NovelToon NovelToon
Kontrak Pernikahan Season2

Kontrak Pernikahan Season2

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:15.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: samudra lee

Pratama Attarilah Putra Wijaya (Tama), adalah seorang yang usil dan jahil. Sejak kecil dia sering menjahili anak dari sahabat ibunya, Kiara. Akankah kejahilan itu terus berlanjut dan menumbuhkan cinta?

Mikhaila Azzariyah Putri Wijaya(Mikha), dia lahir lebih lambat 2 menit dari saudara kembarnnya Tama. Mikha yang memiliki sifat lugu dan polos bertemu dengan seorang pemuda bernama Dion Sebastian yang memiliki sifat jutek dan temperamental. Dan suatu kesalah pahaman membuat mereka terpaksa harus menikah. Akankah keduanya saling jatuh cinta, ketika ternyata di hati Dion sudah ada wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Gleg!

Mikha menelan ludahnya dengan bersusah payah setelah membaca pesan dari ponselnya.

Pesan yang di kirim oleh suaminya, Dion. Dan isi pesannya adalah: "Cewek resek! Beraninya kamu mengerjaiku. Awas saja, aku tidak akan melepaskanmu malam ini!"

Ancaman Dion benar-benar membuat Mikha sedikit gusar dan gelisah. Dia merasa bingung harus bersikap bagaimana nanti. Dia sudah membayangkan jika suaminya tiba-tiba menerkamnya dan memaksanya untuk melayaninya. Membayangkan itu saja Mikha sudah merasa sedikit ngilu.

"Tidak! Aku yakin Cowok nyebelin itu tidak akan berani macam-macam denganku," Mikha meralat pikirannya sendiri. "Lupakan ancaman tuh Cowok nyebelin dan fokus dengan kuliahmu hari ini!"

Mikha kembali memfokuskan pikirannya dengan mata kuliahnya hari ini. Dia ingin secepatnya bisa lulus dan menjadi dokter seperti mommy-nya.

Mikha berjalan masuk menuju ke kelasnya, namun langkahnya terhenti saat melihat Zeno berbicara dengan seseorang.

"Bukannya itu pacarnya Kia? Dia sedang berbicara dengan siapa ya?" tanya Mikha dalam hati seraya mencoba melihat wajah gadis yang sedang berbincang dengan Zeno.

"Aku tidak pernah melihat cewek itu sebelumnya," batin Mikha setelah melihat wajah perempuan yang sedang berbincang dengan Zeno.

"Sudahlah! Mungkin saja itu temannya si Zeno!" pikir Mikha, dia kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke kelasnya.

******

Jam mata kuliah pertama telah usai, sambil menunggu mata kuliah berikutnya Mikha janjian untuk bertemu dengan Kiara di kantin.

"Sorry, Kia. Aku telat!" ucap Mikha yang baru saja tiba di kantin. Dia langsung duduk di samping Kiara dan langsung menyeruput es teh milik temannya itu.

"Kebiasaan," oceh Kiara. Mikha hanya cengengesan di sertai senyum kudanya.

"Tama mana?" tanya Mikha saat tidak melihat keberadaan saudara kembarnya. Pasalnya selama ini dimana ada Kiara, saudara kembarnya itu juga akan ada di sana.

"Mungkin sedang bersama pacarnya," jawab Kiara.

"What?!" teriak Mikha spontan. "Sejak kapan si Tama punya pacar? Kok aku gak tahu?" tanya Mikha bertubi-tubi.

"Tentu saja kamu gak tahu, merekakan baru jadian tadi pagi," jawab Kiara.

Mikha menatap wajah Kiara, wajah yang sudah menjadi sahabatnya sejak kecil. Dari wajah itu nampak jelas kesedihan yang sedang berusaha untuk di sembunyikan olehnya. Kiara memang tersenyum, tapi Mikha yakin kalau saat ini hati sahabatnya itu sedang merasakan sakit. Mikha benar-benar merasa heran dengan sahabat dan saudara kembarnya, mereka saling jatuh cinta tapi malah jadian dengan orang lain.

Betul-betul aneh!

Itulah yang Mikha pikirkan tentang sahabat dan saudara kembarnya.

