Elvia Aurellie seorang gadis pendiam yang mengalami banyak kepahitan dalam hidupnya. Banyak hal terjadi, cobaan dan ujian yang selalu menguji kesabaran.
Elvia dirawat oleh Siska yang di anggapnya ibu kandungnya, tapi ternyata Siska merupakan mantan kekasih ayah kandung Elvia. Siska dengan sengaja menculik dan menyiksa Elvia sebagai alat untuk balas dendam.
Elvia di usir dari rumah oleh Siska, dan dipertemukan dengan Alvian Atmaja. Elvia menolong Alvian dari preman yang mengeroyoknya.
Alvian Atmaja seorang pengusaha muda yang tidak pernah tertarik pada perempuan karena trauma masa lalunya.
Masih banyak rintangan yang menunggu mereka kedepannya dan menguji kekuatan cinta mereka.
Elvia yang tidak mengetahui apapun harus menjadi alat untuk membalaskan dendam seseorang yang sangat membenci Alvian dan menaruh dendam pada Alvian sejak lama.
Elvia dihadapkan yang dengan banyak masalah membuatnya menjadi gadis yang tangguh dan kuat.
Akankah mereka bisa bersatu???
Dan bisakah kesabaran Elvia berbuah manis??
Kalau mau tau kalian baca ceritanya disini!!!
Jangan lupa rate, vote, like, komen dan favorit ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifi F. S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 34
Happy reading 😊
Jangan lupa rating nya ya!
"Gue gak salah dengar kan?" tanya Andi memastikan.
"Gak kok Kak, aku sekarang tinggal sama keluarga kandung ku. Kemarin kita ketemu, awalnya aku juga kaget dan gak percaya. Tapi setelah hasil tes DNA nya keluar, aku jadi tahu kalau mereka memang orang tua ku," ucap Elvia tersenyum bahagia.
"Gue ikut seneng dengarnya El, gimanapun juga elo udah gue anggap adik gue sendiri," ucap Andi tersenyum tulus.
"Iya Kak, makasih juga selama ini Kakak udah baik sama aku," ucap Elvia.
"Jangan sungkan sama gue, seperti yang gue bilang tadi kalau elo gue anggap adik gue jadi kalau perlu apa-apa elo bisa hubungin gue," ucap Andi.
"Ngapain calon istri gue harus hubungin elo kalau ada apa-apa? dia itu tanggung jawab gue, jadi gak usah sok perhatian gitu," ucap Alvian ketus.
"Cih, gue ngomong sama adik gue, gak ngomong sama elo," ucap Andi sambil berdecih.
"Ck, yang lo bilang adik lo itu calon istri gue kalau elo lupa gue ingetin dan satu lagi sejak kapan calon istri gue jadi adik lo?" ucap Alvian sengit.
"Sejak gue kenal Elvia, puas lo," ucap Andi.
"Terserah lah, mending sekarang elo keluar sana, ganggu orang aja," ucap Alvian mengusir Andi dari ruangannya karena sudah mengganggu waktunya bersama Elvia.
"Iya." ucap Andi berlalu pergi.
Setelah Andi keluar dari ruangan Alvian.
"Mas, kamu jangan kayak gitu kalau sama Kak Andi. Kasihan kan dia, gimana kalau Kak Andi tersinggung?" ucap Elvia.
"Kamu tenang aja Sayang, Mas juga tahu batasan kok. Dan Mas yakin kalau Andi gak akan tersinggung, karena kami bersahabat dari kecil. Jadi kami tahu sifat masing-masing," ucap Alvian.
"Iya juga sih Mas, tapi kadang suka kasihan aja sama Kak Andi kalau Mas kayak tadi," ucap Elvia.
"Udahlah Sayang, gak usah bahas Andi lagi. Sekarang waktunya kita bahas tentang kita. Sebenarnya Mas mau melamar kamu secara resmi ke orang tua kamu tapi Mas juga mau bantu mereka selesaiin masalah sama wanita yang udah nyulik kamu itu," ucap Alvian, karena Alvian juga sudah mengatakan pada keluarga Elvia jika ia akan membantu mengatasi masalah Siska.
"Iya Mas, tapi kamu harus hati-hati. Karena aku tahu Bu Siska itu kayak gimana, dia gak akan segan-segan ngelakuin apapun untuk mendapatkan keinginannya," ucap Elvia memberi peringatan pada Alviab agar lebih berhati-hati.
"Iya Sayang, Mas tahu itu lagian Om Henry juga udah ngasih tahu semuanya kok," ucap Alvian.
"Hah, emang kapan Papa ngomong sama kamu Mas?" ucap Elvia.
"Kemarin waktu kamu masih tidur, jadi aku udah bahas masalah itu sama papa kamu dan kakak kamu " ucap Alvian.
Elvia hanya mengangguk.
Tiba-tiba Alvian memegang bahu Elvia agar Elvia menghadapnya. Alvian mendekatkan wajahnya pada Elvia.
Dan,
Brak
Alvian benar-benar dibuat kesal oleh kelakuan sahabatnya itu, siapa lagi? jika bukan Andi.
Alvian mengusap wajahnya kasar. Ia benar-benar ingin memaki Andi saat ini juga.
Elvia hanya menunduk malu, karena hari ini kedua kalinya Andi memergokinya dengan Alvian.
