NovelToon NovelToon
As By Inside

As By Inside

Status: sedang berlangsung
Genre:Dendam Kesumat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:27k
Nilai: 5
Nama Author: Erarefo Alfin Artharizki

Dalam suatu malam, Samsul dan Joko merencanakan sebuah aksi pencurian besar-besaran di sebuah rumah. Namun, saat mereka akan menjalankan rencana tersebut, Samsul memutuskan untuk mundur karena merasa bahwa itu adalah tindakan yang salah.

Joko marah dan sangat kesal pada Samsul karena dia tidak setuju dengannya dan merasa dikhianati oleh sahabatnya. Saat sedang melaksanakan aksi pencurian tersebut secara sendirian tanpa bantuan dari Samsul, Joko tertangkap basah oleh polisi.

Setelah di penjara selama beberapa tahun, Joko keluar dari penjara dengan niat balas dendam pada Samsul. Ia ingin menyadarkan teman lamanya tentang betapa mudahnya terjerumus dalam dunia kriminal serta melakukan kejahatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erarefo Alfin Artharizki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34 : Orang Tua Samsul Khawatir Kepada Samsul

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam, Samsul tiba di depan rumah tua yang biasa dia sebut sebagai "rumah pulang". Sebagai seorang anak tunggal, rumah itu selalu menjadi tempatnya merasakan kehangatan keluarga. Namun, kali ini suasana terasa berbeda saat dia memasuki rumah.

Aku dengan tertatih-tatih berjalan masuk ke dalam rumahku yang di bopong oleh Dira dan Panca.

Dalam sekejap, Samsul merasakan sentuhan tangan ibunya yang penuh kekecewaan di bahuku. Tiba-tiba, suaranya terdengar dengan keras memenuhi ruangan, "Samsul, kau ini kenapa ? Ada apa dengan kaki kamu Sul ? Kau menghilang begitu saja tanpa kabar, membuat kami sangat khawatir!"

Tidak ada senyum di wajah ibunya, hanya ekspresi kesal dan kekhawatiran yang mencuat. Ayahnya juga hadir di sebelahnya, dengan tatapan yang penuh kekecewaan. Mereka berdua tampak sangat marah.

"Mengapa kau melakukannya, Samsul? Kau pikir kau bisa tidak memberi tahu kami begitu saja? Apa yang ada di pikiranmu?" suara ayahnya terdengar tajam, penuh dengan kekesalan.

Samsul merasa jantungnya berdegup kencang. Dia tidak menyangka bahwa orang tuanya akan begitu marah. Mereka selalu menghargai kebebasan dan keputusannya. Namun, kali ini, ia merasakan kekecewaan yang begitu dalam dalam suara mereka.

Begitu pula dengan kawan-kawannya, mereka diam seribu bahasa setelah melihat respon kedua orang tuanya Samsul begitu kecewanya terhadap sikap Samsul.

Lalu Joko mencoba berkomunikasi kepada orang tua Samsul bermaksud untuk membela Samsul namun langsung dihentikan oleh ibunya.

"Diam! Apa yang akan kau katakan untuk membela dirimu?" Ibu Samsul menghentikan setiap kemungkinan pembelaan dari Samsul dan teman-temannya.

Wajah Samsul berubah tegang. Dia merasakan kebingungan dan kekesalan dalam dirinya. Hatinya berkecamuk, tetapi dia tahu bahwa bertengkar dengan orang tuanya tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, dia memilih untuk mencoba memahami perasaan mereka.

"Dik, kau harus menyadari bahwa keluarga ini khawatir dan memperhatikanmu. Kau tidak bisa begitu saja menghilang dan membuat kami tidak tahu apa yang terjadi padamu!" kata ayahnya dengan suara yang masih terdengar marah.

Dira lalu mencoba membisikkan kata-kata kepadaku "Sayang, coba kamu terangkan baik-baik kepada orang tua kamu ya. Mungkin mereka khawatir saja kok"

Akupun langsung merespon kembali perkataan yang telah di ucapkan oleh pacarku itu "Iya sayang, ku coba ya"

Samsul menghela napas dalam-dalam, mencoba mengendalikan emosinya. Dia tahu bahwa mereka benar, dia tidak bisa mengabaikan perasaan orang tuanya. Dia harus memperhatikan kekhawatiran mereka.

