NovelToon NovelToon
Istri Lusuh Yang Kau Abaikan

Istri Lusuh Yang Kau Abaikan

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Cerai / CEO / Cintapertama / Chicklit / Tamat
Popularitas:655k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Sekti

Elizia seorang yatim piatu dinikahi oleh seorang manajer bernama Zafian. Mereka bertemu saat Zafian menyumbang dana di Panti Asuhan tempat di mana Elizia diasuh.

Setelah satu tahun menikah, Elizia menjadi janda karena sudah tidak menarik di mata Zafian serta ibu mertua sangat membenci Elizia yang hanya gadis lusuh dan miskin.

Zafian menikah lagi dengan mantan pacarnya yang dulu sempat menghilang. Goresan luka yang dirasakan oleh Elizia mengakibatkan dia harus bangkit dan membalas semua pengkhianatan dan hinaan dari mantan suami dan ibu mertua.

Bagaimana nasib Elizia setelah Zafian menikah dengan mantan pacarnya? Apakah Elizia akan semakin terpuruk ataukah malah lebih sukses setelah menjadi janda?

Yuk, jangan lupa intip kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Sekti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Frustasi

Sore itu, Dokter segera datang untuk memerika Zulaika yang tidak bisa bernafas. Keluarga dari pasien diperintahkan untuk keluar dari ruangan VIP menuju ruang tunggu yang disediakan. Lalu mereka menuruti perintah dokter tersebut. Mereka menunggu pasien dengan perasaan cemas dan was-was. Sedangkan Elizia yang mengekor Hamzah dan nenek Rumi juga terlihat cemas dan takut. Dia sedikit bergidik dengan perkataan Zulaika yang menusuk hatinya.

"Nak Hamzah, maafkan istri saya dalam kondisi seperti ini istri saya malah berulah, kami tidak bermaksud untuk memyudutkan istri Anda. Saya sebagai kepala keluarga meminta maaf."

Umar meminta maaf kepada Hamzah dan Elizia atas sikap istrinya yang keterlaluan. Zulaika sangat mengagumi sifat Hamzah yang hampir sempurna. Selain kaya dia juga tampan dan sholeh.

"Iya, kami maafkan. Mungkin tante Zulaika mengalami tekanan berat atas penyakitnya jadi pikirannya tidak menentu. Kami hanya bisa berdoa semoga mamanya Annisa segera diberi kesembuhan."

Hamzah memaafkan kesalahan perkataan Zulaika. Dia merasa Zulaika sedang mengalami tekanan batin atas penyakit yang dideritanya. Hamzah masih duduk di ruang tunggu di samping Elizia dan nenek Rumi. Sedangkan Annisa dan ayahnya juga duduk bersebelahan hanya selisih beberapa tempat duduk dari Hamzah berada.

Tiga puluh menit kemudian, Dokter yang menangani Zulaika mendekat kepada Umar yang berada di ruang tunggu dan berkata,

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Bu Zulaika namun, kehendak Tuhan berbeda, Ibu Zulaika kini sudah meninggal dunia."

Dokter itu memberi tahu bahwa Zulaika telah meninggal dunia. Kata-kata terakhirnya memberi tanda bahwa dia akan segera meninggalkan dunia fana ini.

"Tidak, tidak mungkin, Dok! Mama saya tidak boleh pergi secepat ini! Annisa masih butuh Mama!"

Annisa tersungkur dan menangis histeris karena belum bisa kehilangan mama yang dicintainya. Selama ini, dia selalu dimanja oleh mamanya. Semua kemauan apa pun selalu diturutinya.

"Sayang, kamu jangan menangis seperti itu, biarkan Mama kamu tenang di alam sana. Masih ada Ayah yang selalu menemani kamu."

Umar berusaha menguatkan hati Annisa yang dilanda sedih. Dia berusaha tegar di depan semua orang yang berada di situ walau sebenarnya hatinya menjerit karena istrinya begitu cepat meninggalkan dunia bersama dia dan anak semata wayangnya.

"Tuan Umar, satu jam lagi Jenazah bisa pulang dan diantarkan oleh pihak rumah sakit karena semua administrasi biaya rumah sakit sudah lunas. Lebih baik cepat dimakamkan agar Ibu Zulaika bisa tenang di alam sana."

Dokter itu memberi tahu waktu pemulangan jenazah Zulaika.

"Baik, Dok. Kami akan pulang terlebih dahulu untuk menyiapkan segala sesuatu untuk prosesi pemakaman dan memberi tahu kepada warga tentang meninggalnya istri saya."