"Astaga masih lanjut aja adegan romantisnya," ucap Andi menyindir.
"Ck, diam lo. Lain kali ketuk pintu dulu. Elo seharusnya lebih ngehargain gue sebagai atasan lo bukan malah seenaknya gini," ucap Alvian tegas.
"Iya Bos, maaf," ucap Andi menunduk karena jika Alvian sudah marah maka nada bicaranya akan berubah tegas.
Alvian menghela nafas.
"Ada apa?" tanya Alvian yang sudah mengendalikan emosinya. Karena ia tidak mau Elvia merasa takut padanya.
"Diluar ada Tuan James, Pak," ucap Andi sopan.
"Jangan di ulangi lagi, gue tahu elo gak ada maksud kayak gitu. Tapi elo juga harus tahu ini di kantor dan disini gue atasan lo. Gue gak ngelarang elo pakai bahasa non formal kalau lagi di ruangan gue. Tapi kalau di depan karyawan lain atau klien elo tau kan harus gimana?" ucap Alvian menjelaskan.
"Iya, sorry ya. Gak lagi deh gue kayak gitu," ucap Andi sambil cengengesan.
Alvian hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.
"Mereka emang sahabat sejati," ucap Elvia dalam hati.
"Suruh masuk," ucap Alvian.
"Iya," ucap Andi.
Andi menyuruh James masuk ke dalam.
James pun masuk mengikuti langkah Andi, Elvia yang melihat kakaknya langsung beranjak dari duduknya dan berlari memeluk James.
"Jangan lari Sweety," ucap James.
Tapi Elvia mengabaikan ucapan James.
Saat sudah di hadapan James ia langsung memeluknya erat, karena saat tadi ia bangun ternyata sang kakak sudah berangkat ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.
James membalas pelukan sang Adik, ia sudah berjanji akan melupakan perasaannya dan menyayangi sang adik layaknya seorang kakak terhadap adiknya.
Andi dan Robert yang melihat itu terkejut karena mereka tidak tahu apa-apa. Sedangkan Alvian hanya tersenyum, ia bisa melihat tatapan James pada Elvia bukan lagi seperti seorang lelaki yang mencintai wanitanya. Tapi seorang kakak yang menyayangi adiknya.
"Kak, tadi kok waktu aku bangun Kakak udah ke kantor duluan," ucap Elvia dengan cemberut.
"Maafin Kakak ya Sweety, tadi Kakak ada urusan penting dan harus Kakak sendiri yang turun tangan," ucap James sambil mengelus puncak kepala Elvia.
Andi dan Robert bahkan masih terkejut dengan mulut menganga.
"Silahkan duduk," ucap Alvian.
Akhirnya mereka semua duduk di sofa yang ada di dalam ruangan Alvian.
"Kalian kenapa?" tanya James bingung.
"Tampar gue Al," ucap Andi.
Plakk
Alvian menuruti permintaan Andi untuk menamparnya.
"Aduh, sakit ****," ucap Andi tanpa sadar.
"Hehe, maaf saya tidak bermaksud," ucap Andi salah tingkah.
"Gak pa pa, gak usah terlalu formal. Mungkin kalian berdua terkejut melihat saya dan Elvia. Saya akan menjelaskannya, sebenarnya Elvia adalah adik kandung saya yang diculik sewaktu dia baru lahir," ucap James.
"Jadi maksud lo tadi ini El, elo anak kandung Tuan Henry Geraldine," ucap Andi seolah tidak percaya.
"Iya Kak," ucap Elvia sambil tersenyum.
"Astaga, gak nyangka gue. Tapi kalau dilihat dari wajah lo emang pantas sih elo anak orang kaya," ucap Andi sambil nyengir.
"Ck, omongan lo gak bermutu banget sih," ucap Alvian berdecak sebal.
"Biarin," ucap Andi.
Merek yang melihat Alvian dan Andi hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Sweety, kita makan siang bareng ya. Sama elo juga Al tenang aja, gue tahu elo gak bisa jauh dari adik gue," ucap James.
Alvian menganggukkan kepalanya dan tersenyum malu.
"Terus gue gimana?" ucap Andi.
"Elo ikut juga lah sama Robert juga," ucap James.
"Thanks Kakak Ipar," ucap Andi.
"Kakak ipar pala lo, dia kakak ipar gue jangan ngaku-ngaku lo," ucap Alvian.
"Ya mungkin aja, Elvia khilaf jadi milih gue buat dijadiin suaminya," ucap Andi.
Pletak
Andi meringis mendapat jitakan di dahinya karena ulah Alvian.
"Sakit ****, elo seenaknya aja main jitak-jitak," ucap Andi meringis kesakitan sambil mengusap dahinya.
"Udah dong Mas, Kak Andi jangan berantem terus," ucap Elvia menengahi.
"Emang kamu calon istri terbaik," bukan Alvian yang mengatakannya melainkan Andi.
"Elvia itu calon istri gue jangan ngaku-ngaku deh lo," ucap Alvian kesal.
Bersambung
Jangan lupa like, coment dan vote ya😊
Like dan komentar di beberapa part agar Kaka lebih semangat lagi yah... Dan jangan lupa follow Star Kembali oke... 😉
Salam dari :
" Kebun Terong Sigadis Narsis "
mantan kekasih
kalo ada Andi didepan ku, tak gebogg dia
Ayo teruskan