seorang pemuda yang memiliki paras tampan juga disebut-sebut Pria sempurna berumur 29 Tahun belum pernah menjalin hubungan dengan Wanita manapun.
"Tuan? saya sudah membereskan wanita jal*ng itu." ucap sang Asisten dengan wajah sangar dan kepala Botak.
"hmm??! apa kau belum menemukan Gadisku?" tanya Pria itu dengan mata terpejam.
Asisten Botaknya itu hanya mematung dan sebuah tatapan tajam menghunus padanya.
"cari sampai dapat..! kau sudah banyak mengecewakanku." titah Pria itu dengan sorot mata membunuh.
Asisten Botak hanya menghela nafas pasrah, dengan deskripsi Tuan nya saat berusia 10 Tahun diselamatkan oleh seorang Gadis cantik yang katanya punya kekuatan hebat diluar nalar anak seumurannya, dimana Asisten Botak bisa menemukan ciri-ciri gadis itu? apakah Pemuda Tampan yang akrab dipanggil Dewa itu akan menemukan sosok Cinta Pertamanya? Ikuti Kisahnya ya??
mohon dukungannya ??! Terimakasih...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sya membantu
ke esokan paginya,
Sya tersenyum ceria melihat penampilan barunya mengenakan baju Formal pas badan tapi memakai celana bahan yang panjang.
"bagus pakai Celana jadi kalau nungging atau berjongkok nggak susah." senyum lebar Sya.
Sya memekik kegirangan sembari merentangkan kedua tangannya ke Udara, "Syaaa?? akhirnya kamu bisa bernafas lega, lawan terus mereka..!"
Sya memulai kehidupan barunya yang akan meneruskan moment balas dendam nya jelas belum selesai, dari Sikap Amara dan Aldo sudah Sya pastikan tak akan berhenti sampai disitu saja.
"kalau dipikir-pikir mereka sangat mirip." kekeh Sya teringat muka merah kedua penghianatnya itu.
Sya keluar dari Pagar Rumahnya dan menaiki motornya berangkat bekerja, selama perjalanan Sya terus tersenyum padahal belum cukup 1 minggu dirinya tau di khianati oleh Orang kepercayaannya.
di lampu merah Sya tentu berhenti sembari melihat sekitar dan sebuah Mobil lamborghini berada disampingnya.
"namamu Syakirana kan?" tanya suara yang membawa Mobil itu membuat Sya menaikkan kaca helmnya.
"waahhh?? kamu cantik sekali pagi ini." puji Roni dengan sumringah.
Sya memicingkan matanya, "apa kau pria yang mengaku-ngaku kenal denganku tadi malam ya?" tebak Sya menunjuk wajah Roni yang cukup dekat ke Motornya.
Roni memegang jari telunjuk Sya yang melotot menepis tangan Roni.
"dasar sinting..!" ucap Sya segera melajukan Motornya yang rambu lalu lintas telah berubah warna.
Roni semakin tertarik dengan Sya yang tak suka disentuh oleh Pria yang tak pernah merasakan di tolak oleh wanita itu.
"heii?? Sya? kenapa kamu dilindungi Dewa malam itu? bagaimana kalau kamu jadi Wanitaku? aku janji akan tobat dari perbuatanku dimasa lalu." Roni mengikuti Sya dengan laju mobil sejajar motor Sya.
"baru aja mood ku baik sekarang harus buruk lagi gara-gara Pria sinting ini, sabar Sya..? sabar..? jangan gunakan kakimu untuk menendang Mobilnya, disini banyak kamera." batin Sya dengan kedua alisnya di tekuk masam.
Roni tertawa lucu melihat Sya yang jutek dan pura-pura tak mendengarnya.
Sya tiba-tiba berbelok tajam tanpa menghidupkan lampu sen ke arah lain hingga Roni kaget dan buru-buru memutar setir Mobilnya namun malah terhalang oleh Mobil dari arah lain.
Roni memukul setir Mobilnya, "lepas lagi deh gadis itu." decak Roni kesal lalu terkekeh kemudian.
"aku semakin suka dengan sikapnya yang angkuh itu." bisik Roni mengabaikan kekacauan yang Ia perbuat karna tiba-tiba putar balik dan menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Sya terpaksa melewati jalan sunyi yang di takuti oleh pengendara bermotor baik pagi, siang, sore ataupun malam karna ada pembegalan juga tempat pembulian anak sekolah.
Sya tidak takut tapi jika harus memilih antara jalan sepi daripada menghadapi Pria sinting tadi, lebih baik Sya melewati jalan sepi itu saja.
Sya melihat sekumpulan anak sekolah yang sedang membuli anak SMA, Sya berdecak sebal.
"apa mereka enggak belajar? kenapa nggak sekalian mereka jadi petinju aja? apa di sekolah zaman sekarang ada kursus membuli ya?" gerutu Sya.
