Claudia telah menikah selama dua tahun dengan Briant suami nya, tapi selama dua tahun dia belum juga dikaruniai seorang anak sehingga membuat keluarga suaminya menuding Claudia sebagai wanita mandul. Ibu Briant meminta anaknya untuk menikah lagi agar segera memberinya cucu. Akankah Briant memenuhi permintaan ibu nya? Akankah Claudia mampu mempertahankan rumah tangganya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah kebohongan.
Setelah mendaftar ke bagian pendaftaran untuk menemui dokter spesialis kandungan Briant segera menghampiri Adelia.wanita itu terlihat manahan amarah dan entah apa yang terjadi dengan nya.
"Ada apa dengan mu?"tanya Briant heran.
Adelia melotot kesal melihat Briant."Kenapa kau tidak bilang ini baju bekas?"tanya Adelia dengan kesal.
Briant melewati wanita itu dengan cuek dan segera menuju ketempat spesialis kandungan.
"Briant,jawab aku!"teriak Adelia
Briant memutar kembali tubuh nya dan menatap Adelia dan berkata"Aku tidak menyuruh mu memakai nya,dan jangan berteriak ini rumah sakit.''kemudian pria itu melangkah kembali keruangan khusus dokter kandungan.
Adelia benar-benar kesal dengan sikap Briant,belum juga dia bisa mendapat kan cara untuk menghindar dari pemeriksaan kehamilan palsu nya malah dia harus dipermalukan Claudia disana.
Dia segera mengejar Briant,yang paling penting saat ini adalah mengajak Briant pulang agar kehamilan palsu nya tidak terbongkar.
"Briant,maaf kan aku.kita pulang aja yuk."ajak nya saat dia sudah duduk disamping pria itu.
Briant hanya cuek mendengar permintaan Adelia,dia hanya fokus dengan ponsel yang dipegang nya.
"Briant,please."mohon Adelia lagi
"Del,cukup.kita sudah disini untuk apa pulang."katanya sambil menatap layar ponsel nya.
Adelia menggigit bibir bawah nya,entah kenapa sejak menikah dengan nya sikap Briant langsung berubah drastis terhadap nya,tidak seperti waktu mereka pacaran.
Adelia merebut ponsel dari tangan Briant dan melihat nya,mata nya langsung melotot saat dia melihat foto-foto kebersamaan Briant dengan Claudia dari layar ponsel Briant.ternyata sedari tadi pria itu melihat foto mantan istri nya.
"Bri...."Baru saja Adelia mau berteriak marah tapi Briant langsung membungkam mulut nya
"Stop Del,ini dirumah sakit,jangan membuat ku malu."kata pria itu
Adelia menarik nafas nya dengan berat,apa-apan pria itu,masih saja mengingat mantan istri nya.
Adelia mulai menangis dan berkata"Briant,kau benar-benar keterlaluan tidak memikir kan perasaan ku."
"Aku selalu memikir kan perasaan mu sampai aku harus menikahi mu"kata Briant
"Pernikahan macam apa yang kau berikan pada ku,bahkan orang-orang tidak tahu jika kita sudah menikah!"
"Sudah lah Del,mau sampai kapan pun didalam hati ku hanya ada Claudia,sudah ku katakan hubungan kita suatu kesalahan "kata Briant dengan sinis.
Adelia benar-benar kesal dengan sikap Briant,dia menghapus air mata nya kemudian menyilang kan kaki dan tangan nya dengan angkuh.
"Oh...Briant yang malang.kau terlalu bodoh untuk terlalu mencintai mantan istri mu."katanya
Briant melotot memandang wanita itu yang tersenyum dengan sinis."Apa maksud mu?"tanya nya
"Kau tidak tahu kan,barusan aku bertemu dengan Claudia dan tentu saja dengan pacar nya.kau pikir aku tahu dari mana jika baju yang aku pakai ini bekas?"
"Kau jangan menipuku Del!"
"Huh...untuk apa aku menipu mu.seperti nya mereka kesini untuk memeriksakan kandungan seperti ku.jangan-jagan Claudia sudah hamil."ujar Adelia
Wajah Briant langsung pucat,tidak mungkin Claudia secepat itu bisa hamil."Kau bohong!"katanya sambil bangkit berdiri
"Kau benar-benar pria bodoh Briant,mendengar mantan istri mu hamil dengan pria lain kau malah menjadi kalap.aku istri mu sekarang,dan kau tidak ada urusan lagi dengan kehidupan mantan istri mu itu."
Mata Briant berkilat marah melihat Adelia,tapi dia kembali terduduk ditempat nya.benar yang dikatakan Adelia,sekarang Claudia mau berhubungan dengan siapa pun sudah tidak menjadi urusan nya lagi.tapi hati nya benar-benar sakit mendengar mantan istri nya sudah punya pacar dan begitu cepat melupakan nya.
Melihat Briant yang terduduk kembali Adelia merasa sangat puas,dengan begitu Briant pasti akan segera melupakan mantan istri nya.
Adelia langsung merangkul lengan Briant."Bukan kah kita saling mencintai,kenapa mau masih saja memikir kan wanita yang bahkan tidak perduli lagi dengan perasaan mu itu?"kata nya
Briant hanya menarik nafas nya dan tidak menjawab perkataan Adelia.
"Kita pulang yuk."ajak Adelia lagi.
"Tidak Del,aku pusing mendengar ocehan ibu setiap hari.kita sudah disini,lagi pula sangat penting melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi bayi kita."ujar nya
Adelia mengumpat dalam hati."Sialan,seharus nya aku membiar kan Briant mengejar Claudia tadi."
Kini dia tidak bisa lari lagi,seperti nya kebohongan nya akan segera terbongkar.Adelia tidak berani memikir kan reaksi Briant dan ibu mertua nya,apalagi yang di ingin kan wanita itu seorang cucu.jika mereka sampai tahu dia berbohong maka habis lah dia.
"Briant,aku mau ke kamar kecil"katanya.padahal itu hanya alasan nya untuk kabur.
Tapi belum juga Briant menjawab,seorang perawat sudah memanggil namanya.
Briant bangkit berdiri dan menarik tangan nya."Nanti saja,aku ingin melihat anak ku."kata nya
Adelia berkeringat dingin saat tangan nya ditarik Briant,dia benar-benar tidak bisa lari lagi.saat berjalan memasuki ruang pemeriksaan bagaikan berada di medan perang mempertahankan nyawa antara hidup dan mati..
Adelia menelan ludah nya dan menarik lengan Briant membuat pria itu menghentikan langkah nya.
"Briant,please.aku hanya ingin ke kamar kecil."pinta nya