"Ayah, Ibu, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud membuat kalian khawatir. Aku hanya butuh waktu untuk menjernihkan pikiranku. Aku merasa terjebak dalam rutinitas dan ingin mengeksplorasi dunia di luar sana dan aku juga ingin membantu orang-orang sebisaku" Samsul mencoba menjelaskan dengan suara lembut

Orang tua Samsul saling pandang. Ekspresi kekecewaan mereka mulai sedikit memudar, digantikan oleh kelegaan dan kelembutan. Mereka menyadari bahwa keinginan Samsul untuk mengeksplorasi dunia adalah hal yang wajar bagi seorang pemuda.

Ibu Samsul mencoba menahan air matanya yang hampir tumpah. "Samsul, kami hanya ingin yang terbaik untukmu. Kami khawatir dengan keselamatan dan kebahagiaanmu. Tolong pahami perasaan kami."

Samsul melihat kedua orang tuanya dengan penuh cinta. Dia merasa bersalah karena telah menyakiti perasaan mereka. Meskipun demikian, dia tidak ingin mengecewakan dirinya sendiri dengan mengabaikan keinginannya untuk menjelajahi dunia di luar sana.

"Ayah, Ibu, aku mengerti perasaan kalian. Dan aku sangat berterima kasih atas kekhawatiran dan cinta yang kalian berikan padaku. Tapi, tolong pahami bahwa aku juga perlu menemukan jati diriku di luar sana. Aku ingin belajar dan tumbuh sebagai individu yang mandiri."

Ayah Samsul mengangguk perlahan. Dia memahami bahwa anaknya sudah tumbuh dan perlu mengikuti panggilan hatinya. "Samsul, kami mendukungmu. Tapi, harap tetap berkomunikasi dengan kami dan beri tahu kami tentang keberadaanmu. Kita harus saling menjaga dan peduli satu sama lain."

Samsul merasa lega mendengar kata-kata pengertian dari orang tuanya. Dia berjanji untuk tetap berhubungan dengan mereka dan memberi tahu mereka tentang perjalanan dan pengalamannya di luar sana. Dia tahu bahwa hubungan mereka sebagai keluarga adalah hal yang berharga dan tak tergantikan.

Kawan-kawannya juga merasa lega setelah orang tuanya Samsul sudah mereda amarahnya.

Beberapa jam kemudian, suasana di rumah mulai tenang. Samsul duduk bersama kedua orang tuanya di ruang keluarga, saling berbagi cerita dan tawa. Mereka berbicara tentang masa lalu, mimpi dan harapan untuk masa depan. Semua kekhawatiran dan kekecewaan perlahan tergantikan oleh kebahagiaan dan pemahaman.

Ayahnya Samsul bertanya kepada May "Sepertinya aku baru melihat kamu wahai Adinda ? Siapa nama engkau ?"

Dengan tersenyum dia mengundukkan diri di hadapan ayahku "Halo om, nama saya May. Saya teman sekelas Samsul di semester 4 ini"

Ayahku menggangguk setelah May berbicara demikian "Oh begitu, pantas saja saya baru melihat Adinda hehehe"

"Iya Om, saya kebetulan satu kelas dengan Dira,Joko, Panca dan Samsul" Ucap May dengan ramahnya.

"Oalah begitu, ya sudah kalau begitu. Kalian ini pasti ingin berlibur kan ?"

Aku, May, Panca, Dira dan Joko kompak setelah ayahku berbicara demikian "Betul sekali om!!!"

"Baik kalau begitu, silahkan kalian pergi ke kamar kalian di atas ya. Untuk Dira dan May silahkan kalian tidur sekamar saja untuk efisiensi ruangan" Himbau ayahku.

"Baik Om" Ujar mereka berdua.

Akhirnya mereka pergi dari ruang tamu, mereka berhamburan dengab riangnya.

Saat menuju ke kamar masing-masing May mencolek tangan Dira, Dira pun menoleh ke arah May. Lalu dia bertanya kepada May "Ada apa May ?"

"Gini Dir, ternyata orang tua Samsul itu baik banget ya. Gua jadi iri deh sama lu Dir."