Sya pernah dibuli oleh 1 Pria yang begitu membencinya di masa sekolah bahkan berencana untuk memperk*sanya dan menyebarkannya di Mading Sekolah hanya untuk mempermalukannya di sekolah namun Sya yang punya kekuatan tersembunyi pun mematahkan tangan Pria itu sampai tak berani menunjukkan wajahnya didepan Sya.
Sya memberhentikan Motornya, "kalian ngapain disini hah? apa kalian nggak telat sekolah?"
"heiii? mbak? jangan ikut campur masalah kami deh, kami ini anak pejabat jadi jangan jadi sok pahlawan." ejek salah satu Pria meludah kesamping.
Sya turun dari motornya tanpa melepas helmnya, Ia menaikkan kaca Helmnya ke atas.
"oh ya? apa Pejabat punya kekuasaan seperti Tuan Dewa?" tanya Sya sok polos.
mereka saling pandang ditempat lalu mencibir Sya yang berakting menakutinya, memangnya siapa Sya bagi Dewa.
Sya tertawa geli, "kalian bodoh ya? selain taunya cara membuli tapi nggak lihat berita juga?"
mereka terdiam sambil mencoba berpikir apakah berita yang Sya maksud lalu Sya mendekati mereka semua.
"siapa diantara kalian yang paling berani melawanku?" tanya Sya berkacak pinggang.
Anak SMA yang dibantu Sya hanya berharap kalau Sya mampu melawan pembuli itu biar tak berani semena-mena pada rakyat kecil sepertinya walaupun anak Pejabat sebenarnya mereka harus tahu dan sadar diri kalau Orang tua mereka jadi Pejabat juga karna suara rakyat kecil saat Pemilu.
"Ahahaha??" mereka malah tertawa terbahak-bahak lalu salah satu dari mereka yang badannya 3 kali lipat besarnya dari Sya pun berani menantang Sya.
"aku..!" ucap anak itu lantang.
Sya sampai mendongak melihat tubuh Pria itu, "wahhh? badanmu kayak raksasa ya? berapa umurmu? apa kamu jelmaan Dinosaurus dizaman Purba?" tanya Sya sambil geleng-geleng kepala.
perkataan Sya membuat anak bertubuh besar itu di tertawai lalu Ia marah langsung menggunakan kekuatan tangan besarnya memukul Sya namun Sya menangkap tangan itu dengan raut wajah tenangnya.
"apa ini yang terkuat?" tanya Sya seperti mengejek.
Sya menarik lengan tubuh besar anak SMA itu sampai terduduk bersimpuh didepan Sya, "segini aja?" tanya Sya memiringkan tubuhnya ke anak itu.
"Akkhh!! sialan..! tolongin aku woii..!" maki Anak itu ke teman-temannya.
Sya menendang Anak itu sampai terjungkal kebelakang lalu Sya mengambil 5 batu kerikil disampingnya, "kalian lihat ini?" Sya memainkan batu-batu itu dengan seringai lalu melemparnya ke anak-anak itu.
"akkh!!" pekik satu pembuli terkena di kepalanya.
srekkk!?
celana terkoyak memperlihatkan boxer pendeknya dan ada juga bajunya sobek akibat terkena lemparan batu kecil Sya.
"baju ku koyak."
"sakitnya!"
"aahhh!! malunya..?"
Sya melihat ke anak yang buli itu, "kemarilah dek..?" pinta Sya dan anak itu takut-takut berjalan kearah Sya.
Sya meminta Ponsel anak itu dan diserahkan walau gemetar.
"Kakak memberitahu nomor hp kakak samamu ya? kalau mereka macam-macam lagi padamu hubungi kakak biar kakak potong otongnya yang sok jagoan itu." kata Sya dengan nada penuh penekanan ke anak-anak pembuli yang ketakutan itu.
anak itu mengangguk sambil tersenyum kikuk, Sya mengusap kepala anak itu.
"belajar yang rajin ya? kamu harus sukses mengalahkan mereka yang gunakan Orangtua untuk membanggakan diri." ucap Sya.
"ayo naik..! kakak antar kamu sekolah..?" ajak Sya dan anak SMA itu menurut.
Sya mengklakson para pembuli itu sampai ada yang terkencing dicelana, Sya tak peduli siapa suruh mereka membuli Orang.
setelah mengantar anak SMA itu sekolah, Sya datang ke Supermarket.
"kamu kemana aja hah?" bentak Inul dengan sinis.
"kenapa? apa aku begitu terlambat? kan masuknya 7.30?" tanya Sya melihat jam tangan dan Ponselnya sama artinya Jam Sya benar.
"memangnya kau pemilik Supermarket ini hah? suka-sukamu aja datang jam berapa." sinis Sales temannya Inul (Ekan).
"dasar sombong..! cuma karna berhasil dapat bonus 50 Juta langsung berlagak jadi Nyonya disini." sinis Sales lainnya (Tini).
Sya menggeleng saja melihatnya, sebenarnya Sya tau hanya saja Ia punya alasan kuat mengapa Sya bisa terlambat.
MAIN KEROYOKAN AJA BANGGA..CUUIIHH..😠😠😠