Kebahagian memang tidak pernah abadi.
Sekalipun kamu kaya, cantik ataupun cerdas, roda kehidupan akan selalu berputar selama kamu hidup.
Begitulah kira-kira pribahasa paling sesuai dengan nasib naas yang dialami oleh seorang wanita cantik bernama Lie.
Kebahagiaan yang selama ini ia miliki hilang begitu saja.
Di masukkan kedalam penjara, kedua orangtua nya dibunuh dan perusahaan keluarga diambil alih!
Haruskah aku menyebutmu iblis? Karna manusia bukanlah kata yang pantas untukmu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon esterliia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku tidak suka manis
"Tidak apa, nanti juga hilang."
**
Perjalanan pun dilanjutkan dan dalam setengah jam mereka sudah sampai di kawasan Silicon Valley. Kawasan terbesar teknologi kelas atas dengan bangunan-bangunan mewah dimana-mana.
"Turunkan kami disana" tunjuk Yessy antusias pada sebuah tempat bertuliskan Standford Shopping Center. Tempat ini adalah sebuah pusat perbelanjaan terbuka yang luas dengan berbagai macam toko kelas premium serta restoran dari berbagai negara didalamnya. Terdapat taman-taman kecil pula dan tempat duduk disetiap lokasi tertentu.
Mereka berdua pun turun "Jangan lupa jemput kami ya selesai kau bekerja. Ingat, aku ingin kembali kerumah lebih cepat untuk mempersiapkan diri di acara red carpet nanti." ucap Yessy mengingatkan. "Aku mengerti, bersenang-senanglah kalian." mobil pun pergi setelah mengantar mereka.
Karna waktu masih cukup pagi yaitu pukul 09.00 mereka memutuskan untuk mencari sarapan terlebih dahulu. Mereka memasuki sebuah tempat makan bernama Tootsies yang merupakan restoran italia.
Setelah memesan, mereka memilih duduk di tempat makan terbuka diluar. Cuaca pagi yang cerah dan bersinar, membuat mereka merasa seperti men-charging full diri mereka kembali.
Setelah selesai. Mereka pun melanjutkan kegiatan berburu barang-barang bagus disana. Mulai dari tas, baju, sepatu, aksesoris, hingga kuliner berbagai jenis makanan ringan disana.
Callista adalah orang kaya pada dasarnya, sehingga sudah terbiasa dengan barang-barang mewah sejak kecil.
Walau terkesan cuek, namun selera nya pun cukup tinggi untuk urusan penampilan sehingga memang cocok jika berbelanja dengan Yessy yang merupakan trendsetter dalam dunia mode karna profesinya sebagai model hollywood.
Jam berlalu begitu cepat bagi mereka yang menikmati waktunya. Itulah yang dirasakan Callista dan Yessy sekarang.
'kringkring' handphone Yessy pun bergetar "Halo Golden?" , "Kalian dimana? Waktunya pulang", melirik jam dan terkejut "OMG jam 3? Tunggu sebentar, kami lagi menunggu makanan yang kami pesan. Kalian dimana?"
"Ditempat tadi. Cepatlah" , "Iya iya tunggulah sebentar saja, oke? Ahh makanan nya sudah jadi, aku tutup dulu. Bye."
Berlari kecil menuju tempat parkir semula dan melihat Will berada didepan pintu "Nona, mari saya bantu." mengambil belanjaan mereka, memasukkannya ke dalam bagasi dan masuk ke mobil.
"Aku membeli ini, cobalah. Katanya donat ini cukup rekomendasi disini." membuka dan menawarkannya pada mereka. "Kau menunggu makanan ini tadi?" tanya Golden tidak percaya pada Callista.
"Sstt, sudah coba saja. Sepertinya rasa ini pas untukmu." tujuk Callista pada sebuah donat coklat bergambar tengkorak yang merupakan coklat putih dengan vanilla cream filling.
"Aku tidak suka manis."
"Kau harus mencobanya, aku sudah cape-cape berlari hanya untuk membawakan ini untuk dimakan bersama." protesnya cepat.
"Kau harus memakannya Golden, atau dia tidak akan berhenti protes sampai kau menghabiskannya" goda Yessy.
Will pun mengangguk setuju dan Callista pun tersenyum melihatnya. Dengan pasrah ia pun akhirnya mengambil donat itu dan memakannya.
Sempat terkejut melihat reaksi Golden yang diluar dugaan mereka. Namun akhirnya tawa terdengar dari mulut Yessy di ikuti tawa tertahan dari Will.
Mereka tau, Golden tidak terlalu menyukai makanan manis tapi tetap mengambilnya hanya dengan sebuah rengekan kecil.
Dulu, kedua orangtua nya bahkan suka memarahinya karna tidak mau memakan kue ulang tahunnya sendiri walau sudah dipaksa dan dibujuk berkali-kali. Bahkan ini membuatnya begitu tidak menyukai hari ulang tahunnya sendiri.
Sampai akhirnya kedua orangtuanya pun memilih menyerah dan tidak memaksanya untuk memakan makanan manis lagi.
Sejak itu, makanan manis tidak pernah masuk daftar menu makanannya sekalipun. Bahkan kue ulang tahunnya pun berubah jadi buah yang dibentuk dan disusun seperti tampilan kue ulang tahun.