NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami : Aku Bukan Anak Kecil

Penyesalan Suami : Aku Bukan Anak Kecil

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: RirinRohman

Diperistri, dinikahi, tapi ditinggalkan selama tiga tahun lamanya karena usianya yang masih kecil.

Setelah tiga tahun bersama mereka harus bersatu menjadi sepasang suami istri dalam satu kamar dan rumah. Apakah mereka bisa menjalani pernikahan dengan baik meski tanpa pendekatan dan perkenalan sebelumnya?

Ikuti perjalanan Nila dan Rendi yuk.

Hehe. ini kelanjutan kisah cinta anak sultan ya.

follow Ig author : @ririnrohmanningsih (coretanrandom)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RirinRohman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Move On

Waktu terus berlalu dan malam menenggelamkan Nila dalam tidurnya. Meski begitu, Nila yang terdidik untuk bangun malam, terbangun di sepertiga malam terakhirnya.

"Alhamdulillah?" gumam Nila terbangun dan tanganya terulur mematikan alarm.

Nila segera melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Mengambil air untuk berwudhu, setelah itu bermunajat bersua memohon petunjuk sang Pemilik Kehidupan dan cinta.

"Kenapa semakin aku berfikir semakin aku berat dan sakit meninggalkan mereka?" gumam Nila seusai mengucap doa.

Entah karena doa Ummi yang lebih kuat dari Doa Baba. Atau kedekatan Nila selama ini. Bayangan kekompakan Ummi dan Fatma selama di pesantren masak bersama, menjalani hari- hari bersama terpatri jelas di ingatan Nila.

Meski bercerai dengan jalan yang baik, dan sakit hati karena Rendi, tetap saja jika mereka bercerai akan membuat jarak di antara mereka.

"Hhhh...," Nila pun semakin gelisah. Semakin dia berdoa, seakan dan yang berbisik, kamu masih istri Rendi, memperjuangkan rumah tangga dan memaafkan suami lebih utama dari pada mengejar ego.

Tapi di sisi lain, Nila juga masih merasa sakit, jua semua keluarganya yang mendukung Nila berpisah.

Tidak kuat menahan gelisah, Nila pun keluar kamar berjalan ke dapur mengambil air putih. Sesampainya di dapur setelah menuangkan air ke gelas, Nila pun segera meneguknya.

"Nila...," panggil Buna membuyarkan lamunan Nila.

"Buna?"

"Kamu udah bangun, Nak?" tanya Buna.

Nila kemudian tersenyum. "Nila baru bangun Bun. Inu haus jadi ambil air minum!" jawab Nila lembut.

Buna pun duduk memdekat ke Nila. Buna kemudian menelisik, muka Nila.

"Kamu menangis?" tanya Buna tahu mata Nila sembab.

"Bangun tidur Bun!" jawab Nila sembari menelan ludahnya dan membuang mukanya. Nila berbohong.

Buna tersenyum, Buna tahu Nila berbohong.

"Katakan pada Buna. Apa yang kamu risaukan Nak?" tanya Buna.

"Tidak ada!" jawab Nila masih berusaha menutupi.

"Buna lihat kamu tertekan dengan perceraian ini. Buna dan Baba juga kakakmu hanya ingin kamu bahagia Nila. Jika perceraian ini justru membuatmu tertekan. Katakan saja!" ucap Buna lembut.

Nila menunduk, kenapa Buna selalu tahu apa yang Nila pikirkan.

"Nila tahu Buna. Nila terima kasih?" jawab Nila.

"Katakan apa yang kamu rasakan!" ucap Buna lagi.

Nila masih menunduk ragu.

"Buna nggak akan marah Nak. Katakan apa yang kamu ingin dan rasakan. Buna ibumu?" tutur Buna lagi.

Nila kemudian menoleh ke sekeliling memastikan tidak ada baba.

"Katakan, Nak!" tutur Buna lagi

"Buna..." ucap Nila pelan.

"Ya!"

"Sebelum bercerai? Apa boleh Nila bertemu dengan Pak Rendi sekali aja?" tanya Nila ragu.

Buna kemudian tersenyum

"Tentu saja. Itu hakmu!" jawab Buna bijak.

"Tapi nanti Baba marah!" jawab Nila ragu.

"Ya kan memang sebelum bercerai kalian besok memang harus bertemu!"

Nila pun mengangguk.

"Ya Buna!"

"Apa kamu masih berharap padanya?" tanya Buna lagi.

Nila menggigit bibirnya bingung.

"Jodoh itu kamu yang jalanin Nak. Semua keputusan kita serahkan ke kamu. Hanya saja, Buna dan Baba tidak rela kamu disakiti. Kami hanya ingin yang terbaik untukmu dan kamu bahagia!" ucap Buna lagi.

Nila menelan ludahnya mengangguk.

"Nila, tahu Buna. Nila bersyukur Alloh melimpahkan cinta yang banyak buat Nila dari Buna dan Baba. Nila hanya ingin berbicara dan bertanya Pada Pak Rendi untuk terakhir kali sebelum bercerai Buna!" jawab Nila

"Ya!" jawab Buna menepuk bahu Nila.

Nila mengangguk, kemudian terdengar suara pintu terbuka dari kamar IRT. Buna dan Nila pun segera bergegas menutup obrolan mereka.

****

Di tempat Lain

"Gue udah sampai di bandara!" ucap Seorang perempuan cantik terhadap seseorang di balik telepon.

"Oke...gue jemput. Gue udah atur kok. Rendi masih jomblo. Sepertinya dia belum on dari kamu, Len!" ucap Seseorang yang tak lain adalah Axel.

1
Ibu'e Anam Azka
semangat up nya kak.. ditunggu selalu😍
Naning Naning
kasih bonchap lagi thorrr
Naning Naning
nunggu lammm banget thoooo
Ida Nur Hidayati
alhamdulillah....ups juga ya kak Ririn...
tapi kok udah tamat. tambahkan.lagi kak...
indy
akhirnya nila - rendi...
Novbil
akhirnya
masih ada bon-chapt
Ucio
kiraain gak lanjut thor
Elvi
sehat2 ya thor, semangat💪🏻💪🏻
dah mau kuhapus noveltoon gegara bolabalik ngintip update kisah nila-rendi yg zonk
Noor hidayati
kapan ceritanya dilanjut,masa nunggu lebaran yang akan datang
mun indiana
semangat kak...
Bzaa
wah bang rendi ada saingan nih
Bzaa
rendi lgi jdi penguntit nil
Azlin Hamid
Luar biasa
Bzaa
semangat nila
Bzaa
wkwkwk
Bzaa
ayo amar aku dukung kamu
Bzaa
nah rasain baba udah turun jg
Bzaa
amer semangat
Bzaa
jujur nila
Bzaa
rasainn si rendi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!