Seorang pria di dalam kamarnya sedang duduk dihadapan komputer yang tengah menampilkan sebuah permainan games yang sedang trending di dunia modern
Namun sebuah cahaya kejut yang membuat pria itu terkejut dan buta dalam beberapa saat namun pada saat dia membuka kedua kelopak matanya dia terkejut melihat dirinya berada di sebuah kamar mewah dan elegan
Betapa terkejutnya dia mendapati dirinya telah memasuki tubuh seorang karakter antagonis yang paling dia benci sendiri.
Apalagi karakter antagonis tersebut memiliki takdir yaitu akan mati suatu saat nanti membuat pria yang telah memasuki tubuh Antagonis tersebut berusaha mencari cara untuk tidak mendapatkan rute kematiannya
(BAB 1-20 Arc Keluarga Vardl dan kota Ards)
(BAB 21-42 Arc Akademi Arkana)
Note : Novel ini terinspirasi dari novel Become Villain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regan Fauzan Nugroho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
Kota Zekers merupakan kota yang telah lama tidak dihuni karena sebuah insiden yang terjadi di kota tersebut yang menewaskan hampir seluruh warga kota Zekers.
Saat ini sudah malam, langit dipenuhi awan hitam, tanah di sekitar wilayah kota Zekers yang dulunya hijau sekarang sangat suram, banyaknya kehadiran berbahaya di wilayah kota Zekers terutama di dalam kota itu sendiri.
Hutan dekat kota Zekers terlihat seorang pria berambut putih gelap baru saja keluar dari hutan dan dia melihat sebuah kota yang suram, dengan awam hitam yang menghiasi langit langit kota tersebut dan beberapa hawa kehadiran berbahaya dari kota tersebut.
Rey menyipitkan matanya saat melihat kota tersebut lalu berjalan secara perlahan kearah jembatan yang menjadi penghubung kota Zekers.
Sangat sepi dan sunyi yang bisa Rey rasakan saat berjalan di jembatan tersebut, saat dia sudah melewati jembatan tersebut tiba tiba sebuah bayangan bayangan yang bergerak gerak di tanah lalu berhenti dan mengeluarkan sebuah makhluk dari bayangan tersebut.
Bayangan tersebut mengeluarkan sebuah makhluk humonoid namun tubuhnya diselimuti bayangan hitam serta kedua mata putih menyala dan membawa berbagai senjata.
Rey dengan tenang menarik black sword tersebut, dari hutan sampai tempat sini dia benar benar melawan makhluk yang sama yaitu makhluk bayangan.
Namun sekarang makhluk bayangan yang sekarang yang akan dia lawan jumlah nya lebih dari 60.
Rey merapalkan sihir Ruzaiko, Thought Body serta Foltough, sambil menatap kearah puluhan bayangan tengah berkumpul di hadapannya dengan tatapan tajam.
...Disisi Lain...
Sebuah ruangan yang sangat sunyi dan gelap terdapat seorang pria tengah berdiri di hadapan altar.
"Reyna, sudah 20 tahun lalu kamu kehilangan nyawa mu karena kesalahan yang tidak kamu perbuat, aku ingin sekali membangkitkan dirimu tapi dengan skill unique sekarang sangat mustahil untuk membangkitkan dirimu" Gumam Pria tersebut sambil mengelus pipi seorang wanita berambut hitam yang tidur di atas altar.
Lalu pria tersebut tertegun karena merasakan pasukan bayangannya satu persatu berkurang, membuatnya menoleh kearah lain.
"Jadi begitu, ada pengunjung lagi" Ucap Pria tersebut menyipitkan matanya.
"Kenapa dia sendiri?" Gumam Pria tersebut mengerutkan keningnya.
"Walaupun dia sendiri tapi dia cukup tangguh, 60 bayangan manusia ku langsung terbunuh olehnya" Gumam Pria tersebut, lalu dia melambaikan tangannya.