"Memang siapa ceweknya si Tama?" tanya Mikha yang memang ingin tahu siapa gadis yang menjadi korban pelarian dari saudara kembarnya tersebut.

"Dia mahasiswi baru di sini, namanya Meisya," jawab Kiara yang berusaha untuk tetap tersenyum.

"Meisya?!"

Kiara mengangguk.

"Nanti aku akan tanyakan langsung ke Tama saat aku pulang ke ruamah mommy," ucap Mikha.

"Hallo Mikha," sapa Lisa yang baru saja datang. Dia ikut bergabung di meja mereka.

"Selamat ya Mik buat pernikahan kamu," ucap Lisa.

"Terimakasih, Lis," jawab Mikha.

"Mik, kok aku gak pernah tahu sih kalau kamu ternyata sudah menikah dengan pengusaha muda itu. Padahal setahuku Dion itu pacarannya sama Cantika?" tanya Lisa yang merasa heran dengan berita pernikahan Mikha di televisi.

Mikha dan Kiara saling tatap, keduanya tidak mungkin mengatakan kalau pernikahan Mikha dan Dion terjadi karena sebuah jebakan.

"Ya..pasti karena mereka berjodohlah Lis," jawab Kiara se kenanya.

"Bener juga sih, kayak kamu dan Tama. Saling suka tapi pacaran sama orang yang beda," celetuk Lisa.

Mikha menyikut lengan Lisa, memberikan kode agar Lisa tidak membahas hubungan Kiara dengan saudara kembarnya.

"Maksudku jodoh memang tidak bisa di tebak," ralat Lisa.

"Mik, apa kamu dan suamimu sudah melakukan itu?" tanya Lisa dengan menaik turunkan alisnya.

"Melakukan apa?" tanya Mikha bingung.

Lisa membisikkan sesuatu di telinga Mikha, Mikha langsung melotot saat mendengar hal yang di bisikkan oleh Lisa.

"Belum," jawab Mikha.

"Wah sayang sekali kalau belum. kata orang malam pertama itu malam yang tak terlupakan. rasanya sakit tapi bikin nagih."

"Emang kamu sudah pernah ngelakuin itu?" kini balik Mikha yang bertanya.

"Kalu aku sudah ngelakuin itu, sudah di gorok kepalaku sama papa," jawab Lisa.

"Sudah-sudah! Kenapa kita jadi bicarain hal itu sih?" keluh Kiara, dia merasa risih dengan hal yang sedang di bicarakan oleh temannya.

"Ohya, tadi pagi aku lihat Zeno ngobrol sama cewek. Tapi aku gak kenal siapa ceweknya." ujar Mikha.

"Perasaan tadi Zeno langsung pergi setelah mengantarku," ucap Kiara.

"Benarkah? Apa mungkin aku salah lihat ya?" Mikha jadi meragukan penglihatannya sendiri.

"Pasti kamu salah lihat, Mik. Bukannya si Zeno nggak kenal sama mahasiswa kampus sini?" sahut Lisa.

"Mungkin aku memang salah lihat," ucap Mikha. Walau sebenarnya dia merasa kalau dia tidak merasa salah mengenali orang.

Merekapun melanjutkan obralan mereka dengan obrolan yang lain.

*****

Sesuai janjinya, Dion meninggalkan meetingnya sementara hanya untuk mengantar istrinya pergi ke rumah mamanya.

Saat ini dia sudah berada di depan kampus istrinya. Dion segera melambaikan tangannya saat melihat Sang istri keluar dari gerbang kampus.

Mikha langsung naik ke mobil yang di kendari oleh suaminya. Mobil itu berjalan sangat pelan karena kondisi jalan yang memang sedikit macet. Dan lagi-lagi, Mikha melihat Zeno sedang berbicara dengan seorang wanita. Dan wanita itu adalah wanita yang sama yang dia lihat pagi tadi.

"Siapa yang kamu lihat?" tanya Dion seraya melihat ke arah yang sama dengan yang di lihat oleh istrinya.

"Pacar kamu?" tanya Dion tanpa ekspresi.

"Bukan, dia pacarnya Kiara. Aku hanya merasa aneh sudah dua kali ini aku melihat Zeno berbincang dengan cewek yang sama di kampus. Padahal dia selalu bilang kalau dia tidak mengenal mahasiswi lain di kampus ini," jelas Mikha.