Umar menjawab pertanyaan dari dokter tersebut sambil berdiri dan menatap intens dokter tersebut. Dokter itu mengangguk dan berbalik arah untuk segera melanjutkan tugasnya kembali.

"Hamzah, ayo kita segera persiapan untuk pulang karena jenazah satu jam lagi akan dipulangkan oleh pihak rumah sakit. Nenek, kami berterima kasih sudah berkenan menjenguk istri saya. Apakah Nenek akan ikut bersama kami untuk melakukan takziah?"

Umar bertanya kepada nenek Rumi dengan pertanyaan menyelidik.

"Ya. Saya ikut. Saya juga keluarga Zulaika jadi ya harus ikut. Saya merasa berdosa jika tidak bertakziah dengan keluarga sendiri."

Nenek Rumi akan ikut pulang melakukan prosesi pemakaman Zulaika. Dan Umar mengangguk pertanda paham. Lalu mereka berkemas-kemas membersihkan barang-barang yang sengaja dibawa di rumah sakit. Setelah barang dimasukkan ke bagasi mobil dan tidak ada yang tertinggal, mereka segera menaiki mobil masing-masing. Umar mulai menyalakan mesin mobil dan segera tancap gas dan diikuti belakangnya mobil keluarga Hamzah menuju rumah keluarga Annisa.

Saat di mobil, Hamzah menelepon keluarganya untuk mengabari bahwa mamanya Annisa telah meninggal dunia. Orang tua Hamzah langsung merespon telepon dari Hamzah dan mereka akan segera ke rumah kediaman Annisa.

Tiga puluh menit kemudian, keluarga Annisa sudah berada di depan rumah duka. Sudah banyak warga yang berdatangan untuk membantu melakukan prosesi pemakaman Zulaika karena saat di rumah sakit, Umar menelepon tetangga dan kerabat keluarga atas meninggalnya istri tercintanya yakni Zulaika.

"Kami turut berduka cita atas meninggalnya Ibu Zulaika dan semoga amal ibadahnya diterima disisi-Nya."

Takmir masjid selaku pemimpin komplek mengucapkan bala sungkawa atas meninggalnya Zulaika. Beliau mewakili para warga untuk mengucapkan kalimat tersebut.

Sepuluh menit kemudian, mobil ambulan yang di dalamnya terdapat jenazah Zulaika mulai datang. Petugas membawa jenazah tersebut ke dalam rumah duka dan segera dimandikan.

Setelah melalui beberapa proses, akhirnya jenazah Zulaika akan segera dikebumikam di pemakaman terdekat. Terlihat beberapa keluarga matanya sembab karena menahan kesedihan yang tak terbendung terutama Annisa. Sejak dari rumah sakit sampai sekarang dia tidak berhenti menangis.

"Mama, jangan pergi secepat ini. Annisa sayang Mama."

Saat jenazah dipikul, Annisa melambaikan tangan dan tak kuat menahan gejolak kesedihan. Lantas, anggota keluarganya menyentuh pundak dan menenangkan hati Annisa dan berusaha menghiburnya.

Elizia dan nenek Rumi berdiri tidak jauh dari Annisa. Sedangkan Hamzah dan Umar ikut ke makam dan memikul jenazah Zulaika.

Setengah jam kemudian, prosesi pemakaman telah usai. Orang-orang yang bertakziah mulai berhamburan meninggalkan pemakaman dan pulang ke rumah masing-masing.

Setelahnya Umar menghampiri Annisa yang masih bersedih dan berusaha menenangkan. Tiba-tiba Annisa berkata,

"Ayah, Annisa bunuh diri saja. Mama yang sangat aku cintai sudah tiada dan pemuda yang aku idamkan sejak dulu telah menikah dengan wanita lain! Hidup ini sudah tidak berarti lagi, Ayah!"

Annisa kini dibutakan oleh cinta dan dia tidak bisa berpikir jernih. Dia frustasi padahal masih ada ayahnya yang selalu menyayanginya.

"Annisa! Lantas Ayah kamu anggap apa? Apa pengorbanan Ayah selama ini tidak ada artinya buat kamu, Nak?"

Mata Umar mulai berkaca-kaca karena kasih sayangnya terhadap anaknya tidak berarti di matanya. Annisa hanya memikirkan kesenangan dan ambisinya tanpa tahu pengorbanan ayahnya yang mati-matian menghidupi keluarga dan pengobatan istrinya.