WOSH
Bayangan di tanah Bergerak gerak di hadapannya lalu mengeluarkan sebuah makhluk monster dengan keempat kaki, memiliki taring panjang di mulutnya serta memiliki kedua mata merah menyala.
"Mangsa lah seorang pria berambut putih yang baru saja masuk ke kawasan kota." Ucap Pria tersebut memerintahkan monster bayangan.
Monster bayangan segera menjadi bayangan yang bergerak di tanah dan melesat kearah keluar dari ruangan.
Rey yang berada di jalananan tengah melihat puluhan bayangan yang berserakan di jalanan tengah terbakar oleh api, tiba tiba dia menatap kearah lain.
Sesosok bayangan bayang yang tengah lompati bangunan ke bangunan lain lalu berhenti di bangunan yang berada dekat Rey.
Bayangan tersebut segera menerkam kearah Rey, melihat itu Rey segera menggerakkan tangannya seperti chop.
"Raikiri(Lightning Blade)" Rey.
Tangan kanan Rey segera diselimuti petir yang tajam, lalu Rey segera menusuk bayangan tersebut dengan tangan kananya
SLASH
Sesosok bayangan tersebut terkena tusukan Rey dan terbelah menjadi dua lalu menghilang menjadi partikel bayangan.
Pria yang berada di ruangan terkejut melihat monster bayangan dengan sekali serangan langsung tumbang.
Sedangkan Rey segera mengetahui pria itu berada dan berkata.
"Ternyata kau disitu" Ucap Rey menatap kearah sebuah bangunan tua yang berjarak 200 meter darinya.
Rey melesat dengan kecepatan petir menuju gereja tersebut.
BRUAKK
Gerbang bangunan tersebut seketika hancur terkena lesatan Rey yang diselimuti petir.
Pria yang melihat pintu gerbang yang telah hancur dan melihat seorang pria berambut putih gelap yang adalah Rey.
"Apakah kamu tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu jika ingin masuk ke ruangan?" Ucap Pria tersebut dengan nada dingin.
"Maaf saja, aku disini untuk bertarung denganmu bukan untuk bertamu." Ucap Rey dengan nada datar membersihkan debu di bajunya.
Pria tersebut mengerutkan keningnya saat mendengarnya, lalu dia melirik wanita yang berada di atas altar lalu menoleh kearah Rey.
Pria tersebut segera melentangkan kedua tangannya, bayang bayangan di lantai bergerak gerak di sekitarnya dan mengeluarkan 2 makhluk humonoid.
"Agnes" Pria tersebut melirik seorang manusia bangsawan wanita membawa tongkat sihir yang merupakan Healer.
"Shio" Pria tersebut melirik seorang manusia bayangan pria membawa perisai serta pedang.
Rey menatapnya dengan seksama, lalu berkata dengan wajah datar.
"Lengkap sekali, satu tank yang menahan berbagai serangan dan satunya lagi adalah Healer yang bisa menyembuhkan luka yang kalian terima, tapi..." Ucap Rey terputus lalu kedua matanya berkilat dingin.
"Bukankah healermu sedikit tidak berguna kalau bayanganmu terluka maka tidak bisa disembuhkan dengan sihir orang lain selain pemilik skill ini" Ucap Rey dengan nada dingin.
Pria tersebut tertegun mendengarnya, dia benar benar tidak menyangka bahwa Rey tau dengan konsep skill miliknya membuatnya.
"SHIO!" Teriak pria tersebut meneriaki Shio.
Shio dengan perisainya berlari kearah Rey dengan kencang dengan tubuh diselimuti bayangan hitam.
BRUAKK
Shio menubruk tubuh Rey, sampai menabrak tembok sampai hancur dan masih mendorong tubuh Rey sampai menabrak bangunan lain yang dekat sana.
Shio tiba tiba berhenti mendorong tubuh Rey membuat Shio yang merupakan makhluk bayangan kebingungan dan dia melihat Rey yang menahan perisai miliknya dengan tangan kirinya.
Tangan kanan Rey yang memegang black sword diangkat ke atas oleh Rey.