"Hehehe iya May, btw lu iri kenapa ?" Tanya Dira dengan serius.

"Ya gua iri karena lu dapet laki-laki se tampan Samsul, se baik Samsul, orang tuanya pun perhatian dan sayang sama kita" Jawabnya

"Hehehe thank you, gua beruntung dapet Samsul. Dia rela berkorban buat gua. Eh dah yuk kita ke kamar aja. Kita rumpi aja di sana." Ajak Dira.

"Ayuk, o iya Dir tolong jaga Samsul yaa." Harap May

"Iya May, gua bakal sayang dan jaga dia kok. Kalem saja ya" Dira menenangkan May.

Akhirnya mereka berdua kembali melanjutkan ke kamar, sedangkan pihak laki-laki sudah sampai di dalam kamarnya masing-masing.

Setelah berjalan kurang lebih 45 menit, akhirnya mereka berdua telah sampai di kamar. Kamar mereka terletak di antara kamar Samsul dan Joko.

Dira sebagai pemegang kunci membuka pintu kamar, setelah beberapa saat kemudian pintu itu terbuka dan mereka langsung masuk ke dalam kamar tersebut.

1
👑Chaotic Devil Queen👑
menempuh, kak bukan menepug/Sob/
Erarefo Alfin Artharizki: typo kak wkwkwk
total 1 replies
👑Chaotic Devil Queen👑
lots koll thos lovo yoyoyoyo rom pom pom pom pom pom pom
👑Chaotic Devil Queen👑: hot yo wot do ddo ddo ddo oyo oyo
total 1 replies
👑Chaotic Devil Queen👑
tanya dong ygy kan tandanya tanya wkwk
👑Chaotic Devil Queen👑
mobil gixar wkwk
👑Chaotic Devil Queen👑
excuse me... di bagian sini ada beberapa yang gak ada tanda baca sebelum tanda petik (") 👀
Erarefo Alfin Artharizki: sebenarnya di naskah ini banyak banget revisinya kak, cuma entah knp malah suka wkwkwk
total 1 replies
👑Chaotic Devil Queen👑
konyong-konyong gak tuh
👑Chaotic Devil Queen👑
dahlah, zombie nyimak aja 🗿
👑Chaotic Devil Queen👑
kak, maaf koreksi dikit, kalau gak salah, gak boleh ada dialog lempar² gini di GN. jadi harus tetep pake keterangan siapa yang ngomong, dsb
👑Chaotic Devil Queen👑
maaf, koreksi dikit, kak. di bagian kalimat tanya, tandanya jangan dipisah. jadi kayak:

"Iya gak Jok?"

tapi gpp, aman di MT mah wkwk
👑Chaotic Devil Queen👑
itu SNBP kalau sekarang ya kak!
👑Chaotic Devil Queen👑: maaf, salah tanda (?)
total 1 replies
👑Chaotic Devil Queen👑
orang mah nomornya 08xxxxxxx gitu ya! kan kasihan sama yang punya nomor cantik gitu/Sob//Facepalm/
👑Chaotic Devil Queen👑
oh, iya kak, baru inget! kalau gak salah, di GN itu gak boleh pake bahasa gaul, harus pake bahasa baku semua termasuk dialog.
Erarefo Alfin Artharizki: aaa thankyou infonya
total 1 replies
👑Chaotic Devil Queen👑
Samsul: tertawa, tapi terluka 🗿
👑Chaotic Devil Queen👑
tanda seru satu aja, kak. editor GN bisa ngamuk nanti/Sob/
👑Chaotic Devil Queen👑
saran kak, kalau mau masuk GN, narasi panjang gitu dibikin jadi 2-3 paragraf. kalau di MT bebas sih. saya juga gitu kalau di MT wkwk
Erarefo Alfin Artharizki: sip thankyou revisinya
total 1 replies
Ayano
Berasa hancur ya denger emak nanya sambil nunjukin wajah kuatir
Ayano
🤣🤣🤣🤣
Hemat ye
Ayano
Mirip anak pejabat negeri odni 🤣
Ayano
Beneran diculik dong 😱
Ayano
Berlima kayaknya wak. Tipo di sini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!