Cerita ini adalah Sequel dari cerita (Salah Ranjang Hot Daddy).
Jessy selalu menghabiskan hari-harinya dengan kesenangan, pergi ke club' hingga bermain aplikasi daring dan mengenal satu pria di dalam aplikasi itu.
Daffin merasa waktu nya di Amerika hanya terbuang sia-sia dengan pekerjaan nya, iseng dia bermain aplikasi daring dan di sana Daffin menemukan teman chatting yang cukup membuat nya geleng-geleng.
"Bagiamana kalau malam ini kita melakukan nya"
"Apa? kau gila?"
"Ya, aku gila karena rasa penasaran"
"Baiklah, tapi setelah itu tidak ada kata tanggung jawab, kita hanya patner ranjang"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ajakan ke pesta
Pagi nya Daffin terbangun dari tidurnya, dia langsung masuk ke kamar Jessy dan melihat kamar nya yang berantakan dengan bekas makanan di lantai dan di meja.
"Cih, apa semalam dia party makanan, benar-benar wanita jorok" jijik Daffin melihat kamar nya yang berantakan.
Daffin pun memilih ke kamar mandi untuk mandi, setelah selesai dia keluar dan melihat Jessy yang baru terbangun.
"Waw, bagus kau pikir ini kamar mu!" geram Daffin.
"Aku istrimu, Penthouse mu otomatis adalah milik ku juga" sahut Jessy santai.
Sebenarnya Jessy malas berdebat apalagi ini masih pagi, tapi melihat Daffin yang menyebalkan Jessy tidak hanya bisa diam saja.
"Dasar pria tua, bisa nya marah-matah terus nanti kalau sudah ngerasain darah tinggi baru tahu rasa." batin Jessy menggerutu.
"Kau merasa menjadi istriku sedangkan suami pulang kerja kau malah diam di kamar, main ponsel dan nonton film drakor? begitu maksud mu?" tanya Daffin nyolot.
Huh..
Cukup sudah Jessy diam.
Dia rasa Daffin tak akan pernah berubah sekalipun Jessy memang benar-benar mengandung anak nya.
"Yaya aku memang bukan istri yang baik, aku tidak memasak dan aku hanya main hp, dan kamu tau apa alasan ku diam saja?" Jessy menjeda ucapan nya.
Daffin melirik sekilas, lalu dia diam ingin mendengar jawaban apa lagi yang akan Jessy berikan pada nya.
"Kau sadar tidak kalau aku sedang hamil, aku bukan hanya ingin di manja tapi juga butuh makan, dan kau lihat ke kulkas, kau lihat! apa ada makanan di sana? apa ada satu pun makanan yang bisa aku makan untuk penghilang lapar?"
"Tidak kan? mana tanggung jawab mu sebagai suami? mana hah! kau hanya bilang kau adalah suami dan aku adalah istri mu, tapi kau lupa kalau aku di sini tidak membawa uang sepeserpun, aku miskin dan lebih parah nya lagi suamiku yang super hebat ini membiarkan istri dan anak nya kelaparan di rumah, bukan kah itu Waw!"
Jessy mengatakan nya dengan wajah yang sangat kesal, dua hari dia harus bisa bertahan karena gengsi nya, tapi Jessy tidak bisa diam lagi jika Daffin sudah kelewatan batasan nya.
Duarrr !
Daffin merasa seperti tersambar petir di siang bolong, dia benar-benar melupakan semua itu.
Sejak datang ke New York Daffin memang terlalu fokus ke perusahaan nya, bahkan tak hanya itu Daffin juga tidak mengingat jika Jessy mungkin saja kelaparan di rumah karena dia pikir Jessy memiliki uang.
"Maaf" hanya kata itu yang keluar dari mulut pria itu.
Jessy tak menghiraukan ucapan Daffin, dia memilih membereskan bekas makanan nya dan membuang nya ke tong sampah.
Daffin tahu Jessy marah, dia memilih memakai pakaian nya dan tak melakukan percobaan minta maaf yang lebih besar lagi untuk bisa membuat Jessy memaafkan nya.
Dia akan menebus nya dengan membelikan keperluan dapur dan susu hamil Jessy, menurut nya itu lebih dari cukup.
Sore nya Jessy melihat banyak orang yang mengantarkan makanan, di mulai dari fizza dan yang lain nya, dan jangan lupakan jika kebutuhan memasak pun sudah terisi semuanya.
"Bawa kembali saja pak, saya lagi nggak mau fizza" titah Jessy, menolak pemberian Daffin.
Aku menginginkan makanan ini kemarin, bukan sekarang. batin Jessy.
Pengantar makanan pun kembali membawa makanan nya, dia membagikan makanan itu ke teman-teman nya sesuai dengan perintah Jessy.
"Halo"
"Jess, persiapkan dirimu kita pesta malam ini" kata Ambar di sebrang telpon.
"Aku tidak punya gaun" ucap Jessy yang hanya berasalan.
"Kau lupa aku punya banyak, jangan cemas" balas Ambar lagi.
Jessy nampak memikirkan ajakan dari Ambar cukup lama, dia malas berdebat dengan Daffin lagi, tapi mengingat Daffin yang menyebalkan Jessy juga membutuhkan hiburan.
"Di sana banyak pria tampan, dan jangan lupakan Bos ku itu pria kaya Jess, dia baru saja duda, kasihan bukan"
"Tapi aku tidak di undang bukan?" Jessy ragu.
"No, Bos mengenal kita Jess, kau ingat di perusahaan X? dulu kita melamar pekerjaan tapi hanya aku yang berhasil dan kamu entahlah aku tidak merasa kau ikut dalam sesi HRD" ucap Ambar lagi.
Jessy mengingat-ingat kembali, dan sialnya yang dia ingat hanya Daffin yang memakai tubuh nya sebagai budak s*x nya, membuat Jessy yang mengingat itu menjadi kesal.
"Baiklah aku ikut" Jesy akhirnya memutuskan.
"Oke, nanti aku menjemputmu, kita akan ke salon bersama oke"
"No, aku tidak punya uang"
"Haha, santai saja aku punya Wilson, dia Asisten Bos dan dia sangat kaya, aku merasa menjadi sugar baby nya"
Dan obrolan nya pun di akhiri dengan cerita Ambar yang mendapatkan keberuntungan memiliki Wilson yang baik hati.
"Ambar saja yang pernah melihat banyak barang laki-laki bisa mendapatkan Wilson yang tampan dan baik hati, kenapa aku yang hanya dua kali tidak?" gumam Jessy bertanya-tanya.
🌹
Disini Jessy masih belum tahu kalau sebenarnya Mr X itu adalah Daffin ya, jadi Jessy masih nyangka dia dua kali main 🐦🤣
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