"Sudah tidak usah memikirkan hubungan orang lain. Lebih baik, kamu pikirkan hukuman yang akan aku berikan padamu."

Mikha menatap suaminya, "Maksudmu?"

"Kamu sudah baca pesanku tadi pagikan?" tanya Dion tanpa menoleh ke arah istrinya, pandangannya tetap fokus ke depan.

Gleg!

"Malam ini aku tidak akan melepaskanmu!" ancam Dion, kali ini dia memberikan tatapan seriusnya kepada Mikha.

"Kamukan sudah janji tidak akan meminta hakmu sebelum aku menjadi dokter."

"Aku meralatnya," jawab Dion tegas. "Dan itu karena tadi pagi kamu berani mengerjaiku."

"Aku minta maaf ya, aku tidak bermaksud mengerjaimu." Mikha mengatupkan tangannya.

"Terlambat, karena keputusanku tetap sama aku akan meminta hakku malam ini," jawab Dion penuh penekanan.

"Tapi..tapi aku kan sedang datang bulan," Mikha berusaha memberikan alasan.

"Tadi pagi aku lihat kamu sudah tidak memakai pembalut."

"Itukan karena darah menstruasiku sedikit," Mikha kembali beralasan.

"Lalu kenapa subuh tadi aku melihatmu sholat?" Dion memberikan tatapan tajamnya kepada Sang istri.

Gleg!

Kali ini Mikha tidak bisa memberikan alasan lain lagi.

Dion menghentikan mobilnya, saat mobil tersebut sudah berada di depan rumah orang tuanya. Mikha turun dari mobil suaminya.

"Ingat, setelah meetingku selesai aku akan menjemputmu!" ucap Dion sebelum meninggalkan Mikha.

"Iya," jawab Mikha.

Begitu mobil Dion sudah berjalan menjauh, Mikha melangkahkan kakinya memasuki kawasan rumah mertuanya. Dia merasa bahagia saat kedua meryuanya menyambutnya dengan hangat.

"Akhinya kamu datang, Nak. Mama sudah mengharapkan kedatanganmu dari tadi," ucap Maya.

"Kamu mau mandi dulu atau langsung makan?" tanya Maya kepada mertuanya.

"Aku mandi dulu deh, Ma. Rasanya gerah seharian belum mandi," jawab Mikha.

"Kamu bisa mandi di kamar suamimu!" suruh Maya, dia juga menunjukkan letak kamar Dion pada menantunya. Maya juga meminjamkan baju ganti untuk menantunya.

Setelah mandi, Mikha langsung bergabung dengan kedua mertuanya yang sudah menunggunya di meja makan.

"Kamu mau makan yang mana Sayang?" tanya Maya dengan menunjukkan menu di depannya.

"Mama masak semua ini sendiri?" tanya Mikha sambil menatap semua menu di depannya.

"Tidaklah, Sayang. Ada pembantu yang membantu Mama untuk memasak," jawab Maya lembut. "Kamu mau yang mana?"

"Yang mana saja, Ma. Soalnya kelihatannya semuanya enak," jawab Mikha.

Maya mengambilkan semua yang telah dia masak untuk menantunya. Mikha memakan semuanya dengan lahap sehingga membuat Maya merasa sangat senang karena merasa di hargai. Dulu dia pernah memasak makanan yang enak saat Cantika akan datang ke rumah, tapi saat tiba Cantika bahkan tidak mencicipi makanan yang telah susah payah dia persiapkan. Itu juga salah satu alasan yang membuat Maya tidak menyukai Cantika. Dia tidak bisa menghargai kerja keras orang lain.

Usai makan Maya mengajak menantunya itu untuk berbincang-bincang. Banyak hal yang mereka perbincangkan. Bahkan dari perbincangan itu Mikha jadi tahu kalau suaminya paling takut dengan jarum suntik.

Akhirnya, Mikha menemukan ide untuk kembali menolak suaminya yang akan meminta haknya.

Pukul sebelas malam Dion baru selesai dengan meetingnya. Dia langsung menuju ke rumah orang tuanya. Rasanya dia sudah tidak sabar untuk memberi hukuman kepada Sang istri yang sudah mengerjainya tadi pagi.