BZZ
"Lightning Strike" Rey mengayunkan Balck sword diiringi petir kuat.
SLASH
Tebasan diiringi gemuruh petir mengenai tubuh Shio membuat bahu sampai bawah Shio tertebas secara vertikal.
Tubuh Shio bergetar saat tertebas oleh Rey, namun sebuah siluet melesat kearah Rey dari arah kanan Rey.
Siluet tersebut ada pria dengan tangan kanan diselimuti bayang hitam yang sangat pekat, mengayunkan tangan kananya.
BANG
Pukulan yang sangat keras melesat kearah Rey, dan menciptakan sebuah gempa meratakan lantai yang dipijaki mereka, bangunan yang berada mereka bertiga hancur menjadi reruntuhan.
Asap mengepul, lama kelamaan menghilang memperlihatkan pukulan Rey yang terhenti di oleh sesuatu yang tak kasat mata.
Pria tersebut terkejut melihat pukulannya yang diselimuti bayangan hitam terhenti oleh sesuatu yang tak kasat mata.
Pukulan tersebut sangat kuat bahkan bangunan bangunan di dekat mereka hancur menjadi reruntuhan bahkan Shio menghilang karena terkena efek dentuman pukulan pria tersebut.
"Apa-" Ucap pria tersebut yang tak percaya.
Namun tangan kiri Rey tiba tiba diselimuti gemuruh petir lalu membentuk seperti pisau, Rey segera menusukan tangan kirinya ke dada Pria tersebut.
JLEB
Tangan kiri Rey yang diselimuti petir berbentuk pisau menebus dada kiri Pria tersebut sampai ke belakang.
Pria tersebut mengeluarkan banyak darah dari mulutnya dan melihat dada kirinya berlubang karena tertusuk oleh tangan kiri Rey.
Tubuh pria tersebut gemetar, saat mendapatkan luka yang cukup parah, namun pria tersebut dengan sekuat tenaga mundur menjauh dari Rey.
Rey berniat mengejar Pria tersebut yang sudah lepas dari tusukan tangan kirinya, namun sebuah siluet hitam berukuran raksasa menghalanginya.
BRUAKK
Siluet hitam raksasa tersebut memukul tubuh Rey sampai terpental menabrak beberapa bangunan di sana.
Siluet Rey berhenti saat menabrak bangunan ke-5 dari sekian banyaknya bangunan yang hancur karena tertabrak oleh Rey.
Bangunan tersebut runtuh namun terlihat Rey masih berdiri dengan tenang tanpa adanya luka di tubuhnya.
Pria tersebut tengah di sembuhkan oleh manusia bayangan Agnes melihat Rey yang kondisi nya yang baik baik saja menggertakkan giginya.
"DASAR MONSTER!" Teriak Pria tersebut dengan putus asa, serangan dari makhluk bayangan yang berukuran raksa yang merupakan monster grade 7 Tinggi tidak mempan kepada Rey bahkan serangan dirinya sendiri seperti terhenti di jalan.
"Jangan berisik, bukankah yang monster disini adalah dirimu sendiri" Ucap Rey dengan nada datar.
Mendengar ucapan Rey, membuat pria tersebut mengingat masa lalunya tentang dirinya membuatnya kesal dan marah.
"Maksudku, lihatlah tempat suram ini, tidak ada kehidupan, hanya ada kegelapan dan kesepian, aku sendiri masih bingung melihat dirimu yang tidak bosan hidup disini" Ucap Rey melentangkan kedua tangannya.
"Oh, ya tempat ini jadi suram ini dibuat olehmu sendiri jadi itulah kenapa kamu tidak bosan" Cibir Rey membuat pria tersebut menggertakkan giginya.
"BAJING*N!" Teriak Pria tersebut berteriak dengan emosi bersamaan itu seluruh wilayah kota Zekers lantainya tiba tiba menjadi hitam pekat dan mengeluarkan banyak sekali makhluk bayangan berjumlah lebih dari ratusan.
