aku duduki.

Permainan masih terus berlanjut, uang Monopoly yang aku miliki sudah habis. Menyaksikan mereka yang terus bermain sampai mendapatkan satu pemenang.

" hahaha aku yang menang " ila tertawa merayakan kemenangannya.

" biasa aja kali, gak usah berlebihan " Risma terdengar kesel mendengar tawa nya ila.

setiap kali ila dan Risma bertengkar kecil Nana selalu menjadi orang yang menyudahi pertengkaran itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!