Sebelum nya, saya mau menyarankan saja.
Sebelum komen mohon baca nya sampai akhir ya ..😊😊😊
Bagaimana jadinya kalo seseorang menikah tanpa rencana.
Kinar Anastasya menikah dengan Daniel Putra Candhrawinata yang baru saja dikenal nya
Menikah karena merasa berhutang budi, karena telah membantu keluarga nya..
Hayy ini novel pertama aku, maaf kalau ada salah kata😊
Jangan lupa dukung Mbak nad ya dengan vote, like/comen.,
Supaya Mbak nad tambah semangat lagi..
Terima kasih..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbak nad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Daniel berada di restoran bersama asisten Vino dan juga sekretaris baru Daniel.
Mereka baru saja bertemu dengan para investor yang akan bekerja sama dengan C.D.W groub.
Setelah selesai, Daniel mengambil ponsel dan menghubungi pak Sul.
Daniel ingin menanyakan apa saja yang dikerjakan Kinar di rumah.
Wajah Daniel berumah menjadi merah padam saat bicara di telfon dengan pak Sul.
"Apa..?? bagaimana bisa kau membiarkan Kinar pergi tanpa seizin dariku..??" ujar Daniel.
Daniel menutup panggilan nya dan memasukan ponsel nya kedalam saku.
"Kau., pulanglah naik taksi.." ujar Daniel kepada sekretaris nya.
Daniel mengeluarkan beberapa uang lembar untuk sekretaris itu.
Setelah memberikan uang, Daniel berjalan meninggalkan sekretaris nya.
Asisten Vino mengikuti langkah Daniel dari belakang.
Daniel masuk kedalam mobil dan asisten Vino melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Vin., suruh seluruh anak buah kita untuk mencari Kinar.." titah Daniel kepada Vino.
"Baik tuan.." jawab Vino.
(Beraninya kau kabur dari rumah ) batin Daniel sambil mengusap rambut nya frustasi.
Asisten Vino memperhatikan Daniel dari kaca spion.
(Nona muda, kau sudah membangunkan singa tidur..) batin Vino.
Ditempat lain.
Kinar dan Vazo sudah sampai di tempat pertama kali mereka bertemu, yaitu di taman kota.
Vazo membukakan pintu untuk Kinar.
"Apa kau yakin turun disini..??" tanya Vazo kepada Kinar.
"Iya, nanti aku naik taksi.." jawab Kinar.
"Kenapa harus disini..?? aku mau mengantarmu sampai ke rumah.." ucap Vazo.
"Ada satu alasan yang membuatku melakukan ini Vazo, lain kali akan ku ceritakan.." ujar Kinar.
"Baiklah, aku akan menemanimu sampai ada taksi.." ujar Vazo.
Kinar menganggukan kepalanya, ia terus melihat jam tangan nya.
Kinar terlihat khawatir, bagaimana kalo Daniel sudah sampai dirumah duluan...
Sedangkan Daniel masih ada di jalan untuk mencari Kinar.
Ada satu tempat yang belum ia datangi, yaitu taman kota.
Daniel menyuruh asisten Vino untuk menuju ke taman kota.
"Vin., kita ke taman kota.." ucap Daniel.
"Baik tuan.."jawab Vino.
Beberapa menit kemudian, Daniel dan Vino sudah sampai di taman kota.
Mereka turun dari mobil dan mencari Kinar di sekitaran taman.
Mata Daniel tertuju pada gadis yang tengah duduk di bangku bersama seorang pria.
"Sepertinya itu Kinar," gumam Daniel sambil mengepalkan tangan nya.
Daniel berjalan cepat meninggalkan asisten Vino, menghampiri gadis itu untuk memastikan dia benar Kinar atau bukan.
Setelah melihat wajah gadis itu, Daniel mengelakan tangan nya dan mata Daniel merah penuh amarah.
Daniel yang berada dibelakang gadis itu langsung menarik tangan nya dan . . .
Plakkkkk... Plaaakkkk.. Daniel menampar pipi Kinar dengan keras hingga darah segar keluar dari sudut bibir nya.
Vazo melihat Kinar ditampar oleh Daniel langsung menarik Daniel dan memukul Daniel hingga tersungkur ke tanah.
"Berani nya kau menampar gadis ku.." bentak Vazo dengan tatapan yang tak jauh tajam nya dengan tatapan Daniel.
Asisten Vino berlari menghampiri Daniel dan Kinar.
Daniel bangkit dan berdiri, dia tidak membalas pukulan Vazo, tapi dia terus memandang Vazo dengan tatapan membunuh.
"Tuan muda tidak apa-apa..??" tanya Vino.
Daniel tidak menjawab pertanyaan asisten nya itu,.
Daniel menatap wajah Kinar yang mengeluarkan darah di sudut bibir nya.
Kinar hanya menunduk takut, tubuhnya gemetar, ini pertama kalinya Kinar ditampar seseorang..
Bahkan, keluarganya tidak pernah melakukan kekerasan seperti itu.
Daniel mendekati Vazo dan membisikan sesuatu "Jauhi dia..!!" bisik Daniel, membuat Vazo mengeram kesal.
(Siapa dia..?? berani sekali menyuruhku menjauhi Kinar..) batin Vazo.
.
.
.
.
.
G tegas