"Akan ku bunuh kau dan ku jadikan makhluk bayangan seperti rakyat rakyat yang tidak tau diri!" Ucap pria tersebut dengan nada dingin lalu melambaikan tangan kananya memerintahkan semua makhluk bayangannya untuk menyerang Rey.
Rey hanya diam walaupun dirinya dikepung oleh ratusan makhluk bayangan.
BURST
Saat ratusan makhluk bayangan hendak mendekati Rey, tiba tiba kobaran api hitam besar melahap semua makhluk bayangan yang berada di dekat Rey.
Pria tersebut melihat dari kejauhan mengkerutkan keningnya melihatnya.
"Kagutsuchi No Tsurugi" Ucap Rey melambaikan black sword tengah diselimuti api hitam yang berkobar.
SLASH SLASH SLASH
Rey mulai menebas semua makhluk bayangan satu persatu dengan black sword yang diselimuti api hitam.
Puluhan makhluk bayangan tertebas menjadi dua bagian lalu terbakar oleh api hitam dan menghilang.
Asap dari kobaran api hitam juga secara perlahan mengenai awan di langit langit kota Zekers.
Pria tersebut melihat Rey semakin dekat dengan dirinya berkeringat dingin, lalu dia memerintahkan monster bayangannya untuk menyerang Rey.
Monster bayangan melesat kearah Rey yang tengah membantai puluhan makhluk bayangan, lalu dia memukul kearah Rey.
BANGG
Pukulan monster bayangan terkena oleh sesuatu tak kasat mata di sekitar Rey dan membuatnya terhenti namun efek pukulan monster bayangan tersebut membuat makhluk bayangan lainnya terpental kemana mana.
Puluhan siluet bunga hitam berjatuhan di sekitar tubuh Rey, Rey memasang kuda kuda pedang satu lalu bergumam
"Kagutsuchi No Kuro I Hana" Rey
Rey menarik pedangnya dari sarungnya, pedang tersebut diselimuti api hitam lalu Rey menebas secara diagonal menciptakan bilah terbuat dari api hitam dengan bunga hitam berjumlah banyak yang menghiasi bilah tersebut.
Bilah tersebut melesat ke tubuh monster bayangan, membuat monster bayangan tertebas dan terpental ke belakang.
BRUAKK BLAR
Monster bayangan terpental bersama bilah api hitam yang masih berada di tubuhnya sampai menabrak di bangunan lalu meledakkan api hitam berbentuk bunga hitam.
Suhu di sekitar sana meningkat drastis bahkan monster bayangan yang memiliki kekuatan kecil terbakar oleh suhu itu sendiri.
Pria tersebut melindungi dirinya dengan bayangan hitam, namun mata dia terpana melihat Rey tiba tiba berada di atas langit.
"Dengan sihir ini akan kuakhiri semuanya." Ucap Rey berada di langit berdiri di atas lingkaran sihir Air Hike.
Tangan kanan Rey diselimuti petir berbentuk pisau dan mengarah ke atas, awan yang hitam.
BZZ
Petir di tangan kanan Rey memanjang ke atas sampai menyentuh ke awan.
Raungan Naga terdengar oleh pria tersebut, membuat pria tersebut merasakan firasat buruk.
Dari awan hitam keluarlah sebuah petir raksasa berbentuk kepala naga timur membuat pria tersebut membuka matanya dengan lebar.
Rey hanya menatap ke arah pria tersebut dengan tatapan dingin lalu secara perlahan dia menurunkan tangannya dan bergumam.
"Kirin" Ucap Rey.
Petir berbentuk kepala naga timur raksasa jatuh ke kota Zekers membuat pria tersebut berkeringat dingin sadar bahwa serangan itu benar benar akan membuat seluruh kota Zekers menjadi dataran tanah dia segera melesat kearah wanita yang tertidur di atas Altar.
"Reyna!" Teriak Pria tersebut.
Petir kepala naga jatuh ke kota Zekers seperti sambaran petir raksasa, menghancurkan seluruh kota Zekers bersama makhluk makhluk bayangan yang berada disana.
END
suffering villain: MC gamer