Begitu sampai di rumah orang tuanya, Dion sudah di sambut senyuman oleh Sang istri. Bahkan Mikha juga sudah menyediakan suaminya itu air hangat untuk mandi.

Mikha juga menghangatkan makanan untuk suaminya.

"Cewek resek, kamu tidak berencana memberiku racunkan?" tanya Dion yang merasa heran dengan tingkah istrinya yang mendadak aneh.

"Aku sudah menuangkan sianida di makanan itu," jawab Mikha.

"Bukankah kamu berencana memakanku malam ini, jadi kamu harus menyiapkan tenaga ekstra untuk itu," tambah Mikha. Dan itu malah membuat Dion semakin merasa aneh. Pasalnya, selama ini istrinya selalu memiliki seribu alasan untuk menghindar dan kali ini istrinya malah mengingatkan hal itu kepadanya. Dia yakin kalau istrinya sedang menyiapkan rencana untuknya.

Karena hari sudah larut, mereka memutuskan untuk menginap di rumah orang tua Dion.

Malam itu Mikha tersenyum penuh arti saat suaminya mulai naik ke atas tempat tidurnya. Bahkan dia tidak menghindar saat Dion mulai memeluknya dari belakang.

Mikha terkejut saat tangan suaminya sudah mulai menjalar kemana-mana. Untuk sesaat Mikha tersenyum karena dia sudah punya alat yang bisa dia gunakan untuk mengancam suaminya. Namun senyuman itu sirna saat barang yang dia sembunyikan di bawah bantal tidak ada.

"Apa kamu sedang mencari ini?" tanya Dion sambil menunjukkan sesuatu di tangannya.

Mata Mikha terbelalak sempurna, bagaimana suaminya tahu tentang barang itu.

1
Bunda Dzi'3
fix yaa lisa yg diam2 suka sma tama?
Bunda Dzi'3
lisa kahh?
biasanya tmn dket membanggongkan😭
Bunda Dzi'3
meisya kahh?
Bunda Dzi'3
tau nyaa sayangnya udh bolong dluan x dion🤭
Bunda Dzi'3
baru Mampir Baru Tau ada klnjutan dari Kisah Bintang&rangga😍
Jisa Ajach
luar biasa
Wahyu Nengsih
Luar biasa
Wahyu Nengsih
Lumayan
lizulfa anjani
aku jadi ngiler liat makanan korea nya
Amora
bisa saja otak bisnis 🤑🤑
Aiur Skies
huuuuu parasit, mau numpang hidup dg memanfaatkan orang lain🤧😜😜🤮🤮🤮🤮
Aiur Skies
klo ternyata hamidun dan ngidam mau makan megono, bisa2 terbang ke Indo langsung ke Pekalongan lagi🤪🤪🤪😅😅😅😅
Aiur Skies
udah lah Mikha, biar bagaimana pun Dion dan Aldo itu jauh lebih tua dari kamu, dan apa yg mrk lakukan pasti sdh diperhitungkan baik buruknya
Aiur Skies
bahan dasarnya Tauco (dari kedelai yg ditumbuk dan proses penyimpanannya di tungku2/kuali tradisional atau klo yg sudah modern di bak2/ember Drum besar dan ditutup selama beberapa hari)
Aiur Skies
Megono itu racikan dari Nangga muda (di cacah/potong acak kecil2) ditambah Kecombrang dan bumbu2😍😍😍 klo makannya bareng Tempe Mendoan dan Tempe Kluwek lebih yamik lagi, 💃💃💃💃😍😍😍✌
Aiur Skies
tidak apa apa krn yg terluka si Lisa, coba klo yg tertusuk Kia penyesalan yang terlambat deeh🤪🤪🤪
Aiur Skies
TULALIT lambretta
Aiur Skies
bisikan setan👹👹👹👹👹 gak sadar indah kamu tuh yang bayar Dion dan orang nya sudah bukan calon suami majikan loe
Aiur Skies
lemot Tama... giliran dah kejadian aja nyesel loe 😂😂😂
Aiur Skies
SALAH BESAR,,, HARUS NYA GAK PAPA DARI AWAL KETAHUAN SIAPA PENERORNYA, PALING TIDAK BUAT WASPADA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!