"Ayah 'kan selalu sibuk bekerja di Arab, tidak pernah perhatian dengan Mama dan Annisa! Hingga Mama sakit separah ini! Kami hanya ingin meluangkan waktu bersama walau hanya sebentar saja, Yah!"

Akhirnya Annisa mengeluarkan ungkapan isi hatinya yang sempat terganjal. Annisa hanya ingin mendapatkan keharmonisan keluarga dan perhatian dari kedua orang tuanya. Selama ini, dia haus kasih sayang walau hidup mereka bergelimang harta.

"Maafkan Ayah, Nak. Itu semua hanya demi keluarga kita agar hidup sejahtera tanpa kekurangan. Ayah sekarang sadar, dan akan meluangkan banyak waktu untuk kamu, Nak!"

Umar meremas rambutnya sendiri karena merasa bodoh. Anaknya tidak butuh gelimang harta namun kasih sayang.

"Sudah telat, Ayah! Sekarang Annisa mau pergi!"

Lalu Annisa berlari dan membawa tas tentengnya dan pergi entah ke mana.

"Annisa kamu mau ke mana! Hamzah tolong, ayo kita kejar Annisa. Pasti dia akan melakukan hal-hal yang tidak wajar."

Umar mengejar Annisa yang berlari tergopoh-gopoh menuju jalan yang menghubungkan dengan jembatan sungai yang terletak sejauh tiga meter dari arah rumah Annisa. Sedangkan Hamzah dengan terpaksa ikut Umar yang sedang berlari mengejar Annisa. Hamzah tidak enak jika menolak perintah dari Umar yang memberi perintah dengan tegas.

1
Sumiati 32
kok Hamzah , cek tapi kesannya odoh gak tegas
Sumiati 32
ortu Rihana kYa,tapi pestapeenimahannya di rmh laki 2
Sumiati 32
geo masa gak tegas
Rafanda 2018
ko alurnya jadi ngawur,,sorri thor end aja
Rafanda 2018
la kemarin kondangan ko mau kondangan lagi🤔🤔🤔🤔
Sri Handayani
ho oh
pur wati
sudah berulang kali kok ndak di jebloskan dlm penjara aja sih .CEO itu biasanya tegas dlm bertindak .apalagi menyangkut orang yg paling di sayanginya.tapi ini kok sikapnya terlalu lembek dan kurang jeli dlm hal masalah.🙄🙄🙄
Lala Kusumah
ceritanya baguuuuusss dan seruuuuuu.... lanjutkan....
Budinahwati
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Abu fatih Aljawi: Makasih support nya pembaca.
total 1 replies
angel
baru kali ini ada CEO di suruh2 mau Ama staffnya /Facepalm/
Anonim
Thor, klu d pdang masaknrendang itu hbiskan wktu 5 jam plng sdkit 😂😂
Putri Chaniago
biarin aja Hamzah hilang
💖 NAMA Q CINTA 💖
HA UDAH TA...?TAMAT?WOW TRRCENUNG2 AKU HIHIHI.....
Lee Mba Young
makane makane kn bnyak taksi mending pulang Naik taksi drpd di Antar orang, lagian gk pantes juga wanita dan Laki bukan muhrim Naik Mobil bersama bisa jd fitnah sekarang malu kn.
di Kota kn bnyak grab dan taksi kl tidak kn bnyak ojol tu drpd di Antar orang.
Vien Habib
Luar biasa
Putri Chaniago
ah g asyik lemah banget padahal mertuanya udah izinkan utk ngasih pelajaran pada Hamzah... jgn lemah banget jd istri
Sulfia Nuriawati
benang kusut, g slesai² kalo kyk gn yg jadi korban ttp anak
Tini Uje
dah lah tinggal kn saja duo laki2 tuh liz 😏gedek bgtt liat nya apalagi sihamjah 👊
Lee Mba Young
alah kl cewek itu gk mati paling juga bobok bareng kn secara dia lbih cantik Dr istrinya. bhkan rela nikahi tanpa izin. sekarang bawa anak nya pula kl jd elizia gk sudi juga ngurus tu bayi, anak sendiri gk di pikir mlh bawa anak orang tu hamzah, awale laki baik Lama Lama laki munafik juga.
elizia kl hamzah minta balik suruh milih bayi itu atau kluarga kl kluarga suruh naruh panti saja bayi itu kl gk mau ya sdh say good bay saja.
Diana Darmawi: dah mulai gk ada mood baca cerita ini,yg awalx lelaki baik malah jadi munafik,hamzah" dasar munafik🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!